MAKALH FAAL

download MAKALH FAAL
  • date post

    10-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    232
  • download

    10

Embed Size (px)

description

FISIOLOGI

Transcript of MAKALH FAAL

MAKALAH, SISTEM SARAF, DAN PANCA INDERA, DAN OTOT

DISUSUN OLEH :NUR ISHLAHN111 15 508

MAKASSAR2015KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Anatomi dan Fisiologi Manusia tentang sistem muskular, sistem saraf, dan panca indera.Ucapan terima kasih tak lupa penulis sampaikan kepada pihak-pihak terkait yang telah membantu baik pada saat penulisan laporan.Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini terdapat kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan laporan ini

Makassar, November 2015

NUR ISHLAH

DAFTAR ISIKATA PENGANTARBAB I PENDAHULUANA. Latar BelakangB. Rumusan MasalahC. Tujuan PenulisanBab Ii Pembahasan1.1 Sistem Saraf1.2 Penyusun System Saraf1.3 Fungsinsistem Saraf1.4 Klasisfikasi System Saraf1.5 Sistem Saraf Pusat1.6 Kelainan Pada System Saraf2.1 Indera Penglihat (Mata)2.2 Indera Pendengar (Telinga)2.3 Indera Peraba (Kulit)2.4 Indera Perasa (Lidah)2.5 Indera Pembau (Hidung)3.1 Pengertian Otot3.2 Jenis Jenis Dan Struktur Otot3.3 Mekanisme Terjadinya Gerak Pada Otot3.4 Kelainan Kelainan Pada OtotBAB III PENUTUPDAFTAR PUSTAKA

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangUntuk mempelajari dan mengetahui perubahan yang terjadi pada tubuh manusia kita harus terlebih dahulu mengetahui struktur dan fungsi tiap alat dari susunan tubuh manusia yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tentang anatomi dan fisiologi tubuh manusia merupakan dasar yang penting untuk mengenali dan mengerti cara kerja organ-organ tubuh manusia sebagai satu kesatuan individu. Termasuk didalamnya sistem muskulus, sistem saraf , dan panca indera.

B. Rumusan Masalah1. Bagaimana anatomi dan fisiologi sistem muskulus?2. Bagaimana anatomi dan fisiologi sistem saraf?3. Bagaimana anatomi dan fisiologi panca indera?4. Apa yang dimaksud dengan otot5. Apa saja jenis jeis dan struktur otot6. Fungsi otot7. Bagaimana mekanisme terjadinya gerakan otot8. Apa saja kelainan kelainan pada otot

A. Tujuan penulisan1. Untuk mengetahui anatomi dan fisiologi system saraf2. Untuk mengetahui anatomi dan fisiologi panca indera3. Untuk mengetahui anatomi dan fisiologi otot

BAB IIPEMBAHASAN1.1. Pengertian Sistem Saraf Sistem saraf terdiri dari berjuta-juta sel saraf yang bentuknya bervariasi. Sistem ini terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf adalah salah satu sistem koordinasi yang berfungsi untuk menyampaikan rangsangan dari reseptor yang akan dideteksi dan direspon oleh tubuh.Sistem saraf terdiri dari jutaan sel saraf yang sering disebut dengan neuron . berfungsi dalam mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsangan ataupun tanggapan. Untuk menanggapi rangsangan tersebut, ada 3 komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, antara lain: Reseptor Reseptor adalah sel yang memberikan respon terhadap ransangan terhadap lingkungan eksternal maupun internal kemudian reseptor akan mengubah rangsangan yang diterima menjadi suatu impuls saraf yang akan di teruskan melalui neuron. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah alat indera. Penghantar impuls Penghantar impuls dikerjakan oleh saraf itu sendiri tanpa bantuan organ organ lain. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung (akson). Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Efektor Efektor adalah sel atau organ yang di gunakan untuk beraksi terhadap rangsangan baik dari dalam maupun dari luar tubuh dapat diartikan sebagai bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls. Bagian utama efektor pada manusia adalah otot dan kelenjar.1.2 Penyusun Sistem Saraf Sistem saraf tersusun atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron merupakan unit struktural dan fungsional dari sistem saraf. Neuron memiliki kemampuan mersepon rangsangan yang cukup kuat. Neuron tidak bisa mengalami pembelahan sehingga tidak dapat diganti jika sudah rusak. Neuron bersatu membentuk jaringan untuk mengantarkan suatu impuls (rangsangan). a. Berdasarkan Bentuknya Berdasarkan bentuknya, satu sel saraf terdiri dari badan sel, dendrit, dan akson.1) Badan Sel Badan sel saraf adalah bagian yang terbesar dari sel saraf. Badan sel dapat berfungsi sebagai penerima rangsangan dari dendrit dan kemudian diteruskannya menuju ke akson. Pada badan sel saraf terdapar inti sel, sitoplasma, mitokondria, sentrosom, badan golgi, lisosom, dan badan nisel.2) Dendrit Dendrit merupakan serabut sel saraf pendek, bercabang-cabang dan perluasan dari badan sel. Dendrit memiliki fungsi sebagai penerima dan pengantarkan rangsangan ke badan sel. Dendrit mengandung badan Nissl dan organel. Pada umumnya neuron terdiri dari beberapa dendrite. Dendrit tidak mengandung selubung myelin maupun neurolema.3) Akson Akson sering disebut juga neurit. Bagian ini merupakan tonjolan sitoplasma yang panjang dan berfungsi untuk meneruskan impuls saraf yang berupa informasi berita dari badan sel. Akson memiliki bagian-bagian yang spesifik ,yaitu sebagai berikut:Neurofibril Neurofibril merupakan bagian terdalam dari akson yang berupa serabut-serabut halus.Bagian-bagian inilah yang memilik tugas pokok untuk meneruskan impuls.Selubung Mielin Bagian ini tersusun oleh sel-sel pipih yang disebut schwan. Selubung mielin merupakan bagian paling luar dari akson yang berfungsi untuk melindungi akson. Selain itu, bagian ini pulalah yang memberikan nutrisi dan bahan-bahan yang diperlukan untuk mempertahankan kegiatan dari akson.Nodus Ranvier Nodus ranvier merupakan bagian akson yang menyempit dan tidak dilapisi selubung mielin. Bagian ini tersusun dari sel-sel pipih. Dengan bagian ini, terlihat bagian akson tampak berbuku-buku. Agar lebih dapat memahami tentang struktur dan bentuk neuron.4) Kelompok-kelompok serabut saraf, akson dan dendrit bergabung dalam satu selubung dan membentuk urat saraf.Sedangkan badan sel saraf berkumpul membentuk ganglion atau simpul saraf.b. Berdasarkan Struktur dan Fungsinya Berdasarkan struktur dan fungsinya, sel saraf dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu sel saraf sensori, sel saraf motor, dan sel saraf intermediet (asosiasi).1) Sel saraf sensori Sel saraf sensori merupakan neuron yang badan selnya bergerombol membentuk ganglia, aksonnya pendek tetapi dendritnya panjang. Neuron sensorik berhubungan dengan alat indra untuk menerima rangsangan. Fungsi sel saraf sensori sebagai penghantar impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat, yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet).2) Sel saraf motorik Sel saraf motorik merupakan neuron yang memiliki dendrit yang pendek dan akson yang panjang. Dendrit berhubungan dengan akson lain, sedangkan akson berhubungan dengan efektor yang berupa otot atau kelenjar. Fungsi sel saraf motor sebagai pengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan dari tubuh terhadap rangsangan. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya dapat sangat panjang.3) Sel saraf intermediet (Neuron konektor) Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya.1.3 Fungsi Sistem Saraf1) Menerima berbagai sensasi dari dalam dan luar tubuh.2) Bereaksi pada sensasi tersebut, menghadapinya secara otomatis atau merasakan dan memikirkannya.3) Menyimpan memori dan melepaskannya bila dibutuhkan.4) Mengekspresikan emosi.5) Mengirimkan pesan untuk bagiab sistem saraf lain, untuk otot, kelenjar endokrin dan organ lain.6) Mengontrol tubuh dengan mempertahankan kesehatan, menghindari atau menghadapi bahaya, dan meningkatkan aktivitas yang menyenangkan.1.4 Klasifikasi Sistem Saraf Susunan sistem saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.1. Sistem Saraf Pusat Sistem saraf pusat meliputi otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (Medula spinalis). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan dari rangka.

a. Otak Otak terdiri dari dua belahan, belahan kiri mengendalikan tubuh bagian kanan, belahan kanan mengendalikan belahan kiri.Mempunyai permukaan yang berlipat-lipat untuk memperluas permukaan sehingga dapat ditempati oleh banyak saraf.Otak juga sebagai pusat penglihatan, pendengaran, kecerdasan, ingatan, kesadaran, dan kemauan.Bagian dalamnya berwarna putih berisi serabut saraf, bagian luarnya berwarna kelabu berisi banyak badan sel saraf. Otak terdiri dari 3 bagian, yaitu1) Otak depan (Prosoncephalon) Otak depan berkembang menjadi telencephalon dan diencephalon. Telencephalon berkembang menjadi otak besar (Cerebrum).Diencephalon berkembang menjadi thalamus, hipotamus.Otak besar (Cerebrum) Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktivitas mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan.Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian korteks otak besar yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik. Area ini berperan dalam proses belajar, menyimpan ingatan, membuat kesimpulan, dan belajar berba