Referat Meningitis Bakterialis Fix

download Referat Meningitis Bakterialis Fix

of 19

  • date post

    10-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    134
  • download

    30

Embed Size (px)

description

meningitis tuberkulosis anak

Transcript of Referat Meningitis Bakterialis Fix

  • i

    REFERAT

    DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA

    MENINGITIS BAKTERIALIS

    Oleh:

    Sheila Nur Azizah 115070107111069

    Aniek Luftyannisa 115070107111039

    Cahya Kamila Bausat 115070107111023

    Muchammad Kemal 115070107111071

    Pembimbing:

    dr. Masdar Muid, Sp.A (K)

    LABORATORIUM ILMU KESEHATAN ANAK

    FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    RUMAH SAKIT UMUM DR.SAIFUL ANWAR

    MALANG

    2016

  • ii

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i

    DAFTAR ISI ................................................................................................. ii

    DAFTAR TABEL .......................................................................................... iii

    DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... iv

    BAB 1 Pendahuluan .................................................................................. 1

    1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1

    1.2 Tujuan ......................................................................................... 1

    BAB 2 Tinjauan Pustaka ............................................................................. 2

    2.1 Definisi ........................................................................................ 2

    2.2 Epidemiologi ................................................................................ 2

    2.3 Etiologi ....................................................................................... 2

    2.4 Patofisiologi ................................................................................. 3

    2.5 Diagnosis .................................................................................... 5

    2.5.1 Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik .................................... 5

    2.5.2 Penunjang ......................................................................... 6

    2.6 Diagnosis Banding ...................................................................... 7

    2.7Tatalaksana.................................................................................. 7

    2.8Prognosis ..................................................................................... 9

    BAB 3 Penutup............................................................................................ 11

    DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 12

  • iii

    DAFTAR TABEL

    2.1 Kriteria Bakterial Meningitis Score........................................................... 6

  • iv

    DAFTAR GAMBAR

    2.1 Algoritma Tatalaksana ............................................................................ 7

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Infeksi sistem saraf pusat (SSP) pada anak dapat mengakibatkan morbiditas

    dan mortalitas yang besar jika tidak terdeteksi dan tertangani secara tepat. Meningitis

    bakterial adalah salah satu penyakit SSP yang mengancam jiwa dan menyebabkan

    kelainan neurologis, terutama pada anak-anak (Kennedy dkk., 2007).

    Meningitis merupakan peradangan pada araknoid, piamater dan ruangan

    subaraknoid (Bonthius & Karacay, 2002). Proses peradangan tersebut juga dapat

    meluas ke jaringan otak dan medula spinalis (Gilroy, 2000; Victor & Ropper, 2001).

    Di negara sedang berkembang maupun di negara maju, penyakit infeksi ini

    masih merupakan masalah medis yang sangat penting oleh karena angka

    kematiannya masih cukup tinggi (Andarsari, 2011).

    Meningitis bakterial di Indonesia menduduki urutan ke 9 dari 10 pola penyakit

    anak di delapan rumah sakit pendidikan di Indonesia pada tahun 1984. Sekitar 80%

    dari seluruh kasus meningitis bakterial terjadi pada anak dan 70% dari jumlah tersebut

    terjadi pada anak berusia 1-5 bulan (Saharso & Hidayati, 1999). Penyebab meningitis

    bakterial terbanyak di dunia adalah Haemophilus influenzae, Streptococcus

    pneumoniae and Neisseria meningitidis. Di negara maju dengan program vaksinasi

    yang berhasil, insidensi H. influenzae dan N. meningitides menunjukkan penurunan

    (Nur dkk., 2008)

    1.2 Rumusan Masalah

    Bagaimana mendiagnosa dan tatalaksana pada pasien meningitis bacterial ?

    1.3 Tujuan

    1.3.1 Tujuan Umum

    Mengetahui diagnosis dan tatalaksana meningitis bakterial.

    1.3.2 Tujuan Khusus

    Mengetahui secara jelas anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan

    penunjang,etiologi, epidemiologi, patofisiologi, diagnosis banding, serta prognosis

    meningitis bakterial.

    1.4 Manfaat

    Agar mampu menangani kasus meningitis bakterial sebaik-baiknya.

  • 2

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Definisi

    Meningitis merupakan peradangan pada araknoid, piamater dan ruangan subaraknoid

    (Bonthius & Karacay, 2002). Proses peradangan tersebut juga dapat meluas ke jaringan otak

    dan medula spinalis (Gilroy, 2000; Victor & Ropper, 2001). Hal ini dapat disebabkan oleh

    bakteri, virus, atau meski jarang jamur. Istilah meningitis aseptik pada prinsipnya merujuk

    pada meningitis virus, tetapi sebenarnya gambaran serupa juga dapat ditemukan pada infeksi

    organisme lain ( penyakit Lyme, sifilis, tuberkulosis), infeksi parameningeal (abses otak, abses

    epidural, empiema sinus venosus), paparan kimia (obat anti inflamasi nonsteroid,

    imunoglobulin intravena), penyakit gangguan autoimun dan banyak penyakit lainnya (Karen,

    2011) .

    2.2 Epidemiologi

    Di Amerika Serikat, diperkirakan 25.000 kasus meningitis pertahunnya dijumpai pada

    anak-anak dan dewasa muda. Sekitar 50% kasus terjadi pada anak dibawah usia 5 tahun.

    Insidensi di Amerika Serikat dan Eropa adalah 3-5 kasus per 100.000 penduduk pertahun

    (Menkes, 2005)

    Meningitis bakterial di Indonesia menduduki urutan ke 9 dari 10 pola penyakit anak di

    delapan rumah sakit pendidikan di Indonesia pada tahun 1984. Sekitar 80% dari seluruh kasus

    meningitis bakterial terjadi pada anak dan 70% dari jumlah tersebut terjadi pada anak berusia

    1-5 bulan (Saharso & Hidayati, 1999). Angka prevalensi meningitis bakterialis adalah 5 :

    100.000 dengan insiden tertinggi meningitis bakterialis terdapat pada anak usia 2 bulan

    hingga usia 2 tahun, dimana umumnya banyak terjadi pada anak yang distrofik dengan daya

    tahan tubuh rendah (Gilroy,2000).

    Faktor predisposisi meningitis bakterialis meliputi infeksi saluran pernafasan, infeksi

    saluran pendengaran, riwayat cedera kepala, riwayat anestesi spinal, riwayat kontak dengan

    penderita infeksi meningokal, dan menurunnya kondisi tubuh (Gilroy,2000).

    2.3 Etiologi

    Etiologi meningitis bakterialis pada tiap kelompok usia berbeda karena tergantung

    pada lingkungan dan daya tahan tubuh. Jenis patogen yang menyebabkan meningitis pada

    neonatus biasanya berasal dari flora normal ibu, seperti Streptococcus dan E.Coli. Sementara

    Neisseria meningitidis dan S. Pneumonia adalah patogen utama pada bayi yang lebih besar.

    Pada keadaan imunodefisiensi, pasien dapat terinfeksi oleh patogen yang lebih jarang, seperti

  • 3

    Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Salmonella, atau Staphylococcus

    koagulase negatif (Gracia, 2014)

    Di Amerika Serikat 1995, terdapat bakteri patogen umum penyebab primer meningitis

    bakteri yang berbeda untuk masing-masing kelompok umur (Menkes, 2005)

    Tabel 2.1 Frekuensi organisme penyebab meningitis bakteri pada anak dan dewasa

    Bakteri Penyebab < 1 bulan 1-23 bulan 2-18 tahun 19-59 tahun 60 tahun

    Haemophillus influenza - 5 10 10 5

    Streptococcus

    pneumonia

    10 45 30 60 60

    Neisseria meningtidis - 30 60 20 5

    Hemolytic

    streptococcus

    70 20 5 5 5

    Listeria monocytogens 20 - - 10 10

    Di Negara Inggris dan Wales diperkirakan 4000 kasus meningitis bacterial

    pertahunnya disebabkan oleh Neisseria Meningitidis (gram negative diplococcus). Kuman

    Neisseria Meningitidis (meningococcus) ini merupakan penyabab utama kematian pada anak-

    anak pada tahun 1995. Berikut ini dapat dilihat pada table di bawah ini (Tunkel, 1995).

    Tabel 2.2 Penyebab Meningitis (semua umur) tahun 1995

    Bakteri penyebab Jumlah kasus Jumlah kematian

    Neisseria Meningitidis 1848 196

    Haemophilus Influenza 60 0

    Streptococcus Pneumonia 241 57

    Eschericia coli - 3

    Group B Streptococcus - 13

    Lysteria Monocytogenes 90 11

    Mycobacteria tuberculosis 98 9

  • 4

    Pada table 2.3 dapat dilihat beberapa bakteripatogen umum berdasarkan umum dan

    lesi anatomi ( Tunkel, 1997)

    Tabel 2.3. Organisme penyebab meningitis bacterial berdasarkan umur atau organisme

    Umur Organisme Pathogen

    Bayi baru lahir 3 bulan E. Coli, Streptococcusngroup B, L. Momocytogenes,

    Streptococcus Pneumoniae, Haemophilus Influenza type B, N.

    Meningitidis

    3 bulan sampai 45 tahun N. Meningitidis , S. Pneumoniae, H. Influenza type B

    45 tahun Streptococcus pneumonia, N. Meningitidis, L Monocytogenes

    Trauma Kepala Staphylococcus aureus

    Tindakan bedah saraf Coagulase negative staphylococci

    Shunt Gram negative bakteria

    Etiologi meningitis bakterialis pada tiap kelompok umur menurut Pedoman Pelayanan

    Medis 2011 :

    Usia 0-2 bulan : Streptococcus grup B, Eschercia coli.