HASIL PENELITIAN 3.1. 3.1.1. Smallanthus sonchifolius)repository.unika.ac.id/14841/4/12.70.0135...

Click here to load reader

  • date post

    02-Jan-2020
  • Category

    Documents

  • view

    5
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of HASIL PENELITIAN 3.1. 3.1.1. Smallanthus sonchifolius)repository.unika.ac.id/14841/4/12.70.0135...

  • 24

    3. HASIL PENELITIAN

    3.1. Uji Pendahuluan

    3.1.1. Hasil Isolasi Protein Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius)

    Ekstraksi dan isolasi protein Spirulina dan daun yakon dilakukan dengan menggunakan

    metode salting out. Prinsip metode salting out yaitu mengikat air yang terdapat dalam

    larutan dengan menggunakan garam secara terus-menerus sehingga tidak air lagi yang

    dapat diikat oleh protein dan protein saling terikat antar molekul. Hasil efisiensi isolat

    protein Spirulina dan daun yakon yang diperoleh dengan menggunakan metode salting

    out dapat dilihat pada tabel 3, dan perhitungannya dapat dilihat pada lampiran.

    Tabel 3. Efisiensi isolat protein spirulina platensis dan daun yakon

    Bahan (g) Isolat Protein (g) Isolat Protein (%)

    Spirulina 1 0,87 ± 0,046 86,67 ± 4,601

    Daun Yakon 0,8 0,08 ± 0,003 10,54 ± 0,315

    Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui 1 gram Spiruina kering memiliki isolat protein

    sebesar 0,870 gram dengan standar deviasi sebesar ± 0,046. Pada isolasi daun Yakon

    dengan berat awal 0,8 gram memiliki isolat protein sebesar 0,084 dengan standar

    deviasi ± 0,003.

    3.1.2. Hasil Analisis Proksimat

    Analisis proksimat yang dilakukan terdiri dari analisis kadar air dengan menggunakan

    metode thermogravimetri, analisis kadar lemak dengan menggunakan metode soxlet,

    analisis kadar abu dengan menggunakan metode pengabuan, dan analisis kadar protein

    dengan menggunakan metode kjeldahl. Setelah data kadar air, lemak, abu dan protein

    telah diperoleh, maka kadar karbohidrat dapat dihitung dengan perhitungan

    carbohydrate by difference. Hasil analisis proksimat sorbet buah Pisang Ambon dapat

    dilihat pada Tabel 4, perhitungan dan foto dapat dilihat pada lampiran.

  • 25

    (c) (b) (a)

    Tabel 4. Hasil analisis proksimat sorbet buah pisang

    Perlakuan Kadar Air (%) Kadar Abu (%) Kadar Lemak (%) Kadar Protein (%) Karbohidrat (%)

    SPA 80,26 ± 1.894b 0,79 ± 0,150b 0,08 ± 0.043b 0,68 ± 0.106b 18,18 ± 1,837b

    SPA I 82,51 ± 0,559ab 0,69 ± 0,082ab 0.18 ± 0.152ab 0,91 ± 0,156ab 15,71 ± 0,530ab

    SPA II 81,18 ± 1,174a 0,63 ± 0,069a 2,28 ± 0.478a 1,19 ± 0,417a 14,72 ± 0,691a

    Keterangan:

    - SPA : Sorbet pisang ambon - SPA I : Sorbet pisang ambon dengan penambahan isolat protein Spirulina 25 mg/kg BB dan

    daun yakon 50 mg/kg BB

    - SPA II : Sorbet pisang ambon dengan penambahan isolat protien Spirulina 50 mg/kg BB dan daun yakon 25 mg/kg BB

    - Semua nilai merupakan nilai rata-rata ± standar deviasi - Nilai dengan superscript yang berbeda pada satu kolom yang sama menunjukkan perbedaan

    yang nyata antar perlakuan pada tingkat kepercayaan 95% (p < 0,05) dengan menggunakan uji

    Duncan

    - Jumlah sampel tiap pengujian (N) = 3

    Berdasarkan Tabel diatas dapat diketahui antar perlakuan terdapat beda nyata. Pada

    semua analisa proksimat, pada perlakuan sorbet buah Pisang Ambon berbeda nyata

    dengan sorbet buah pisang dengan penambahan isolat protein Spirulina 50 dan dan

    Yakon 25 mg/kg BB, akan tetapi tidak berbeda nyata dengan sorbet buah pisang dengan

    penambahan isolat protein Spirulina 25 dan dan Yakon 50 mg/kg BB. Kadar protein

    pada Sorbet buah Pisang dengan penambahan isolat Protein Spirulina 50 dan daun

    Yakon 25 mg/kg BB memiliki nilai sebesar 1,194 dengan standar deviasi 0,417, hal

    tersebut tidak berbeda nyata dengan perlakuan Sorbet buah Pisang dengan penambahan

    isolat Protein Spirulina 25 dan daun Yakon 50 mg/kg BB tapi berbeda nyata dengan

    perlakuan Sorbet buah Pisang.

    Gambar 6. (a). SPA, (b). SPA I, (c). SPA II

  • 26

    3.2. Berat Badan dan Kadar Gula Darah Tikus Uji

    Pada pengujian in vivo dapat dibedakan menjadi 4 macam perlakuan berbeda yang akan

    diberikan. Pertama-tama memilih tikus yang telah berusia 2-3 bulan dan kemudian

    disuntik dengan menggunakan streptozotocin dengan dosis 45 mg/kg BB secara

    intraperitoneal. Setelah diinduksi, kemudian tikus dibiarkan selama 3 hari untuk

    meningkatkan kadar gula darah (>125 mg/dL). Setelah kadar gula darah tikus

    meningkat kemudian diberi 4 macam perlakuan berbeda, yaitu tikus yang diberi pakan

    standar (kontrol), tikus yang disonde secar oral dengan menggunakan sorbet pisang

    ambon (SPA), tikus yang disonde dengan menggunakan sorbet pisang ambon dengan

    penambahan isolat protein Spirulina 25 mg/kg BB dan daun yakon 50 mg/kg BB (SPA

    I), dan tikus yang disonde dengan menggunakan sorbet pisang ambon dengan

    penambahan isolat protein spirullina 50 mg/kg BB dan daun yakon 25 mg/kg BB (SPA

    II).

    3.2.1. Tikus yang Diberi Pakan Standar (Kontrol)

    Tikus diberi pakan standar (kontrol) selama 28 hari dengan berat pakan masing-masing

    20gram/tikus. Setiap 7 hari tikus ditimbang berat dan diukur kadar gula darah dengan

    menggunakan alat glukometer. Tikus dikatakan mengalami hiperglikemia ketika kadar

    gula darah puasa lebih dari 125 mg/dL. Hasil analisis kadar gula darah dan berat badan

    tikus dapat dilihat pada grafik 1 dan data mentah dapat dilihat pada lampiran.

    Gambar 7. Tikus yang diberi pakan standar

  • 27

    Keterangan : Hari ke-0 adalah hari pertama perlakuan sonde dimulai,

    Hari ke- 35 merupakan 7 hari setelah perlakuan sonde terakhir diberikan

    Grafik 1. Perubahan berat badan dan kadar gula darah tikus yang diberi pakan standar

  • 28

    Berdasarkan Grafik 1 dapat diketahui bahwa semua tikus mengalami kenaikan berat

    badan setiap minggunya. Akan tetapi berat badan tikus 5 mengalami penurunan selama

    14 hari, kemudian dilanjutkan dengan peningkatan berat badan secara signifikan pada

    hari ke 21. Tikus 2 pada hari ke 21 mengalami penurunan berat badan. Tikus 1 dan 2

    mengalami kenaikan berat badan secara bertahap setiap harinya. Setelah memasuki hari

    ke 35 (post-treatment) semua tikus mengalami kenaikan berat badan. Tikus 4

    mengalami kenaikan berat badan paling tinggi pada hari 35 (post-treatment).

    Berdasarkan Grafik 1 pada bagian kadar gula darah dapat dilihat trend kenaikan kadar

    gula darah paling tinggi terjadi pada tikus 3. Tikus 2, 3, dan 5 tidak mengalami

    hiperglikemia sehingga kadar gula darahnya dibawah 100 mg/dL. Tikus 4 mengalami

    hiperglikemia dan kadar gula darah turun pada hari ke 14. Tikus 1, 2, dan 4 mengalami

    penurunan kadar gula darah pada hari ke 7, sedangkan tikus 3 dan 5 mengalami

    kenaikan kadar gula darah. Kenaikan kadar gula darah paling tinggi terdapat pada tikus

    ke 3 dimana kadar gula awal 66 meningkat menjadi 572 mg/dL. Pada hari ke 14, tikus 1

    mengalami kenaikan gula darah, sedangkan tikus 3, 4, dan 5 mengalami penurunan

    kadar gula darah. Hari ke 21 hanya tikus 4 mengalami penurunan kadar gula darah,

    sedangkan tikus 1, 2, 3, dan 5 mengalami peningkatan kadar gula. Setelah memasuki

    masa post-treatment tikus 2 mengalami peningkatan kadar gula darah, sedangkan tikus

    1, 3, 4, dan 5 semakin menurun kadar gula darahnya. Hasil analisis persentase

    peningkatan berat badan dan kadar gula darah pada tikus yang diberi pakan standar

    dapat dilihat pada tabel 5.

  • 29

    Tabel 5. Persentase perubahan berat badan dan kadar gula darah tikus kontrol

    Hari

    Ke

    Perubahan Tikus Kontrol (%)

    Tikus 1 Tikus 2 Tikus 3 Tikus 4 Tikus 5

    ΔBB ΔKGD ΔBB ΔKGD ΔBB ΔKGD ΔBB ΔKGD ΔBB ΔKGD

    7 16,541 -32,773 2,721 -1,163 2,655 766,667 5,625 -3,247 -2,062 2,105

    14 14,194 76,250 1,987 4,706 19,828 -10,664 18,343 -20,805 -2,105 -3,093

    21 8,475 -26,950 1,948 2,247 15,108 7,828 3,000 -8,475 8,065 64,894

    28 16,667 27,184 15,924 -2,198 11,250 -38,838 15,049 14,815 15,423 -30,323

    35 7,143 -11,450 6,593 15,730 5,056 -72,107 9,283 -8,065 3,017 -18,519

    Keterangan : (-) Terdapat penurunan (+) Terdapat kenaikan

    Berdasarkan Tabel 5 dapat diketahui bahwa kenaikan berat badan dan kadar gula darah

    pada semua tikus fluktuatif. Persentase peningkatan berat badan terbesar terdapat pada

    tikus 3 pada hari ke 14 sebesar 19,828%. Sedangkan pada tikus 5 mengalami penurunan

    berat badan selama 14 hari masa pengujian. Pada kadar gula tikus 3 mengalami

    peningkatan sebesar 766,667% pada hari ke 7, dan kemudian terjadi penurunan kadar

    gula sebesar 10,664%. Pada hari ke 35 tikus 2 mengalami peningkatan kadar gula darah

    sebesar 15,730%, sedangkan tikus yang lain mengalami penurunan kadar gula darah

    terutama pada tikus 3 dengan penurunan kadar gula sebesar 72,107%.

    3.2.2. Tikus yang Disonde Sorbet Pisang Ambon (SPA)

    Pada perlakuan ini tikus yang mengalami hiperglikemia disonde dengan menggunakan

    sorbet pisang ambon sebanyak 3,5 ml secara oral selama 28 hari. Setiap 7 hari tikus

    ditimbang dan diukur kadar gula darahnya dengan menggunakan alat glukometer.

    Setelah 28 hari, tikus diberi pakan standar selama 7 hari (post-treatment) untuk

    mengetahui apakah terjadi kenaikan kadar gula darah atau tidak. Hasil analisis berat

    badan dan kadar gula darah tikus yang disonde sorbet pisang ambon (SPA) dapat dilihat

    pada grafik 2 dan data mentah dapat dilihat pada lampiran.

  • 30

    Keterangan : Hari ke-0 adalah hari pertama perlakuan sonde dimulai,

    Hari ke- 35 merupakan 7 hari setelah perlakuan sonde terakhir diberikan

    SPA : Sorbet pisang ambon

    Grafik 2. Perubahan berat badan dan kadar gula darah tikus yang disonde sorbet pisang

    ambon

  • 31

    Berdasarkan grafik 2 dapat diketahui bahwa pada hari ke 7 semua tikus mengalami

    peningkatan berat badan. Peningkatan paling tinggi terjadi pada tikus 2, yaitu dengan

    berat badan awal 125 gram menjadi 164 gram. Tikus 3 dan 5 menglami peningkatan

    berat badan yang tetap setiap minggu. Tikus 4 mengalami kenaikan berat badan hingga

    hari ke 7, akan tetapi berat badan tikus turun pada hari ke 14 dan 21. Hari ke 14 tikus 1,

    2, 3, dan 5 tetap menunjukan peningkatan berat badan, akan tetapi pada tikus 4 berat

    badan tikus megalami penurunan. Hal tersebut juga terjadi kembali pada hari ke 21

    dimana penurunan berat badan. Dalam perjalan ke hari 35 (post-treatment) tikus 2 mati

    dengan berat badan akhir 206 gram (hari 28), sedangkan tikus 1, 3, dan 5 tetap

    mengalami peningkatan kadar gula darah. Tikus 2 pada masa post-treatment mengalami

    penurunan kadar gula darah dari 171 gram menjadi 155 gram.

    Pada grafik 2 bagian kadar gula darah dapat diketahui bahwa semua tikus mengalami

    hiperglikemia karena kadar gula darah puasa lebih dari 125 mg/dL. Tikus 2 pada hari ke

    7 mengalami penurunan kadar gula darah paling signifikan, sedangkan tikus 4 dan 5

    kadar gula darah dibawah 125 mg/dL sehingga dapat dikatakan tikus 4 dan 5 sembuh

    dari hiperglikemia. Tikus 3 sembuh dari hiperglikemia pada hari ke 21 dengan kadar

    gula darah 124 mg/dL, sedangkan tikus ke 1 sembuh pada hari ke 28. Namun pada masa

    post-treatment tikus 1 mengalami peningkatan kadar gula darah. Hasil analisis

    persentase peningkatan berat badan dan kadar gula darah pada tikus yang diberi pakan

    standar dapat dilihat pada tabel 6.

    Tabel 6. Persentase peningkatan berat badan dan kadar gula darah tikus SPA

    Hari

    Ke

    Perubahan Tikus SPA (%)

    Tikus 1 Tikus 2 Tikus 3 Tikus 4 Tikus 5

    ΔBB ΔKGD ΔBB ΔKGD ΔBB ΔKGD ΔBB ΔKGD ΔBB ΔKGD

    7 10,484 -8,787 31,200 -65,116 22,500 -50,704 17,365 -44,767 -2,062 -50,813

    14 10,219 -33,716 12,195 -2,667 14,796 35,238 -11,735 -11,579 -2,105 4,132

    21 11,921 8,997 8,152 28,082 9,333 -12,676 -2,312 40,476 8,065 -6,349

    28 2,367 -64,444 3,518 -32,086 2,846 -24,194 1,183 -38,983 15,423 -26,271

    35 3,468 181,250 * * 5,929 9,574 -9,357 -11,111 3,017 8,046

    Keterangan : (-) Terdapat penurunan (+) Terdapat kenaikan (*) Tikus mati

  • 32

    Berdasarkan Tabel 6 dapat diketahui bahwa berat badan dan kadar gula darah pada

    semua tikus fluktuatif. Persentase kenaikan berat badan paling tinggi terdapat pada tikus

    ke 4 hari ke 21, namun pada hari ke 7 dan 14 terdapat penurunan kadar gula darah. Hal

    tersebut juga terjadi pada tikus 5 dimana terjadi penurunan berat badan pada hari ke 7

    dan 14. Persentase penurunan kadar gula darah tertinggi terdapat pada tikus 2 pada hari

    ke 7 sebesar 65,116%. Tikus ke 1 pada hari ke 35 mengalami kenaikan kadar gula yaitu

    sebesar 181,250%. Kenaikan kadar gula pada hari ke 35 juga terjadi pada tikus 3 dan 5

    yaitu sebesar 9,574% dan 8,046%.

    3.2.3. Tikus yang Disonde Sorbet Pisang Ambon Dengan Penambahan Isolat

    Protein Spirulina 25 mg/kg BB dan Daun Yakon 50 mg/kg BB (SPA I)

    Pada perlakuan ini tikus disonde dengan sorbet pisang ambon dengan penambahan

    isolat protein Spirulina 25 mg/kg BB dan daun yakon 50 mg/kg BB sebanyak 3,5

    ml/hari selama 28 hari. Tikus kemudian diukur berat badan dan kadar gula darah setiap

    7 hari. Hasil analisis berat badan dan kadar gula tikus yang disonde dengan sorbet

    pisang ambon dengan penambahan isolat protein Spirulina 25 mg/kg BB dan daun

    yakon 50 mg/kg BB (SPA 1) dapat dilihat pada grafik 3 dan data mentah dapat dilihat

    pada lampiran.

    Gambar 8. Tikus yang disonde sorbet pisang ambon dengan isolat protein spirulina 25

    mg/kg BB dan daun yakon 50 mg/kg BB

  • 33

    Keterangan : Hari ke-0 adalah hari pertama perlakuan sonde dimulai,

    Hari ke- 35 merupakan 7 hari setelah perlakuan sonde terakhir diberikan

    SPA I: Sorbet pisang ambon dengan penambahan isolat Spirulina 25 mg/kg BB dan daun

    yakon 50 mg/kg BB

    Grafik 3. Perubahan berat badan dan kadar gula darah tikus yang disonde sorbet pisang

    ambon dengan penambahan isolat Spirulina 25 mg/kg BB dan

    Daun Yakon 50 mg/kg BB

  • 34

    Berdasarkan grafik 3 dapat diketahui bahwa semua tikus mengalami kenaikan berat

    badan setiap minggunya. Akan tetapi pada tikus 4 pada hari ke 28 tidak mengalami

    kenaikan maupun penurunan berat badan. Tikus dengan kenaikan berat badan terbesar

    terdapat pada tikus 1 dan 2 dengan berat awal 138 gram dan 126 gram, ketika hari ke 35

    berat badan akhir tikus adalah 240 gram dan 232 gram.

    Berdasarkan grafik 3 dapat diketahui bahwa semua tikus mengalami keadaan

    hiperglikemia dimana kadar gula darah pada saat pada hari ke 0 lebih dari 135 mg/dL.

    Kadar gula darah tertinggi pada hari ke 0 terdapat pada tikus 2 dengan nilai 445 mg/dL.

    Tikus 3, 4, dan 5 pada hari ke 7 kadar gula darah telah normal, sedangkan pada tikus 1

    dan 2 kadar gula darah kembali normal pada harike 21 yaitu dibawah 135 mg/dL, akan

    tetapi pada hari ke 28 kadar gula darah tikus 1 dan 2 kembali meningkat melebihi batas

    kadar gula darah normal yaitu 135 mg/dL. Hasil analisis persentase peningkatan berat

    badan dan kadar gula darah pada tikus yang diberi pakan standar dapat dilihat pada tabel

    7.

    Tabel 7. Persentase peningkatan berat badan dan kadar gula darah tikus SPA I

    Hari

    Ke

    Perubahan Tikus SPA I (%)

    Tikus 1 Tikus 2 Tikus 3 Tikus 4 Tikus 5

    ΔBB ΔKGD ΔBB ΔKGD ΔBB ΔKGD ΔBB ΔKGD ΔBB ΔKGD

    7 32,609 -1,351 37,302 -56,854 11,976 -54,592 10,559 -38,164 22,400 -57,658

    14 9,290 -7,534 7,514 18,229 9,091 -19,101 8,989 -32,031 16,340 -18,085

    21 8,500 -30,370 3,226 -54,185 10,784 43,056 14,948 10,345 16,854 18,182

    28 -0,461 78,723 4,688 73,077 1,770 10,680 0,000 -5,208 3,846 18,681

    35 11,111 -27,381 15,423 -30,556 5,652 -5,263 7,623 13,187 10,185 -11,111

    Keterangan : (-) Terdapat penurunan (+) Terdapat kenaikan

    Berdasarkan Tabel 7 dapat diketahui bahwa persentase kenaikan berat badan dan kadar

    gula darah fluktuatif. Persentase kenaikan berat badan paling tinggi terdapat pada tikus

    ke 1 pada hari ke 7 yaitu sebesar 32,609%, akan tetapi pada hari ke 28 terjadi penurunan

    berat badan. Pada tikus 4 dihari ke 28 tikus tidak mengalami peningkatan maupun

    penurunan berat badan. Pada hari ke 35 semua tikus mengalami peningkatan berat

  • 35

    badan. Persentase penurunan kadar gula darah tertinggi terdapat pada tikus ke 1 pada

    hari ke 7 yaity sebesar 57,658%. Pada tikus 1 dan 2 hari ke 28 mengalami kenaikan

    kadar gula darah yang cukup tinggi yaitu 78,723% pada tikus 1 dan 73,007% pada tikus

    2. Pada hari ke 35 semua tikus mengalami penurunan kadar gula darah, akan tetpai pada

    tikus 4 mengalami kenaikan kadar gula yaitu sebesar 13,187%.

    3.2.4. Tikus yang Disonde Sorbet Pisang Ambon Dengan Penambahan Isolat

    Protein Spirulina 50 mg/kg BB dan Daun Yakon 25 mg/kg BB (SPA II)

    Pada perlakuan ini tikus disonde dengan sorbet pisang ambon dengan penambahan

    isolat protein Spirulina 50 mg/kg BB dan daun yakon 25 mg/kg BB sebanyak 3,5

    ml/hari selama 28 hari. Tikus kemudian diukur berat badan dan kadar gula darah setiap

    7 hari. Hasil analisis berat badan dan kadar gula tikus yang disonde dengan sorbet

    pisang ambon dengan penambahan isolat protein Spirulina 50 mg/kg BB dan daun

    yakon 25 mg/kg BB (SPA II) dapat dilihat pada grafik 4 dan data mentah dapat dilihat

    pada lampiran.

    Gambar 9. Tikus yang disonde sorbet pisang ambon dengan isolat protein spirulina 50

    mg/kg BB dan daun yakon 25 mg/kg BB

  • 36

    Keterangan : Hari ke-0 adalah hari pertama perlakuan sonde dimulai,

    Hari ke- 35 merupakan 7 hari setelah perlakuan sonde terakhir diberikan

    SPA I: Sorbet pisang ambon dengan penambahan isolat Spirulina 25 mg/kg BB dan daun

    yakon 50 mg/kg BB

    Grafik 4. Perubahan berat badan dan kadar gula darah tikus yang disonde sorbet pisang

    ambon dengan penambahan isolat Spirulina 50 mg/kg BB dan

    Daun Yakon 25 mg/kg BB

  • 37

    Berdasarkan grafik 4 dapat diketahui bahwa semua tikus mengalami kenaikan berat

    badan. Kenaikan tertinggi terjadi pada tikus 5 dengan berat awal yaitu 142 gram dan

    pada hari ke 35 berat akhir tikus 270 gram. Tikus 1 mengalami hal yang serupa dengan

    peningkatan berat badan secara perlahan setiap minggunya, namun mengalami

    penurunan berat badan pada hari ke 14. Pada tikus 3 pada hari ke 0 hingga hari ke 21

    mengalami peningkatan setiap minggunya, akan tetapi pada hari ke 28, tikus mengalami

    penurunan berat badan.

    Berdasarkan grafik 4 dapat diketahui bahwa hanya tikus 2 tidak mengalami

    hiperglikemia dengan nilai gula darah 116 mg/dL, sedangkan tikus 1, 3, 4, dan 5

    mengalami keadaan hiperglikemia terutama tikus 1. Pada hari ke 7 tikus 3, 4, dan 5

    kadar gula darah telah kembali normal dengan nilai kurang 135 mg/dL. Tikus 1 pada

    hari ke 7 mengalami penurunan kadar gula darah sebesar 450 mg/dL, akan tetapi kadar

    gula darah tikus 1 kembali meningkat pada hari ke 14 dengan nilai 373 mg/dL. Keadaan

    naik turun kadar gula darah tikus 1 terus berulang hingga hari ke 35 dimana kadar gula

    darah akhir sebesar 213 mg/dL. Hasil analisis persentase peningkatan berat badan dan

    kadar gula darah pada tikus yang diberi pakan standar dapat dilihat pada tabel 8.

    Tabel 8. Persentase peningkatan berat badan dan kadar gula darah tikus SPA II

    Hari

    Ke

    Perubahan Tikus SPA II (%)

    Tikus 1 Tikus 2 Tikus 3 Tikus 4 Tikus 5

    ΔBB ΔKGD ΔBB ΔKGD ΔBB ΔKGD ΔBB ΔKGD ΔBB ΔKGD

    7 55,056 -75,000 12,105 -8,621 30,769 -42,424 6,509 -79,884 32,394 -72,692

    14 -2,174 148,667 6,103 -16,981 9,244 -5,263 18,889 -2,885 12,766 -19,424

    21 11,852 -32,172 4,867 25,000 1,923 -27,778 10,280 -9,901 9,434 0,000

    28 -1,325 -41,502 1,688 -25,455 -4,151 -10,256 1,695 14,286 4,741 16,071

    35 6,711 43,919 -1,245 -2,439 11,417 17,143 10,000 -11,538 11,111 -32,308

    Keterangan : (-) Terdapat penurunan (+) Terdapat kenaikan

    Berdasarkan Tabel 8 dapat diketahui persentase kenaikan berat badan dan kadar gula

    darah fluktuatif. Persentase kenaikan berat badan tertinggi terdapat pada tikus 1 pada

    hari ke 7 yaitu sebesar 55,056%. Tikus 1 pada hari ke 14 dan 28 mengalami penurunan

  • 38

    berat badan sebesar 2,174% dn 1,325%. Tikus 2 dan 3 mengalami hal yang serupa pada

    hari ke 35 pada tikus 2 dan hari ke 28 pada tikus 3. Persentase penurunan kadar gula

    tertinggi terdapat pada terdapat pada tikus 4 yaitu sebesar 79,884% pada hari ke 7.

    Tikus 1 dan tikus 5 mengalami hal yang sama pada hari ke 7 dengan penurunan kadar

    gula yang signifikan yaitu sebesar 75% dan 72,692%. Pada hari ke 35 hanya tikus 1 dan

    3 yang mengalami peningkatan kadar gula darah.