MAKALAH

download MAKALAH

of 29

  • date post

    30-Oct-2014
  • Category

    Documents

  • view

    83
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of MAKALAH

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN PROMOSI DAN PERIZINAN PENANAMAN MODAL DAERAH ( BP3MD ) PROVINSI SUMATERA SELATAN

THE INFLUENCE OF LEADERSHIP STYLE AND COMMUNICATION EFFECTIVITY TO THE EMPLOYEE PERFORMANCE OF BADAN PROMOSI DAN PERIZINAN PENANAMAN MODAL DAERAH ( BP3MD ) PROVINCE OF SOUTH SUMATERA

Artikel Publikasi Ilmiah OLEH Frecilia Nanda Melvani 51081001004 frecilia_melvani@yahoo.com Dosen Pembimbing : Dr. Hj. Zunaidah, S.E, M.Si Drs. H. Supardi A. Bakrie, M.P.A

UNIVERSITAS SRIWIJAYA FAKULTAS EKONOMI 2012

1

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Efektivitas Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai Badan Promosi Dan Perizinan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) Provinsi Sumatera Selatan ABSTRAKSI Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan dan efektivitas komunikasi terhadap kinerja pegawai Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) Provinsi Sumatera Selatan. Jumlah anggota populasi adalah 60 orang. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode sensus atau complete enumeration. Data yang diambil dalam penelitian ini yaitu, menggunakan jenis data kualitatif dan kuantitatif. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dibagikan kepada responden untuk mencari data yang berhubungan dengan penelitian ini. Metode analisis data yang digunakan adalah sebagai berikut : Analisis Kuantitatif dan Analisis Kualitatif. Analisis Kuantitatif menggunakan metode analisis "Regresi Berganda" untuk mengukur pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu kinerja pegawai sebagai variabel dependent (Y) dan gaya kepemimpinan dan efektivitas komunikasi sebagai variabel independent (X). Hipotesis pertama penelitian ini yang menyatakan bahwa Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan dan positif secara parsial terhadap kinerja BP3MD Provinsi Sumatera Selatan dapat diterima. Berdasarkan hasil pengujian empiris variabel gaya kepemimpinan memiliki nilai koefisien sebesar 0.658 dengan nilai t hitung 2.206 serta nilai signifikansi 0.031. Hipotesis kedua penelitian ini yang menyatakan bahwa efektivitas komunikasi tidak berpengaruh signifikan dan positif secara parsial terhadap kinerja BP3MD tidak dapat diterima. Berdasarkan hasil pengujian empiris variabel efektivitas komunikasi memiliki nilai koefisien sebesar 0.048 dengan nilai t hitung 0.286 serta nilai signifikansi 0.776. Sedangkan variabel yang dominan mempengaruhi kinerja BP3MD adalah variabel gaya kepemimpinan dengan nilai signifikansi tertinggi dari nilai koefisien regresi lainnya. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Efektivitas Komunikasi, Kinerja Pegawai

2

The Influence of Leadership Style and Communication Effectivity To The Employee Performance Of Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) Province Of South Sumatera ABSTRACT The purpose of this study was to determine how much the influence of leadership style and communication effectivity to the employee performance of Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) Province Of South Sumatera. The number of members of the population is 60 people. Therefore, this study uses census or complete enumeration method, or the study did not use samples, so sampling is not required. Data taken in this study is, using qualitative and quantitative data types. Research instrument in this study is a questionnaire which was distributed to the respondents to search the data related to this research. Data analysis methods used are as follows: Analysis of Quantitative and Qualitative Analysis. Quantitative analysis using the method of analysis "Multiple Regression" to measure the effect of independent variables on the dependent variable the performance of an employee as a dependent variable (Y) and the leadership style and communication effectivity as the independent variable (X). The first hypothesis of this study which states that the style of leadership and a positive significant effect on the performance of partially BP3MD Province of South Sumatra can be accepted. Based on the results of an empirical test of leadership style variable has a value of coefficient of 0.658 with the value t count 2.206 and 0.031 the value of significance. The second hypothesis of this study which states that the communication effectivity is significant and positive effect on the performance of partially BP3MD can not be accepted. Based on the results of empirical testing the communication effectivity variables have a coefficient value of 0048 to the value t count 0286 and 0776 the value of significance. While the dominant variables affecting the performance of BP3MD is the leadership style variables with a significance value (p = 0.031 and b = 0.658), the highest of the other regression coefficients. Keywords: Leadership Style, Communication Effectivity, Employee Performance

3

I.

PENDAHULUAN Masalah sumber daya manusia saat ini masih tetap menjadi pusat

Latar Belakang perhatian dan tumpuhan bagi suatu organisasi atau perusahaan untuk dapat bertahan di era globalisasi yang diiringi dengan tingkat persaingan yang semakin ketat. Sumber daya manusia mempunyai peran utama dalam setiap kegiatan organisasi atau perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan kunci pokok yang harus diperhatikan dengan segala kebutuhannya. Menurut Werther (2002:5) yang menyatakan bahwa kunci memenangkan persaingan global terletak pada kinerja organisasi termasuk didalamnya peran swasta. Pertumbuhan dan perkembangan konsep-konsep manajemen dari masa kemasa selalu berupaya untuk dapat memaksimalkan keluaran dan mengoptimasikan hasil. Bahkan pada saat ini perkembangan manajemen semakin canggih dan serba otomatis serta serba komputerisasi. Guna mengantisipasi hal tersebut, sumber daya manusia menjadi perhatian utama yang memerlukan pengelolaan yang serius dan didukung dengan sistem manajemen yang baik Sumber daya manusia mempengaruhi kinerja dalam organisasi pemerintahan dimana peran sumber daya manusia yang berkualitas dalam rangka kinerja pegawai merupakan faktor yang sangat penting. Kinerja pegawai tidak hanya ditentukan dengan menggunakan sistem teknologi canggih, tetapi pendekatan pada perilaku dan sikap mental seorang pegawai adalah sangat menentukan dan sangat mendukung untuk mencapai suatu prestasi. Begitu juga kinerja pegawai dapat dilihat bagaimana kuantitas dan kualitas output, efektif, efisien serta menimbulkan kepuasan kerja bagi kerja pegawai.

4

Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Daerah Provinsi Sumatera Selatan sebagai salah satu instansi pemerintah yang selanjutnya disingkat BP3MD bertugas membantu Gubernur dalam menyelenggarakan pemerintahan di bidang promosi dan perizinan penanaman modal daerah. Suatu organisasi apapun bentuknya, baik pemerintah maupun swasta, akan membutuhkan pimpinan yang akan membawa organisasi mencapai tujuannya. Pimpinan suatu organisasi sangat dibutuhkan, dengan demikian kepemimpinan seorang pemimpin di dalam suatu organisasi harus terwujud, sebab kepemimpinan adalah kemampuan seseorang (pemimpin atau leader) untuk mempengaruhi orang yang dipimpinnya atau pengikutnya sehingga orang tersebut bertingkah laku sebagaimana dikehendaki oleh pemimpin tersebut. Begitu juga dengan komunikasi, dalam organisasi pemerintahan peran komunikasi sangat penting. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa dengan komunikasi yang baik, maka suatu organisasi dapat dikatakan berjalan dengan baik, lancar, dan sukses. Sebaliknya tanpa adanya komunikasi yang baik maka suatu organisasi akan kacau dan semrawut. Oleh karena itu manajemen yang efisien sangat tergantung pada komunikasi dan memfokuskannya melalui interaksi antara atasan dan bawahan. Komunikasi sangat penting bagi semua organisasi sehingga para pimpinannya harus memahami dan mampu berkomunikasi dengan baik. Menurut Ayu dan Agus S. (2008) Kepemimpinan adalah suatu proses dimana seseorang dapat menjadi pemimpin (leader) melalui aktivitas yang terus menerus sehingga dapat mempengaruhi yang dipimpinnya dalam rangka untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Diantara indikator-indikator penentu kepuasan kerja dan prestasi kerja, gaya kepemimpinan dipandang sebagai salah satu prediktor penting. Kesuksesan organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran tergantung pada manajer dan gaya kepemimpinannya. Gaya Kepemimpinan merupakan suatu model

5

kepemimpinan

dimana

pemimpin

memiliki

kemampuan

untuk

mempengaruhi suatu kelompok demi pencapaian tujuan. Faktor kepemimpinan dari atasan dapat memberikan pengayoman dan bimbingan kepada pegawai dalam menghadapi tugas dan lingkungan kerja yang baru. Pemimpin yang baik akan mampu menularkan optimisme dan pengetahuan yang dimilikinya agar pegawai yang menjadi bawahannya dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik. Dalam melaksanakan pekerjaan, pegawai tidak lepas dari komunikasi dengan sesama rekan kerja, dengan atasan dan dengan bawahan. Komunikasi yang baik dapat menjadi sarana yang tepat dalam meningkatkan kinerja pegawai. Melalui komunikasi, pegawai dapat meminta petunjuk kepada atasan mengenai pelaksanaan kerja melalui komunikasi juga pegawai dapat saling bekerja sama satu sama lain. Dari survey awal di bidang gaya kepemimpinan pada lingkungan BP3MD dijumpai masalah sebagai berikut: 1. Pemimpin tidak responsif. Artinya pemimpin tersebut kurang tanggap terhadap setiap persoalan, kebutuhan, maupun harapan dari bawahnnya. Selain itu, pemimpin kurang aktif dan proaktif dalam mencari solusi dari setiap permasalahan ataupun tantangan yang dihadapi. 2. Pemimpin lebih menekankan kepada pelaksanaan tugas daripada pembinaan dan pengembangan bawahan.

3. Pemimpin tidak memberlakukan punishment secara tegas dan efektifterhadap bawahan yang melakukan kesalahan dalam melaksanakan tugas. Di bidang komunikasi, penulis menjumpai masalah sebagai