M3-Makalah Kewarganegaraan Anang

download M3-Makalah Kewarganegaraan Anang

of 27

  • date post

    14-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    32
  • download

    0

Embed Size (px)

description

XXX

Transcript of M3-Makalah Kewarganegaraan Anang

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Berbicara mengenai upaya mewujudkan satu kesatuan sosial budaya pada umumnya akan menyinggung tentang masalah mental. Sepertinya masalah mental telah menjadi akar dari segala permasalahan yang muncul dari pelaksanaan upaya mewujudkan satu kesatuan sosial budaya yang telah ada sekarang ini. Masih banyak diantara kita yang tidak mempunyai mental yang siap dan menerima segala jenis kebudayaan yang berkembang pesat saat saat ini sehingga terjadilah suata kejenjangan atau kurangnya pemahaman tentang budaya sosial itu sendiri. Masalah-masalah sosial budaya yang sering menjadi topik pembicaraan berbagai kalangan yang berkompeten adalah masalah sekitar budaya yang menyimpang dan tidak sesuai dengan leluhur kita. Sehingga dibutuhkan suatu kesiapan mental masyarakat dalam mewujudkan satu kesatuan sosial budaya di Indonesia ini.Tulisan ini mencoba untuk mendekati melalui pendekatan sistemik. Mulai dari pengenalan terhadap gaya hidup masyarakat,tingkah laku masyarakat dan mental masyarakat dalam mewujudkan satu kesatuan sosial budaya.1.2 Rumusan Masalah

Dari berbagai uraian sebagaimana diatas, dapat dirumuskan permasalahan sebagaimana berikut:

1. Apa pengertian dari mental,masyarakat,sosial dan budaya2. Mengapa sikap mental sangat berpengaruh terhadap Kesatuan sosial buday3. Bagaimana cara agar masyarakat bisa memiliki mental yang bisa menerima satu kesatuan sosial budaya

4. Seberapa penting kesatuan sosial budaya dalam kehidupan sehari hari?

1.3 Tujuan Penulisan

Penulisan makalah ini memiliki tujuan sebagai berikut:

1. Agar mahasiswa dapat mengetahui seberapa penting mempersiapakan mental masyarakat2. Agar mahasiswa dapat mengetahui dan mengkaji upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam memepersiapakan sikap mental masyarakat dalam upaya mewujudkan satau kesatuan sosial budaya3. Agar mahasiswa mampu mengembangkan sikap mental dalam mewujudkan satu kesatuan sosial budaya4. Agar mahasiswa mampu memberikan contoh yang baik dalam kehidupan bermasyarakat5. Agar mahasiswa sadar bahwa satu kesatuan sosial budaya itu sangat penting dalam kehidupan sehari-hari1.4 Metode Penulisan

(1) Jenis Penulisan

Penulisan Makalah ini merupakan penulisan ilmiah yang berdasarkan pada kepustakaan, dimana data yang digunakan bersifat sekunder yang ditinjau dari beberapa literature kepustakaan.(2) Jenis Data

Karena merupakan penulisan ilmiah yang berdasarkan pada kepustakaan, maka data yang dipergunakan dalam penyusunan makalah ini adalah data sekunder yang sebelumnya sudah ditinjau oleh beberapa kepustakaan, seperti:

1) Sumber data primer2) Sumber data sekunder yakni beberapa kepustakaan yang memberikan penjelasan mengenai permasalahaan yang saya kaji dalam masalah ini, termasuk juga pengambilan beberapa informasi dari internet.(3) Metode Pengumpulan Data

Untuk dapat mengumpulkan data yang diperlukan dalam penyusunan makalah ini digunakan metode studi kepustakaan termasuk juga studi kepustakaan elektronik, seperti halnya internet. Data yang diperoleh kemudian disusun dalam bentuk kerangka sistematis yang memudahkan untuk dilakukan analisis data.

(4) Metode Analisa Data

Data yang telah disusun secara sistematis berupa keraangka dasar kemudian dianalisis sehingga diperoleh suatu relasi yang cukup erat kaitannya antara sikap mental dengan upaya mewujudkan satu kesatuan sosial budaya.1.5 Sistematika Penulisan

BAB I tentang Pendahuluan yang menguraikan sedikit Latar Belakang, rumusan Masalah, tujuan Penulisan, Metode Penulisan, dan Sistematika Penulisan.

BAB II tentang Pembahasan yang menguraikan sedikit mengenai Pengertian Mental,Masyarakat,Sosial dan Budaya,Kesatuan Sosial Budaya, Mendefinisikan Faktor-Faktor Mental, Dampak perubahan sosial budaya dalam masyarakat, Pentingnya mempunyai sikap mental dalam upaya mewujudkan satu kesatuan sosial budayaBAB III tentang Penutup yang menguraikan sedikit Kesimpulan.

BAB IIPEMBAHASAN2.1 Pengertian Mental, Masyarakat, Sosial dan Budaya

Mental adalah gagasan dan proses pikiran. Berpikir memungkinkan seseorang untuk merepresentasikan dunia sebagai model dan memberikan perlakuan terhadapnya secara efektif sesuai dengan tujuan, rencana, dan keinginan. Kata yang merujuk pada konsep dan proses yang sama diantaranya kognisi, pemahaman, kesadaran, gagasan, dan imajinasi. Berpikir melibatkan manipulasi otak terhadap informasi, seperti saat kita membentuk konsep, terlibat dalam pemecahan masalah, melakukan penalaran, dan membuat keputusan. Berpikir adalah fungsi kognitif tingkat tinggi dan analisis proses berpikir menjadi bagian dari psikologi kognitif.

Mekanisme dasar dari sel otak manusia merefleksikan proses pencocokan pola atau pengenalan pola. Saat seseorang melakukan refleksi, situasi baru dan pengalaman baru dinilai berdasarkan apa yang diingat. Untuk membuat penilaian ini, pikiran mempertahankan pengalaman saat ini dan mengurutkan pengalaman masa lalu yang relevan. Hal tersebut dilakukan dengan mempertahankan agar pengalaman kini dan masa lalu sebagai pengalaman yang terpisah. Pikiran dapat mencampur, mencocokkan, menggabungkan, menukar, dan mengurutkan konsep-konsep, persepsi, dan pengalaman. Proses ini disebut penalaran. Logika adalah ilmu tentang penalaran. Kesadaran akan proses penalaran ini adalah jalan masuk kedalam kesadaran.

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana dimana dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan. Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional. Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara.

Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.Ilmu sosial atau ilmu pengetahuan sosial adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia, termasuk metoda kuantitatif dan kualitatif. Istilah ini juga termasuk menggambarkan penelitian dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku dan interaksi manusia di masa kini dan masa lalu. Berbeda dengan ilmu sosial secara umum, IPS tidak memusatkan diri pada satu topik secara mendalam melainkan memberikan tinjauan yang luas terhadap masyarakat. Ilmu sosial dalam mempelajari aspek-aspek masyarakat secara subjektif, inter-subjektif, dan objektif atau struktural, sebelumnya dianggap kurang ilmiah bila dibanding dengan ilmu alam. Namun sekarang, beberapa bagian dari ilmu sosial telah banyak menggunakan metoda kuantitatif. Demikian pula, pendekatan interdisiplin dan lintas-disiplin dalam penelitian sosial terhadap perilaku manusia serta faktor sosial dan lingkungan yang mempengaruhinya telah membuat banyak peneliti ilmu alam tertarik pada beberapa aspek dalam metodologi ilmu sosial, Penggunaan metoda kuantitatif dan kualitatif telah makin banyak diintegrasikan dalam studi tentang tindakan manusia serta implikasi dan konsekuensinya.Sosial dapat berarti kemasyarakatan.

struktur sosial - urutan derajat kelas sosial dalam masyarakat mulai dari terendah sampai tertinggi. Contoh: kasta.

diferensiasi sosial - suatu sistem kelas sosial dengan sistem linear atau tanpa membeda-bedakan tinggi-rendahnya kelas sosial itu sendiri. Contoh: agama.

integrasi sosial - pembauran dalam masyarakat, bisa berbentuk asimilasi, akulturasi, kerjasama, maupun akomodasiBudaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis