Edit Terakhir

download Edit Terakhir

of 34

  • date post

    12-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    659
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Edit Terakhir

Pembuatan Aplikasi Pengenalan Citra Wajah Dengan Menggunakan Metode Statistikal Graylevel Coocurence Matrix (GLCM)SKRIPSI SEMINAR HASIL

Oleh : Agung Wicaksono 2006 12 044

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI (STITEK) BONTANG

2010KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, penulis panjatkan Puji dan Syukur Kehadirat ALLAH SWT karena sungguh tiada sesuatupun yang terasa berat atas petunjuk serta KehendakNya dan hanya dengan RahmatNyalah penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul : Pembuatan Aplikasi Pengenalan Citra Borland Delhpi 7 . Tugas Akhir ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan studi tingkat Strata satu (S1) di Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang, tugas akhir ini dapat terselesaikan karena banyak pihak yang membantu dan membimbing serta memberikan motivasi. Oleh Karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimah kasih kepada :1. Bapak Ansar Rizal, ST., M.Kom Selaku Ketua Sekolah Tinggi Teknologi

Wajah Dengan Metode Ekstraksi Orde Dua Menggunakan

(STITEK) Bontang sekaligus pembimbing 1 yang mengarahkan dan membimbing hingga terselesaikannya Tugas Akhir ini. 2. Bapak Masagus Muh. Yusuf, ST., M.Kom Selaku Ketua Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang.

Page 2

3. M. Farman Andrijasa, S.Kom.,M.Kom Selaku Dosen Pembimbing II yang

mengarahkan dan membimbing hingga terselesaikannya Tugas Akhir ini.4. Bapak Hari Purwadi, ST., M.Sc, Bapak Khairudin Karim, ST., MT dan Bapak

Karyo Budi Utomo, S.Kom., M.Eng Selaku Dosen Penguji Seminar Hasil yang telah memberikan sarannya. 5. Ibu Evvylia, ST Selaku Staf BAAK yang telah memberikan Data Jumlah Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang guna untuk penelitian hingga terselesaikannya Tugas Akhir ini. 6. Kedua Orang Tua dan kakak-kakakku yang selalu memberikan kasih sayang, semangat serta doa. Penulis menyadari bahwa penulisan Tugas Akhir ini masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan yang mungkin tanpa penulis sadari, untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan. Semoga apa yang telah diberikan selama ini kepada penulis dicatat sebagai amal kebajikan dan diberi balasan yang terbaik oleh Allah SWT. Demikian Tugas Akhir yang dapat penulis sajikan, semoga dapat bermanfaat bagi generasi yang akan datang. Wassalamualaikum Wr. Wb. Bontang, 13 Desember 2010

Page 3

Penulis

BAB I. PENDAHULUAN

I.1

Latar BelakangPengenalan wajah atau Face Recognition merupakan sebuah sistem

identifikasi pribadi yang menggunakan karakteristik wajah seseorang untuk mengidentifikasikan identitas seseorang sehingga dapat membedakan dengan orang yang lainnya . Namun adakalanya secara kasat mata, sangat sulit membedakan wajah seseorang dengan orang yang lain karena adanya kemiripan. Dan saat ini telah banyak metode yang digunakan untuk membuat sebuah aplikasi yang dapat membantu sebuah instansi untuk mencari seseorang dengan ciri-ciri tertentu, salah satunya yang akan di bahas di laporan ini adalah aplikasi yang menggunakan metode ekstraksi orde dua. Ekstraksi orde dua adalah proses klasifikasi dan interpretasi citra yang dilakukan dengan matriks koonkurensi, yaitu suatu matriks antara yang

merepresentasikan hubungan ketetanggaan antar piksel dalam citra pada berbagai arah orientasi dan jarak spasial. Dalam penerapan metode ini akan digunakan bahasa pemograman Borland Delpi 7.

Page 4

Delphi adalah suatu bahasa pemograman (development language) yang digunakan untuk merancang suatu aplikasi program yang berbasis grafis, jaringan maupun program .Net. Delphi 7 merupakan versi standar yang masih sering digunakan oleh para programmer dikarenakan stabilitas, kecepatan, persyaratan perangkat keras yang rendah, telah didukung untuk windows XP, dan tidak memerlukan aktivasi. Delphi 7 dapat merancang interface pengguna grafis dengan mudah dan cepat. Dengan teknik pengolahan citra, dapat memanipulasi kecerahan citra, kontras, menemukan fitur tepi, memberi efek emboss, atau mengubah citra ke modus lukisan minyak. Pengolahan citra berkaitan dengan manipulasi warna, binerisasi citra, operasi pixel demi pixel bahkan frame demi frame operasi.

I.2

Rumusan MasalahDari latar belakang tersebut diatas, dapat dirumuskan beberapa permasalahan

yang akan dijadikan dasar dalam penyusunan Tugas Akhir ini, yaitu:1. Bagaimana membangun aplikasi pengenalan citra dengan metode

ekstraksi orde 2 menggunakan Matlab.2. Bagaimana tingkat keakuratan Gray Level Coocurence Matrix dalam

proses pengenalan pola pada wajah.

I.3.

Batasan Masalah

Page 5

Untuk menghindari meluasnya pembahasan maka ruang lingkup pembahasan pada proposal Tugas Akhir ini adalah : 1. Citra yang digunakan mempunyai ukuran piksel 2. Citra inputan yang digunakan adalah citra dengan efek grayscale 3. Citra inputan dalam format bitmap 4. Metode pengolahan citra menggunakan GLCM ( Graylevel Coocurence Matrix ) 5. Pembuatan Software menggunakan Borland Delphi 7

I.4.

Tujuan dan ManfaatTujuan Penyelesaian Tugas Akhir ini bertujuan membangun aplikasi pengenalan citra dengan metode ekstraksi orde 2 menggunakan Borland Delphi 7 Manfaat Pada Penulisan ini penulis berharap dapat bermanfaat bagi penulis khususnya, dan pembaca pada umumnya. Manfaat dari pengenalan wajah diantaranya adalah untuk: 1. Pengenalan citra wajah dapat digunakan dalam bidang hukum, hiburan, keamanan dan sebagainya 2. Memperkenalkan formula matematika dan statistika dalam metode GLCM.

Page 6

I.5.

Sistematika LaporanUntuk mempermudah dan memahami Tugas Akhir ini maka perlu disuun

sistematika penulisan yang meliputi 5 pokok pembahasan:1. BAB 1 : PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang latar belakang, perumusan masalah, batasan masalah,tujuan dan manfaat serta sistematika penulisan2. BAB 2 : DASAR TEORI

Bab ini berisi tentang sekilas materi dasar tentang citra, matriks, GLCM (Graylevel Coocurence Matrix), serta Borland Delphi 7. 3. BAB 3 : METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi tentang pengurain dan deskripsi tentang tahapan pengambilan sampel citra serta tahapan proses sampel serta model perancangan aplikasi pengenalan citra wajah menggunakan metode GLCM menggunakan Borland Delphi 7. 4. BAB 4 : PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang penguraian dan pembahasan tahapan pembuatan aplikasi pengenalan citra wajah menggunakan metode GLCM dengan Program Borland Delphi 7. Serta perhitungan derajat deviasi

5. BAB 5 : PENUTUP

Page 7

Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran yang di peroleh selama dalam pembuatan Tugas Akhir ini.

BAB II. DASAR TEORIII.1 CitraCitra yang dimaksud adalah gambar dua dimensi yang dihasilkan dari gambar analog dua dimensi yang kontinu menjadi gambar diskrit. Gambar analog dihasilkan dari sistem optik yang menerima sinyal analog, biasanya didapat dari kamera analog atau mata manusia, sedangkan citra diskrit atau citra digital dihasilkan dari proses digitalisasi citra analog. Citra digital merupakan suatu fungsi dengan nilai-nilai yang berupa intensitas cahaya pada tiap-tiap titik pada bidang yang telah diquantisasikan (diambil sampelnya pada interval diskrit). Titik dimana suatu gambar di-sampling disebut picture element (pixel). Nilai intensitas warna pada suatu pixel disebut gray scale level. 1 bit binary-valued image (0 - 1)

8 bits gray level (0 - 255)

Page 8

16 bits high color (216) 24 bits 224 true color 32 bits true color (232)

Format gambar digital memiliki 2 parameter:1. Spatial resolution 2. Color encoding

: pixels x pixels : bits / pixel

Format file Gambar 1. Bitmap (.BMP) - Format gambar yang paling umum dan merupakan format standar Windows. - Ukuran filenya sangat besar karena bisa mencapai ukuran Megabytes. - File ini merupakan format yang belum terkompresi dan menggunakan sistem warna RGB (Red, Green, Blue) dimana masing-masing warna pixelnya terdiri dari 3 komponen, R, G, dan B yang dicampur menjadi satu. - File BMP dapat dibuka dengan berbagai macam software pembuka gambar seperti ACDSee, Paint, IrvanView dan lain-lain. - File BMP tidak bisa (sangat jarang) digunakan di web (internet) karena ukurannya yang besar. 2. Joint Photographic Expert Group (.JPEG/JPG)Page 9

- Format JPG merupakan format yang paling terkenal sekarang ini. - Hal ini karena sifatnya yang berukuran kecil (hanya puluhan/ratusan KB saja), dan bersifat portable. - File ini sering digunakan pada bidang fotografi untuk menyimpan file foto. - File ini bisa digunakan di web (internet). 3. Graphics Interchange Format (.GIF) - Format GIF ini berukuran kecil dan mendukung gambar yang terdiri dari banyak frame sehingga bisa disebut sebagai gambar animasi (gambar bergerak). - Format ini sering sekali digunakan di internet untuk menampilkan gambar-gambar di web. 4. Portable Network Graphics (.PNG) - Format yang standar dan sering digunakan di internet untuk menampilkan gambar atau pengiriman gambar. Ukuran file ini cukup kecil dan setara dengan ukuran gif dengan kualitas yang bagus. Namun tidak mendukung animasi (gambar bergerak). Format file gambar lain seperti TIFF (Tagged Image File Format), ICO (Icon), EMF (Enchanced Windows Metafile), PCX, ANI (Animation), CUR (Cursor), WBMP (WAP BMP), PSD (Adobe Photoshop Document), dan CDR (Corel Draw).

Page 10

Beberapa jenis citra digital yang sering digunakan adalah citra biner, citra greyscale, dan citra warna. 1. Citra Biner Citra biner merupakan citra yang telah melalui proses pemisahan piksel-piksel berdasarkan derajat keabuan yang dimiliki. Pembentukan citra biner memerlukan nilai batas keabuan yang akan digunakan sebagai nilai patokan. Pixel dengan derajat keabuan lebih besar dari nilai batas akan diberi nilai 1 dan seb