Kinematika Dan Dinamika - Rahmad Binsar

download Kinematika Dan Dinamika - Rahmad Binsar

of 18

  • date post

    21-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    208
  • download

    50

Embed Size (px)

description

presentasi

Transcript of Kinematika Dan Dinamika - Rahmad Binsar

KINEMATIKA DAN DINAMIKA

oleh :Rahmad Ikhtiar NIM.120421010Binsar M T Pakpahan NIM. 120421008

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN EKSTENSIDEPARTEMEN TEKNIK MESINFAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARAMEDAN2012

Kinematika Dinamika

Kinematika Dinamika

Bab 9 dan Bab 10 9.1 Mekanisme Balok jalan Watt, dengan poligon kecepatan

Kinematika Dinamika

Kinematika Dinamika

Kinematika Dinamika

Kinematika Dinamika

Kinematika Dinamika

9.2 Mekanisme Penyerut Termodifikasi

Diagaram dan Poligon Kecepatannya

Kinematika Dinamika

Kinematika Dinamika

Kinematika Dinamika

Kinematika Dinamika

MEKANISME-MEKANISME EKUIVALEN

Kinematika Dinamika

Kinematika Dinamika

Kinematika Dinamika

Kinematika Dinamika

Kinematika Dinamika

Kinematika Dinamika

Persamaan - persamaan untuk menyelesaikan diagram kecepataan tersebut adalah A A = (1)Persamaan di titik B A B = A A (2)Persamaan dari hubungan antara percepatan di titik x dan di titik B, A x = A B (3)Substitusikan harga AB dari pers. 2 ke dalam pers.3:

A x = (A A ) (4)

Persamaan dari hubungan percepatan dititk x dan di titik D, A x = A D (5) Pers.4 dan 5 dapat di samakan dengan

(A A ) = A D (6)

Dari pers. 6 di dapat, A A (Vektor tegak lurus ke garis B A ) = (Vektor tegak lurus ke garis x D) (7)

Percepatan di titik C, A c = A D A c = A D (8)

Percepatan di titik B, A B = A C A B = A A (9) Persamaaan dititik D, A D = A C (10) A D = A B (11)

Persamaan dari hubungan percepatan dititk x dan di titik D, A x = A D (5) Pers.4 dan 5 dapat di samakan dengan

(A A ) = A D (6)

Dari pers. 6 di dapat,

A A (Vektor tegak lurus ke garis B A ) = (Vektor tegak lurus ke garis x D) (7)

Percepatan di titik C, A c = A D A c = A D (8)

Percepatan di titik B, A B = A C A B = A A (9)

Persamaaan dititik D, A D = A C (10) A D = A B (11)

Persamaan - persamaan untuk menyelesaikan diagram kecepataan tersebut adalah A = A = (1)

Hubungan percepatan 2 titik yang berhimpit dan di peroleh A = A A 2 (2)

Persamaan dari titk bantu x, A x = A (3)

Substitusikan pers. 2 ke dalam pers. 3

A = A A 2(V (4)

Substitusikan pers. 4 ke dalam pers. 3 A x = [A A 2(V] x (5)

Sederhanakan pers. 5 A x = A 2(V (Vektor pararel ke penghubung ) 4 (6)

Pers. tambahan untuk menyelesaikan per. A x adalah A x = A C (7)

Kerana A C dan dalam arah yang sama, maka A x = (Vektor yang tegak lurus ke garis x-c) (8)

Persamaan 6 dan 8 dapat di pecahkan secara simultan untuk A x, dalam penyelesaian diagram kecepatan tersebut,yaitu

A B = A x

A B = (9)

Percepatan di titik A C dan C dapat diperoleh dengan

A C = A B

Untuk menentukan percepatan relatif, perlu untuk mengetahui lintasan yang ditempuh suatu titik. Mekanisme-mekanisme yang mempunyai permukaan rol atau cam luncur, penyelesaiannya bisa agak rumit karena adanya kesulitan dalam penentuan persamaan analitis dalam lintasan gerakan relatif.

Dalam kasus-kasus semacam ini, pemakaian sebuah mekanisme ekuivalen dapat menghilangkan kesulitan dan memberikan jawaban yang diinginkan. Mekanisme ekuivalen semacam ini didefinisikan sebagai mekanisme yang memberikan gerak identik dengan bagian yang dianalisa, seperti yang ditemukan dalam mekanisme aslinya.Contoh-contoh ilustratif berikut tidak diperlukan untuk dianalisa, tetapi akan membantu memperbaiki gambaran kita mengenai sistem untuk suatu penilaian gerak yang lebih cepat.

Percepatan penghubung 4 diperoleh dari

dimana adalah titik pada peluncur (dan juga sebuah titik pada penghubung 4), dan adalah titik pada penghubung 2 yang berippit dengan . Harga tidak diketahui dan harga tidak diketahui. Besaran-besaran lainnya diketahui, sehingga dapat diperoleh suatu penyelesaian vektor.

Kasus I Gambar memperlihatkan penghubung 2 berputar pada suatu kecepatan sudut tertentu, sedangkan penghubung 4 bergerak dengan translasi murni. Gambar memperlihatkan suatu mekanisme ekuivalen dimana gerak penghubung 4 sesuai dengan gerakan mekanisme aslinya meskipun telah ditambahkan penghubung 3.

Kasus IIGambar 10-2a memperlihatkan modifikasi dari kasus I. Gambar 10-2b memperlihatkan mekanisme ekuivalennya.

Kasus IIIGambar memperlihatkan sebuah mekanisme dimana penghubung 4 dinaikkan dengan translasi murni oleh aksi dari penghubung 2 yang pada ujungnya berupa sebuah rol. Karena pusat rol, A, selalu berada pada suatu jarak yang tetap terhadap permukaan bawah penghubung 4, maka efek yang sama dapat diperoleh dengan mekanisme yang ditunjukkan oleh gambar

Kasus IVGambar memperlihatkan penghubung 4 dinaikkan dengan translasi murni oleh sebuah cam, penghubung 2. Jari-jari lengkungan cam adalah R. Mekanisme ekivalen ditunjukkan dalam gambar mempunyai sambungan pena pada penghubung 3 yang ditambahkan pada pusat cam dan kontaknya sejajar dengan permukaan bawah batang 4. Analisanya sama dengan kasus III.

Kasus VIGambar 10-6a adalah sebuah sistem yang dapat dibandingkan dengan sistem dalam kasus V.

Kasus VIISebuah modifikasi dari kasus VI ditunjukkan dalam gambar, dimana pusat lengkungan batang 2 diberikan di A. Mekanisme ekuivalennya dalah gambar, dimana batang 5 akan memberikan jarak yang sama antara titik A dan B.