Bahan PBL Blok 7

download Bahan PBL Blok 7

of 28

  • date post

    14-Apr-2018
  • Category

    Documents

  • view

    236
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Bahan PBL Blok 7

  • 7/27/2019 Bahan PBL Blok 7

    1/28

    Buku saku Patofisiologi Corwin. H. 539

    Merokok diketahui menganggu efektivitas sebagaian mekanisme pertahanan respirasi.Produk asap rokok diketahui merangsang produksi mucus dan menurunkan pergerakan

    silia. Dengan demikian terjadi akulmulasi mucus yang kental dan terperangkapnya

    partikel atau mikroorganisme di jalan napas, yang dapay menurunkan pergerakan udaradan mengakibatkan risiko pertumbuhan mikroorganisme. Batuk-batuk yang terjadi pada

    para perokok (smokers cough) adalah usaha mengeluarkan mucus kental yang sulit

    didorong keluar dari saluran napas.

    Salika NS.Serba Serbi Kesehatan Perempuan. Jakarta: Penerbit Bukune; 2010.h.17

    Sesak napaskadar karbonmonoksida dalam tubuh perokok dapat mengurangi oksigen untuk

    disalurkan ke dalam tubuh. Ini yang dapat menimbulkan sesak napas pada perokok.

    Penyakit Paru Obstruktif kronik (PPOK)PPOK terjadi akibat penyempitan saluran napas atau adanya peradangan pada paru-patu

    yang menyebabkan keterbatasan aliran udara> Bisa berupa bronchitis kronis, emfisema,ataupun gabungan keduanya. Gangguan ini bersifat menetap dan terus memburuk

    sehingga kelamaan paru akan semakin rusak.

    http://www.militecindonesia.com/exhaust.shtml

    Carbon Monoxide (CO)

    CO adalah gas yang tak berwarna, tak berbau, dan beracun yang dihasilkan oleh

    pembakaran karbon yang tidak sempurna dalam bahan bakar. Berat molekul dancampuran CO sekitar 3% lebih ringan dari udara dan beracun untuk semua binatang

    berdarah panas dan banyak bentuk kehidupan yang lain.

    Efek CO pada KesehatanCO memasuki aliran darah dan mengurangi penghantaran oksigen pada organ-organ dan

    jaringan-jaringan tubuh. Peningkatan kadar CO berhubungan dengan perusakan

    penglihatan ketajaman mata, ketangkasan tangan, kemampuan belajar, dan performauntuk menyelesaikan tugas. Pada waktu menarik nafas, CO bercampur dengan

    hemoglobin dalam darah, membentuk CO-Hb dan mencegah penyerapan oksigen Karena

    daya ikat CO pada hemoglobin sekitar 200-300 kali lebih kuat daripada oksigen. Cukup

    1/1000 CO dalam udara dapat menghasilkan gejala keracunan.

    http://www.militecindonesia.com/exhaust.shtmlhttp://www.militecindonesia.com/exhaust.shtml
  • 7/27/2019 Bahan PBL Blok 7

    2/28

    http://www.scribd.com/doc/7631580/Sistem-Pernafasan

    BAB III

    Proses Sistem Pernapasan/Respirasi Pada Manusia

    Pengertian pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan

    oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Menusia

    dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke

    lingkungan.

    Respirasi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu :

    1. Respirasi Luar yang merupakan pertukaran antara O2 dan CO2 antara darah dan udara.

    2. Respirasi Dalam yang merupakan pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah ke sel-sel

    tubuh.

    Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara dilakukandengan dua cara pernapasan, yaitu :

    1. Respirasi / Pernapasan Dada

    - Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut

    - Tulang rusuk terangkat ke atas

    - Rongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil sehingga

    udara masuk ke dalam badan.

    2. Respirasi / Pernapasan Perut

    - Otot difragma pada perut mengalami kontraksi

    - Diafragma datar

    - Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan udara pada dadamengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.

    Normalnya manusia butuh kurang lebih 300 liter oksigen perhari. Dalam keadaan

    tubuh bekerja berat maka oksigen atau O2 yang diperlukan pun menjadi berlipat-lipat kali

    dan bisa sampai 10 hingga 15 kalilipat. Ketika oksigen tembus selaput alveolus,

    hemoglobin akan mengikat oksigen yang banyaknya akan disesuaikan dengan besar kecil

    tekanan udara.

    Pada pembuluh darah arteri, tekanan oksigen dapat mencapat 100 mmHg dengan

    19 cc oksigen. Sedangkan pada pembuluh darah vena tekanannya hanya 40 milimeter air

    raksa dengan 12 cc oksigen. Oksigen yang kita hasilkan dalam tubuh kurang lebih

    sebanyak 200 cc di mana setiap liter darah mampu melarutkan 4,3 cc karbondioksida /

    CO2. CO2 yang dihasilkan akan keluar dari jaringan menuju paruparu dengan bantuan

    darah.

    Proses Kimiawi Respirasi Pada Tubuh Manusia :

    1. Pembuangan CO2 dari paru-paru : H + HCO3 ---> H2CO3 ---> H2 + CO2

  • 7/27/2019 Bahan PBL Blok 7

    3/28

    2. Pengikatan oksigen oleh hemoglobin : Hb + O2 ---> HbO2

    3. Pemisahan oksigen dari hemoglobin ke cairan sel : HbO2 ---> Hb + O2

    4. Pengangkutan karbondioksida di dalam tubuh : CO2 + H2O ---> H2 + CO2

    Anatomi Dasar Sistem Pernafasan

    Sistem pernafasan pada dasarnya dibentuk oleh jalan atau saluran nafas dan paru-

    paru beserta pembungkusnya (pleura) dan rongga dada yang melindunginya. Di dalam

    rongga dada terdapat juga jantung di dalamnya. Rongga dada dipisahkan dengan rongga

    perut olehdiafragma.

    Saluran nafas yang dilalui udara adalah hidung, faring, laring, trakea, bronkus,

    bronkiolus dan alveoli. Di dalamnya terdapat suatu sistem yang sedemikian rupa dapat

    menghangatkan udara sebelum sampai ke alveoli. Terdapat juga suatu sistem pertahanan

    yang memungkinkan kotoran atau benda asing yang masuk dapat dikeluarkan baik

    melalui batuk ataupun bersin.

    Paru-paru dibungkus olehpleura. Pleura ada yang menempel langsung ke paru,

    disebut sebagai pleura visceral. Sedangkan pleura parietal menempel pada dinding

    rongga dada dalam. Diantara pleura visceral dan pleura parietal terdapat cairan pleura

    yang berfungsi sebagai pelumas sehingga memungkinkan pergerakan dan pengembangan

    paru secara bebas tanpa ada gesekan dengan dinding dada.

    Saluran nafas yang dilalui udara adalah hidung, faring, laring, trakea, bronkus,

    bronkiolus dan alveoli. Di dalamnya terdapat suatu sistem yang sedemikian rupa dapat

    menghangatkan udara sebelum sampai ke alveoli. Terdapat juga suatu sistem pertahanan

    yang memungkinkan kotoran atau benda asing yang masuk dapat dikeluarkan baik

    melalui batuk ataupun bersin.

    Paru-paru dibungkus olehpleura. Pleura ada yang menempel langsung ke paru,

    disebut sebagai pleura visceral. Sedangkan pleura parietal menempel pada dinding

    rongga dada dalam. Diantara pleura visceral dan pleura parietal terdapat cairan pleura

    yang berfungsi sebagai pelumas sehingga memungkinkan pergerakan dan pengembangan

    paru secara bebas tanpa ada gesekan dengan dinding dada.

    Terdapat otot-otot yang menempel pada rangka dada yang berfungsi penting

    sebagai otot pernafasan. Otot-otot yang berfungsi dalam bernafas adalah sebagai berikut :

    1.interkostalis eksternus (antar iga luar) yang mengangkat masing-masing iga.

    2.sternokleidomastoid yang mengangkat sternum (tulang dada).

  • 7/27/2019 Bahan PBL Blok 7

    4/28

    3.skalenus yang mengangkat 2 iga teratas.

    4.interkostalis internus (antar iga dalam) yang menurunkan iga-iga.

    5.otot perut yang menarik iga ke bawah sekaligus membuat isi perut mendorong

    diafragma ke atas.

    6.otot dalam diafragma yang dapat menurunkan diafragma.

    Muttaqin A. Buku Ajar Asuhan Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika; 2008.h. 28-31

    Difusi Gas

    Untuk memenuhi kebutuhan oksigen di jaringan, proses difusi gas pada saat respirasi

    haruslah optimal. Difusi gas adalah bergeraknya gas O2 dan CO2 atau partikel lain dariarea yang bertekanan tinggi kea rah yang bertekanan rendah. Di dalam alveoli, O2

    melintasi membrane alveoli-kapiler dari alveoli ke darah karena adanya perbedaan

    tekanan PO2 yang tinggi di alveoli (100 mmHg) dan tekanan pada kapiler yang lebih

    rendah (PO2 40 mm Hg), CO2 berdifusi dengan arah yang berlawanan akibat perbedaan

    tekanan PCO2 darah 45 mmHG dan di alveoli 40 mmHg.

    Proses difusi dipengaruhi oleh factor ketebalan, luas permukaan, dan komposisi

    membrane; koefisien difusi O2 dan CO2 serta perbedaan tekanan gas O2 dan CO2.

    Dalam difusi gas ini, organ pernapasan yang berperan penting adalah alveoli dan darah.

    Adanya perbedaan tekanan parsial dan difusi pada system kapiler dan system interstisial

    akan menyebabkan pergerakan O2 dan CO2 yang kemudian akan masuk pada zona

    respirasi untuk melakukan difusi respirasi

    Transportasi gas

    transportasi gas adalah perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru

    dengan bantuan darah (aliran darah). Masuknya O2 ke dalam sel darah yang bergabung

    dengan hemoglobin yang kemudian membentuk oksihemoglobin sebanyak 97% dan

    sisanya 3% ditrasportasikan ke dalam cairan plasma dan sel.

    Agar oksigen dapat disuplai ke sel-sel tubuh secra optimal maka diperlukan hemoglobin

    dalam jumlah dan fungsi yang optimal untuk mengangkut dari sirkulasi yang efektif ke

    jaringan tubuh. Jumlah O2 yang dikirim setiap menitnya sama dengan jumlah curah

    jantung per liter dalam satu menit dikalikan dengan jumlah milliliter O2 yang terkandung

    dalam 1 liter darah arteri. Dalam keadaan istirahat sekitar 24 X 200 atau 4900 ml akan

    digunakan jaringan sebesar dari total darah yang tersirkulasi dan sisanya akan

    kembali ke jantung dan bercampur dengan darah vena.

  • 7/27/2019 Bahan PBL Blok 7

    5/28

    Inspirasi

    Insiprasi terjadi bila tekanan intrapulmonal (intra-a;veoli) lebih rendah daripada tekanan

    udara luar. Pada inspirasi biasa tekanan ini berkisar antara -1 mmHg smpai -3 mmHg.

    Pada inspirasi dalam, tekanan intra-alveoli mencapai -30 mmHg.

    Ekspirasi

    Ekspirasi berlangsung bila tekanan intr