Makalah Aqidah Akhlak

download Makalah Aqidah Akhlak

of 21

Embed Size (px)

Transcript of Makalah Aqidah Akhlak

TUGAS MAKALAH AQIDAH AKHLAKSEMESTER VI

Kelompok 1Ririn Apriyanti (12030072)Windy Meilani Putri (12030087)Arvina Frida Karela(12030090)

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNGTAHUN AJARAN 2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT, yang Maha menentukan setiap detail takdir sekaligus menetapkan segala hikmah disebaliknya. Semata-mata demi kebaikan dan keadilan pada hamba-hamba-Nya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada manusia terbaik sepanjang sejarah manusia, sang khatamul anbiya, Muhammad Al-Musthafa, beserta keluarga, sahabat dan seluruh umat yang senantiasa istiqamah menapaki risalahnya yang paripurna, hingga akhir zaman.Bersyukurlah, sepahit apapun kondisi kami, masih selalu diberikan kesempatan dan kesehatan untuk mengerjakan dan menyelesaikan penulisan tugas makalah ini.Dapat kami selesaikan makalah ini tentunya tidak lepas dari dukungan berbagi pihak terutama Dosen pembimbing mata kuliah Aqidah Akhlak, oleh karena itu kami mengucapkan banyak terima kasih atas bimbingannya.Akhirnya, besar harapan kami agar makalah ini dapat bermanfaat memberikan informasi, gambaran, dan dapat berguna bagi pembelajaran di dunia. Amin ya rabbal alamin.

Pringsewu, 1 Maret 2015 Kelompok 1

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL iKATA PENGANTAR iiDAFTAR ISI iiiBAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Masalah 11.2 Rumusan Masalah 21.3 Metode Pengumpulan Data 21.4 Tujuan 2BAB IIPEMBAHASAN 2.1 Sumber Aqidah 32.2 Tingkatan Aqidah 102.3 Kedudukan dan Urgensi Aqidah 112.4 Fungsi Aqidah 161. 2. 2.1. 2.2. 2.3. BAB III PENUTUP3.1 Kesimpulan 17DAFTAR PUSTAKA 18

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang MasalahSebagai seorang yang beragama Islam wajiblah memiliki aqidah yang kuat. Untuk memiliki aqidah yang kuat sebagai seorang muslim maka yang harus dilakukan adalah mempelajari lebih dalam tentang aqidah akhlak.Pengertian Aqidah itu sendiri secara etimologi berasal dari kata aqada-yaqidu-aqdan yang berarti simpul, ikatan, dan perjanjian yang kokoh dan kuat. Setelah terbentuk menjadi aqidatan (aqidah) berarti kepercayaan atau keyakinan. Kaitan antara aqdan dan aqidatan adalah bahwa keyakinan itu tersimpul dan tertambat dengan kokoh dalam hati, bersifat mengikat dan mengandung perjanjian. Makna aqidah secara etimologi ini akan lebih jelas apabila dikaitkan dengan pengertian terminologinya, seperti yang diungkapkan Hasan Al-Banna dalam MajmuAr-Rasaail :aqaid (bentuk jamak dari aqidah) adalah beberapa perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati, mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi keyakinan yang tidak tercampur sedikitpun dengan keragu-raguan. (dalam Azra Azyumardi dkk, 2002 : 115)Dari pengertian aqidah di atas belumlah cukup untuk menjadikan aqidah kita kuat sebagai seorang muslim. Maka disini penulis akan menyajikan makalah yang membahas seputar aqidah yaitu mengenai sumber-sumber aqidah, tingkatan aqidah, fungsi aqidah, serta kedudukan dan urgensi aqidah. Harapannya makalah ini dapat menambah pengetahuan dan dapat memperkuat aqidah kita semua sebagai seorang hamba Allah.

1.2 Rumusan MasalahAdapun permasalahan yang akan dibahas dalam proses penyusunan makalah ini adalah Aqidah Akhlak. Untuk memberikan kejelasan makna serta menghindri meluasnya pembahasan, maka dalam makalah ini permasalahnya dibatasi pada :1) Sumber Aqidah Islam2) Tingkatan Aqidah Islam3) Kedudukan dan urgensi Aqidah Islam4) Fungsi Aqidah Islam1.3 Metode Pengumpulan DataDalam penyusunan makalah ini penulis menggunakan media internet dan studi kepustakaan, dimana penulis browsing pada media internet dan mencari sumber dari berbagai buku di perpustakaan.1.4 TujuanPada dasarnya tujuan dari pembuatan makalah ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu tujuan umum dan khusus. Tujuan khusus dalam penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi kewajiban kami sebagai mahasiswa yang harus menyelesaikan salah satu tugas dari dosen pembimbing kami dalam mata kuliah Aqidah Akhlak. Adapun tujuan umum penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang Aqidah Akhlak dalam Islam sehingga dapat mengaplikasikan pada kehidupan sehari-hari, selain itu juga kami tujukan untuk semua yang membutuhkan informasi atau pengetahuan yang kami angkat dalam tema makalah ini.

BAB IIPEMBAHASAN

1. 2. 2.1 Sumber AqidahSumber-sumber Aqidah Islam adalah sebagai berikut :1. Al-QuranAl-Qurn adalah perkataan Allah yang hakiki, diturunkan kepada Rasulullah dengan proses wahyu, membacanya termasuk ibadah, disampaikan kepada kita dengan jalan mutawaatir (jumlah orang yang banyak dan tidak mungkin bersepakat untuk berbohong), dan terjaga dari penyimpangan, perubahan, penambahan dan pengurangan. Dalam hal ini Allah Iberfirman :

Artimya :Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya. (Q.S. Al-Hijr, 15 : 9)Al-Quran adalah firman Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah sholallahu alaihi wassalam melalui perantara Jibril. Di dalamnya, Allah telah menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh hamba-Nya sebagai bekal kehidupan di dunia maupun di akhirat. Ia merupakan petunjuk bagi orang-orang yang diberi petunjuk, pedoman hidup bagi orang yang beriman, dan obat bagi jiwa-jiwa yang terluka. Keagungan lainnya adalah tidak akan pernah ditemui kekurangan dan celaan di dalam Al-Quran, sebagaimana dalam firman-Nya :

Artinya :Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-Nya dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al Anam, 6 : 115)Al Imam Asy Syatibi mengatakan bahwa sesungguhnya Allah telah menurunkan syariat ini kepada Rasul-Nya yang di dalamnya terdapat penjelasan atas segala sesuatu yang dibutuhkan manusia tentang kewajiban dan peribadatan yang dipikulkan di atas pundaknya, termasuk di dalamnya perkara akidah. Allah menurunkan Al-Quran sebagai sumber hukum akidah karena Dia tahu kebutuhan manusia sebagai seorang hamba yang diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Bahkan jika dicermati, akan ditemui banyak ayat dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang akidah, baik secara tersurat maupun secara tersirat. Oleh karena itu, menjadi hal yang wajib jika kita mengetahui dan memahami akidah yang bersumber dari Al-Quran karena kitab mulia ini merupakan penjelasan langsung dari Rabb manusia, yang haq dan tidak pernah sirna ditelan masa.2. As SunnahSeperti halnya Al Quran, As Sunnah adalah satu jenis wahyu yang datang dari Allah subhanahu wataala walaupun lafadznya bukan dari Allah tetapi maknanya datang dari-Nya. Hal ini dapat diketahui dari firman Allah :

Artinya :Dan dia (Muhammad) tidak berkata berdasarkan hawa nafsu, ia tidak lain kecuali wahyu yang diwahyukan. (Q.S. An Najm, 53: 3-4)Rasulullah shalallahu alaihi wassalam juga bersabda :Tulislah, Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak keluar darinya kecuali kebenaran sambil menunjuk ke lidahnya. (Riwayat Abu Dawud)Yang menjadi persoalan kemudian adalah kebingungan yang terjadi di tengah umat karena begitu banyaknya hadits lemah yang dianggap kuat dan sebaliknya, hadits yang shohih terkadang diabaikan, bahkan tidak jarang beberapa kata mutiara yang bukan berasal dari Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dinisbatkan kepada beliau. Hal ini tidak lepas dari usaha penyimpangan yang dilakukan oleh musuh-musuh Allah untuk mendapatkan keuntungan yang sedikit. Kekuatan As Sunnah dalam menetapkan syariat, termasuk perkara akidah ditegaskan dalam banyak ayat Al-Quran, diantaranya firman Allah yang artinya :Dan apa yang diberikan Rasul kepada kalian maka terimalah dan apa yang ia larang maka tinggalkanlah. (Q.S. Al Hasyr, 15 : 7)Dan firman-Nya yang artinya :Wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul. (Q.S. An Nisaa, 4 : 59)Firman Allah tersebut menunjukkan bahwa tidak ada pilihan lain bagi seorang muslim untuk tidak menaati Al-Quran dan As Sunnah.Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa sumber aqidah islam adalah Al-Quran dan As Sunnah artinya informasi apa saja yang wajib diyakini hanya diperoleh melalui Al-Quran dan As Sunnah. Al-Quran memberikan penjelasan kepada manusiatentangsegalasesuatu. Berikut Firman Allah : . . .Artinya :...Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (Q.S. Al- Nahl, 16 : 89)Sedangkan akal fikiran bukanlah merupakan sumber aqidah, dia hanya berfungsi untuk memahami nash-nash (teks) yang terdapat dalam kedua sumber tersebut dan mencoba membuktikan secara ilmiah kebenaran yang disampaikan oleh Al-Quran dan As Sunnah (jika diperlukan). Itupun harus didasari oleh semua kesadaran bahwa kemampuan akal manusia sangat terbatas.Akal tidak akan mampu menjangkau masalah-masalah ghaib, bahkan tidak akan mampu menjangkau sesuatu yang tidak terikat dengan ruang dan waktu. Salah satu contohnya adalah akal mungkin tidak bisa menerima surga dan neraka karena tidak bisa diketahui melalui indera. Akan tetapi melalui penjelasan yang berasal dari Al-Quran dan As Sunnah maka akan dapat diketahui bahwasanya setiap manusia harus meyakininya. Oleh sebab itu akal tidak boleh dipaksa memahami hal-hal ghaib dan menjawab pertanyaan segala sesuatu tentang hal-hal ghaib. Akal hanya perlu membuktikan jujurkah atau bisakah kejujuran si pembawa berita tentang hal-hal ghaib tersebut dibuktikan secara ilmiah oleh akal fikiran.Manfaat dari meyakini Al-Quran dan As Sunnah adalah :1. Shiraathal Mustaqiim (jalan yang lurus) adalah bagi pengikut wahyu Allah seperti yang difirmankan-Nya : Artinya :Maka berpegang teguhlah kepada yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. (Q.S. Az-Zukhruf, 43 : 43)Imam Ibnu Katsir berkata pada tahsir ayat ini: Y