BPH Portofolio

download BPH Portofolio

of 29

  • date post

    30-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    22
  • download

    0

Embed Size (px)

description

ll

Transcript of BPH Portofolio

BAB I

PENDAHULUAN

Pembesaran kelenjar prostat mempunyai angka morbiditas yang bermakna pada populasi pria lanjut usia. Gejalanya merupakan keluhan yang umum dalam bidang bedah urologi.

Hiperplasia prostat merupakan salah satu masalah kesehatan utama bagi pria diatas usia 50 tahun dan berperan dalam penurunan kualitas hidup seseorang. Suatu penelitian menyebutkan bahwa sepertiga dari pria berusia antara 50 dan 79 tahun mengalami hiperplasia prostat.

Prevalensi yang pasti di Indonesia belum diketahui tetapi berdasarkan kepustakaan luar negeri diperkirakan semenjak umur 50 tahun 20%-30% penderita akan memerlukan pengobatan untuk prostat hiperplasia. Yang jelas prevalensi sangat tergantung pada golongan umur. Sebenarnya perubahan-perubahan kearah terjadinya pembesaran prostat sudah dimulai sejak dini, dimulai pada perubahan-perubahan mikroskopoik yang kemudian bermanifestasi menjadi kelainan makroskopik (kelenjar membesar) dan kemudian baru manifes dengan gejala klinik.7 Berdasarkan angka autopsi perubahan mikroskopik pada prostat sudah dapat ditemukan pada usia 30 40 tahun. Bila perubahan mikroskopik ini terus berkembang akan terjadi perubahan patologi anatomi. Pada pria usia 50 tahun angka kejadiannya sekitar 50%, dan pada usia 80 tahun sekitar 80%. Sekitar 50% dari angka tersebut diatas akan menyebabkan gejala dan tanda klinik.1Adanya hiperplasia ini akan menyebabkan terjadinya obstruksi saluran kemih dan untuk mengatasi obstruksi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara mulai dari tindakan yang paling ringan yaitu secara konservatif (non operatif) sampai tindakan yang paling berat yaitu operasi.

BAB II

ILUSTRASI KASUSPasien berobat ke RS DKT tanggal : 08-03-2012No. Rekam Medik

: ANAMNESIS

I. Identitas

Nama: Tn. DUsia: 65 tahun

Jenis kelamin: Laki-lakiAlamat: Jl. H.Umar Maja Baru, Kel. Sumur Putri, Kec. Teluk Betung Utara Bandar Lampung

Agama: Islam

Pekerjaan: Tidak bekerjaStatus pernikahan: MenikahPendidikan: SMAII. Anamnesis

Anamnesis diambil secara autoanamnesis dan alloanamnesis pada tanggal 09-02-2012, jam 13.30 WIB di bangsal Mawar RS DKT Bandar Lampung.

III. Keluhan Utama

Tidak bisa BAK sejak 8hari SMRS

IV. Keluhan Tambahan -V. Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien tidak bisa BAK sejak 8 hari SMRS, saat itu merasa nyeri pada perut bagisn bawah. Seminggu SMRS berobat ke puskesmas lalu dipasang kateter, volume urin urin bag. Awalnya, pasien buang air kecil tidak lancar sejak 2 tahun yang lalu. Pasien harus menunggu pada permulaan BAK, mengedan pada saat BAK, alirannya terputus-putus tidak dipengaruhi perubahan posisi, pancaran air kencing lemah dan menetes pada akhir BAK. Pasien juga merasa tidak puas setelah BAK, sering kencing terutama pada malam hari terbangun untuk kencing, keluhan juga disertai nyeri saat BAK, nyeri BAK tidak menjalar. BAK berdarah (-), tidak keruh, BAK keluar pasir (-), nyeri pinggang (-), demam (-), penurunan BB (-).VI. Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat darah tinggi, asma, penyakit jantung, kencing manis disangkal.VII. Riwayat Penyakit keluarga

Riwayat penyakit DM,asama, hipertensi, penyakit jantung disangkal.VIII. Riwayat Kebiasaan

Pasien tidak suka makan sayur dan buah, serta jarang minum. Namun, BAB lancar 1x/2-3hari dengan konsistensi normal. Minum banyak 8 gelas/hari.PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan fisik dilakukan pada tanggal 09-03-2012, jam 13.30 WIB di bangsal Mawar RS DKT Bandar Lampung.

I. Keadaan Umum

Kesadaran: Compos Mentis

Kesan sakit: sakit ringan

BB

: 50 kg

TB

: 160 cm

BMI

: 19,53

Kesan gizi: cukup

II. Tanda Vital

Tekanan Darah: 130/80 mmHg

Nadi

: 80 X/menit

Pernapasan: 18 X/menit

Suhu

: 36,9 C

III. Kepala dan Leher

Bentuk kepala: normocephali

Rambut

: hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut

Wajah

: simetris, tidak ditemukan benjolan

Mata

Conjungtiva anemis -/-, Sclera ikterik -/-, oedem palpebra -/- Pupil isokor, 3 mm, kekeruhan pada lensa -/-Telinga

Tidak ditemukan kelainan pada preaurikula dextra dan sinistra, Bentuk aurikula dextra dan sinistra normal, tidak ditemukan kelainan kulit, tidak hiperemis, Tidak ditemukan kelainan pada retroaurikula dextra dan sinistra

Dinding meatus aurikularis dextra dan sinistra tidak oedem, tidak hipremis

Nyeri tekan tragus -/-, Nyeri tekan aurikula -/-, Nyeri tarik aurikula -/-, Nyeri tekan retroaurikula -/-

Hidung

Tidak terlihat deformitas Nares anerior: sekret -/-, darah -/-, hiperemis -/-

Mulut

Bentuk mulut normal Tidak ditemukan kelainan kulit daerah perioral

Bibir tidak pucat, tidak kering,tidak sianosis Lidah tidak kotor, tidak tremor, tidak hiperemis, tidak kering, tidak nampak bercak-bercak

Uvula terletak ditengah, tidak oedem, tidak ada pulsasi, berwarna merah muda, Faring tidak hiperemis Tonsila T1-T1, tidak hiperemis

Leher

Bentuk leher tidak tampak ada kelainan, tidak tampak pembesaran kelenjar tiroid, tidak tampak pembesaran KGB, tidak tampak deviasi trakea

Tidak teraba pembesaran kelenjar tiroid, tidak teraba pembesaran KGB leher, kaku kuduk (-), trakea teraba di tengah, trakeal tug (-)

Pada auskultasi tidak terdengar bruit

IV. Thorax

Thorax Anterior

Inspeksi

bentuk thorax simetris pada saat statis dan dinamis, tidak ada pernapasan yang tertinggal, pernapasan abdominotorakal

Pada sela iga tidak terlihat adanya retraksi ataupun bulging Tidak ditemukan eflouresensi pada kulit dinding dada,

Tidak terdapat kelainan tuang iga dan sternum, Tidak terlihat spider navy Ictus cordis terlihat pada ics 5, 1 cm medial linea midclavicularis kiri, pulsasi abnormal (-)

Palpasi

Pada palpasi secara umum tidak terdapat nyeri tekan dan tidak teraba benjolan pada dinding dada, Gerak nafas simetris

Vocal fremitus simetris pada seluruh lapangan paru, friction fremius (-), thrill (-)

Teraba ictus cordis pada ics 5, 1 cm medial linea midclavicularis kiri , diameter 2 cm, kuat denyut cukup

Angulus costae 80

Perkusi

Kedua hemithoraks secara umum terdengar sonor

Batas paru-hepar pada linea midclavicularis kanan ics 6, peranjakan hepar 2 jari dibawah ics 6

Batas kanan bawah paru-jantung pada ics 5 linea sternalis kanan, batas kanan atas paru-jantung pada ics 3 linea sternalis kanan

Batas paru-lambung pada linea axilaris anterior ics 8

Batas kiri paru-jantung pada ics 5 linea midcavicularis kiri, batas atas kiri paru-jatung pada ics 3 linea parasternalis kiri

Auskultasi

Suara nafas vesikuler, reguler, ronchi -/-, wheezing-/-

BJ I, BJ II regular, kekuatan cukup, punctum maksimum pada linea midclavicula kiri ics 5, murmur (-), gallop (-), splitting (-)

Thorax Posterior

Inspeksi

Bentuk simetris saat dinamis dan saat statis

tidak terlihat eflouresensi, Tidak terlihat benjolan, Tidak terdapat kelainan vertebra

Palpasi

gerak napas simetris, vokal fremitus simetis

Tidak ditemukan nyeri tekan

Perkusi

tidak terdapat nyeri ketuk, Perkusi secara umum terdengar sonor

Batas bawah paru kanan pada ics 10, batas bawah paru kiri pada ics 11

Auskultasi

suara nafas vesikulerV. Abdomen

Inspeksi

Bentuk perut rata, tidak terlihat sagging of the flanks, pinggang tampak simetris dari anterior dan posterior

Eflouresensi (-), Tidak terdapat pelebaran vena-vena superficial Tidak terdapat smilling umbilicusAuskultasi

Bising usus (+) normal

Arterial bruit (-), venous hum (-)

Palpasi

supel, defens muskular umum dan setempat (-), turgor kulit baik, tidak teraba massa

Nyeri tekan (-) pada suprapubik Hepar tidak teraba, Lien tidak teraba, Vesika fellea tidak teraba, murphy sign (-)

Ballotement -/-, NK CVA -/-, Undulasi (-)Perkusi

Perkusi secara umum terdengar timpani Batas bawah hepar sejajar linea midklavikularis dextra pada ics 7 dan batas atas hepar pada ics 5 linea midklavikularis dextra.

VI. Extremitas

Ektremitas atas

Inspeksi

Tangan kiri dan kanan simetris, tidak terlihat deformitas, tidak terdapat eflouresensi, tidak ada ptechiae, tidak terdapat palmar eritem, distribusi rambut normal

Kuku tidak tampak pucat, tidak sianosis, Tidak ditemukan clubbing finger

Tidak tampak pembengkakan sendi, kedua extremitas atas dapat bergerak aktif dan bebas, Tidak ada gerakan involunter, tidak ada tremor

Palpasi

tidak terdapat nyeri tekan, akral hangat dan kering

pitting oedem (-)

kekuatan otot normal 5555 5555Ekstremitas bawah

Inspeksi

Tungkai kiri dan kanan simetris, tidak terlihat deformitas, tidak terdapat eflouresensi, tidak ada ptechiae, distribusi rambut normal

Kuku tidak tampak pucat, tidak sianosis, Tidak ditemukan clubbing finger

Tidak tampak pembengkakan sendi, kedua extremitas bawah dapat bergerak aktif dan bebas, Tidak ada gerakan involunter

Palpasi

tidak terdapat nyeri tekan, akral hangat dan kering

pitting oedem (-)

kekuatan otot normal

5555 5555STATUS LOKALISRegio Suprapubik

Inspeksi : Datar, tidak tampak massa

Palpasi

: Nyeri tekan (-), tidak teraba massa

Perkusi

: Timpani

Regio Genitalia Eksterna

Inspeksi :Tidak tampak massa, tidak tampak pembesaran scrotum, terpasang cateter, produksinya ada, urin berwarna kuning jernih

Palpasi

: Nyeri tekan tidak a