Papernya Sip

download Papernya Sip

of 24

  • date post

    24-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    216
  • download

    1

Embed Size (px)

description

media pembelajaran

Transcript of Papernya Sip

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan paper yang berjudul Media Pembelajaran dalam Pendidikan. Paper ini disusun untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Pengantar Ilmu Pendidikan.Penyusunan paper ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada:1. Misno A. Latief, selaku Dosen Mata Kuliah Pengantar Ilmu Pendidikan yang telah membimbing penulis dalam penyusunan paper ini;2. Kedua orang tua yang telah memberikan dorongan dan doanya demi terselesaikannya paper ini;3. Teman-teman yang telah membantu dan memberi dorongan/semangat;4. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu.Penulis juga menerima segala kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan paper ini. Akhirnya penulis berharap, semoga paper ini dapat bermanfaat.

Jember, 5 Juni 2013

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL iKATA PENGANTAR iiDAFTAR ISI iiiBAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang11.2 Rumusan Masalah21.3 Tujuan2BAB II PEMBAHASAN 32.1 Pengertian Media Pembelajaran32.2 Jenis-Jenis Media Pembelajaran42.3 Manfaat Media Pembelajaran122.4 Prinsip-Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran152.5 Langkah-Langkah Media Pembelajaran16BAB III PENUTUP 203.1 Kesimpulan20DAFTAR PUSTAKA

ii

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangSalah satu aspek penting dalam kehidupan manusia adalah pendidikan. Pendidikan bertalian dengan transmisi pengetahuan, sikap, kepercayaan, ketrampilan, dan aspek-aspek kelakuan lainnya kepada generasi muda. Pendidikan adalah proses mengajar dan belajar pola-pola kelakuan manusia menurut apa yang diharapkan oleh masyarakat.Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media pembelajaran, antara lain tujuan pembelajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan, termasuk karakteristik siswa.Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan minat dan keinginan yang baru, motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan serta isi pelajaran pada saat itu, sehingga yang menjadi tujuan dari pembelajaran bisa tercapai secara maksimal. Dalam kesempatan ini, akan dibahas berbagai hal mengenai media pembelajaran dalam pendidikan, baik itu manfaatnya, jenis-jenisnya, prinsip-prinsip pemilihannya, serta langkah-langkah pengembangannya.

1.2 Rumusan Masalah1.2.1 Apa pengertian media pembelajaran?1.2.2 Apa saja jenis media pembelajaran dalam pendidikan?1.2.3 Apa manfaat media pembelajaran bagi pendidikan?1.2.4 Apa saja prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran dalam pendidikan?1.2.5 Bagaimana langkah-langkah dalam pengembangan media pembelajaran?1.3 Tujuan 1.3.1 Untuk mengetahui pengertian media pembelajaran1.3.2 Untuk mengetahui jenis-jenis media pembelajaran dalam pendidikan1.3.3 Untuk mengetahui manfaat media pembelajaran bagi pendidikan1.3.4 Untuk mengetahui prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran dalam pendidikan1.3.5 Untuk mengetahui langkah-langkah dalam pengembangan media pembelajaran

BAB IIPEMBAHASAN

2.1 Pengertian Media PembelajaranKata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronik untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Banyak pakar tentang media pembelajaran yang memberikan batasan tentang pengertian media. Sedangkan pengertian media menurut Djamarah (1995 : 136), media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran. Selanjutnya ditegaskan oleh Purnamawati dan Eldarni (2001: 4) yaitu: media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar. Disamping sebagai sistem penyampai atau pengantar, media yang sering diganti dengan kata mediator adalah penyebab atau alat yang turut campur tangan dalam dua pihak dan mendamaikannya. Dengan istilah mediator, media menunjukkan fungsi atau perannya, yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses belajar, yaitu siswa dan isi pelajaran. Ringkasnya, media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pengajaran (Arsyad, 2003 : 3). Selain itu, Media juga dapat diartikan sebagai suatu ekstensi manusia yang memungkinkannya mempengaruhi orang lain yang tidak mengadakan kontak langsung dengan dia. Dalam arti sempit, media pengajaran hanya meliputi media yang dapat digunakan secara efektif dalam proses pengajaran yang terencana. Sedangkan dalam arti luas, media tidak hanya meliputi media komunikasi elektronik yang kompleks akan tetapi juga mencakup alat-alat sederhana seperti: tv, radio, slide, fotografi, diagram, dan bagan buatan guru, atau objek-objek nyata lainnya. Secara umum, media pembelajaran merupakan bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna. Berdasarkan definisi tersebut, media pembelajaran memiliki manfaat yang besar dalam memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran. Media pembelajaran yang digunakan harus dapat menarik perhatian siswa pada kegiatan belajar mengajar dan lebih merangsang kegiatan belajar siswa.2.2 Jenis-Jenis Media PembelajaranSecara garis besar, media yang digunakan dalam proses belajar mengajar dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:1. Media Nonelektronika) Media CetakDalam media cetak seperti buku teks, modul, buku petunjuk, lembar lepas, lembar kerja, dan sebagainya, pada umumnya berisi materi pembelajaran yang dapat diakses dan dibaca oleh siswa, langkah demi langkah sesuai dengan yang diinginkan. Untuk media yang berupa buku teks, biasanya dilengkapi uraian materi, contoh soal, dan latihan soal. Berbeda dengan buku, modul umumnya dilengkapi dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, uraian materi, latihan soal, dan tes formatif, yang digunakan sebagai umpan balik untuk mengetahui seberapa besar materi dalam setiap kegitan dapat dikuasai oleh mahasiswa.Kemudian untuk media cetak yang berupa hand out biasa digunakan proses pembelajaran di kelas. Media ini berupa lembaran lepas yang biasanya berisi materi untuk satu kegiatan tatap muka. Hand out yang lengkap akan berisi tujuan, uraian singkat tentang materi pembelajaran, evaluasi, dan daftar pustaka. Khusus untuk media cetak yang berupa lembar tugas biasa digunakan siswa untuk mengerjakan tugas, menyelesaikan masalah atau soal yang diberikan oleh guru setelah penyampaian materi di kelas.Lembar tugas biasanya berisi tujuan, uraian singkat tentang materi pembelajaran untuk setiap pkok bahasan, dan latihan memecahkan masalah. Media cetak memiliki beberapa kelebihan diantaranya: Siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing. Siswa dapat mempelajari materi dalam media cetak secara berulang-ulang. Khusus untuk media cetak berupa modul, melalui tes normatif siswa dapat mengetahui tingkat penguasaan materi pembelajaran yang disajikan pada modul tersebut. Dapat dicetak ulang atau direvisi sesuai dengan garis besar program pembelajaran yang baru.Sedangkan kekurangannya, antara lain: Tidak dapat menyajikan gerak dalam media cetak. Uraian yang terlalu panjang dalam setiap pokok bahasan dapat membosankan para pembacanya. Pembahasannya lebih mengarah pada kognitif.b) Media PajangMedia ini meliputi papan tulis, white board, papan magnetik, papan buletin, dan chart.Perbedaan antara papan tulis dan white board terletak pada alat tulisnya. Papan tulis menggunakan kapur sebagai alat tulis, sedangkan white board menggunakan spidol nonpermanen. Papan magnetik merupakan papan yang permukaannya dibuat dari lembaran baja atau dapat juga berupa white board yang di dalamnya dilapisi dengan lembaran baja atau seng. Materi yang disajikan diletakkan di atas kertas atau karton yang di belakangnya diberi magnet.Papan ini dapat berfungsi sebagai pendamping papan tulis di kelas.Untuk penyajian dengan chart dapat dilakukan di dalam maupun di luar kelas. Pada umumnya materi yang disajikan di dalam chart biasanya berbentuk diagram, bagan grafik, dan gambar. Oleh karena itu, beberapa kelebihan penggunaan papan pajang adalah:1) Biaya yang digunakan relatif murah2) Papan tulis atau white board mudah disajikan di ruang kelas3) Papan tulis atau white board dapat digunakan dengan jumlah siswa yang relatif besar4) Khusus untuk papan buletin diperuntukkan untuk kelompok kecilc) Media Peraga dan EksperimenMedia peraga dapat berupa alat-alat asli atau tiruan, dan biasanya berada di laboratorium. Media ini biasanya berbentuk model dan hanya digunakan untuk menunjukkan bagian-bagian dari alat yang asli dan prinsip kerja dari alat asli tersebut.Di samping media peraga terdapat pula media eksperimen yang berupa alat-alat asli yang biasanya digunakan untuk kegiatan praktikum. Perbedaan antara media peraga dengan media eksperimen antara lain:1) Alat-alat pada media eksperimen berupa alat asli sedangkan media peraga berupa alat-alat tiruan2) Media eksperimen dapat digunakan sebagai media peraga, sedangkan media peraga belum tentu dapat digunakan sebagai media eksperimenSalah satu contoh alat peraga sederhana adalah tali, yaitu sebagai suatu alat yang dapat digunakan untuk menunjuk