panduan SPSS

download panduan SPSS

of 24

  • date post

    28-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    915
  • download

    14

Embed Size (px)

Transcript of panduan SPSS

Bab III. Pengenalan Program SPSS3.1 Proses Membuka File Apabila ingin melakukan pengolahan/penghitungan data statistik dengan menggunakan software SPSS, maka pertama kali yang harus dilakakan adalah membuka file data. SPSS memiliki fasilitas membuka data yang berasal dari beberapa jenis data diantaranya SPSS, SAS, Systat, Excel, Dbase, TXT, dan lotus dengan cara sebagai berikut: Aktifkan program SPSS Pilih menu SPSS File Open Data (gambar 3.1) Setelah itu pilih file/data yang sesuai dengan jenis datanya (lihat tanda panah pada gambar 3.1).

Gambar 3.1. Proses membuka file data Kemudian dilanjutkan dengan memilih lokasi tempat penyimpanan data dan file datanya, seperti terlihat pada gambar 3.2 berikut:

Gambar 3.2. Memilih file lokasi dataPedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS

33

Kemudian lakukan pemilihan file of type data atau jenis data yang ingin dibuka seperti pada gambar 3.3 berikut.

Gambar 3.3. Memilih jenis file data Maka proses membuka data sudah selesai dan tampilan data sudah dalam format data SPSS. Untuk memudahkan proses membuka file data tersebut kembali, disarankan untuk disimpan dalam format data SPSS.

3.2

Identifikasi Value Label dan Variabel Label Apabila membuka data dari file data selain SPSS, maka data tersebut biasanya tidak dilengkapi dengan informasi struktur datanya mengenai nama variabel dan nama nilai variabel, struktur data lainnya sudah ada seperti variable, type, width, decimal, value, missing, colums, Align, Measure, yang belum tersedia adalah nama variabel dan nama dari nilai variabel. Untuk memudahkan proses pengolahan data dan tabel maka terlebih dahulu melakukan proses memberikan nama variabel dan nama nilai variabel tersebut untuk melengkapi informasi struktur datanya. Proses pemberian nama variabel dan nama nilai variabel dapat digunakan dengan dua cara, yang pertama pemberian nama dapat langsung diberikan pada layar variabel view dan cara kedua dengan menggunakan syntax program SPSS. Cara langsung dapat digunakan dengan membuka variabel view, kemudian arahkan kursor ke baris label yang masih kosong, lalu ketik nama variabel, dalam contoh Jenis Kelamin pada gambar 3.4.

34

Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS

Gambar 3.4. Pengisian nama variabel Untuk menetapkan type jenis variabel dapat dipilih sesuai dengan jenis datanya. Pada umumnya variabel yang digunakan menggunakan type jenis Numeric dengan angka desimal atau Numeric tanpa angka desimal, kemudian jenis type String yaitu type variabel yang memuat data karakter seperti nama anggota rumah tangga, nama provinsi dan lain sebagainya, dapat di lihat pada gambar 3.5.

Gambar 3.5. Mengindentifikasi type variabel JK 35

Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS

Setelah menetapkan jenis type variabel, selanjutnya memberikan penamaan variabel (lihat gambar 3.4), dan dilanjutkan pemberian nama nilai variabel dengan memasukkan terlebih dahulu nilai variabel kemudian dituliskan nama nilai variabel tersebut, lalu lanjutkan menekan tombol Add. Lakukan hal yang sama untuk nilai variabel berikutnya sampai semua nilai variabel terisi nama nilai varibelnya. Lihat pada gambar 3.6.

Gambar 3.6 Memberikan nama nilai variabel JK Cara kedua untuk pemberian nama variabel dan nama nilai variabel dapat dilakukan dengan menuliskan pada syntax program, langkah pertama buka terlebih dahulu tempat kerja penulisan program dengan menjalankan perintah File Open Syntax Enter, seperti pada gambar 3.7.

Gambar 3.7 Mengaktifkan fasilitas pembuatan syntax program SPSS 36Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS

Mulailah mengetik VARIABLE LABELS kemudian mulai dengan memberikan nama variabel, dicontohkan untuk B1R1, B1R2, dan seterusnya sampai dengan variabel terakhir dituliskan lengkap. Pada baris atas dimulai dengan tanda * kemudian ditulis kalimat INDIVIDU KOR2007 dan diakhiri dengan titik, maka kalimat diantara kedua tanda tersebut oleh SPSS tidak dinyatakan sebagai perintah program akan tetapi diterjemahkan sebagai kalimat catatan. Baris selanjutnya dimulai dengan Variable labels tanpa tanda titik langsung dilanjutkan kode variabel B1R1 dan diberikan nama variabelnya didalam tanda apostrop , seperti contoh Propinsi dan dilanjutkan ke variabel berikutnya B1R2 dengan hal yang sama. Untuk membedakan nama variabel pertama dan kedua dan seterusnya, diharuskan memberikan garis miring / dan dilanjutkan menulis variabel berikutnya. Berikanlah tanda titik sebagai akhir dari perintah pemberian nama variabel, karena apabila tidak diberikan titik, maka perintah tersebut belum berakhir dan program dinyatakan salah. * INDIVIDU KOR2007. VARIABLE LABELS B1R1 /B1R2 /B1R3 /B1R4 /B1R5 /B1R7 /B1R8 /B4AK1 /B4AK2 /B4AK3 /B4AK4 /B4AK5 /KWN /MNART /JAHAT /FREK /SKL /JENIS /ART /NAMA /NO_IBU /INFO /B5R1A /B5R1B /B5R1C /B5R1D /B5R1E /B5R1F /B5R1G /B5R1H /B5R2 Propinsi Kab/kota Kecamatan Kelurahan Desa Nomor kode sampel Nomor urut rt Nomor Nama art Hubungan kepala rumah tangga Jenis kelamin Umur Status perkawinan Nomor urut anggota rt Apakah menjadi korban kejahatan Frekuensi Apakah pernah mengikuti pendidkan pra sekolah Jenis pendidikan Banyak art Nama KRT Nomor urut ibu kandung Art pemberi informasi? Panas Batuk Pilek Asma/napas sesak/cepat Diare/buang air Sakit kepala berulang Sakit gigi Lainnya Apakah menyebabkan terganggu pekerjaan,sekolah.Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS

37

Pemberian nama nilai variabel ditujukan pada variabel yang memiliki nilai variabel, adapun cara penulisannya menggunakan prinsip yang sama dan dapat disatukan perintah penulisan bersama dengan pemberian nama variabel, dimulai dengan menuliskan kalimat VALUE LABELS yang dilanjutkan dengan menuliskan kode variabel B1R5 dan di ikuti dengan nilai variabel 1 Perkotaan dan 2 Pedesaan. Untuk memberikan nama nilai variabel berikutnya diberikan garis miring / sebagai perintah lanjutan. Berikanlah tanda titik sebagai akhir dari perintah pemberian nama nilai variabel pada bagian terakhirnya. VALUE LABELS B1R5 1 Perkotaan 2 Pedesaan /B4AK3 1 Kepala rumah tangga 2 Istri/suami 3 Anak 4 Menantu 5 Cucu 6 Orang tua/mertua 7 Famili lain 8 Pembantu rt 9 Lainnya /B4AK4 1 Laki-laki 2 Perempuan /B4AK6 1 Belum kawin 2 Kawin 3 Cerai hidup 4 Cerai mati. Proses selanjutnya menjalankan perintah program tersebut dengan menjalankan proses dengan memilih menu RUN dan ALL, maka akan menjalankan proses perintah tersebut seperti seluruhnya, seperti pada gambar 3.8.

Gambar 3.8. Menjalankan program syntax pemberian nama variabel 38Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS

3.3

Memahami Proses Compute Proses compute digunakan untuk proses pengolahan lebih lanjut dengan cara melakukan manipulasi nilai variabel. Apabila ingin menghasilkan tabel yang berasal dari combinasi dari beberapa variabel maka perlu dibangun/dibuat terlebih dahulu variabel tersebut dengan memanfaatkan fasilitas compute. Contoh: akan dilakukan pembuatan kode wilayah yang unik hanya sampai kabupaten sehingga menghasilkan empat digit. Perlu diketahui bahwa variabel-variabel yang ada pada struktur data yang dimiliki yaitu variabel provinsi (B1R1) dan kab/kota (B1R2) masing-masing sebanyak dua digit. Maka untuk membuat kombinasi dari kedua variabel tersebut menjadi variabel baru dengan cara memanipulasi variabel yaitu dengan melakukan proses compute. Adapun tahapan pekerjaannya sebagai berikut: Pertama kali membuka file yang terdapat kedua variabel tersebut Dari menu utama SPSS pilih Transform kemudian Compute maka akan muncul seperti Gambar 3.9.

Gambar 3.9. Proses Numeric Expression Setelah itu pada target variabel isikan variabel yang diinginkan, misal kodwil yang merupakan singkatan dari kode wilayah, pada type & label di klik akan muncul tampilan compute variable: Type and label, maka isikan pada label kode wilayah, dan type tetap Numeric, lalu tekan tombol Continue. (Gambar berikut ini)

Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS

39

Gambar 3.10. Memberikan nama variabel dan type Kemudian pada kotak numeric expression isikan rumusan yang diingikan, cara pertama bisa langsung dituliskan seperti berikut ini, (B1R1*100)+B1R2, atau dengan cara memilih tanda () kemudian pilih variabel B1R1 dari jendela sebelah kiri, kemudian pindahkan ke jendela sebelah kanan dengan menekan lambang dan seterusnya sehingga menjadi (B1R1*100)+B1R2 setelah itu pilih ok. Jika ingin menyimpan proses pendifinisian variabel baru tersebut dan apabila diperlukan untuk mengecek proses pembuatan variabel baru tersebut sudah benar atau tidak, maka disarankan untuk menyimpan proses tersebut dalam file syntax. Agar supaya proses tersebut tidak terhapus maka sebelum dipilih ok terlebih dahulu pilih paste dan hasilnya seperti dibawah ini. COMPUTE kodwil = (B1R1 * 100) + B1R2 . VARIABEL LABELS kodwil Kode wilayah . EXECUTE .

Gambar 3.11. Untuk menghasilkan Syntax program Compute tekan Paste

40

Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS

Kemudian jalankan perintah tersebut dengan membuka file syntax pada menu window SPSS, akan ada tampilan seperti pada gambar 3.12, Lakukan perintah RUN dan pilih ALL.

Gambar 3.12. Menjalankan perintah compute dengan program syntax Disarankan untuk semua prosedure compute atau perintah lainnya disimpan dalam file syntax, dan proses ini menjadi bagian dari pengawasan untuk mengecek kebenaran program. Simpanlah file syntax ini dengan memilih menu File kemudian save as, berikan nama file untuk syntax program tersebut. Untuk melihat hasilnya dapat dilihat pada sheet Data view variabel yang paling belakang atau paling ujung, selain itu juga dapat dilihat pada sheet Variabel View baris terakhir. Pada variabel view lakukan pendefinisian variabel, pada variabel yang baru (kodwil) tidak ada angka desimal atau desimalnya nol sehingga hasilnya seperti pada gambar 3.13.

Gambar 3.13. Hasil Proses Compute