faal kesadaran

Click here to load reader

  • date post

    01-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    89
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of faal kesadaran

Fisiologi (kesadaran, refleks, dan TIK)

Fisiologi kesadaranKesadarankesadaranDef . adalah pengetahuan penuh atas diri, lokasi, dan waktu. Kesadaran memerlukan sistem pengaktifan retikular (Reticular Activating System/RAS) yang utuh, juga berfungsinya pusat-pusat otak di korteks serebrum K E S A D A R A N

Mengacu pada kesadaran subjektif mengenai dunia luar dan,termasuk kesadaran mengenai dunia,pikiran sendiri;yaitu kesadaran mengenai pikiran,persepsi,mimpi,dan sbagainya.walaupun tingkat akhir dari kesadaran berada di korteks serebrum dan sensasi kesadaran kasar dideteksi oleh thalamus,pengalaman di alam sadar bergantung pada Integritas fungsi berbagai sisitem saraf.Bagian otak yeng mempengaruhi adalah : formatio retikularis yang berada di batang otak dan corteks serebri.Bentuk KesadaranIsi kesadaran : ditandai dg fungsi berbicara dan bahasanyaKeadaan bangun (arousal) : ditandai dg kemampuan membuka mata, baik spontan maupun stlh diberi rangsangan.Gangguan kesadaran adalah gangguan keadaan bangun tsb.Struktur yg bertanggung jwb thd kesadaran disebut ARAS/ Asending Reticular Activating System / Formatio Reticularis.Tingkat KesadaranKomposmentis : Sadar penuhApatis : acuh tak acuh, segan.Somnolen : dpt dibangunkan dgn rangsang ringan, tapi tidur lagi (letargi) 4. Sopor : Tak dpt dibangunkan. Tapi masih bereaksi thd rangsang yang kuat 5. Koma : Tak ada respon thd rangsang apapun

Konfus : bingung, dg respon psikologis yg lambat (perhatiannya < )Delirium : kesadaran menurun dengan kacau motorik ( ada periode tidur bangun, agitasi,irritable, halusinasi )Obtundasi : kesadaran turun tapi masih responsif terhadap rangsang sentuhan atau suara Kompos Mentis : kejernihan pikiran or sadarSadar penuh akan sekeliling ; orientasi baik thadap orang, tempat dan waktuKooperatifDapat mengulang bbrp angka dalam bbrp menit setelah diberitahu

Otomatisme :

Tingkah laku relatif normal (ex:mampu makan sendiri)Dpt bbicara dlm kalimat tetapi kesulitan mingat & mberi penilaian; tdk ingat peristiwa2 sblm periode hilangnya kesadaran; dpt majukan ptanyaan bulang kaliBtindak secara otomatis tanpa dapat mingat apa yg baru saja or yg telah dilakukannyaMematuhi perintah sederhanaDelirium : suatu gangguan mental akut & seketika yg diikuti dgn dgn pubahan kognitif serta memiliki pjalanan penyakit yg bfluktuasi disorientasi waktu; tempat ; & orangTidak kooperatifAgitasi, gelisah, bsifat selalu menolakSulit dibangunkanStupor : menurunnya tingkat kesadaran yg ditandai dgn subjek, hanya brespon thadap perangsangan yg sangat kuat diam, mungkin tampaknya tidurBrespon thadap rangsangan suara yg kerasTganggu oleh cahayaBrespon baik thadap rangsangan rasa sakit

Stupor dalam :

BisuSulit dibangunkan (sedikit respon thdp rangsangan nyeriBrespon thdp nyeri dgn gerakan otromatis yg tdk btujuan Koma :

Tdk sadar, tubuh flaksid Tdk brespon thdp rangsangan nyeri maupun verbalRefleks masih ada : muntah, lutut, kornea Koma irreversibel dan kematian :

Refleks hilangPupil tfiksasi dan dilatasiPnafasan dan denyut jantung bhentiKesadaran yg mencerminkan pintegrasian impuls eferen dan impuls aferenaferen = input SSPeferen = output SSPInput SSP :SpesifikNon-spesifik

Spesifik : pjalanan impuls aferen yg khas & kesadaran yg dihasilkan oleh impuls aferen yg khas jugaSpesifik :

Dari titik rangsangan titik di daerah korteks perseptif primer timbul kesadaran akan suatu modalitas perasaan yg spesifik (nyeri, plihatan, phidu, pdengaran)Non-spesifik (diffuse ascending reticular system)

Sebagian dari impuls aferen spesifik yg disalurkan melalui lintasan aferen non-spesifik

Neuron2 disubstansia retikularis media spinalis & batang otak yg msalurkan impuls aferen ke talamus, yaitu ke inti intralaminar Lintasan spesifik mhantarkan impuls dari 1 titik pd alat reseptor ke satu titik pada korteks perseptif primer Lintasan non-spesifik mhantarkan setiap impuls dari titik manapun pd tubuh ke titik2 pd seluruh korteks serebri ke-2 sisiPemeriksaan neurolgiGCS(glasgow coma scale)

compos mentis : GCS = 15 somnolen : GCS = 12-14 sopor : GCS = 8-11 coma : GCS = 3-7Penilaian kwantitatif dg Skala Koma Glasgow

Penilaian kwantitatif dg Skala Koma Glasgow

Respon thd RangsangaResponNilaiBuka mata (Eye) = Ea spontan(pasien dapat membuka matanya tanpa stimulasi) pd. Rangsang suara( ketika pasien membuka matanya saat di panggil namannya) pd. Rangsang nyeri(membuka mata dengan diberikan rangsangan nyeri dengan menekan bagian supraorbital) tidak ada respon

4

3

2

1Respon thd RangsangResponNilai2. Respon motorik menuruti perintah tunjuk tempat rangsang menarik ekstremitas fleksi abnormal ekstensi tak ada respon6543213. Respon verbal sadar penuh bisa buat kalimat kacau bisa membuat kata-kata bunyi tanpa arti tak ada respon54321Awearnes : kesadaran/pasien masih dalam kondisi komposmentis(sadar penuh)Voice : pasien dalam keadaan tidak sadar tetapi akan memberikan respon jika diberikan rangsang suaraPain: pasien dalam keadaan tidak sadar tetapi akan memberikan respon jika diberikan rangsang nyeri

Unrespon : pasien respon apapun.Penyebab penurunan tingkat kesadaranFungsi normal sistem aktivasi retikular dpt tgg oleh adany lesi struktural fokal di otak oleh proses difusi:Struktural :Infratentorial melibatkan batang otak (trauma,infark,perdarahan,tumor)Supratentorial = menekan batang otakPenyebab patologis serupa, terutama menekan hemisfer kananDifus:Penurunan substansi ketersediaan substansi yg di butuhkan untuk met.s normal otak (hipoksia,hipoglikemia)Penyakit metabolik lainny (gagal ginjal,gagal hati, hiportermia,defisiensi vitEpilepsi (mempengaruhi listrik normalnbatang otak) Inflamasi or selaput otak ( meningitis,ensefalitis)Obat2an dan toksin (opiat,antidepresan,hipnotik,alkohol)

Refleks

REFLEKS

reaksi organisme terhadap perubahan lingkungan dalam dan luar organisme yang melibatkan sistem saraf pusat (SSP) dalam memberikan jawaban (respons) terhadap rangsang pada reseptor

Lengkung Refleks30Klasifikasi Refleksby development: Innate reflexes- genetically determinedAcquired reflexes-learnedby processing site:Spinal reflexCranial reflexby motor response:Somatic reflexVisceral reflexby complexity of circuitMonosynaptic reflexPolysynaptic reflex

31Refleks dikelompokkan berdasarkan:Letak reseptorBagian saraf pusat yang terlibatCiri jawabanBawaan sejak lahir dan didapatJumlah neuron yang terlibat32Refleks berdasarkan letak reseptorEksteroseptiv: reseptor ada di permukaan tubuhInteroseptiv/visceroseptiv: reseptor pada organ dalam. Proprioseptiv: reseptor ada di otot rangka, tendo dan sendi

Refleks berdasarkan bagian saraf pusat yang terlibatRefleks spinal: melibatkan neuron di medula spinalisRefleks bulbar: melibatkan neuron di medula oblongataRefleks kortikal: melibatkan neuron di korteks serebriNote: ada refleks yang melibatkan berbagai bagian di SSP33C. Refleks bawaan sejak lahir / didapatRefleks bawaan sejak lahir/innate reflex cth: withdrawal reflex, chewing, suckling, tracking object with eyes2. Refleks didapat/acquired refleks cth: mengemudikan mobilRefleks tak bersyarat (unconditioned reflex) ciri-ciri:- bersifat khas untuk species yg sama- relatif bersifat mantap- dapat ditimbulkan jika diberi rangsangan yg adekwat34 Refleks bersyarat (conditioned reflex)Respons terhadap rangsang yg sebelumnya tdk menimbulkan respons, terbentuk dg memberikan rangsangan berpasangan, yaitu rangsang yg tdk memberikan respons (rangsang bersyarat) dan rangsang yg memberikan respons (rangsang tdk bersyarat).ciri-ciri: - bersifat individual - bersifat tidak mantap - dapat timbul oleh berbagai jenis rangsang melalui proses belajar35Percobaan Ivan Pavlovrefleks peningkatan liur lambung karena rangsangan berupa suara belSetelah berkali-kali pasangan rangsang diberikan dg pola urutan bersyarat-tdk bersyarat, bunyi bel tanpa diberikan makanan akan menimbulkan sekresi saliva (refleks bersyarat telah terbentuk).Jika rangsangan bersyarat berkali-kali diberikan tanpa rangsang tdk bersyarat, refleks bersyarat akan menurun & akhirnya menghilang (inhibisi internal).Jika setelah refleks bersyarat terbentuk, hewan coba dirangsang dg rangsang bersyarat yg sama tetapi berpasangan dg rangsang bersyarat yg lain, refleks bersyarat akan hilang (inhibisi eksternal)36D. Refleks berdasarkan jenis atau ciri jawabanRefleks motor: efektornya berupa ototRefleks sekretorik: efektornya berupa kelenjarRefleks vasomotor: efektornya berupa pembuluh darah

E. Refleks berdasarkan jumlah neuron yg terlibatRefleks monosinapsRefleks polisinaps

F. Refleks PatologisPada bayi ada refleks positif Babinski. Jika ada pd org dewasa hal ini menunjukkan adanya kelainan pd SSPRefleks Berdasarkan Jumlah NeuronMonosinaps: gerak refleks yg hanya melwati lengkung syaraf dgn satu sinaps (contoh: refleks akomodasi, refleks cahaya, refleks bersin)Polisinaps: gerak refleks yg melewati banyak sinaps sehingga antara neuron yg satu dgn yg lain dpt bersambung dan sinyal baru diterima (co: refleks patella, refleks triseps)38

Refleks polisinaps39

Refleks Polisinaps40

Stretch Reflexstimulus: stretching of musclereceptor: muscle spindle41

a. triceps reflex b. biceps reflex c. ankle jerkd. positive Babinski reflexe. negative Babinski reflexf. abdominal reflex42The abdominal & Babinski reflex may be used to evaluate the status of descending tracts in the spinal cord

Babinski sign (positive Babinski reflex) is normal for infants. In adult, Plantar flexion (negative Babinski reflex). If the higher centers or the descending tracts are damaged, the Babinski sign will reappear.

In the normal abdominal reflex, a light stroking of the skin produces a reflexive twitch in the abdominal muscles that moves the umbilicus towards the stimulus. If higher centers stop communicating with the spinal cord due to damage to the descending tracts, this reflex disappears.

43Waktu reaksi: waktu antara pemberian rangsang sampai timbul jawaban Kekuatan refleks: kekuatan jawaban refleks bergantung pada kekuatan rangsang dan lama pemberian rangsang.Tingkat Makna +4Sgt kuat,mngesankan adanya pnyakit UMN,sering disertai klonus (grkan osilasi ritmik antra fleksi &ektensi)+3Lebih kuat dr normal,ttpi tdk hrus menentukan adanya suatu pnyakit+2Rata-rata atau normal+1Sedikit berkurang0Tidak ada responTekanan Intrakranial (TIK)Pendahuluan Ruang intrakranial ditempati oleh :Jaringan otak : 1400 gDarah : 75 mlLCS : 75 mlShg menyebabkan suatu tekanan intrakranial yg normalnya 50-200 mmH2O atau 4-15 mmHg.TIK meningkat pd keadaan aktivitas sehari2, seperti pernapasan abdominal dalam,batuk,mengedan krn dapat meningkatkan aliran darah otak.Peningkatan TIK utk sementara tdk berbahaya,namun jika sifatnya menetap mengakibatkan rusaknya kehidupan jaringan otak.

46Mekanisme KompensasiNormalnya, karena tulang tengkorak tdk dpt meluas sehingga bila salah 1 dari ketiga ruangan tsb meluas,2 ruangan lainnya harus mengompensasi dgn volumenya (bila TIK msh konstan) & terbatas. Hipotesis Monro KellieJika mekanisme ini tdk efektif yaitu bila peningkatan TIK berat&menetap kematian neuronal.Beberapa mekanisme kompensasi yang mungkin antara lain cairan serebrospinal diabsorpsi dengan lebih cepat atau arteri serebral berkonstriksi menurunkan aliran darah otak.

47Salah satu hal yang penting dalam TIK adalah tekanan perfusi serebral/cerebral perfusion pressure (CPP). CPP adalah jumlah aliran darah dari sirkulasi sistemik yang diperlukan untuk memberi oksigen dan glukosa yang adekuat untuk metabolisme otak Otak yang normal memiliki kemampuan autoregulasi, yaitu kemampuan organ mempertahankan aliran darah meskipun terjadi perubahan sirkulasi arteri dan tekanan perfusi.Autoregulasi menjamin aliran darah yang konstan melalui pembuluh darah serebral dengan mengubah diameter pembuluh darah dalam merespon perubahan tekanan arteri. 48PatofisiologiJika massa intrakranial membesar, kompensasi awal adalah pemindahan cairan serebrospinal ke kanal spinal.Kemampuan otak beradaptasi terhadap meningkatnya tekanan tanpa peningkatan TIK dinamakan compliance.Ketika compliance otak berlebihan, TIK meningkat, timbul gejala klinis, dan usaha kompensasi lain untuk mengurangi tekananpun dimulai.Kompensasi kedua adalah menurunkan volume darah dalam otak. Ketika volume darah diturunkan sampai 40%,jaringan otak menjadi asidosis. Ketika 60% darah otak hilang,kompensasi ini mengubah metabolisme otak, sering mengarah pada hipoksia jaringan otak dan iskemia. 49Tahapan Peningkatan TIKStelah cedera kepala

Terjadi edema (36-48 jam)

TIK meningkat hingga 33 mmHg (450 mmH2O)

Terjadi penurunan aliran darah ke otak shg menyebabkan iskemia

50Merangsang pusat vasomotor, yaitu tekanan darah sistemik meningkat

Rangsangan thd pusat inhibisi jantung menyebabkan bradikadia&pernapasan lambat refleks Cushing (utk membantu mempertahankan aliran darah ke otak). Namun, penurunan pernapasan mengakibatkan retensi CO2&vasodilatasi otak TIK.

51Trauma otak menyebabkan :fragmentasi jaringanRusaknya sawar darah otak,VasodilatasiEdema tekanan pd jaringan TIK.

52Manifestasi KlinisPerubahan tingkat kesadaran merupakan indikator dari semua tanda TIK. Ada 3 gejala klasik :Nyeri kepala hebat akibat peregangan durameter & pembuluh darah Papiledema akibat tekanan & pembengkakan diskus optikusMuntahTanda lainnya antara lain :Frekuensi denyut nadi & pernapasanHipertemia Perubahan motorik&sensorik serta bicaraKejang

53penatalaksanaanMetode pemeriksaan radiologi CT scan kepala (utk mengevaluasi cedera kepala)Kriteria dilakukan pembedahan adalah memburuknya status neurologi dgn sangat cepat.Penanganan medis dgn memusatkan parameter fisiologik sedekat mungkin dgn keadaan normal.Tujuan penanganan medis adalah :Mempertahankan tekanan arteri rata2 (MAP) : 80 mmHgMengobati demam Mempertahankan saturasi O2 idealMenghindari hiperventilasiPenanganan TIK secara agresif

54Utk mengurangi TIK adalah dgn menginduksi drainase TIK melalui ventrikulostomi,analgesia, & sedasi.

55Terimakasih