Unika .pemeriksaan dini melalui pemeriksaan pap smear atau test IVA. ... tentang sejarah valentine

download Unika .pemeriksaan dini melalui pemeriksaan pap smear atau test IVA. ... tentang sejarah valentine

of 12

  • date post

    16-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    225
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Unika .pemeriksaan dini melalui pemeriksaan pap smear atau test IVA. ... tentang sejarah valentine

1Kronik Edisi 103/Th.XIV25 Februari 2016

th.XIV/25 Februari 2016

Unika Soegijapranata103

Menjelang tahun ajaran baru akademik 2016/2017, semua siswa kelas XII SMA sedang sibuk mempersiapkan ujian nasional dan khususnya juga mempersiapkan untuk masuk ke perguruan tinggi yang mereka impikan.

Dalam semua persiapannya, mereka tentu telah merencanakan dengan matang dimana tempat melanjutkan studi yang akan mereka tuju. Tak terkecuali bagi Ignatius Wisnu Widi, yang telah memilih Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata sebagai pilihannya untuk melanjutkan menimba ilmu.

Pria yang akrab disapa Widi ini mengungkapkan alasannya mengapa memilih Unika Soegijapranata sebagai kampus tempatnya menimba ilmu,

Saya memilih Unika karena saya tahu bahwa Unika punya reputasi dan kualitas prestasi yang sangat baik. Setahu saya, Unika Soegijapranata masuk dalam peringkat 10 PTS Terbaik Indonesia. Selain itu, saya memilih Psikologi Unika juga karena hampir semua orang menyarankan saya jika ingin masuk Psikologi, kuliahnya di Unika Soegijapranata saja, untuk kualitas tidak diragukan lagi, jelas Widi.

Saya mengenal Unika Soegijapranata dari acara-acara

retreat, kebetulan yang membawakan dari mahasiswa dan alumni Unika Soegijapranata. Selain itu, letaknya yang strategis dan kebetulan tidak terlalu jauh dari rumah membuat saya menjatuhkan pilihan untuk melanjutkan studi di sini, tegasnya.

Ia berharap kepada Unika untuk bisa menjadi rumah belajar baginya untuk mempersiapkan masa depan sesuai dengan yang dicita-citakannya melalui kegiatan pembelajaran serta kegiatan lainnya di kampus ini.

Disinggung tentang proses pendaftaran mahasiswa baru di Unika tahun akademik 2016/2017 yang sudah bisa dilakukan secara online pada tahap Jalur Prestasi (Japres), Widi sangat menyambut baik karena akses pendaftaran menjadi lebih mudah dan cepat.

Lebih detil ketika ditanya tentang cara melakukan pendaftaran online Unika di tempatnya, Widi juga menjelaskan Pendaftaran online Unika di sekolah saya bisa dilakukan dengan terlebih dahulu meminta surat undangan Japres yang ada di guru BK, setelah itu tinggal melakukan pengisian dan melengkapi secara online di http://pmb.unika.ac.id/, kalaupun ada pertanyaan juga bisa kontak di 024-8505003, 8441555 ext 1427, 1428, tandasnya. (Ign)

snapQR code

Akses Penerimaan Mahasiswa Baru Menjadi Lebih Mudah dan Cepat

2 Kronik Edisi 103/Th.XIV25 Februari 2016

Berkat SMS ACUCA, Kaya Pengalaman Studi di Luar Negeri

Unika Soegijapranata telah 1 dekade menjalin kerjasama dengan ACUCA dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program pertukaran pelajar (student mobility). Dan dalam rangka student mobility tersebut, International Office (IO) pada hari Senin (15/2), bertempat di ruang rapat Gedung Mikael lantai 2 Unika Soegijapranata, telah menyelenggarakan acara pemberangkatan dan penyambutan mahasiswa yang akan dan sudah menempuh studi di luar negeri.

Pertukaran pelajar antar perguruan tinggi dalam kalangan anggota ACUCA adalah salah satu program kerja ACUCA, tiap semester kita selalu mengirim mahasiswa untuk studi di perguruan tinggi di luar negeri yang merupakan sesama anggota ACUCA. Sebaliknya kita juga menerima mahasiswa dari luar negeri yang ingin studi di Unika,jelas Dr. Ridwan Sanjaya sebagai Wakil Rektor IV, saat memberikan sambutan.

Pada semester ini terdapat tiga mahasiswa yang sudah menyelesaikan program di Kwansei Gakuin Jepang dan Providence University Taiwan selama 1 semester sejak September 2015 lalu. Dan dalam waktu dekat ini Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unika memberangkatkan salah satu mahasiswanya Ulil Albab Af-Farizi yang akrab disapa Fariz untuk belajar di negeri Taiwan tepatnya di Wenzao Ursuline University of Languages Taiwan.

Fariz telah lama ingin belajar di luar negeri sehingga sejak semester satu bergabung di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fariz sudah aktif mencari informasi mengenai pertukaran pelajar, ungkap Dr. Ekawati M. Dukut, M.Hum selaku kepala International Office Unika Soegijapranata.

Berbagai persiapan telah dilakukan Fariz terkait persiapan studi di Taiwan, salah satunya adalah restu Orang Tua. Fariz menyadari peran penting kedua orang tua dalam keberhasilannya menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Sebaliknya, Elisabeth dan Stephani yang mewakili beberapa rekannya yang kembali ke tanah air setelah satu semester studi di Jepang dan Taiwan mengungkapkan pengalamannya ketika belajar di sana. Salah satu kebiasaan yang menarik di Jepang adalah tepat waktu. Disana kebiasaan tepat waktu sudah membudaya di masyarakat sehingga ada pengalaman positif yang saya dapat selain studi formal disana,tutur Elisabeth.

Lain pula dengan pengalaman Stephani yang pada awal kedatangan di Taiwan merasa sangat spesial, Di masyarakat Taiwan belum terbiasa dengan bahasa Inggris, sehingga saat berbicara dengan orang Taiwan di luar kampus kebanyakan mereka tidak menggunakan bahasa Inggris jadi harus mengenal sedikit demi sedikit bahasa mereka,ungkap Stephani.(jow)

Pada tanggal 10-19 Februari 2016, dua orang dosen FEB Unika Soegijapranata, Dr Octavianus Digdo Hartomo, MSi Akt dan Dr Maria Agustini Dwihayu, MBA memperoleh kesempatan untuk menjadi Visiting Professor di School of Business and Economics San Carlos University di kota Cebu Philipine. Kedua dosen FEB tersebut diundang oleh San Carlos University untuk menjadi dosen tamu, memberi kuliah umum bagi para mahasiswa, menginisiasi riset bersama dan publikasi internasional bersama antara FEB Unika dan SBE San Carlos serta sebagai pembahas dalam workshop pengembangan kurikulum yang diselenggarakan oleh University San Carlos Cebu. Selain itu Dr Octavianus dan

Dua Dosen FEB Memberi Kuliah di San Carlos University Cebu, Philipina

3Kronik Edisi 103/Th.XIV25 Februari 2016

Klinik Bunda Theresa Unika Soegijapranata bekerjasama dengan Laboratorium Paramita dan PT MSD menyelenggarakan kegiatan seminar kesehatan pada hari Jumat (19/2) bertempat di ruang rapat lantai 4 Gedung Mikael dengan tema Kanker Servik dan Pencegahannya.

Pembicara seminar kesehatan ini adalah dr. Francisca Melianie dan dimoderatori oleh dr. ST Catur Pambudi.

Pada awal seminar, dr. Francisca Melianie yang akrab disapa dr. Meli menjelaskan tentang beban apa saja yang dirasakan dan ditimbulkan akibat dari kanker servik ini, Kanker servik sering dikenal sebagai The Silent Killer, nama tersebut tercetus karena pola gejala yang dimunculkan pada penderita tidak tampak pada stadium awal dan biasanya dalam tempo yang cukup lama atau bertahun-tahun baru penderita merasakan tanda-tanda

Cegah Kanker Servik Sejak Dini

akan adanya kanker ini. Tanda-tanda tersebut bisa diamati dengan gejala-gejala seperti pendarahan sesudah senggama, siklus menstruasi yang lebih lama dan lebih banyak dari biasanya, nyeri panggul, serta nyeri ketika berhubungan seksual tutur dr. Meli.

Inisiatif atasi kanker servikKebanyakan perempuan jika tidak merasakan tanda-tanda gejala kanker servik ini memang jarang untuk ada inisiatif sendiri memeriksakan diri sejak dini. Akibat dari kurang inisiatif inilah yang membuat hampir 21 perempuan setiap harinya meninggal karena kanker servik di Indonesia, ungkap dr Meli.

Kanker servik disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV) yang bersifat onkogenik atau penyebab kanker. HPV terdapat 100 macam dan biasanya menyerang kaki, tangan dan organ genital. Namun untuk virus HPV yang berbahaya bagi wanita adalah HPV tipe 16 dan 18. Cara mengantisipasi atau mencegahnya bisa dilakukan dengan pemeriksaan dini melalui pemeriksaan pap smear atau test IVA. Dan saat ini sudah ditemukan vaksin untuk mengatasi kanker servik yang dapat diberikan sejak usia 9 hingga 45 tahun, sehingga bisa menjadi tindakan preventif untuk mengurangi resiko jelas dr. Meli.

Di akhir kesempatan seminar, dr. Meli mengutarakan harapan dan pesannya kepada seluruh peserta seminar, Saya berharap seluruh peserta yang hadir bisa lebih peduli lagi akan kesehatannya, khususnya dalam upaya pencegahan kanker servik. Jangan menunggu ada tanda-tanda baru memeriksakan diri ke dokter. Lebih baik sejak dini mencegah daripada mengobati tandasnya. (Ign)

Dr Dwihayu juga mempresentasikan hasil riset mereka dalam International Conference on Business and Economics yang diselenggarakan oleh SBE University San Carlos Cebu.

Kegiatan visiting professor dari Unika Soegijapranata tersebut merupakan bentuk realisasi kerjasama antara Unika Soegijapranata dan University San Carlos Cebu yang akan ditindaklanjuti dengan kunjungan visiting professor dari SBE San Carlos University Cebu pada bulan Oktober 2016. Selain itu akan dilakukan juga riset dan publikasi internasional bersama dalam bidang green business, pengentasan kemiskinan, pengembangan UMKM serta penerapan International Financial Reporting Standard di Indonesia dan Philipina. Universitas San Carlos merupakan salah satu universitas terbesar di kota Cebu ( kota kedua terbesar setelah Manila dan kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Philipina). USC juga memiliki jaringan kuat dengan berbagai industri, perbankan dan Kantor Akuntan Publik yang ada di kota Cebu. SBE San Carlos merupakan peringkat pertama peraih Certified Public Accountant pada tahun 2015 di seluruh Philipine.

Kunjungan pada tanggal 10-19 Februari 2016 juga didampingi oleh Dekan FEB Unika Soegijapranata Dr Sentot Suciarto, Athanasius yang memantapkan pembicaraan kerjasama dengan Dekan SBE San Carlos Dr Challoner Mattero, CPA. Selain itu beberapa dosen Fakultas

Ekonomi dan Bisnis Unika Soegijapranata juga menjadi pembicara dalam International Conference on Economics and Business yang diselenggarakan oleh SBE University San Carlos, yaitu Posmaria Setiasiwi Sitohang, SE MSi, Rini Hastuti, SE MSi Akt dan Shandy Jannifer Mattitaputy, SE MSi. Diha