DRAF KOREKSI

download DRAF KOREKSI

of 36

  • date post

    25-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    68
  • download

    3

Embed Size (px)

description

dRAF RAPEENNAS

Transcript of DRAF KOREKSI

- 8 -

RANCANGANPERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

TENTANGRENCANA TATA RUANG KAWASAN PENGEMBANGAN EKONOMI TERPADU BANGSEJAHTERA

RANCANGANPERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIANOMOR ... TAHUN TENTANGRENCANA TATA RUANG KAWASAN PENGEMBANGAN EKONOMI TERPADU BANGSEJAHTERA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang:a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 21 ayat (1) Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Pasal 123 ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, perlu menetapkan Peraturan Presiden tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu BANK-SEJAHTERA ;

Mengingat:1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;2. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 3. Undang Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan;4. Undang Undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); dan6. Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5262).

MEMUTUSKAN:

Menetapkan:PERATURAN PRESIDEN TENTANG RENCANA TATA RUANG KAWASAN PENGEMBANGAN EKONOMI TERPADU BANK-SEJAHTERA .

KETENTUAN UMUM

Bagian PertamaPengertian

Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan:1. Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu BANGSEJAHTERA yang selanjutnya disebut KAPET BANGSEJAHTERA adalah kawasan strategis nasional yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah nasional yang meliputi Kota Kendari, sebagian Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Kolaka, dengan didukung oleh inisiasi program pemerintah dalam rangka membangun ekonomi wilayah berbasis pengembangan ekonomi lokal.2. Sistem pusat pelayanan kegiatan ekonomi adalah sistem permukiman dalam wilayah KAPET yang berfungsi sebagai pusat-pusat layan kegiatan produksi dan pemasaran bagi sentra-sentra ekonomi di sekitarnya.3. Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.4. Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Bupati atau Walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.5. Gubernur adalah Gubernur Sulawesi Tenggara.6. Bupati atau Walikota adalah Bupati Konawe, Bupati Kolaka, dan Walikota Kendari.7. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam bidang penataan ruang.

Bagian KeduaRuang Lingkup Pengaturan

Lingkup pengaturan Peraturan Presiden ini meliputi:peran dan fungsi rencana tata ruang serta cakupan KAPET BANGSEJAHTERA;tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang KAPET BANGSEJAHTERA; rencana struktur ruang KAPET BANGSEJAHTERA; rencana pola ruang KAPET BANGSEJAHTERA;arahan pemanfaatan ruang KAPET BANGSEJAHTERA;arahan pengendalian pemanfaatan ruang KAPET BANGSEJAHTERA;pengelolaan KAPET BANGSEJAHTERA; danperan masyarakat dalam penataan ruang KAPET BANGSEJAHTERA.

Bagian KetigaPeran dan Fungsi Rencana Tata Ruang KAPET BANGSEJAHTERA

Rencana Tata Ruang KAPET BANGSEJAHTERA berperan sebagai alat operasionalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional serta alat koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan pembangunan di KAPET BANGSEJAHTERA .

Rencana Tata Ruang KAPET BANGSEJAHTERA berfungsi sebagai pedoman untuk:penyusunan rencana pembangunan di KAPET BANGSEJAHTERA sebagai bagian Koridor Sulawesi dalam Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia;penataan ruang wilayah Provinsi dan Kabupaten/Kota di KAPET BANGSEJAHTERA;perwujudan keterpaduan, keterkaitan dan keseimbangan perkembangan antarwilayah kabupaten/kota, serta keserasian antarsektor di KAPET BANGSEJAHTERA;penetapan lokasi dan fungsi ruang untuk investasi di KAPET BANGSEJAHTERA; danpengelolaan KAPET BANK-SEJAHTERA .

Bagian KeempatCakupan KAPET BANGSEJAHTERA

KAPET BANGSEJAHTERA mencakup 59 (lima puluhsembilan) kecamatan meliputi:seluruh wilayah Kota Kendari yang mencakup 10 (sepuluh) wilayah kecamatan, meliputi Kecamatan Mandonga, Kecamatan Baruga, Kecamatan Puuwatu, Kecamatan Kadia, Kecamatan Wua-Wua, Kecamatan Poasia, Kecamatan Abeli, Kecamatan Kambu, Kecamatan Kendari, dan Kecamatan Kendari Barat;sebagian wilayah Kabupaten Konawe yang mencakup 29 (dua puluhsembilan) wilayah kecamatan, meliputi Kecamatan Wawonii Selatan, Kecamatan Wawonii Barat, Kecamatan Wawonii Tengah, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kecamatan Wawonii Timur, Kecamatan Wawonii Utara, Kecamatan Wawonii Timur Laut, Kecamatan Soropia, Kecamatan Kapoiala, Kecamatan Lalonggasomeeto, Kecamatan Bondoala, Kecamatan Sampara, Kecamatan Besulutu, Kecamatan Pondidaha, Kecamatan Wonggekudu, Kecamatan Amonggedo, Kecamatan Meluhu, Kecamatan Wawotobi, Kecamatan Anggaberi, Kecamatan Tongauna, Kecamatan Unaaha, Kecamatan Konawe, Kecamatan Uepai, Kecamatan Lambuya, Kecamatan Onembute, Kecamatan Puriala dan Kecamatan Abuki, Kecamatan Asinua dan Kecamatan Latoma; danseluruh wilayah Kabupaten Kolaka yang mencakup 12 (dua belas) wilayah kecamatan, meliputi Kecamatan Tinondo, Kecamatan Tirawuta, Kecamatan Mowewe, Kecamatan Latambaga, Kecamatan Samaturu, Kecamatan Kolaka, Kecamatan Wundulako Kecamatan Baula, Kecamatan Pomalaa, Kecamatan Polinggona, Kecamatan Watubangga, Kecamatan Toari, dan Kecamatan Wolo.seluruh wilayah kabupaten Kolaka Timur 12 kecamatan, meliputi Kecamatan Tirawuta, Kecamatan Mowewe, Kecamatan Tinondo, Kecamatan Lalolae, Kecamatan Loea, Kecamatan Ladongi, Kecamatan Polipolia, Kecamatan Lambandia, Kecamatan Uluiwoi, Kecamatan Ueesi, Kecamatan Dangia, Kecamatan Aere.

TUJUAN, KEBIJAKAN, DAN STRATEGI PENATAAN RUANGKAPET BANGSEJAHTERA Bagian PertamaTujuan Penataan Ruang KAPET BANGSEJAHTERA

Penataan ruang KAPET BANGSEJAHTERA bertujuan untuk mewujudkan pengembangan kegiatan ekonomi kawasan secaraterpadu, berbasis pengembangan ekonomi lokal dengan bertumpu padasektor pertanian serta sektor kelautan dan perikanansebagai penggerak pertumbuhan ekonomi wilayah melalui pengembangan investasi dalam negeri dan membangun kemitraan dengan pihak luar negeri.

Bagian Kedua Kebijakan Penataan Ruang KAPET BANGSEJAHTERA

Kebijakan penataan ruang KAPET BANGSEJAHTERA meliputi:pengembangan sektor pertanian serta sektor kelautan dan perikananyang berkelanjutan dan memiliki nilai tambah yang tinggi;penguatan sistem pusat pelayanan kegiatan ekonomi dan sistem jaringan prasarana pendukung KAPET; danpengembangan pengelolaan ekonomi kawasan terpadu untuk menciptakan daya saing produk unggulan wilayah.

Bagian Ketiga Strategi Penataan Ruang KAPET BANGSEJAHTERA

Strategi pengembangan sektor pertanian sertasektor kelautan dan perikananyang berkelanjutan dan memiliki nilai tambah yang tinggisebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf a terdiri atas:mengembangkan komoditas utama sebagai komoditas unggulan yaitu kakao, padi sawah sertaperikanan budidaya dan perikanan tangkap dan mengembangkan produk-produk turunannya; mengendalikan alih fungsi lahan-lahan komoditas unggulan untuk kegiatan lain; mengelola sumber daya alam dengan memperhatikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dan berbasis mitigasi bencana;mengembangkan kegiatan ekonomi kawasan yang berkelanjutan dan berbasis kemampuan daya dukung lingkungan setempat; danmengembangkan potensi sumber daya manusia, mengembangan jasa penunjang dan mengembangkan lembaga pengelolaan klaster.

Strategipenguatan sistem pusat pelayanan kegiatan ekonomi dan sistem jaringan prasarana pendukung KAPET sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b terdiri atas:mengembangkan sistem pusat pelayanan kegiatan ekonomi yang berfungsi sebagai pusat pelayanan kegiatan sentra produksi bahan baku, kegiatan sentra industri pengolahan termasuk usaha mikro-usaha kecil-menengah, kegiatan penelitian, kegiatan pendidikan dan pelatihan, kegiatan jasa (informasi, lembaga keuangan, dan koperasi), dan kegiatan distribusi;mengembangkan sistem jaringan prasarana utama yang melayani sistem pusat pelayanan kegiatan ekonomi dan konektivitas sentra-sentra produksi bahan bakuserta sentra sentra industri pengolahan demi peningkatan kuantitas, kualitas, dan pemasarankomoditas unggulan wilayah; danmengembangkan sistem jaringan prasarana lainnya berupa sistem jaringan teknologi komunikasi dan sistem informasi nasional, sistem jaringan sumber daya air, sistem jaringan energi, dan sistem jaringan pengelolaan limbah guna mendukung pengembangan komoditas unggulan.

Strategi pengembangan pengelolaan ekonomi kawasan terpadu untuk menciptakan daya saing produk unggulan wilayahsebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 hurufc terdiri atas:menetapkan kegiatan ekonomi kawasan terpadu melalui pengembangan keterkaitan ke depan dan ke belakang komoditas unggulan;menetapkan target pasar secara bertahap dari lingkup lokal, nasional, regional dan global sesuai tahapanpengembangan KAPET;mengembangkan kualitas sumber daya manusia dengan mempertimbangkan situasi sosial ekonomi dan budaya setempat terkait pengembangan komoditas unggulan;mendukung kegiatan penelitiandan pengembangan komoditas unggulan;mengembangkan koperasi, usaha mikro kecil menengah,investasi pemerintah-swasta dan membangun kemitraan dengan pihak luar negeri; danmengembangkan sistem kelembagaan dan pelayanan permodalan serta