Pbl BLOK 7

download Pbl BLOK 7

of 35

  • date post

    04-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    230
  • download

    11

Embed Size (px)

description

RESPIRASI

Transcript of Pbl BLOK 7

Struktur dan Mekanisme Pernapasan,Pembentukan Suara, Batuk dan MenelanAyu NataliaNIM: 102011302

PendahuluanSemua mahkluk hidup pada umumnya memerlukan oksigen untuk mempertahankan metabolismenya. Dimana sistem pernapasannya memasukkan oksigen dari udara yang dihirup masuk dan mengeluarkan karbondioksida yang dihasilkan metabolisme sel-sel di seluruh tubuh. Sistem pernapasan juga dibentuk oeh beberapa struktur, seluruh struktur tersebut terlibat dalam proses respirasi yaitu suatu proses pertukaran oksigen antara atmosfer dan darah serta pertukaran karbondioksida antara darah dan atmosfer, struktur yang membentuk sistem pernapasan dapat dibedakan menjadi struktur utama dan struktur pelengkap. Bagian ini mencakup tinjauan ringkas tentang makroskopis dan mikroskopis saluran pernapasan. Pada sistem pernapasan tidak hanya sistem pernapasan yang normal yang sering diketahui tetapi pada sisetm pernapasan juga sering ditemukan adanya gangguan yang menghambat prsoses terjadinya sistem pernapasan, gangguan pada sistem pernapasan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Oleh karena itu tujuan dari makalah ini ialah ingin mengetahui lebih dalam tentang mekanisme kerja sistem respirasi secara makro maupun mikroskopik serta gangguan yang terjadi pada sistem respirasi. Hipotesis yang dibuat ialah batuk, serak, dan sakit saat menelan merupakan gangguan pernapasan.

Email: ayunatalia@hotmail.comFakultas KedokteranUniversitas Kristen Krida Wacana Jalan Terusan Arjuna No.6 Jakarta BaratPemicu masalah (Skenario 5) Seorang anak berusia 10 tahun dating berobat dengan keluhan batuk, serak dan sakit saat menelan, setelah dilakukan pemeriksaan, anak tersebut didagnosa menderita radang pada pharynx (pharyngitis).

PembahasanIstilah pernapasan, yang lazim digunakan, mencakup dua; pernapasan luar (eksterna), yaitu penyerapan O2 dan CO2 dari tubuh secara keseluruhan ; serta pernapasan dalam (interna), yaitu penggunaan O2 dan pembentukan CO2 oleh sel-sel serta pertukaran gas-gas antara sel-sel tubuh dengan media cair sekitarnya. Sistem pernapasan terdiri dari organ pertukaran gas (paru) dan sebuah pompa ventilasi paru. Pompa ventilasi ini terdiri atas dinding dada; otot-otot pernapasan, yang memperbesar dan memperkecil ukuran rongga dada; pusat pernapasan di otak yang mengendalikan otot-otot pernapasan; serta jaras dan saraf yang menghubungkan pusat pernapasan dengan otot pernapasan. 1Sistem respirasi dibagi menjadi dua bagian, bagian konduksi yang menyalurkan udara/gas terdiri dari cavum nasi, faring, laring, trakea dan bronkus terminalis. Sedangkan bagian respirasi atau bagian paru yang berhubungan dengan proses pertukaran gas terdiri dari bronkiolus respiratorius, duktus alveolaris, sakus alveolaris, dan alveolus.

1. Rongga hidung (cavum nasi) Hidung merupakan organ pertama yang dilalui udara. Didalam rongga hidung terdapat rambut dan selaput lendir, yang berfungsi sebagai penyaring, penghangat, dan pengatur kelembaban udara yang akan masuk ke paru-paru. 2Hidung terdiri dari tulang dan tulang rawan hialin. Rangka bagian tulang terdiri dari os nasale, processus frontalis os maxillaris dan bagian nasal os frontalis. Rangka tulang rawan hialinnya terdiri dari cartilago septum nasi, cartilago lateralis nasi dan cartilago ala nasi major et minor. Hidung terbagi oleh septum nasi yang dibentuk oleh lamina perpendicular ossis ethmoidalis, os vomer, dan cartilago septi nasi. 3Pada dinding lateral hidung terdapat tiga elevasi yaitu concha nasalis superior (terdiri dari sel epitel khusus), concha nasalis medius dan concha nasalis inferior (epitel bertingkat thorak bersilia bersel goblet). Pada chonca nasalis inferior terdapat banyak plexus venosus yang disebut swell bodies, yang berfungsi untuk menghangatkan udara pernapasan melalui hidung. Bagian atapnya terdiri atas tiga region yaitu region sphenoidalis, region ethmoidalis, dan region fronto-nasale. Dasar hidung dibentuk oleh processus palatines ossis maxilla dan lamina horizontalis ossis palatum. Hidung berhubungan dengan rongga mulut melalui foramen incisivus. Otot yang melapisi hidung merupakan bagian dari otot wajah. Otot hidung tersusun dari musculus nasalis dan musculus depressor septum nasi. 3

Gambar1. Dinding lateral hidung

Pendarahan hidung bagian luar disuplai oleh cabang-cabang arteri facialis, arteri dorsalis nasi cabang arteri opthalmika dan arteri infraorbitalis cabang arteri maxillris interna. Pembuluh baliknya menuju vena facialis dan vena opthalmica. Sedangkan pendarahan untuk rongga hidung terdiri dari arteri ethmoidalis anterior dan posterior, arteri sphenopalatina cabang maxillaris interna, arteri palatina mayor dan arteri labialis superior. Dan vena-vena pada rongga hidung akan membentuk plexus cavernosus yang terdiri dari vena sphenopalatina, vena facialis dan vena ethmoidalis anterior dan berakhir di vena opthalmica.4Persarafan otot-otot hidung oleh nervus facialis pada bagian motoriknya. Kulit sisi medial punggung hidung sampai ujung hidung dipersarafi oleh cabang-cabang infratrochlearis dan nasalis externus nervus opthalmicus/ Nervus V.1; kulit sisi lateral hidung dipersarafi oleh cabang infraorbitalis nervus maxillaris/ Nervus V. 2. Sedangkan untuk rongga hidung dipersarafi oleh nervus I, nervus V, nervus ethmoidalis anterior, nervus infraorbitalis dan nervus canalis pterygoidei.4Kemoreseptor penghidu terletak di epitel olfaktorius/ N. 1 yaitu suatu daerah khusus dari membran mukosa yang terdapat pada pertengahan kavum nasi dan pada permukaan chonca nasalis superior. Epitel olfaktorius adalah epitel bertingkat torak bersilia yang terdiri atas 3 jenis sel yaitu sel ofaktorius, sel penyokong dan sel basal. Dari nervus olfaktorius ini akan membentuk bulbus olfaktorius dengan bersinaps pada dendrit-dendrit sel mitral membentuk glomerulus olfaktorius dan akson sel mitral membentuk traktus olfaktorius. Dari traktus olfaktorius impuls penghidu dihantarkan kepusat penghidu dikorteks serebri yaitu uncus dan bagian anterior gyrus hipokampus dan terakhir kehipotalamus dan sistem limbik.5

2. FaringFaring atau tekak merupakan persimpangan antara kerongkongan dan tenggorokan.2 Pada faring terdapat katup yang disebut epiglotis (anak tekak) yang berfungsi sebagai pengatur jalan masuk ke kerongkongan dan tenggorokan. Faring adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan esofagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. Sesuai dengan letaknya maka faring terbagi menjadi tiga, di belakang hidung nasofaring (epitel bertingkat bersilia bersel goblet), di belakang mulut orofaring (epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk), dan di belakang laring laringofaring epitel bervariasi sebagian besar epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. Nares posterior adalah muara rongga-rongga hidung ke nasofaring. 6Faring memiliki tiga otot melingkar yaitu; M. konstriktor faringeus superior keluar dari ligamentum pterigomandibulare (yang terbentang antara hamulus pterigoideus dan mandibula tepat di belakang gigi molar ketiga), M. konstriktor faringeus media keluar dari ligamentum stilohioideum serta kornu minus dan majus os hyoid, dan M. konstriktor faringeus inferior keluar dari kartilago tiroid dan krikoid.Otot-otot konstriktor ini mengelilingi faring dan interdigitatum di posterior. Celah antara otot-otot Ini diisi oleh fasia. Terdapat pula lapisan otot longitudinal di sibelah dalam. Nasofaring dilapisi oleh epitel kolumnar bersilia dan pada dinding posteriornya terdapat massa jaringan limfatik, tonsila faringealis atau adenoid. Tuba auditorius (Eustachii) membuka ke nasofaring setinggi dasar hidung, kartilago tuba sedikit mencuat ke belakang orifisium. Selain tiga otot konstriktor terdapat pula tiga otot membujur yang masing masing turun dari processus styloideus, torus tubarius cartilaginis tubae auditiva dan palatum molle, yakni musculus stylopharingeus, musculus salpingopharingeus dan musculus palatopharingeus.

Gambar 2. Struktur Faring

Pendarahan pada pharinx berasal dari arteri pharingea ascendens, arteri palatina ascendens dan ramus ronsillaris cabang arteri facialis, arteri palatina major dan arteri canalis ptrygoidea cabang arteri maxillaris interna dan rami dorsales linguae cabang arteri lingualis. Pembulih balik membentuk sebuah plexus yang keatas berhubungan dengan plexus pterygoidea dan kearah bawah bermuara kedalam vena jugularis interna dan vena facialis.Persarafan pada pharinx berasal dari plexus pharingeus yang terdiri dari nervus palatina minor dan nervus glossopharingeus.3

3. Laring Laring adalah pangkal tenggorokan yang terdiri atas kepingan tulang rawan yang membentuk jakun. Pada laring terdapat celah menuju batang tenggorok (trakea) yang disebut glotis, pita suara, dan beberapa otot yang mengatur ketegangan pita suara sehingga menimbulkan bunyi.2 Laring terdiri atas kepingan tulang rawan yang diikat bersama oleh ligamen dan membran. Terdapat cartilago threoidea, cartilago cricoidea dan cartilago arytaenoid yang merupakan tulang rawan hialin dan cartilago epiglotis, cartilago cuneiformis dan cartilago corniculata yang merupakan tulang rawan elastis.Yang terbesar di antaranya ialah tulang rawan tiroid, dan di sebelah depannya terdapat benjolan subkutaneus yang di kenal sebagai jakun, yaitu di sebelah depan leher.6Laring terdiri atas dua lempeng atau lamina yang bersambungan di garis tengah. Di tepi atas terdapat lekukan berupa V. Tulang rawan krikoid terletak di bawah tiroid, bentuknya seperti cincin mohor dengan mohor cincinnya di sebelah belakang (ini adalah tulang rawan satu-satunya yang berbentuk lingkaran lengkap). Tulang rawan lainnya ialah kedua tulang rawan aritenoid yang menjulang di sebelah belakang krikoid, kanan dan kiri tulang rawan kuneiform, dan tulang rawan kornikulata yang sangat kecil.

Gambar 3 dan 4. Struktur LaringTerkaid di puncak tulang rawan tiroid terdapat epiglotis, yang berupa katup tulang rawan dan membantu menu