CBD OS Erosi Kornea-OD Makula Kornea-ODS Kat.immatur_Olinda_01.208.5743

of 24

  • date post

    08-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    219
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of CBD OS Erosi Kornea-OD Makula Kornea-ODS Kat.immatur_Olinda_01.208.5743

  • 7/22/2019 CBD OS Erosi Kornea-OD Makula Kornea-ODS Kat.immatur_Olinda_01.208.5743

    1/24

    1

    BAB I

    LAPORAN KASUS

    A. IDENTITAS PASIEN Nama : Ny. R Umur : 63 tahun Jenis Kelamin : Perempuan Alamat : Karangwuni, Pringsurat Temanggung Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

    B. ANAMNESISAnamnesa dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 31 Januari 2013

    jam 10.30 WIB.

    Keluhan UtamaMata kiri terasa nyeri ngganjel dan kemeng.

    Riwayat Penyakit SekarangPasien datang ke poli mata untuk memeriksakan mata kirinya.

    Mata kiri dirasakan ngganjel dan kemeng sejak tadi pagi setelah

    kecolok lidi. Sejak itu mata kiri dirasakan nyrocos, tidak kabur, tidak

    mual ataupun muntah, tidak silau jika melihat cahaya terang, tidak

    melihat pelangi disekitar lampu, tidak sakit kepala, tidak cekot-cekot

    dan tidak merasa pandangan seperti berjalan di sebuah lorong. Pasien

    mengaku belum diberi obat apapun untuk mengurangi keluhannya

    tersebut.

    Pasien merasa lebih nyaman membaca dengan menggunakan

    kacamata, akan tetapi pasien merasa lebih jelas melihat pada malam

    hari dibandingkan dengan siang hari.

  • 7/22/2019 CBD OS Erosi Kornea-OD Makula Kornea-ODS Kat.immatur_Olinda_01.208.5743

    2/24

    2

    Riwayat Penyakit Dahuluo Sebelumnya pasien tidak pernah sakit seperti inio Riwayat Hipertensi disangkalo Riwayat Diabetes Mellitus disangkalo Riwayat trauma tumpul mata kanan saat kelas 2 SD diakuio Riwayat alergi disangkalo Riwayat menggunakan kaca mata disangkalo Riwayat menggunakan lensa kontak disangkalo Asthma, penyakit jantung dari kecil, alergi, riwayat penyakit

    menular seksual disangkal.

    o Riwayat operasi daerah orbita disangkal.

    Riwayat Penyakit Keluargao Riwayat keluarga menderita penyakit darah tinggi dan kencing

    manis disangkal.

    o Riwayat keluarga menderita penyakit pada mata disangkal.

    Riwayat Sosial EkonomiKesan ekonomi cukup.

    C. PEMERIKSAAN FISIKStatus Umum

    Kesadaran : Compos mentis Aktivitas : Normoaktif Kooperatif : Kooperatif Status gizi : Baik

    Vital Sign

    TD : 110/90 mmHg Nadi : 80 x/menit RR : 16 x/menit Suhu : 36,50C

  • 7/22/2019 CBD OS Erosi Kornea-OD Makula Kornea-ODS Kat.immatur_Olinda_01.208.5743

    3/24

    3

    Status Ophthalmicus

    Oculus Dexter Oculus Sinister

    No. Pemeriksaan Oculus Dexter Oculus Sinister

    1. Visus 6/30S + 2.00

    6/12

    NBC

    Add S + 3.00

    6/20S + 2.00

    6/12

    NBC

    Add S + 3.00

    2. Bulbus Okuli Baik ke segala arah Baik ke segala arah

    3. Palpebra

    Edema (-) (-)

    Hematom (-) (-)

    Hiperemi (-) (-)

    Entropion / Ektropion(-) (-)

    Blefarospasme (-) (-)

    Nyeri tekan (-) (-)

    Konjungtiva palpebra (-) (-)

    Folikel (-) (-)

    Cooble Stone (-) (-)

    erosi

    makula

    Katarak

    imatur

  • 7/22/2019 CBD OS Erosi Kornea-OD Makula Kornea-ODS Kat.immatur_Olinda_01.208.5743

    4/24

    4

    4. Konjungtiva

    Injeksi Konjungtiva (-) (-)

    Injeksi Siliar (-) (-)

    Sekret (-) (-)

    Bangunan patologis (-) (-)

    Perdarahan sub konjungtiva (-) (-)

    5. Kornea

    Kejernihan

    Jernih

    Tampak erosi, 3 mm

    di perifer pada jam

    11tidak menutupi pupil

    Infiltrat (-) (-)

    Keratic precipitates (-) (-)

    Ulkus (-) (-)

    Sikatrik (+) macula di perifer

    arah jam 2, tidak

    menutupi pupil

    (-)

    Pannus (-) (-)

    6. COA

    Kejernihan Jernih Jernih

    Kedalaman Cukup Cukup

    Isi (Hifema / Hipopion) (-) (-)

    7. Iris

    Kripte (+) (+)

    Sinekia (-) (-)

    8. Pupil

    Diameter 3 mm 3 mm

  • 7/22/2019 CBD OS Erosi Kornea-OD Makula Kornea-ODS Kat.immatur_Olinda_01.208.5743

    5/24

    5

    Reflek pupil (+) (+)

    Bentuk Bulat Bulat

    9. Lensa

    Kejernihan Keruh Keruh

    Iris shadow (+) (+)

    10. Corpus Vitreum

    Kejernihan Sulit dinilai Sulit dinilai

    11. Fundus Refleks + Suram + Suram

    12. Funduskopi Tidak dapat dinilai Tidak dapat dinilai

    13. TIO N N

    D. PEMERIKSAAN PENUNJANGFluoresin Testdidapatkan defek pada kornea

    E. DIAGNOSA BANDINGI. Oculus Dexter

    a. OD makula, dipertahankan karena gambaran sikatrik padakornea terlihat tanpa menggunakan penyinaran/ slitlamp.

    b. OD nebula, disingkirkan karena gambaran sikatrik padakornea, tidak terlihat jika tanpa penyinaran/ slitlamp.

  • 7/22/2019 CBD OS Erosi Kornea-OD Makula Kornea-ODS Kat.immatur_Olinda_01.208.5743

    6/24

    6

    c. OD leukoma, disingkirkan karena gambaran sikatrik padakornea tidak terlihat dari kejauhan dan tidak terlihat tanpa

    menggunakan kaca pembesar/ slit lamp.

    II. Oculus Sinistera. OS erosi kornea, dipertahankan karena ada riwayat trauma

    (kecolok lidi).

    b. OS infiltrate kornea, disingkirkan karena tidak ada riwayatradang atau inflamasi.

    III. Oculus DexterSinistera. ODS Katarak Imatur, dipertahankan karena dari hasil

    anamnesis didapatkan mata merah (-), cekot-cekot (-), iris

    shadow (+), melihat pelangi disekitar lampu (-), pusing (-)

    dan belum pernah diobati. Pada pemeriksaan fisik

    didapatkan lensa keruh, TIO normal, dan COA cukup.

    b. ODS Katarak Insipien, disingkirkan karena dari hasilpemeriksaan didapatkan kekeruhan telah menutupi sebagian

    lensa (+), iris shadow (+) dan COA dangkal.

    c. ODS Katarak Matur, disingkirkan karena dari hasilpemeriksaan didapatkan hanya sebagian lensa yang

    mengalami kekeruhan, selain itu didapatkan pula iris

    shadow (+) dan COA dangkal.

    d. ODS Katarak Hipermatur , disingkirkan karena dari hasilpemeriksaan didapatkan lensa keruh (+) namun tidak

    bersifat masif, iris shadow (+) dan COA dangkal.

    F. DIAGNOSAOD Makula Kornea

    OS Erosi Kornea

    ODS Katarak Imatur dan Presbiopia

  • 7/22/2019 CBD OS Erosi Kornea-OD Makula Kornea-ODS Kat.immatur_Olinda_01.208.5743

    7/24

    7

    G. TERAPI Topikal

    o Cendo Lyteers ED BT I 3 dd gtt I ODS

    OraloNeurodex no. X

    0 01

    o Vit. E no. X 0 01

    H. EDUKASIa. Menjaga kebersihan mata.

    b. Meminum obat secara teratur sesuai resep dokter.c. Kontrol secara teratur.d. Mata kiri perlu ditutup menggunakan kassa untuk menghindari

    adanya infeksi atau kotoran yang masuk.

    e. Menjelaskan bahwa visusnya berkurang disebabkan karena adanyakekeruhan pada lensa mata pasien

    f. Memberi penjelasan bahwa kekeruhan yang ada pada lensa semakinlama akan semakin berat seiring berjalannya waktu, sehingga

    penurunan visus dapat terus terjadi.

    I. PROGNOSAOculus Dexter Oculus Sinister

    Quo ad visam : dubia ad bonam dubia ad bonam

    Quo ad sanam : bonam bonam

    Quo ad functionam : dubia ad bonam dubia ad bonam

    Quo ad vitam : bonam bonam

    Quo ad kosmetikam: bonam dubia ad bonam

  • 7/22/2019 CBD OS Erosi Kornea-OD Makula Kornea-ODS Kat.immatur_Olinda_01.208.5743

    8/24

    8

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    EROSI KORNEA

    Erosi kornea merupakan keadaan terkelupasnya epitel kornea yang dapat

    diakibatkan oleh gesekan keras pada epitel kornea. Erosi dapat terjadi tanpa

    cedera pada membrane basal. Dalam waktu yang pendek epitel sekitarnya dapat

    bermigrasi dengan cepat dan menutupi defek epitel tersebut.

    Pada erosi pasien akan merasa sakit sekali akibat erosi merusak kornea

    yang mempunyai serat sensible yang banyak, mata berair, dengan blefarospasme,

    l;akrimasi, fotofobiaa, dan penglihatan akan terganggu oleh media kornea yang

    keruh.

    Pada kornea akan terlihat suatu defek epitel kornea yang bila diberi

    pwarnaan fluorescein akan berwarna hijau. Pada erosi kornea perlu diperhatikan

    adalah adanya infeksi yang akan timbul kemudian.

    Anastesi topikal dapat diberikan untuk memeriksa tajam penglihatan danmenghilanhkan rasa sakit yang sangat. Hati-hati bila memakai obat anatetik

    topikal untuk menghilangkan rasa sakit pada pemeriksaan karena dapat

    menambah kerusakan epitel.

    Epitel yang terkelupas atau terlipat sebaiknya dilepas atau dikupas. Untuk

    mencegah infeksi bakteri diberikan antibiotika seperti antibiotika spectrum luas

    Neosporin, kloramfenikol, dan sulfetamid tetes mata. Akibat rangsangan yang

    mengakibatkan spasme silia makan diberikan sikloplegik aksi-[endek seperti

    tropikamida. Pasien akan merasa lebih tertutup bila dibebat tekan selama 24 jam.

    Erosi yang kecil biasanya akan tertutup kembali setelah 48 jam.

    Erosi Kornea Rekuren

    Erosi rekuren biasanya terjadi akibat cedera yang merusak membrane basal atau

    tukak metherpetik. Epitel yang menutup kornea akan mudah lepas kembali

    diwaktu bangun pagi. Terjadinya erosi kornea berulang akibat epitel tidak dapat

    bertahan pada defek epitel kornea. Sukarnya epitel menutupi kornea diakibatkan

  • 7/22/2019 CBD OS Erosi Kornea-OD Makula Kornea-ODS Kat.immatur_Olinda_01.208.5743

    9/24

    9

    oleh terjadinya pelepasan membrane basal epitel kornea tempat duduknay sel

    basal epitel kornea. Biasanya membrane basal yang rusak akan kembali normal

    setelah 6 minggu.

    Pengobatan terutama bertujuan melumas permukaan kornea sehingga

    regenerasi epitel tidak cepat terlepas untuk membentuk membrane basal kornea.

    Pengobatan biasanya dengan memberikan sikloplegik untuk menghilangkan rasa

    sakit atau untuk mengurangkan gejala radang uvea yang mungkin timbul.

    Antibiotic diberikan dalam bentuk tetes dan mata ditutup untuk mempercepat

    tumbuh epitel baru dan mencegah infeksi sekunder. Biasanya bila tidak terjadi

    infeksi sekunder erosi kornea yang mengenai seluruh permukaan kornea akan

    sembuh dalam 3 hari. Pada erosi korn