Pemeriksaan Tzank Smear

of 3 /3
PEMERIKSAAN TZANK SMEAR 1. Memahami indikasi, anatomi dan teknik prosedur tindakan medik Tujuan Pemeriksaan ini digunakan untuk melakukan pemeriksaan terhadap sel- sel yang berasal dari bulla. Seperti pada a. herpes zoster b. herpes simplek c. varisella d. pemfigus e. infeksi staphylococcus anatomi kerokan dasar erosi bulla sampai dengan stratum korneum vesikel terletak pada intraepidermal, epidermal yang terpengaruh dan inflamasi dermis menjadi infiltrate dengan leukosit dan eksudat serous yang merupakan kumpulan sel yang terakumulasi dalam stratum korneum membentuk vesikel. Prosedur Cara kerja Pililah bula yang utuh dan terinfeksi. Bila tidak dijumpai bulla yang utuh. Gunakan daerah yang erosion yang bersih atau membuat lesi baru dengan menggosok-gosokkan epidermis. Dengan scalpel atau gunting , angkatlah dinding bulla Isaplah air / serum yang terdapat didalamnya dengan kaca spon Kerok dasar erosi bulla dengan scalpel Buatlah hapusan kecil kerokan tersebut diatas gelas objek Lakukan pengecatan dengan wrights/PMS Periksalah dibawah mikroskop dengan pembesaran 100,400, dan 1000 kali Bahan dan alat Scalpel Guntung Mikroskop Pengecatan wright atau paragon multiple stain 2. Mendapatkan informed consent a. pasien diberitahu tentang tindakan pemeriksaan Tzank tersebut

Embed Size (px)

description

dops kulit

Transcript of Pemeriksaan Tzank Smear

PEMERIKSAAN TZANK SMEAR

PEMERIKSAAN TZANK SMEAR1. Memahami indikasi, anatomi dan teknik prosedur tindakan medik

Tujuan

Pemeriksaan ini digunakan untuk melakukan pemeriksaan terhadap sel-sel yang berasal dari bulla.

Seperti pada

a. herpes zoster

b. herpes simplek

c. varisella

d. pemfigus

e. infeksi staphylococcus

anatomi

kerokan dasar erosi bulla sampai dengan stratum korneum

vesikel terletak pada intraepidermal, epidermal yang terpengaruh dan inflamasi

dermis menjadi infiltrate dengan leukosit dan eksudat serous yang merupakan kumpulan sel yang terakumulasi dalam stratum korneum membentuk vesikel.

Prosedur

Cara kerja

Pililah bula yang utuh dan terinfeksi. Bila tidak dijumpai bulla yang utuh. Gunakan daerah yang erosion yang bersih atau membuat lesi baru dengan menggosok-gosokkan epidermis.

Dengan scalpel atau gunting , angkatlah dinding bulla

Isaplah air / serum yang terdapat didalamnya dengan kaca spon

Kerok dasar erosi bulla dengan scalpel

Buatlah hapusan kecil kerokan tersebut diatas gelas objek

Lakukan pengecatan dengan wrights/PMS

Periksalah dibawah mikroskop dengan pembesaran 100,400, dan 1000 kali

Bahan dan alat

Scalpel

Guntung

Mikroskop

Pengecatan wright atau paragon multiple stain

2. Mendapatkan informed consent

a. pasien diberitahu tentang tindakan pemeriksaan Tzank tersebut

-pasien diberi penjelasan tentang penyakitnya

-pnyebab penyakit

-perjalanan penyakit

-komplikasi penyakit lain yang mungkin terjadi

b. pasien diberitahu tentang tujuan dari pemeriksaan Tzank tersebut yaitu untuk melakukan pemeriksaan terhadap sel-sel yang berasal dari bulla.

3. Teknik prosedur tindakan medik

Cara pemeriksaan tersebut diatas dapat mengidentifikasi sel epidermis, sel achantolytic (Tzank) , sel inflamasi , multinucleated giant cell (sel raksasa berinti banyak) dan sel mast.

Sel epidermis

Sel ini mempunyai ukuran 2-3 kali lebih besar dari PMN. Biasanya polygonal , inti ditengah , mengandung granula halus dan sering melekat satu dengan yang lainnya membentuk kelompokSel- sel achantolytic (Tzank)

Sel-sel ini adalah epidermis yang terbentuk bulat dengan pengecatan berwarna gelap. Cytoplasma di bagian tepi yang tampak padat dan sel ini hampir tidak pernah dijumpai berkelompok, biasanya soliter, intinya terlihat gelap dibagian tepinya dan intinya relative berukuran besar dibandingkan dengan kelompok cytoplasma.

Multinucleated giant cells ( sel raksasa berinti banyak)

Sel- sel ini jauh lebih besar dibandingkan dengan sel epidermis dengan mengandung inti terbanyak didalam suatu sel.

Sel mast

Bentuk selnya bulat dengan ukuran lebih besar dibandingkan dengan PMN dan mempunyai inti bertengah serta mengandung banyak granula dalam cytoplasma.

4. Pengelolaan pasca tindakan medik

a. jika ditemukan bulla pasien dianjurkan jangan menggaruk supaya bulla tidak pecah sehingga diharapkan tidak menyebabkan sikatrik

b. pasien disarankan untuk kontrol ulang, untuk menilai hasil pengobatan dan melihat jika kemungkinan terjadi komplikasi

DAFTAR PUSTAKA

Anonim 2, 1995, Standar pelayanan medik diagnosis dan terapi pemeriksaan dan tindakan penyakit kulit dan kelamin, RSUD Dr.Saiful Anwar FK Unibraw, Malang.

http://usmle.tv/uploads/thumbs.aagnrvju8phufjhg.jpghttp://www.nature.comhttp:// images.google.co.id.