makalah kanker paru

download makalah kanker paru

of 31

Embed Size (px)

description

blok 18

Transcript of makalah kanker paru

Kanker Paru

PENDAHULUANKanker paru merupakan penyakit ganas yang makin meningkat di dunia dan biasanya timbul pada usia enam puluhan.banyak pula factor penyebab dari kanker paru diantarannya gaya hidup masyrakat yakni merokok yang paling sering kita lihat,lainnya adalah polusi udara yang juga merupakan factor penyebab.faktor resiko tinggi ialah wanita atau pria yang merokok lebih dari 20 tahun dan berumur di atas 50 tahun. Karsinoma paru adalah penyakit letal. Jika sudah ada gejala atau tanda dari penyakit 75% sudah tidak dapat sembuh lagi.Dari penderita yang sudah di diagnosis , ketahanan hidup satu tahun mencapai 20% dan ketahana hidup lima tahun hanya 10%.Sekarang kanker paru merupakan kejadian epidemik pada beberapa bagian dunia. Tumor paru merupakan kanker tersering di Amerika Serikat dan juga tersering menyebabkan kematian dari kanker, sekitar 37.000 kematian setiap tahun. Angka kejadian kanker paru meningkat pada wanita di Amerika Serikat, sedangkan angka kejadiannya menurun pada laki-laki,Jumlah kasus kanker paru pada wanita adalah 40% dari semua kasus kanker paru yang ada.1Berdasarkan fakta di atas maka dapat di katakan kanker paru sangat berbahaya dan sebenarnya dapat kita cegah dengan mengubah pola hidup kita.Oleh sebab itu maka dalam makalah ini akan di bahas secara keseluruhan mengenai penyakit kanker paru dan bagaimana prinsip pengelolahn serta tindakan preventif terhadap penyakit ini.1

PEMBAHASANSkenario : Seorang Perempuan berusis 55 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan batuk darah sejak 4 bulan yang lalu. Pasien telah menjalani pengobatan TB sebelumnya selama 2 bulan, tetapi keluhan batuk darah tersebut belum berkurang. Selain itu, selama 1 bulan ini pasien mengeluh sering sakit pada punggung di sekitar tulang belakangnya. Riwayat merokok 10 tahunAnamnesisKarsinoma paru atau kanker paru yang umum dikenal adalah keganasan fatal ynag ditemukan. Bisa menimbulkan gejala akibat penyakit lokal, metastasis, atau efek sistemik dari keganasan.1 Pada pasien dengan dugaan kanker paru, berikut adalah yang harus ditanyakan saat anamnesis:1. Gejala penyakit lokal : hemoptisis, batuk, nyeri dada, mengi, sesak napas, Sindrom Horner, efusi pleura, obstruksi Vena Cava Superior, Clubbing Finger, limfadenopati, perubahan suara (kelumpuhan nervus laringeal rekuren), kelainan rontgen toraks.

2. Gejala penyakit sistemik : penurunan berat badan, anoreksia, demam, manifestasi endokrin (misalnya sindrom Cushing), hiperkalsemia

3. Gejala metastase : ikterus, nyeri hepatik, lesi kulit

Adakah gejala yang menunjukkan penyebaran sekunder dari tumor primer lain?

Riwayat penyakit terdahulu Tanyakan riwayat merokok pasien Tanyakan pajanan asbestos Pernahkan menjalani radioterapi Pernahkan menjalani kemoterapi Tanyakan riwayat atau pajanan di tempat kerja Tanyakan fungsi paru dan penyakit kardiorespiratorius lainUntuk keluhan utama pasien dapat di tinjau dari gambaran klinik penyakit kanker paru dimana tidak banyak berbeda dari penyakit paru lainnya, terdiri dari keluhan subyektif dan gejala obyektif. Dari anamnesis akan didapat keluhan utama dan perjalanan penyakit, serta faktorfaktor lain yang sering sangat membantu tegaknya diagnosis. Keluhan utama dapat berupa : 2 Batuk-batuk dengan / tanpa dahak (dahak putih, dapat juga purulen) Batuk darah Sesak napas Suara serak Sakit dada Sulit / sakit menelan Gejala dan keluhan yang tidak khas seperti : Berat badan berkurang Nafsu makan hilang Demam hilang timbul Sindrom paraneoplastik, seperti "Hypertrophic pulmonary osteoartheopathy", trombosis vena perifer dan neuropatia.2

Pemeriksaan FisikPemeriksaan fisik mempunyai nilai yang sangat penting untuk memperkuat temuan-temuan dalam anamnesis. Karena dari pemeriksaan fisik dan anamnesis yang baik, dokter dapat menegakkan diagnosis. Pemeriksaan terbagi menjadi 2, yaitu pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan FisikAwalnya melihat terlebih dahulu kedadaan umum pasien pada waktu dia datang, dan juga kesadaran dari pasien tersebut, setelah itu baru lalukan Pemeriksaan Tanda-tanda vital seperti, Tekanan darah, pernafasan, nadi dan suhuSecara garis besar, pemeriksaan fisik terbagi menjadi 4, yaitu Inspeksi, Palpasi, Perkusi, dan Auskultasi.3

Inspeksi (LOOK)Inspeksi adalah mengamati daerah yang sakit yang menjadi keluhan utama dari pasien. Pada inspeksi toraks anterior dan posterior, harus dipastikan bahwa area yang diperiksa bebas dari pakaian atau penutup.Secara umum hal yang harus diperhatikan adalah : KulitApakah pada kulitnya terdapat bekas luka, penonjolan, pelebaran kapiler (spider naevi), perubahan warna kulit,atau kelainan lainnya. Bentuk toraksApakah simetris atau asimetri, apakah terdapat deformitas, pectus excavatum (funnel chest), pectus carinatum (pigeon chest), barrel chest, kyphoscoliosis, dll. Pergerakan toraksApakah toraks tampak simetris kanan dan kiri? Ataukah ada bagian yang tertinggal saat inspirasi atau ekspirasi. Hal-hal seperti ini dapat dijumpai pada keadaan efusi pleura, shcwarte, pneumotoraks, dll. Sela IgaPerhatikan sela iga selama pernapasan, apakah ada retraksi iga (mencekung) atau mencembung yang biasa dijumpai pada penderita asma berat, PPOK, dan obstruksi jalan napas. Sering kali dijumpai frekuensi napas yang cepat diiringi suara mengi, seperti pada penyakit asma bronkiale. 3Pada saat inspeksi, perhatikan pula irama pernapasan yaitu : Pernapasan Cheyne strokes; pernapasan dengan urutan amplitudo kecil, kemudian bertambah besar diikuti dengan amplitudo yang menurun, diselingi periode apnoe Pernapasan Kussmaul; pernapasan yang cepat dan dalam Pernapasan Biot; pernapasan yang irreguler baik irama maupun amplitudonya diikuti dengan periode apnoe

Palpasi (FEEL)Palpasi adalah dengan meraba dan menekan daerah toraks dan daerah disekitar toraks.Palpasi permukaan toraks dan sela iga, apakah pasien mengeluh rasa nyeri pada saat di palpasi. Jika terdapat rasa nyeri, dapat dicurigai terjadi inflamasi pada daerah pleura. Lakukan palpasi secara acak dan terstruktur pada toraks anterior dan posterior. Laporkan bila terdapat nyeri atau kelainan sela iga (mencekung/mencembung.Lanjutkan dengan pemeriksaan taktil fremitus. Bila terdapat fremitus melemah atau menghilang, pikirkanlah kemungkinan adanya obstruksi bronkus, PPOK, efusi pleura, fibrosis pleura, pneumotoraks, infliltrasi tumor, atau dinding dada yang sangat tebal seperti pada obesitas berat. 3 PerkusiLakukan perkusi secara acak dan terstruktur sambil menyebut hasilnya. Pada perkusi normal paru, terdengar suara sonor di kedua lapangan paru kecuali daerah jantung. Bila terdengar suara pekak (dullness) maka hal itu disebabkan karena adanya cairan atau jaringan solid yang menggantikan jaringan paru, seperti pada pneumonia lobaris, dimana alveoli dipenuhi cairan dan sel darah, efusi pleura hemotoraks, empiema, fibrosis paru atau tumor paru.Bunyi hiperresonam pada emfisema atau pneumotoraks.3 AuskultasiPada auskultasi, kita pelajari dulu suara napas dasar, yaitu: Suara vesikular; dimana Inspirasi > Ekspirasi. Intensitas nada rendah dan bunyi ekspirasi halus. Suara Bronkovesikular; dimana Inspirasi = Ekspirasi. Intensitas nada sedang dan bunyi ekspirasinya sedang. Suara Bronkial; dimana Ekspirasi > Inspirasi. Intensitas nadanya tinggi dan bunyi ekspirasinya keras. Suara Trakeal; dimana Inspirasi = Ekspirasi. Intensitas nada tinggi dan bunyi ekspirasi sangat keras.3Selain itu, kita akan mendengar berbagai macam bunyi patologis napas. Jenis-jenis suara itu seperti : Ronki Kering; suara vibrasi melengking karena penyempitan lumen dan adanya sekret kental Wheezing; bunyi ronki kering dengan nada lebih tinggi, panjang, dan melengking Ronki Basah; suara berisik, mirip percikan air, terputus-putus, yang terjadi karena adanya udara yang melalui cairan. Ronki basah terdiri dari ronki basah halus, ronki basah sedang dan kasar. Ronki basah sedang dan kasar pun dapat dibagi antara nyaring dan tidak. Pleural friction rub; bunyi bising gesek pleura yang terjadi akibat gesekan 2 lapis pleura (pleura viseralis dan pleura parietalis) yang menebal Amforik; suara seperti meniup botol kosong Succutio Hipocrates; seperti suara cairan dalam botol, yang terdengar bila toraks digerakkan (pada Hidro-pneumotoraks)Tidak ada patokan khusus untuk bunyi ini, karena itu, semakin banyak mendengar, maka semakin dapat kita membedakan jenis-jenis bunyi napas patologis.3

Pemeriksaan PenunjangPemeriksaan Laboratorium Leukosit : 4000/ML Hemoglobin : 7 g/dl Laju endap darah : 400 mm/Jam Analisis Gas darah : untuk menilai seberapa jauh kerusakan yang ditimbulkan oleh kanker paru Pemeriksaan RadiologiHasil pemeriksaan radiologis adalah salah satu pemeriksaan penunjang yang mutlak dibutuhkan untuk menentukan lokasi tumor primer dan metastasis, serta penentuan stadium penyakit berdasarkan system TNM. Pemeriksaan radiologi paru yaitu Foto toraks PA/lateral, bila mungkin CT-scan toraks, bone scan, Bone survey, USG abdomen dan Brain-CT dibutuhkan untuk menentukan letak kelainan, ukuran tumor dan metastasis.4Foto rotgen dada PA dan lateral merupakan pemeriksaan awal sederhana yang dapat mendeteksi adanya kanker paru. Sekitar 61% tumor paru terdeteksi dalam pemeriksaanm rutin dengan foto rontgen dada biasa.Pada kanker paru, pemeriksaan foto rotgen pada tumor yang benign adalah lesi bulat konsentris , solid , dan ada nya kalsifikasi yang tegas. sedangkan pemeriksaan CT scan pada torak lebih akurat dan lebih sensitive daripada pemeriksaan foto dada biasa , karena bisa deteksi kelainan atau nodul dengan diameter 3 mm, walaupun positif palsu untuk kelainan sebesar 25-60%.CT bisa sebagai skrining kedua setelah foto dada biasa.Sedangkan untuk MRI tidak rutin di kerjakan oleh karna hanya terbatas untuk menilai kelainan tumor yang menginvasi kedalam vertebra , medulla spinal, mediatinum, dan biaya nya cukup mahal.4Yang akurat adalah Positron Emission Tomography (PET) yang dapat membedakan tumor jinak dan ganas berdasarkan perbedaan biokimiawi dalam metabolism zat-zat seperti glukosa, oksigen, protein , asam nukleat. Tumor yang kurang dari 1 cm agak sulit di deteksi oleh PET karna kurang diresolusi oleh PET scanner. Sensitivitas dan spesivitas PET adalah 83-93% sensitive dan 60-90% spesifik.4

Pemeriksaan sitologi : Sitologi sputum adalah tindakan diagnostik yang paling mudah dan murah. Kekurangan pemeriksaan ini terjadi bila tumor ada di perifer, penderita batuk kering dan tehnik pengumpulan dan pengambilan sputum yang tidak memenuhi syarat. Dengan bantuan inhalasi NaCl 3% untuk merangsang pengeluaran sputum dapat ditingkatkan. Semua bahan yang diambil dengan pemeriksaan tersebut di atas harus dikirim ke laboratorium Patologi Anatomik untuk pemeriksaan sitologi/histologi. Bahan berupa cairan harus dikirim segera tanpa fiksasi, atau dibuat sediaan apus, lalu difiksasi dengan alkohol absolut atau minimal alkohol 90%. Semua bahan jaringan harus difiksasi dalam formalin 4%.Pemeriksaan sitologi sputum rutin di kerjakan terutama bila pasien ada keluahan seperti batuk. Pemeriksaan sitologi tidak selalu positif karena ia tergantung dari : Letak tumor terhadap bronkus Jenis tumor Teknik mengeluarkan sputum Jumlah sputum (3-5 hari berturut-turut) Waktu pemeriksaanPada kanker paru yang letaknya central, pemeriksaan sputum yang baik dapat memberikan hasil positif sampai 70% pada ca sel squamosa. Pemeriksaan sputum di anjurkan rutin dan skrining untuk diagnosis dini dari kanker paru. Pemeriksaan untuk diagnostic kanker paru dilakukan pada cairan pleura, aspirasi kelenjar getah bening servical.supraclavikula, dan bilasan dan sikatan bronkus pada bronkoskopy.1

Pemeriksaan HistopatologiPemeriksaan histopatologi adalah pemeriksaan standar emas dari diagnosis kanker paru untuk mendapatkan spesimennya dapat dengan cara biopsy melalui1. BronkoskopyBronkoskopi adalah pemeriksan dengan tujuan diagnostik sekaligus dapat dihandalkan untuk dapat mengambil jaringan atau bahan agar dapat dipastikan ada tidaknya sel ganas. Pemeriksaan ada tidaknya masa intrabronkus atau perubahan mukosa saluran napas, seperti terlihat kelainan mukosa tumor misalnya, berbenjol-benjol, hiperemis, atau stinosis infiltratif, mudah berdarah. Tampakan yang abnormal sebaiknya di ikuti dengan tindakan biopsi tumor/dinding bronkus, bilasan, sikatan atau kerokan bronkus. Ada berbagai jenis bronkoskopy salah satu diantaranya ultrasound bronkoscopy untuk mendeteksi tumor perifer , tumor endikardial , kelenjar getah bening mediastinum dan lesi di daerah hilus. Hasil positif pada bronkoscopy dapat mencapai 95% untuk tumor central dan 70-80 % untuk tumor perifer.Biopsi Trans Torakal (TTB). Biopsi dengan TTB terutama untuk lesi yang letaknya perifer dengan ukuran < 2 cm, sensitivitasnya mencapai 90 95 %.2. Torakoskopi. Biopsi tumor didaerah pleura memberikan hasil yang lebih baik dengan cara torakoskopi.3. Mediastinosopi. Untuk mendapatkan tumor metastasis atau kelenjar getah bening yang terlibat.4. Torakotomi. Torakotomi untuk diagnostic kanker paru dikerjakan bila bermacam macam prosedur non invasif dan invasif sebelumnya gagal mendapatkan sel tumor.Pmeriksaan Pencitraan : CT-Scanning, untuk mengevaluasi jaringan parenkim paru dan pleura. MRI, untuk menunjukkan keadaan mediastinum.Pemeriksaan Lain :1. Petanda TumorPetanda tumor yang telah, seperti CEA, Cyfra21-1, NSE dan lainya tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis tetapi masih digunakan evaluasi hasil pengobatan.2. Pemeriksaan biologi molekulerPemeriksaan biologi molekuler telah semakin berkembang, cara paling sederhana dapat menilai ekspresi beberapa gen atau produk gen yang terkait dengan kanker paru,seperti protein p53, bcl2,dan lainya. Manfaat utama dari pemeriksaan biologi molekuler adalah menentukan prognosis penyakit.1

Diagnosis banding1.Tuberkulosis Anamnesis : Ada batuk, hemoptisis (batuk darah), dispnea (sesak napas), anoreksia, penurunan berat badan, demam dan berkeringat pada malam hari.Tinggal di lingkungan padat, daerah urban.1

Pemeriksaan Fisik : konjungtiva mata atau kulit pucat karna anemia, suhu demam subfebris, badan kurus atau berat badan menurun. Secara anamnesis dan pemeriksaan fisik sulit dibedakan dengan pneumonia biasa. Perkusi redup dan auskultasi suara napas bronkial di daerah apeks. Kadang-kadang ada suara tambahan berupa ronki basah, kasar dan nyaring. Perlu pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan Penunjang :Pemeriksaan sputum positif BTA, Tes Tuberkulin pada anak (Tes Mantoux) positif, Pemeriksaan Radiologis ada lesi di daerah apeks paru bisa juga di lobus bawah atau di daerah hilus yang menyerupai tumor paru.1

Gejala Klinis : Keluhan terbanyak adalah demam subfebril menyerupai demam influenza. Batuk non-produktif hingga batuk produktif bahkan batuk darah dapat terjadi karena iritasi pada bronkus sampai pembuluh darah yang pecah. Sesak napas ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut yang infiltratnya sudah meliputi setengah bagian paru-paru. Nyeri dada jarang ditemukan, biasanya pada keadaan pleuritis. Malaise ditemukan berupa anoreksi, penurunan berat badan, sakit kepala, meriang, nyeri otot, keringat malam, dll.1Klasifikasi tuberkulosis berdasarkan kelainan klinis, radiologis, dan mikrobiologis, adalah : Tuberkulosis paru Bekas tuberkulosis paru Tuberkulosis paru tersangka, yang dibagi dalam : a. Tuberkulosis paru tersangka yang diobati, sputum BTA negatif, tanda-tanda lain positif. b. Tuberkulosis paru tersangka tidak diobati, sputum BTA negatif, tanda-tanda lain juga meragukan.Dalam 2-3 bulan, TB tersangka ini sudah harus dipastikan apakah termasuk TB paru (aktif) atau Bekas TB paru. Dalam klasifikasi ini perlu dicantumkan : 1. Status bakteriologik, 2. Mikroskopik sputum BTA (langsung), 3. Biakan sputum BTA, 4. Status Radiologis, kelainan relevan untuk tuberkulosis paru, 5. Status kemoterapi, riwayat pengobatan dengan obat anti tuberkulosis.

Penatalaksanaan Tujuan pengobatan tuberkulosis adalah untuk menyembuhkan penderita, mencegah kematian, mencegah relaps, menurunkan penularan ke orang lain dan mencegah terjadinya resistensi terhadap OAT (Obat Anti Tuberkulosis). Untuk itu, diperlukan OAT yang efektif dengan pengobatan jangka pendek. Terdapat 4 populasi kuman TB, yaitu : Metabolically active, yaitu kuman yang terus tumbuh dalam kavitas Basilli inside cell, misalnya dalam makrofag Semi-dorman bacilli, (persisters) Dorman bacilliPengobatan TB memerlukan waktu yang lama karena sulit membunuh kuman semi dorman.1Terdapat 3 aktivitas OAT, yaitu : Obat bakterisidal : INH, Rifampisin, Pirazinamid OAT dengan kemampuan sterilisasi : Rifampisin, Pirazinamid OAT dengan kemampuan mencegah resistensi : Rifampisin dan INH, sedangkan Streptomisin dan Etambutol kurang efektif.Pengobatan dilakukan dalam 2 fase yaitu : Fase initial/fase intensif (2 bulan)Pada fase ini kuman dibunuh dengan cepat. Dalam waktu 2 minggu penderita yang infeksius menjadi tidak infeksius, dan gejala klinis membaik. Kebanyakan penderita BTA positif akan menjadi negatif dalam waktu 2 bulan. Pada fase ini sangat penting adanya pengawasan minum obat oleh PMO (pengawas minum obat). Obat yang biasa dipakai adalah INH, Rifampisin, Pirazinamid, dan Etambutol setiap hari. Fase lanjutan (4-6 bulan)Bertujuan membunuh kuman persisten (dormant) dan mencegah relaps. Fase ini juga memerlukan adanya PMO. Obatnya yang digunakan adalah kombinasi INH dan Rifampisin atau INH dan Etambutol, diminum 3 kali seminggu.1

2. BronkhiektasisBronkiektasis merupakan dilatasi bronkus yang biasanya disertai bronchitis kronik,.Kira- kira 50% terjaid bilateral dan kebanyakan mengenai lobus inferior. Sering mulai dari bronchitis dan pneumonia dan penyakit anak seperti batuk rejan.Bronkiektasis juga sering terlihat sebagai akibat atau yang menyertai penyakit TBC paru, stenosis dari bronkus,distal dari tumor ,atau infeksi bronkus yang akut dan kronik.Gambaran klinik dari pasien dengan bronkiektasis biasanya batuk produktif , kadang batuk darah dan biasanya sesak napas selama bertahun- tahun.Terutama pada orang tua dapat terjadi hemoptisis dan sering di jumpai jari gada (clubbing fingers) .Diagnosis dapat dipastikan dengan bronkografi. Pada rotgen foto bronkogram tampak pelebaran bronkus berbentuk silinder atau kantung dengan penimbunan secret.Secarsa mikroskopis terlihat ialah pelebaran cabang pembuluh darah arteri bronkialis sebagai akibat radangTanda dan Gejala1. Batuk yang menahun dengan sputum yang banyak terutama pada pagi hari, setelah tiduran dan berbaring.2. Batuk dengan sputum menyertai batuk pilek selama 1-2 minggu atau tidak ada gejala sama sekali ( Bronkiektasis ringan )3. Batuk yang terus menerus dengan sputum yang banyak kurang lebih 200 - 300 cc, disertai demam, tidak ada nafsu makan, penurunan berat badan, anemia, nyeri pleura, dan lemah badan kadang-kadang sesak nafas dan sianosis, sputum sering mengandung bercak darah,dan batuk darah.4. Ditemukan jari-jari tabuh pada 30-50 % kasus.1

Diagnosis Kerja Kanker ParuKanker dapat terjadi pada siapa saja, umur berapa saja dan dimana saja dalam tubuh manusia. Besar kecilnya kemungkinan seseorang untuk menderita kanker jenis tertentu tergantung faktor risiko yang dimilikinya. Kanker yang paling banyak dikenal orang pada orang dewasa adalah kanker payudara, kanker nasofaring, kanker usus, kanker leher rahim, kanker prostat, kanker darah dan kanker paru. Kanker paru merupakan jenis kanker yang paling sulit diobati, banyak diderita laki-laki dewasa ( usia > 40 tahun) dan perokok.Kanker paru adalah salah satu jenis penyakit paru yang memerlukan penanganan dan tindakan yang cepat dan terarah. Penegakan diagnosis Penyakit ini membutuhkan ketrampilan dan sarana yang tidak sederhana dan memerlukan pendekatan multidisiplin kedokteran. Penyakit ini membutuhkan kerja sama yang erat dan terpadu antara ahli paru dengan ahli radiologi diagnostik, ahli patologi anatomi, ahli radiologi terapi dan ahli bedah toraks, ahli rehabilitasi medik dan ahli-ahli lainnya. Pengobatan atau penatalaksaan penyakit ini sangat bergantung pada kecekatan ahli paru untuk mendapatkan diagnosis pasti. Penemuan kanker paru pada stadium dini akan sangat membantu penderita, dan penemuan diagnosis dalam waktu yang lebih cepat memungkinkan penderita memperoleh kualitas hidup yang lebih baik dalam perjalanan penyakitnya meskipun tidak dapat menyembuhkannya.1

Pilihan terapi harus dapat segera dilakukan, mengingat buruknya respons kanker paru terhadap berbagai jenis pengobatan. Bahkan dalam beberapa kasus penderita kanker paru membutuhkan penangan sesegera mungkin meski diagnosis pasti belum dapat ditegakkan. Kanker paru dalam arti luas adalah semua penyakit keganasan di paru, mencakup keganasan yang berasal dari paru sendiri maupun keganasan dari luar paru (metastasis tumor di paru).1

Keganasan di rongga torak mencakup kanker paru, tumor mediastinum, metastasis tumor di paru dan mesotelioma ganas (kegasanan di pleura). Kasus keganasan rongga toraks terbanyak adalah kanker paru. Di dunia, kanker paru merupakan penyebab kematian yang paling utama di antara kematian akibat penyakit keganasan. Laki-laki adalah kelompok kasus terbanyak meskipun angka kejadian pada perempuan cendrung meningkat, hal itu berkaitan dengan gaya hidup (merokok).

Kanker paru dalam arti luas adalah semua penyakit keganasan di paru, mencakup keganasan yang berasal dari paru sendiri (primer) dan metastasis tumor di paru. Metastasis tumor di paru adalah tumor yang tumbuh sebagai akibat penyebaran (metastasis) dari tumor primer organ lain. Definisi khusus untuk kanker paru primer yakni tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus. Meskipun jarang dapat ditemukan kanker paru primer yang bukan berasal dari epitel bronkus misalnya bronchial gland tumor. Tumor paru jinak yang sering adalah hamartoma Gambar 1. Kanker paru

Manifestasi KlinisSebagian besar penderita kanker paru ditemukan dalam stadium lanjut. oleh karena itu mengarahkan upaya untuk menegakan diagnosis yang tepat pada tahap lebih dinidengan sendirinya mejadi kunci untuk keberhasilan dalam pengobatan.1Gejala-gejala dapat bersifat :1 Lokal (tumor tumbuh setempat) : Batuk baru atau batuk lebih hebat pada batuk kronis Hemoptisis Mengi (wheezing, stridor) karena ada obstruksi saluran napas Kadang terdapat kavitas Atelektasis Invasi local : Nyeri dada Dispnea karena efusi pleura Invasi ke pericardium, terjadi temponade atau aritmia Sindrom vena cava superior Sindrom horner Suara serak, karena penekanan pada nervus laryngeal recurrent Sindrom pancoast, karena invasi pada pleksus brakialis dan saraf simpatis servikalis Gejala penyakit metastase : Pada tulang, hati, otak, adrenal Limfadenopati servikal dan supraklavikula Sindrom paraneoplastik : terdapat pada 10% kanker paru dengan gejala : Sistemik : penurunan berat badan, anoreksia, demam Hematologi :leukositosis, anemia, hioerkoagulasi Hipertrofi osteoatropati Neuroloik : dementia, ataksia, tremor, neuropati perifer Neuromiopati Endokrin : sekresi berlebihan hormone paratiroid (hiperkalsemia) Dermatologik : eritema multiform, hyperkeratosis, jari tabuh Renal : syndrom of inappropriate andiuretic hormone (SIADH) Asimtomatik dengan kelainan radiologis Sering terdapat pada perokok dengan PPOK yang terdeteksi secara radiologis Kelaian berupa nodul soliterManifestasi klinik : Batuk : gejala paling sering karsinoma paru, umumnya batuk kering iritatif, tanpa sputum atau sedikit sputum mukoid putih. Batuk sering kali dikarenakan tumor mengenai berbagai percabangan bronkus. Hemoptisis : gejala paling khas karsinoma paru, umumnya sputum berserat darah atau bernoda darah. Hemoptisis disebabkan kanker menginvasi kapiler mukosa bronchial, sering bercampur dengan sel ganas yang terlepas, angka positif pemeriksaan sitologi sputum tinggi. Dada penuh, sakit : stadium dini hanya tampil sebagai dada terasa penuh ringan. Ketika kanker mengenai pleura parietal atau langsung menginvasi dinding torax, dapat timbul nyeri menetap di lokasi tersebut. Dispnea : tumor menyumbat bronkus menimbulkan pneumonia obstruktif atau atelektasis merupakan salah satu sebab terjadinya napas pendek pasien karsinoma paru. Derajat dispnea bervariasi menurut lingkup obstruksi. Penyebaran karsinoma paru ke pleura menimbulkan efusi pleural maligna juga peyebab dispnea. Demam : pneumonia obstruktif merupakan sebab utama demam pada karsinoma paru. Kekhasan demam adalah berkepanjangan intermiten. Selain itu demam dapat disebabkan oleh toksin kanker atau metastasis sumsum tulang. Gejala sistemik non spesifik : anoreksia, penurunan berat badan, kakeksia (kurus kering) pasa stadium lanjut.

PenemuanPengenalan awal penyakit ini sulit dilakukan bila hanya berdasarkan keluhan saja. Biasanya keluhan ringan terjadi pada mereka yang masih dalam stage dini yaitu stage I dan II. Data di Indonesia maupun laporan negara maju kebanyakan kasus kanker paru terdiagnosis ketika penyakit telah berada pada stage lanjut (stage III dan IV). Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk pengenalan awal ini, selain pemeriksaan klinis adalah pemeriksaan foto toraks dan/atau pemeriksaan sitologi sputum. Pada foto toraks dapat ditemukan gambaran tumor dengan tepi yang tidak rata dan penarikan pleura dan bahkan destruksi tulang Kemajuan di bidang teknologi endoskopi autoflouresensi telah terbukti dapat mendeteksi lesi prakanker maupun lesi kanker yang berlokasi sentral. Perubahan yang ditemukan pada mukosa bronkus pada lesi keganasan stadium dini sulit dilihat dengan bronkoskop konvensional. Hal itu dapat diatasi dengan bronkoskop autoflouresensi karena dapat mendeteksi lesi karsinoma in situ yang mungkin terlihat normal dengan bronkoskop biasa. dinding dada. Tidak jarang ditemukan gambaran efusi pleura masif sehingga tumor tidak terlihat. Sitologi sputum akan memberikan hasil positif jika tumor ada dibagian sentral atau intrabronkus. Gambar 1. Algoritme Kanker ParuJenis-jenis Kanker Paru11. Kanker paru jenis karsinoma sel kecil (KPKSK = SCLC) merupakan 20% dari seluruh kanker paru, bersifat lebih agresif tetapi sangat responsif dengan pengobatan terutama kemoterapi dan radioterapi.1. Neuroendokrin tumor2. Tumbuh cepat3. Metastase ke mediastinum, toraks, dan ekstra toraks.4. Dapat menyempitkan bronki (kompresi)5. Dapat menyebabkan serak (paralisis dari nervus laryngeal)6. Tidak diindikasikan untuk tindakan operatif kecuali pada stase tertentu7. Prognosis buruk2. Kanker paru jenis karsinoma bukan sel kecil (KBKBSK= NSCLC) yang terbanyak yaitu sekitar 80% dari kanker paru-paru. Ada beberapa jenis KPKBSK yang dapat dikenali diantaranya: Karsinoma epidermoid (disebut juga karsinoma sel skuamosa) 30-35% dari pasien kanker paru Berasal dari epitel bronchial Sering ditemukan kavitas (sering menyebabkan diagnosis menjadi TBC) Tumbuh lambat, metastase jarang terjadi Paling sering pada pria, dan sangat berhubungan dengan rokok. Tumbuh di atau dekat hilus Adenokarsinoma, Terutama mengenai wanita, bukan perokok,