Pap Smear & Iva Tes

download Pap Smear & Iva Tes

of 22

  • date post

    28-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    190
  • download

    44

Embed Size (px)

Transcript of Pap Smear & Iva Tes

PAP SMEAR & IVA TES

PAP SMEAR & IVA TES

Danu SantosoP 27220011 065Destria Yeris AP 27220011 066Ika Dian MP 27220011 079Irvan Dedi PP 27220011 080Anggota Kelompok 9 : PengertianKanker serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim, yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim atau uterus dengan liang senggama wanita atau vagina ( Nadjib, 2011 ).Kanker serviks (kanker leher rahim) adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim.

Kanker ServiksB. Gejala-gejala kanker serviksPada awal stadium kanker hampir tidak ada gejala, kecurigaan timbul bila ada keluhan keputihan atau mengalami perdarahan setelah berhubungan seksual.Gejala lanjut dari kanker serviks ini adalah;Perdarahan di luar masa haidJumlah darah haid tidak normalPerdarahan pada masa menopause ( setelah berhenti haid )Keputihan (abnormal discharge)

C. Penyebab kanker serviksKeadaan yang dapat meningkatkan resiko untuk memicu terjadinya kanker serviks antara lain :

1. Infeksi Virus HPV ( Human Papilloma Virus )90% penyebab kanker serviks adalah Virus HPV / Human Papilloma Virus. Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya

2. Merokok.Menurut Joakam Dillner, M.D., pemimpin penelitian yang dilakukan di Karolinska Institute di Swedia dan dipublikasikan di British Journal of Cancer pada tahun 2001, zat nikotin serta racun lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim. Cervical neoplasia adalah kondisi awal berkembangnya kanker serviks di dalam tubuh seseorang, ujarnya ( dalam Nadjib, 2011 )

3. Menikah usia muda ( kurang dari 20 tahun ).Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun ( Nadjib, 2011 )

4. Perempuan yang berumur 35 50 tahun.Perempuan yang sudah menikah dan berusia 35 50 tahun sangat dianjurkan memeriksakan dirinya untuk tahu kalau ada kanker serviks karena mempunyai resiko yang tinggi.

5. Frekuensi Persalinan.Perempuan yang sering melahirkan memiliki resiko menderita kanker serviks lebih tinggi, begitu pula dengan perempuan yang kehamilan pertamanya cepat

6. Infeksi pada kelamin.Riwayat terpapar infeksi menular seksual ( IMS ) juga meningkatkan resiko terkena kanker serviks, hal ini karena HPV bias ikut tertularkan bersamaan dengan penyebab penyakit kelamin lainnya saat terjadi hubungan kelamin

PengertianPap Test (Pap Smear) adalah pemeriksaan sitologik epitel porsio dan endoservik uteri untuk penentuan adanya perubahan praganas maupun ganas di porsio atau servik uteri. Sedangkan menurut Hariyono Winarto, Pap Test (Pap Smear) adalah suatu pemeriksaan dengan cara mengusap leher rahim ( scrapping ) untuk mendapatkan sel-sel leher rahim kemudian diperiksa sel-selnya, agar dapat diketahui terjadinya perubahan atau tidak.

PAP SMEAR

B. Rekomendasi Pemeriksaan Pap SmearMenikah pada usia muda (dibawah 20 tahun)Pernah melakukan senggama sebelum usia 20 tahunPernah melahirkan lebih dari 3 kaliPemakaian alat kontrasepsi lebih dari 5 tahun, terutama IUD atau kontrasepsi hormonalMengalami perdarahan setiap melakukan hubungan seksualMengalami keputihan atau gatal pada vagina

C. Persiapan sebelum melakukan pap smear :Pastikan anda tidak dalam menstruasi, waktu yang terbaik adalah 5 hari setelah haid berakhirHindari penggunaan tampon, jeli atau krim vagina selama 3 hari sebelum pemeriksaan Hindari pencucian vagina selama 2-3 hari sebelum pemeriksaanHindari hubungan seksual dalam waktu 2 hari sebelum melakukan pemeriksaan

Pemeriksaan pap smear normal 1 tahun, jika sudah terkena 6 bulan sekali

D. Cara pemeriksaan pap smeara. KonvensionalKeterbatasan pemeriksaan sitologi konvensional :Sampel tidak memadai karena sebagian sel tertinggal pada brus (sikat utuk pengambilan sampel), sehingga sampel tidak representative dan tidak menggambarkan kodisi pasien sebenarnyaSubyektif dan bervariasi, dimana kualitas preparat yang dihasilkan tergantung pada operator yang membuat usapan pada objek glassKemampuan deteksi terbatas (karena sebagian sel tidak terbawa dan preparat yang bertumpuk dan kabur karena kotoran atau factor pengganggu)

b. Berbasis cairan atau liquidMerupakan metode baru utuk meningkatkan keakuratan deteksi kelainan sel-sel leher rahim.Dengan metodei ni, sampel dimasukkan kedalam cairan khusus sehingga sel atau factor pengganggu lainnya dapat di eliminasi. Keunggulan pemeriksaan ini :Sampel memadai karena hampir 100% sel yang terambil dimasukkan kedalam cairan dalam tabung selProses terstandarisasi karena meggunakan proses orotomatis, sehingga preparat representative, lapisan sel tipis, serta bebas dari kotoran atau penggangguMeningkatkan kemampuan atau keakuratan deteksi awal adanya kelainan sel leher rahimSampel dapat digunakan untuk pemeriksaan HPV-DNA

E. Klasifikasi pap smearKelas I: Hanya ditemukan sel-sel normal.Kelas II : Ditemukan beberapa sel atipik, akan tetapi tidak ditemkan keganasan Kelas III: dapat ditemukan sel diaknostik sedang kera dangan berat, periksa ulang dilakukan setelah pengobatan.Kelas IV: telah ditemukan sel-sel yang telah mencurigakan dan ganas.Kelas V : Ditemukan sel-sel ganas.

F. Cara pengambilan sampel pap smear :presentasi besok\IVA Short Demo Test - YouTube_3.FLV1. Pasien dalam posisi litotomi,2. pasang speculum vagina tanpa menggunakan pelicin, dan tanpa melakukan periksa dalam sebelumnya. 3. Setelah portio tampak, maka spatula dimasukkan kedalam kanalis servikalis, lalu spatula diputar 180 searah jarum jam. 4. Spatula dengan ujung pendek diusap 360 pada permukaan serviks. 5. Lendir yang didapat dioleskan pada objek glass berlawanan arah jarum jam. 6. Apusan hendaknya dilakukan sekali saja, lalu difiksasi atau direndam dalam larutan alcohol 96% selama 30 menit. 7. Sediaan dapat dikirim secara basah (tetap direndam dalam alkohol) atau dikirim secara kering dengan mengeringkan sediaan setelah direndam dalam alcohol. 8. Selanjutnya sediaan tadi dikirim ke ahli patologi anatomi untuk diperiksa.

PengertianIVA adalah pemeriksaan skrining kanker serviks dengan cara inspeksi visual pada serviks dengan aplikasi asam asetat (IVA). Kelebihan dari tes ini adalah kesederhanaan teknik dan kemampuan untuk memberikan hasil yang segera kepada ibu. (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) merupakan cara sederhana untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin. Alat ini begitu sederhana sebab saat pemeriksaannya tidak perlu ke laboratorium. Metode IVA pertama kali ditemukan oleh Sankaranarayanan dkk. Alat dan baham untuk IVA test sangat sederhana yaitu spekulum vagina, asam asetat 3-5%, kapas lidi, meja pemeriksa, sarung tangan bersih (lebih baik steril), dan dilakukan di ruang.

IVA TestB. Kelebihan IVA test :Mudah, praktis dan sangat mampu laksana.Butuh bahan dan alat yang sederhana dan murahSensivitas dan spesifikasitas cukup tinggiDapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bukan dokter ginekologi, dapat dilakukan oleh bidan di setiap tempat pemeriksaan kesehatan ibu atau dilakukan oleh semua tenaga medis terlatihAlat-alat yang dibutuhkan dan Teknik pemeriksaan sangat sederhana.Metode skrining IVA sesuai untuk pusat pelayanan sederhana

C. Syarat mengikuti IVAtestSudah pernah melakukan hubungan seksualTidak sedang datang bulan/haidTidak sedang hamil24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksualD. Pelaksanaan skanning IVAtestUntuk melaksanakan skrining dengan metode IVA, dibutuhkan tempat dan alat sebagai berikut:Ruangan tertutup, karena pasien diperiksa dengan posisi litotomi.Meja/tempat tidur periksa yang memungkinkan pasien berada pada posisi litotomi.Terdapat sumber cahaya untuk melihat serviksSpekulum vagina Asam asetat (3-5%)Swab-lidi berkapasSarung tangan

18D. Teknik IVAtestDengan spekulum melihat serviks yang dipulas dengan asam asetat 3-5%. Pada lesi prakanker akan menampilkan warna bercak putih yang disebut aceto white epithelum Dengan tampilnya porsio dan bercak putih dapat disimpulkan bahwa tes IVA positif, sebagai tindak lanjut dapat dilakukan biopsi. Andaikata penemuan tes IVA positif oleh bidan, maka di beberapa negara bidan tersebut dapat langsung melakukan terapi dengan cryosergury. Hal ini tentu mengandung kelemahan-kelemahan dalam menyingkirkan lesi invasif.presentasi besok\IVA Short Demo Test - YouTube_2.FLV

Ada beberapa kategori yang dapat dipergunakan, salah satu kategori yang dapat dipergunakan adalah:

IVA negatif = Serviks normal.VA radang = Serviks dengan radang (servisitis), atau kelainan jinak lainnya (polip serviks).IVA positif = ditemukan bercak putih (aceto white epithelium). Kelompok ini yang menjadi sasaran temuan skrining kanker serviks dengan metode IVA karena temuan ini mengarah pada diagnosis Serviks-pra kanker (dispalsia ringan-sedang-berat atau kanker serviks in situ).IVA- Kanker serviks = Pada tahap ini , upaya penurunan temuan stadium kanker serviks, masih akan bermanfaat bagi penurunan kematian akibat kanker serviks bila ditemukan masih pada stadium invasif dini.

OJO PODO LALI KARO SENG JENENGE SHOLAT........!!!!