KONSEP IMAN Aqidah Akhlak

download KONSEP IMAN Aqidah Akhlak

of 21

  • date post

    25-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    60
  • download

    1

Embed Size (px)

description

no

Transcript of KONSEP IMAN Aqidah Akhlak

Makalah Aqidah AkhlakKonsep Iman, Fungsi Akal dan Wahyu

O L E H :Kelompok 2

Fadlan Adelin Rosa(70100112044)Muhammad Ashar(70100112034)Widya Ariati(70100112037)Qurratul Aeni(70100112048)Sri Handriani Nurung(70100112016)Rika Rafika(70100112036)

Kelas: Farmasi A

Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu KesehatanUniversitas Islam Negeri Alauddin MakassarSamata-Gowa2013-2014BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangAkal dan wahyu adalah suatu yang sangat urgen untuk manusia, dialah yang memberikan perbedaan manusia untuk mencapai derajat ketaqwaan kepada sang Kholiq, akal pun harus dibina dengan ilmu-ilmu sehingga menghasilkan budi pekerti yang sangat mulia yang menjadi dasar sumber kehidupan dan juga tujuan dari baginda Rasulullah SAW.Semua aliran juga berpegang kepada wahyu, dalam hal ini yang terdapat pada aliran tersebut adalah hanya perbedaan dalam interpretasi. Mengenai teks ayat-ayat Al-Quran dan hadits, perbedaan dalam interpretasi inilah, sebenarnya yang menimbulkan aliran-aliran yang berlainan itu tentang akal dan wahyu. Hal ini tak ubahnya sebagai hal yang terdapat dalam bidang hukum Islam atau fiqih.Di dalam al-Quran, Islam dinyatakan sebagai satu-satunya agama yang diridhoi oleh Allah SWT. Wahyu Allah sebagai sumber pokok ajaran agama Islam. Sedangkan makhluk yang paling sempurna adalah manusia yang dianugerahi akal dengan memakai kesan-kesan yang diperoleh panca indera sebagai bahan pemikiran untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan. Pengetahuan yang dibawa wahyu diyakini bersifat absolut dan mutlak benar, sedang pengetahuan yang diperoleh melalui akal bersifat relatif, mungkin benar dan mungkin salah.Oleh karena itu, timbullah permasalahan-permasalahan dari adanya dua sumber pengetahuan yang berlainan sifat ini. Pengetahuan mana yang lebih dapat dipercaya, pengetahuan melalui akal atau pengetahuan melalui wahyu?Untuk memecahkan permasalahan tersebut, penyusun akan menjelaskan mengenai iman, akal dan wahyu.

B. Rumusan Masalah1. Apakah pengertian Iman beserta makna dan hakikatnya?2. Apakah konsekuensi dari iman yang dimiliki seorang muslim?3. Apakah fungsi akal dan wahyu bagi seorang muslim?

C. TujuanTujuan penyusunan makalah yang berjudul konsep iman, fungsi akal dan wahyu agar mahasiswa dapat memahami iman secara utuh agar dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dan menggunakan akalnya agar memahami adanya Allah SWT.

BAB IIPEMBAHASANKONSEP IMANMAKNA IMANa. Definisi ImanMenurut bahasa iman berarti pembenaran dalam hati. Sedangkan menurut istilah, iman adalah membenarkan dalam hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan.Sedang iman menurut pandangan para ulama terdahulu, diantaranya adalah pendapat Imam Al-Baghawi R.A., beliau berkata :Para sahabat, Tabiin, dan para ulama sunnah mereka bersepakat bahwa amal shalih adalah bagian dari iman. Mereka berkata bahwasannya iman terdiri dari ucapan dan perbuatan serta keyakinan. Iman bertambah karena ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan.[1]Imam Abu Ubaid al-Qasim bin Sallam R.A. berkata:Pandangan ahlus sunnah yang kami ketahui adalah apa yang disampaikan oleh para ulama kita yang kami sebutkan di kitab-kitab kami, yakni bahwa iman itu meliputi kumpulan niat (keyakinan), ucapan , dan amal perbuatan. Iman itu bertingkat-tingkat, sebagian berada di atas sebagian yang lain.[2]Imam Muhammad bin al-Husain al-Ajuri R.A.,berkata :Ketahuilah , semoga Allah SWT memberi rahmat kepada kami dan anda, bahwasannya sesuatu yang diyakini oleh para ulam umat Islam adalah iman itu wajib bagi semua mahluq, yaitu membenarkan dengan hati, mengakui dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan. Ketahuilah, marifah (mengenal Allah) dengan hati dan membenarkannya tidak cukup, kecuali jika disertai dengan pengakuan lisan dan keyakinan hati; dan ucapan tidak sah , kecuali apabila dibuktikan dengan amal perbuatan. Bila ketiganya (keyakinan hati, ucapan lisan dan amal anggota badan) terpenuhi, maka ia disebut Mukmin. Kitab, Sunnah, dan ucapan para ulama salaf R.A., telah menunjukkan hal itu.[3]Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al-Baqarah: 277)1. Penjelasan Definisi ImanMembenarkan dengan hati maksudnya adalah menerima segala apa yang di bawa oleh Rasulullah Saw.Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya (Al-Hasyr: 7)Mengikrarkan dengan lisan maksudnya, mengucapkan dua kalimat syahadat, La ilaaha illallah wa anna Muhammadan Rasulullah (Tidak ada yang di sembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah).Mengamalkan dengan anggota badan maksudnya, hati mengamalkan dalam bentuk keyakinan, sedang anggota badan mengamalkannya dalam bentuk ibadah-ibadah sesuai dengan fungsinya.

Seperti dikatakan sebelumnya bahwa para ulama salaf menjadikan amal termasuk dalam pengertian iman. Dengan demikian iman itu bisa berkurang dan bertambah seiring dengan berkurang dan bertambahnya amal shalih.2. Dalil-Dalil Ulama Salafa. Firman Allah Dalam Q.S Al-Mudatsir : 31Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orng-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan? Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia. (Al-Mudatsir : 31)Maknanya, di dalamnya terdapat penetapan bertambahnya iman orang-orang mukmin, yaitu persaksian mereka akan kebenaran Nabinya berupa terbuktinya kabar beritanya sebagaimana yang tersebut dalam kitab-kitab samawi sebelumnya (Zabur, Taurut, Injil).b. Q.S Al-Anfal : 2-4Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia. (Al-Anfal : 2-4)Di dalamnya terdapat penetapan bertambahnya iman dengan mendengarkan ayat-ayat Allah bagi orang-orang yang disifati oleh Allah, yaitu mereka yang jika disebut nama Allah tergeraklah rasa takut mereka sehingga mereka menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Mereka itulah orang-orang yang bertawakkal kepada Allah. Mereka tidak mengharapkan selain-Nya, tidak menuju kecuali kepada-Nya dan tidak mengadukan hajatnya kecuali kepada Allah. Mereka itu orang-orang yang memiliki sifat selalu melaksanakan amal ibadah yang disyariatkan seperti shalat, zakat. Mereka adalah orang-orang yang benar-benar beriman, dengan tercapainya hal-hal tersebut baik dalam itiqad maupun amal perbuatan. Ketika nama-Nya disebut, keyakina mereka bertambah dengan mendengarkan ayat-ayat Allah. Mereka tidak mengharapkan kepada selain-Nya, tidak menyerahkan hati mereka kecuali pada-Nya, tidak meminta kecuali kepada-Nya. Mereka mengetahui, Dialah semata yang mengatur kerajaan-Nya tanpa ada sekutu. Mereka menjaga pelaksanaan seluruh ibadah Fardlu dengan memenuhi syarat , rukun dan sunnahnya. Mereka adalah orang yang benar-benar beriman. Allah menjanjikan derajat yang tinggi disisi-Nya, sebagaimana mereka mendapat pahala dan ampunannya.c. Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah R.A, ia berkata bahwasannya Rasulullah bersabda,Iman itu tujuh puluh cabang lebih atau enam puluh cabang lebih yang paling utama adalah ucapan La ilaaha illallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan rintangan (kotoran) dari tengah jalan, sedang malu itu (juga ) salah satu cabang dari iman. (HR. Muslim)Hadits ini menjelaskan bahwa iman itu terdiri dari cabang-cabang yang bermacam-macam, dan setiap cabang adalah bagian dari iman yang keutamaannya berbeda-beda, yang paling tinggi dan paling utama adalah ucapan Laa ilaaha illallah kemudian cabang-cabang sesudahnya secara berurutan dalam nilai dan fadilahnyasampai pada cabang yang terakhir yaitu menyingkirkan rintangan dan gangguan dari tengah jalan. Adapun cabang-cabang antara keduanya adalah shalat, zakat, puasa, haji dan amalan-amalan hati seperti malu, tawakkal, khassyah (takut kepada Allah), dan sebagainya, yang kesemuanya itu dinamakan iman.Diantara cabang-cabang ini ada yang bisa membuat hilangnya iman manakala ia ditingalkan menurut ijma ulama, seperti dua kalimat syahadat. Ada pula yang tidak sampai menghilangkan iman menurut ijma ulama, manakala ia ditinggalkan seperti menyingkirkan rintangan an gangguan dari tengah jalan.Sejalan dengan pengamalan cabang-cabang iman itu, baik dari segi kuntitas maupun kualitasnya, maka iman bisa bertambah dan bisa berkurang.1. Sabda Rasulullah SAW, riwayat Abu Said al-Khudri R.A, ia berkata, Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda,Siapa yang melihat kemungkaran di antara