Analisis spss

download Analisis spss

of 24

  • date post

    08-Jul-2015
  • Category

    Education

  • view

    719
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Analisis spss

Transcript of Analisis spss

UJI VALIDITAS KUISIONERValiditas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang ingin dukur. Dalam pengujian instrumen pengumpulan data, validitas bisa dibedakan menjadivaliditas faktor dan validitas item. Validitas faktor diukur bila item yang disusun menggunakan lebih dari satu faktor (antara faktor satu dengan yang lain ada kesamaan). Pengukuran validitas faktor ini dengan cara mengkorelasikan antara skor faktor (penjumlahan item dalam satu faktor) dengan skor total faktor (total keseluruhan faktor), sedangkan pengukuran validitas item dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total item.Pada program SPSS teknik pengujian yang sering digunakan para peneliti untuk uji validitas adalah menggunakan korelasiBivariate Pearson(Produk Momen Pearson) danCorrected Item-Total Correlation. Masing-masing teknik perhitungan korelasi akan dibahas sebagai berikut:1.Bivariate Pearson(Korelasi Produk Momen Pearson)Analisis ini dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total. Skor total adalah penjumlahan dari keseluruhan item. Item-item pertanyaan yang berkorelasi signifikan dengan skor total menunjukkan item-item tersebut mampu memberikan dukungan dalam mengungkap apa yang ingin diungkap.Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan taraf signifikansi 0,05. Kriteria pengujian adalah sebagai berikut:-Jika r hitung r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid).-Jika r hitung < r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan tidak valid).Contoh Kasus:Seorang mahasiswa bernama Andi melakukan penelitian dengan menggunakan skala untuk mengetahui atau mengungkap prestasi belajar seseorang. Andi membuat 10 butir pertanyaan dengan menggunakan skala Likert, yaitu angka 1 = Sangat tidak setuju, 2 = Tidak setuju, 3 = Setuju dan 4 = Sangat Setuju. Setelah membagikan skala kepada 12 responden didapatlah tabulasi data-data sebagai berikut:

Tabel 1. Tabulasi Data (Data Fiktif)SubjekSkor ItemSkor

12345678910Total

1343443333333

2433433333332

3221322312321

4344333433434

5343334344334

6324434434435

7233444343232

8122122134321

9423342114428

10333444443335

11443443444236

12321231123321

Langkah-langkah dengan program SPSSMasuk program SPSSKlik variable view pada SPSS data editorPada kolom Name ketik item1 sampai item10, kemudian terakhir ketikkan skortot (skor total didapat dari penjumlahan item1 sampai item10)Pada kolom Decimals angka ganti menjadi 0 untuk seluruh itemUntuk kolom-kolom lainnya boleh dihiraukan (isian default)Buka data view pada SPSS data editorKetikkan data sesuai dengan variabelnya, untuk skortot ketikkan total skornya.Klik Analyze - Correlate - BivariateKlik semua variabel dan masukkan ke kotak variablesKlik OK. Hasil output yang diperoleh dapat diringkas sebagai berikut:

Tabel. Hasil Analisis Bivariate Pearson

Dari hasil analisis didapat nilai korelasi antara skor item dengan skor total. Nilai ini kemudian kita bandingkan dengan nilai r tabel, r tabel dicari pada signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) = 12, maka didapat r tabel sebesar 0,576 (lihat pada lampiran tabel r).Berdasarkan hasil analisis di dapat nilai korelasi untuk item 1, 9 dan 10 nilai kurang dari 0,576. Karena koefisien korelasi pada item 1, 9 dan 10 nilainya kurang dari 0,576 maka dapat disimpulkan bahwa item-item tersebut tidak berkorelasi signifikan dengan skor total (dinyatakan tidak valid) sehingga harus dikeluarkan atau diperbaiki. Sedangkan pada item-item lainnya nilainya lebih dari 0,576 dan dapat disimpulkan bahwa butir instrumen tersebut valid.2.Corrected Item-Total CorrelationAnalisis ini dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total dan melakukan koreksi terhadap nilai koefisien korelasi yang overestimasi. Hal ini dikarenakan agar tidak terjadi koefisien item total yang overestimasi (estimasi nilai yang lebih tinggi dari yang sebenarnya). Atau dengan cara lain, analisis ini menghitung korelasi tiap item dengan skor total (teknikbivariate pearson), tetapi skor total disini tidak termasuk skor item yang akan dihitung. Sebagai contoh pada kasus di atas kita akan menghitung item 1 dengan skor total, berarti skor total didapat dari penjumlahan skor item 2 sampai item 10. Perhitungan teknik ini cocok digunakan pada skala yang menggunakan item pertanyaan yang sedikit, karena pada item yang jumlahnya banyak penggunaan korelasi bivariate (tanpa koreksi) efek overestimasi yang dihasilkan tidak terlalu besar.Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan taraf signifikansi 0,05. Kriteria pengujian adalah sebagai berikut: Jika r hitung r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid). Jika r hitung < r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan tidak valid).Sebagai contoh kasus kita menggunakan contoh kasus dan data-data pada analisis produk momen di atas.Langkah-langkah pada program SPSSMasuk program SPSSKlik variable view pada SPSS data editorPada kolom Name ketik item1 sampai item 10Pada kolom Decimals angka ganti menjadi 0 untuk seluruh itemUntuk kolom-kolom lainnya boleh dihiraukan (isian default)Buka data view pada SPSS data editorKetikkan data sesuai dengan variabelnya,Klik Analyze - Scale Reliability AnalysisKlik semua variabel dan masukkan ke kotak itemsKlik Statistics, pada Descriptives for klik scale if item deletedKlik continue, kemudian klik OK, hasil output yang didapat adalah sebagai berikut:Tabel. Hasil Analisis Validitas Item denganTeknikCorrected Item-Total CorrelationR E L I A B I L I T YA N A L Y S I S-S C A L E (A L P H A)Item-total Statistics

ScaleScaleCorrectedMeanVarianceItem-Alphaif Itemif ItemTotalif ItemDeletedDeletedCorrelationDeleted

ITEM127.250029.8409.4113.8345ITEM227.250028.0227.6151.8157ITEM327.416725.7197.8217.7933ITEM426.916726.6288.7163.8046ITEM526.916729.5379.5603.8223ITEM627.250025.8409.7764.7975ITEM727.333325.1515.6784.8078ITEM827.250027.1136.5679.8204ITEM926.833332.8788.1866.8482ITEM1027.083335.3561-.1391.8683

Reliability CoefficientsN of Cases =12.0N of Items = 10Alpha =.8384

Dari output di atas bisa dilihat pada Corrected Item Total Correlation, inilah nilai korelasi yang didapat. Nilai ini kemudian kita bandingkan dengan nilai r tabel, r tabel dicari pada signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) = 12, maka didapat r tabel sebesar 0,576 (lihat pada lampiran tabel r).Dari hasil analisis dapat dilihat bahwa untuk item 1, 5, 9 dan 10 nilai kurang dari 0,576. Karena koefisien korelasi pada item 1, 5, 9 dan 10 nilainya kurang dari 0,576 maka dapat disimpulkan bahwa butir instrumen tersebut tidak valid. Sedangkan pada item-item lainnya nilainya lebih dari 0,576 dan dapat disimpulkan bahwa butir instrumen tersebut valid.Sebagai catatan:analisis korelasi pada contoh kasus di atas hanya dilakukan satu kali, untuk mendapatkan hasil validitas yang lebih memuaskan maka bisa dilakukan analisis kembali sampai 2 atau 3 kali, sebagai contoh pada kasus di atas setelah di dapat 6 item yang valid, maka dilakukan analisis korelasi lagi untuk menguji 6 item tersebut, jika masih ada item yang tidak signifikan maka digugurkan, kemudian dianalisis lagi sampai didapat tidak ada yang gugur lagi.UJI RELIABILITAS KUISIONERUji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Ada beberapa metode pengujian reliabilitas diantaranya metode tes ulang, formula belah dua dari Spearman-Brown, formula Rulon, formula Flanagan, Cronbachs Alpha, metode formula KR-20, KR-21, dan metode Anova Hoyt. Dalam program SPSS akan dibahas untuk uji yang sering digunakan penelitian mahasiswa adalah dengan menggunakan metode Alpha (Cronbachs). Metode alpha sangat cocok digunakan pada skor berbentuk skala (misal 1-4, 1-5) atau skor rentangan (misal 0-20, 0-50). Metode alpha dapat juga digunakan pada skor dikotomi (0 dan 1) dan akan menghasilkan perhitungan yang setara dengan menggunakan metode KR-20 dan Anova Hoyt.Uji signifikansi dilakukan pada taraf signifikansi 0,05, artinya instrumen dapat dikatakan reliabel bila nilai alpha lebih besar dari r kritisproduct moment. Atau kita bisamenggunakan batasan tertentu seperti 0,6. Reliabilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan di atas 0,8 adalah baik.Pada contoh kasus di atas setelah diuji validitasnya maka item-item yang gugur dibuang dan item yang tidak gugur dimasukkan kedalam uji reliabilitas. Jadi yang akan dihitung ada 6 item, karena 4 item telah digugurkan.Langkah-langkah pada program SPSSPada contoh kasus di atas kita telah menginput data item 1 sampai 10Klik Analyze - Scale - Reliability AnalysisKlik item yang tidak gugur dan masukkan ke kotak items. Jika item-item sudah berada dikotak items maka klik item yang gugur dan keluarkan dengan klik simbol arahKlik Statistics, pada Descriptives for klik scale if item deletedKlik ContinueKlik OK, hasil output yang didapat adalah sebagai berikut:

Tabel 4. Hasil Analisis Reliabilitas dengan Teknik AlphaR E L I A B I L I T YA N A L Y S I S-S C A L E(A L P H A)Item-total StatisticsScaleScaleCorrectedMeanVarianceItem-Alphaif Itemif ItemTotalif ItemDeletedDeletedCorrelationDeletedITEM214.666718.9697.6414.8906ITEM314.833318.1515.6963.8827ITEM414.333318.2424.6835.8846ITEM614.666716.7879.8612.8574ITEM714.750015.8409.7943.8680ITEM814.666717.5152.6749.8867

Reliability CoefficientsN of Cases =12.0N of Items =6Alpha =.8970

Dari hasil analisis di atas di dapat ni