PBL Blok 11_Putry

download PBL Blok 11_Putry

of 14

  • date post

    17-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    7
  • download

    0

Embed Size (px)

description

hnggh

Transcript of PBL Blok 11_Putry

Terjadi Ruptur Tendon Achiles pada Laki Laki Usia 25 Tahun

Rullyn S. S. Mandar 102010243E8Email : rullynmandar@gmail.com Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaJl. Arjuna Utara No.6 Jakarta 11510

Pendahuluan Ruptur tendon achilles adalah salah satu kondisi yang dimana tendon achilles terkunci secara tiba-tiba saat sedang berolahraga,seperti badminton. Tendon achilles juga merupakan tendon yang kuat dan tebal pada tubuh manusia yang fungsinya sangat penting untuk stabilisasi pada waktu berjalan, cidera ini termasuk cidera ketiga terbanyak dari cidera tendon yang sering dijumpai, Namun beberapa faktor juga diduga dapat meningkatkan resiko ruptur tendon achilles meliputi jenis kelamin, berat badan, dan gaya hidup Tendon achilles atau tendon calcaneus adalah tendon pada bagian belakang tungkai bawah dan fungsinya untuk melekatnya otot gasctrocnemius dan otot soleus ke salah satu tulang penyusun pergelangan kaki yaitu calcaneus. Tendon achilles berasal dari tiga gabungan otot yaitu gastrocnemius, soleus, otot plantaris kaki. Pada manusia letaknya pada tepat di bagian pergelangan kaki . Tendon achilles merupakan tendon yang kuat dan tebal pada manusia yang panjangnya 15cm yang dimulai dari pertengahan tungkai bawah. Kemudian strukturnya mengumpul dan melekat pada bagian tegah atu belakan tulang calcaneus.Anamnesis Pada anamnesis di tanyakan keluhan utamanya, keluhan utama pada pasien adalah nyeri pada tumit kanannya sejak 2 jam yang lalu saat bermain bulu tangkisDefinisiTendon adalah pita jaringan fibrosa yang fleksibel terletak di bagian belakang pergelangan kaki yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit.. Tendon adalah struktur dalam tubuh yang menghubungkan otot ke tulang. Otot rangka dalam tubuh bertanggung jawab untuk menggerakkan tulang, sehingga memungkinkan untuk berjalan, melompat, angkat, dan bergerak dalam banyak cara. Ketika otot kontraksi, hal itu menarik pada tulang menyebabkan gerakan ini. Struktur yang memancarkan kekuatan kontraksi otot ke tulang disebut tendon.

Fungsi Tendon : 1. Membawa kekuatan tarik tendon dari otot ke tulang2. membawa pasukan kompresi ketika membungkus tulang seperti katrol3. Menekuk dan meregangkan (flex) semua sendi dan otot untuk menahan tulang. Tanpa tendon, otot-otot hanya akan menjadi sekumpulan besar di satu bidang dan tidak akan bisa bergerak.4. Tendon yang menghubungkan otot dengan tulang.5. Ketika otot gastrocnemius (di betis) kontraksi (lebih pendek), tendon yang melekat dari otot ke tulang tumit (kalkaneus) bergerak.6. Sebagai memperpendek otot, tendon bergerak ketitik ke bawah kaki. Ini adalah tindakan yang memungkinkan seseorang untuk berdiri di ataskaki seseorang, berlari, melompat, berjalan normal, dan untuk naik dan turun tangga.Makroskopis Tendo AchillesTendon Achilles berasal dari gabungan tiga otot yaitu gastrocnemius, soleus, dan otot plantaris. Pada manusia, letaknya tepat di bagian pergelangan kaki. Tendon Achilles adalah tendon tertebal dan terkuat pada tubuh manusia. Panjangnya sekitar 15 sentimeter, dimulai dari pertengahan tungkai bawah. Kemudian strukturnya kian mengumpul dan melekat pada bagian tengah-belakang tulang calcaneus.

Gambar 1. Struktur makro tendon achiles Gerak sendi:- Fleksi Dorsalis : M. tibialis anterior, M. extensor digitorum longus, M. proneus tertius dan M. extensor hallucis longus.- Fleksi Plantar : M. gastrocnemius, M. soleus, M. plantaris, M. flexor hallucis longus, M. peroneus longus dan brevis M. tibialis posteriorMikroskopis Tendo AchillesTendo Achilles adalah tendo pada bagian tungkai bawah. Ia berfungsi untuk melekatkan otot Gastrocnemius dengan otot soleus ke salah satu tulang penyusun pergelangan kaki, yaitu Calcaneus. Tendon bertindak sebagai transduser dari gaya yang dihasilkan oleh kontraksi otot terhadap tulang. Kolagen merupakan 70% dari berat kering tendon, sekitar 95% dari kolagen tersebut merupakan kolagen tipe I, dengan jumlah elastin yang kecil. Serat elastin dapat menjalani tekanan sebesar 200% sebelum rusak. Jika serat elastin ada pada tendon dalam proporsi yang besar maka akan ada penurunan dalam besarnya gaya yang ditransmisikan ke tulang. Fibril kolagen terikat ke fasikula, mengandung pembuluh darah dan pembuluh limfatik serta saraf. Fasikula-fasikula tersebut secara bersamaan di kelilingi oleh epitenon dan membentuk struktur kasar dari tendon, yang kemudian tertutup oleh paratenon, terpisah dari epitenon oleh lapisan tipis cairan untuk memungkinkan pergerakan tendon denganmengurangi pergesekan.

Gambar 2. Struktur ligamentum atau tendon pada tendon achiles

Struktur terbesar dalam skema di atas adalah tendon atau ligamen itselt. Ligamentum atau tendon kemudian dipecah menjadi entitas yang lebih kecil disebut fasciles (lembaran). Lembaran berisi fibril dasar ligamentum atau tendon, dan fibroblas, yang merupakan sel-sel biologis yang menghasilkan ligamen atau tendon. Ada karakterisitik struktural pada tingkat ini yang memainkan peran penting dalam mekanisme ligamen atau tendon, yaitu crimp dari fibril. Crimp merupakan struktur bergelombang dari fibril, dan ia akan memberikan kontribusi signifikan terhadap hubungan stress regangan nonlinear untuk ligamen dan tendon.

Tendon1. Tendon mengandung kolagen tipe I1. Tendon mengandung matriks proteoglycan1. Tendon mengandung fibroblast yang tersusun secara parallel

Fungsi dasar:1. Tendon membawa kekuatan tarik dari otot ke tulang1. Tendon membawa kekuatan tekan ketika membungkus tulang seperti katrol

Struktur:1. Kolagen (70% dari berat kering tendon)1. Glycine (33%)1. Proline (15%)1. Hydroxyproline (15%)

Pemeriksaan Fisik Secara klinis Pemeriksaan PenunjangRadiografiDapat digunakan untuk mengidentifikasi secara tidak langsung robekan tendon Achilles. Radiografi menggunakan sinar-X untuk menganalisis titik cedera. Hal ini tidak efektif untuk mengidentifikasi cedera pada jaringan lunak. Sinar-X dibuat ketika elektron energi tinggi menghantam sumber logam. Gambar sinar-X diperoleh dengan memanfaatkan karakteristik redaman yang berbeda dari padat (misalnya kalsium dalam tulang) dan kurang padat (otot misalnya) jaringan ketika sinar melewati jaringan dan ditangkap di film. Sinar-X umumnya dipakai untuk mengoptimalkan visualisasi benda padat seperti tulang, sementara jaringan lunak masih relatif tidak dibedakan di latar belakang nya. Radiografi memiliki peran kecil dalam penilaian cedera tendon Achilles dan lebih berguna untuk mengesampingkan cedera lain seperti patah tulang kalkanealis.

Gamabar 1.Foto radiologi ruptur, gambaran yang lebih putih menunjukkan ruptureUltrasonografiDapat digunakan untuk menentukan ketebalan tendon, karakter, dan adanya robekan. Bekerja dengan mengirimkan frekuensi yang sangat tinggi dari suara melalui tubuh pasien. Beberapa suara dipantulkan kembali dari ruang antara cairan interstisial dan jaringan lunak atau tulang. Gambar-gambar yang tercermin ini dapat dianalisis dan dihitung ke dalam suatu gambar. Gambar-gambar ditangkap secara nyata dan dapat membantu dalam mendeteksi pergerakan tendon dan memvisualisasikan kemungkinan cedera atau robek. MRI (Magnetic Resonance Imaging)Dapat digunakan untuk membedakan ruptur tidak lengkap dari degenerasi tendon Achilles, dan MRI juga dapat membedakan antara paratenonitis, tendinosis, dan bursitis. Teknik ini menggunakan medan magnet yang kuat untuk menyelaraskan jutaan proton berjalan melalui tubuh. Proton ini kemudian dibombardir dengan gelombang radio yang merubuhkan beberapa dari proton tsb keluar dari garis (alignment). Ketika proton kembali mereka (proton) memancarkan gelombang radio mereka sendiri yang unik yang dapat dianalisis oleh komputer dalam 3D untuk membuat gambar tajam penampang silang dari area penting. MRI dapat memberikan kontras yang tak tertandingi dalam jaringan lunak untuk foto berkualitas sangat tinggi sehingga mudah untuk teknisi menemukan robekan dan cedera lainnya.1. Manifestasi Klinis51. Seperti merasa atau mendengar bunyi pop1. Nyeri yang hebat1. Memar1. Terdapat kelemahan1. Ketidakmampuan untuk menggunakan lengan atau kaki yang terkena1. Ketidakmampuan untuk memindahkan bidang yang terlibat1. Ketidakmampuan untuk menanggung beban1. Terdapat deformitasLokasi Ruptur Tendon4 daerah yang paling umum tempat terjadinya ruptur tendon :1. QuadricepsRuptur tendon quadriceps relatif jarang terjadi dan biasanya terjadi pada pasien yang lebih tua dari 40 tahun. Terdapat hubungan yang kuat dengan adanya penyakit sistemik dan perubahan degeneratif sebelumnya dalam mekanisme ekstensor lutut. Ruptur paling sering terjadi secara unilateral. Ruptur tendon bilateral sangat berkorelasi dengan penyakit sistemik, tetapi telah dilaporkan terjadi juga pada pasien sehat yang tidak memiliki faktor predisposisi.6

Ruptur tendon patela lebih jarang daripada ruptur quardiceps dan cenderung terjadi pada pasien yang berumur kurang dari 40 tahun. Dalam kasus yang jarang terjadi, ruptur tendon quardiceps parsial terjadi pada atlet muda bersamaan dengan jumpers knee. Jumpers knee ini biasanya melibatkan tendon patela. Meskipun dalam 25% kasus, tendon quardiceps terlibat . Untuk mendapatkan hasil terbaik, diagnosis dini dan complete repair quadriceps sangat penting. Jika intervensi tertunda, perbaikan lebih sulit dan hasilnya akan kurang memuaskan. Sebuah gambar yang menggambarkan ruptur tendon :6

Magnetic Resonance Imaging (MRI) scan ruptur tendon quadriceps lengkap dan tidak lengkap. JR Am J Roentgenol. Nov 1992, 159 (5) :1031-4

Etiologi Ruptur Tendo Achilles dapat terjadi saat dorsofleksi pasif secara tiba tiba saat kontraksi maksimal pada otot betis. Ruptur tendo dapat terjadi saat berlari, melompat, bermain bulu tangkis, basket, tersandung dan jatuh dari ketinggian. Dalam beberapa kasus putusnya tendo Achilles terjadi pada tendo yang kurang menerima aliran darah. Tendo juga dapat melemah bergantung pada bertambahnya usia. Putusnya tendo Achilles juga bisa