Benchmarking C59

of 35/35
Profil Perusahaan Berawal dari keberanian pasangan Marius Widyarto Wiwied (Owner C59) dan Maria Goreti (Istri dari Mas Wiwied) yang membeli satu mesin jahit dan dua mesin obras. Uang untuk membeli mesin-mesin tersebut merupakan hasil dari menjual kado pernikahan mereka pada 12 Oktober 1980 silam. Selanjutnya, didirikanlah perusahaan C59 yang kemudian pada setiap tanggal tersebut diperingati hari Ulang tahun C59. Nama perusahaan C59 sendiri berasal dari alamat rumah, dimana Pak Wiwied dan Ibu Maria pertama kali tinggal, yaitu Caladi Nomor 59 Bandung. Pada awalnya bisnis C59 pertama kali adalah melayani pesanan t-shirt bergambar, yang pada masa itu teknik pengerjaannya masih manual belum menggunakan komputer. Baru pada tahun 1985, C59 mulai menunjukan keunggulan dari segi bahan t-shirt, jenis sablon, dan teknik pisah warna hingga produknya dapat dikenal di Bandung dan Jakarta. Tahun 1990, C59 semakin berkembang dengan membangun pabrik dan fasilitas modern bersamaan dengan dibangunnya toko retail (showroom) yang pertama di Jalan Tikukur Nomor 10 Bandung. Tahun 1993-1994, C59 berdiri secara sah sebagai perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan Bapak Marius Widyarto Wiwied sebagai Direktur Utama (hingga saat ini) yang dilanjutkan dengan melakukan ekspansi ke beberapa kota di Indonesia, dengan mendirikan toko sendiri dan menjalin kerjasama dengan Ramayana Departement Store sebagai saluran distribusi yaitu:
  • date post

    05-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    98
  • download

    19

Embed Size (px)

description

Tugas

Transcript of Benchmarking C59

Profil Perusahaan

Berawal dari keberanian pasangan Marius Widyarto Wiwied (Owner C59) dan Maria Goreti (Istri dari Mas Wiwied) yang membeli satu mesin jahit dan dua mesin obras. Uang untuk membeli mesin-mesin tersebut merupakan hasil dari menjual kado pernikahan mereka pada 12 Oktober 1980 silam. Selanjutnya, didirikanlah perusahaan C59 yang kemudian pada setiap tanggal tersebut diperingati hari Ulang tahun C59. Nama perusahaan C59 sendiri berasal dari alamat rumah, dimana Pak Wiwied dan Ibu Maria pertama kali tinggal, yaitu Caladi Nomor 59 Bandung. Pada awalnya bisnis C59 pertama kali adalah melayani pesanan t-shirt bergambar, yang pada masa itu teknik pengerjaannya masih manual belum menggunakan komputer. Baru pada tahun 1985, C59 mulai menunjukan keunggulan dari segi bahan t-shirt, jenis sablon, dan teknik pisah warna hingga produknya dapat dikenal di Bandung dan Jakarta.Tahun 1990, C59 semakin berkembang dengan membangun pabrik dan fasilitas modern bersamaan dengan dibangunnya toko retail (showroom) yang pertama di Jalan Tikukur Nomor 10 Bandung. Tahun 1993-1994, C59 berdiri secara sah sebagai perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan Bapak Marius Widyarto Wiwied sebagai Direktur Utama (hingga saat ini) yang dilanjutkan dengan melakukan ekspansi ke beberapa kota di Indonesia, dengan mendirikan toko sendiri dan menjalin kerjasama dengan Ramayana Departement Store sebagai saluran distribusi yaitu: Jakarta, Balikpapan, Yogyakarta, Ujung Pandang, Lampung, dan Malang. Tahun 2000, pada usia yang ke-20 C59 mulai memasarkan produknya ke Eropa Tengah (Ceko, Slovakia dan Jerman). Sedangkan untuk mengembangkan pasar lokal nasional, C59 menjalin kerjasama dengan Matahari Departement Store. Konsep dan varian produknya juga berubah dari Basic T-shirt" (kaos oblong) menjadi "Fashion Apparel" dengan segmentasi kalangan remaja usia 14-24 tahun.Tahun 2002-2003, PT Caladi Lima Sembilan (C59) andil peran dalam trend para kawula muda, dengan mengadakan C59 Street Fiesta, yang digelar di tiga kota besar di Jawa, antara lain Bandung, Surabaya, Yogyakarta. Tahun 2004, PT Caladi Lima Sembilan (C59) sesuai dengan slogannya "Express Your Style" ikut ambil bagian dalam mengekpresikan musik anak muda dalam ajang Indonesian Idol, bekerjasama dengan sebuah Televisi Swasta Indonesia (RCTI) den Fremantle Media Enterprises, Ltd. Tahun 2007, PT Caladi Lima Sembilan (C59) mendapat penghargaan Hade Award dari Dinas Perindustrian Jawa Barat, dan KICK (Kreative Independent Clothing Komunity), sebagai pelopor perclothingan di Bandung Jawa Barat. Tahun 2008, PT Caladi Lima Sembilan (C59) bekerjasama secara resmi dengan Dekranasda Kota Bandung, Ardan Management Group, Saung Angklung Udjo, Miing Fellowship, dan SMKN 14/SMSR.

Awards Yang Pernah Diraih C59

Pada tahun 1996, C59 mendapatkanpenghargaan Upakarti dari Presiden RI (Republik Indonesia) Bapaka Soeharto Untuk Kategori Usaha Kecil dan Menengah.Pada tahun 1999, C59 mendapatkan penghargaan Internasional Merit Awarduntuk kategori Best Calendar Theme.

Pada Tahun 2000, C59 mendapatkan penghargaan ASEANDevelopment Best Economic Executive Award.Pada tahun 2001, C59 mendapatkan penghargaan Enterprise 50 (50 UKM Terbaik Nasional)sebagai Peringkat I (Pertama) yang diselenggarakan olehAccenture dan Majalah SWA.

Pada tahun 2007, C59 mendapatkan Rekor MURI sebagai penyelenggara melukisdiatas kaos dengan peserta terbanyak.Pada Tahun 2009, C59 mendapatkan penghargaan TOP BRAND 2009 dariMajalah SWA.

Profil Pemilik (Owner)

Nama lengkap:Marius Widyarto

Nama panggilan:Mas Wiwied

Status:Menikah

Jabatan:Direktur Utama

Alamat:Jl. Merak No.2 Bandung

E-mail:[email protected] [email protected]

PENDIDIKAN

SD:Banjarmasin (1963-1969)

SMP:Aloysius Bandung (1969-1972)

SMA:Aloysius Bandung (1972-1975)

UNIVERSITAS:Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan Bandung (1975-1980)

PRESTASI DAN KEGIATAN:

a) Mendirikan dan merintis perusahaan t-shirt C59 dari tahun 1980, sekaligus menjadi pemilik.

b) Mengembangkan usaha t-shirt C59 menjadi PT.CALADI LIMA SEMBILAN di tahun 1993, dan disahkan menjadi PT di tahun 1995.

c) Penghargaan Entrepreneur Award dari HIPMI tahun 1993.

d) Penghargaan Upakarti dari Presiden RI Soeharto tahun 1996.

e) Penghargaan Merit Award " Design Best Theme " tahun 1999.

f) Penghargaan ASEAN Development Best Economic Executive Award tahun 2000.

g) Penghargaan Enterprise 50 versi Majalah SWA, Accenture, HIPMI (rangking 1) "Prestasi Terbaik Kewirausahaan tahun 2001.

h) Menjadi ketua HDCI (Harley Davidson Club Indonesia) CHAPTER Bandung.

i) Menjadi penasehat ikatan-ikatan Automotive Bandung.

j) Menjadi pembicara pada program "Prapurna Bakti" di PLN, PERTAMINA, BNI, Mandiri, Aneka Tambang, dan Garuda.

k) Menjadi pembicara pada program Kewirausahaan untuk para santri di Pesantren Daarut Tauhid (DT) pimpinan K.H Abdullah Gymnastiar (AA Gym).

l) Menjadi pembicara seminar "Entrepreneurship" di Perguruan Tinggi di Indonesia, juga Entrepreneur University (EU), terutama untuk pembekalan sebelum kelulusan.

m) Menjadi pembicara dalam program seminar bersama Yahya B.Sunaryo (DIREXION), Hermawan Kertajaya (MARKPLUS), Renald Khasali SOLUSI), James Gwee (Academia).

n) Menjadi pembicara acara Mario Teguh Golden Ways Metro TV (Januari 2010).

Logo Perusahaan dan Filosofi Bisnis

Nama C59 sendiriberasal dari alamat rumah, dimanaPak Wiwied dan istrinya pertama kalitinggal, yaitu di Jalan Caladi Nomor 59Bandung. Alasannya sangat sederhana, yaitu agar pembeli lebih mudah apabila ingin memesan atau membeli lagi. Yang pada akhirnya dijadikan sebagai komitmen untuk memberikan layanan jasa terbaik, sesuai waktu dan kualitas yang diinginkan konsumen.

Filosofi bisnis Wiwied sendiri terinspirasi dari burung Caladi yang berasal dari bahasa Sunda yang berarti burung pelatuk. Wiwied mengartikan Caladi sebagai lima citra dan sembilan cita-cita, lima citra itu menggambarkan karakter sumberdaya manusia yang dimiliki C59 yakni, cakap, cerdik, cermat, cepat, dan ceria. Sedangkan sembilan cita-citanya adalahcustomer satisfaction,company profit, confident working atmosphere, control, collaboration, clear mind, creativity, danconsultative. Wiwied juga ingin seperti burung pelatuk Woody Woodpecker yang tidak mau kalah dari pesaingnya, dan bila kita perhatikan burung pelatuk selalu fokus ketika mematuk pohon, Wiwied pun ingin selalu fokus di bidang garmen.Gambaran Umum BisnisNama Perusahaan : PT Caladi Lima Sembilan

Badan Hukum

: Perseroan Terbatas (PT)

Alamat Head Office : Jl. Merak no. 2 Bandung 40133

Telp. 022-2505959 / 022-2507225 Fax. 022-2500124

Alamat Factory : Jl. Cigadung Raya Timur No. 107 Bandung 40191

Telp. 022-2506640 / 022-2504718 Fax. 022-2501159

E-mail

: [email protected]

: www.c59.co.idTerdapat dua lini bisnis C59, yaitu retail dan costum made. 1) Bisnis retail adalah memasarkan produk C59 yang didesain, dikonsep, dicetak dan dipasarkan oleh C59. Untuk menjawab kebutuhan pasar, maka C59 mengembangkan bisnis retailnya dengan mendirikan showroom dan bekerjasama dengan outlet-outlet di Indonesia yang berskala nasional (Matahari Department Store dan Ramayana Departement Store). Showroom-showroom C59 tersebar di beberapa kota di Indonesia. 2) Bisnis custom made adalah suatu bentuk bisnis dimana Anda adalah pencipta ide, konsep dan desain. C59 hanya perantara untuk menjadikan konsep Anda ke dalam produknya seperti t-shirt, kemeja, jaket, sweater, dan lain-lain.

PT Caladi Lima Sembilan bergerak dalam bidang pembuatan kaos bergambar (clothing) dengan jalur distribusi nasional dan internasional. Selain bergerak dalam bidang pembuatan kaos bergambar, PT Caladi Lima Sembilan juga bergerak dalam bidang penyediaan layanan jasa yang ditangani oleh divisi Creative Force 59.PT Caladi Lima Sembilan juga menjadi konsultan desain untuk perusahaan atau instansi baik swasta maupun pemerintah. PT Caladi Lima Sembilan merancang berbagai produk yang akan mencerminkan identitas instansi tersebut dan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk produk seperti kaos, stiker, topi, seragam perusahaan, banner, bendera, dan lain-lain yang digunakan sebagai sarana promosi. Beberapa instansi yang telah menjadi pelanggan C59 yaitu :

1. Telkom Indonesia, 2. Telkomsel, 3. Indosat, 4. XL,

5. Esia,6. Nokia Indonesia, 7. Telkom Speedy, 8. Pertamina, 9. Chevron, 10. Caterpillar,

11. PT. Aneka Tambang,

12. Exxon Mobil, 13. Hitachi,

14. RCTI, 15. GLOBAL TV, 16. PT. INTI, 17. WWF Indonesia, 18. Hard Rock Caf, 19. Coca Cola, 20. Aqua, 21. Yogya Dept Store, 22. Matahari Dept Store, 23. KFC, 24. Mc. Donalds, 25. Teh Botol Sosro, 26. BNI, 27. Bank Niaga,

28. Bank Mega,

29. Mandiri, 30. BCA, 31. BJB, 32. BRI, 33. Hotel Hyatt, 34. Hotel Santika, 35. Jonas Photo, 36. Tupperware Indonesia

37. Garuda Indonesia, 38. Merpati Airliness, 39. Pos Indonesia, 40. Departemen PU, 41. Pemkot Bandung, 42. Persib Bandung, 43. Polda Jawa Barat, 44. PT. Kereta Api Indonesia

45. Saung Udjo, 46. Pikiran Rakyat, 47. Ardan Radio, 48. Oz Radio, 49. Yamaha, 50. Honda, 51. Harley Davidson, 52. Suzuki, 53. Toyota, 54. dan lain-lain.Organisasi dan Manajemen

PT Caladi Lima Sembilan memiliki struktur organisasi pendekatan departementalisasi fungsional dan hierarki horizontal. Kelebihan:

a. Koordinasi lebih mudah dilakukan.b. Pembinaan dan kontrol lebih efektif.c. Spesialisasi tugas lebih mendalam.Kelemahan:

a. Biaya-biaya yang berkaitan dengan jabatan lebih besar.

b. Birokrasi semakin panjang.

c. Jalur perintah dan tanggung jawab lebih panjang.

Struktur organisasi yang terdapat pada PT Caladi Lima Sembilan :

Manajemen PemasaranMarketing Mix (4P)

1. Product (Produk)

Produk inti yang ditawarkan oleh PT Caladi Lima Sembilan (C59) adalah t-shirt. Namun, seiring dengan perkembangan maka C59 pun membuat produk lain. Produk yang diproduksi oleh C59 antara lain :

Ciri khas produk-produk C59 adalah multitema, seperti tema otomotif, musik, etnik, pop, ekstrem sport, sport atauimage brandingyang menonjolkan kreativitas dari logo C59 dengan tema-tema tipografi. Khusus produk tematik, dari 2007 sampai saat ini produk unggulannya adalah Indonesian Legend. Didalamnya ada sub-sub tema yang menceritakan tentang kondisi Indonesia saat ini, masa lampau, dan masa depan. Disana dikupas juga tentang tokoh, misalnya tokoh legenda di Indonesia yang melekat di masyarakat. Latar belakang tema Indonesia Legends juga sebagai pengobat rindu. Tema ini juga diangkat untuk orang-orang yang sejak tahun 80-an sudah menggunakan produk-produk C59. Meski begitu Indonesia Legends tidak hanya untuk usia tertentu saja, setiap desain diciptakan untuk merangkul semua kalangan. Setiap kaos-kaos yang bertemaIndonesian Legend mengandung pesan-pesan tertentu. Tentunya dalam pesan-pesan itu C59 bersifat non-blok, artinya C59 bersifat netral tanpa memihak blok manapun.

Sub tema lainnya adalah kopi isu. Kopi isu merupakan tema-tema yang disesuaikan dengan isu-isu yang berkembang saat ini misalnya tentang korupsi dan bank century. C59 menggambarkan situasi itu secara bijak, jika secara tulisan tentunya akan lebih mudah, tapi jika secara visual dalam bentuk rupa apalagi rupa di kaos itu lebih sulit, sehingga C59 lebih mencampurkan antaraimagedancopy write-nya. Bisnis retail C59 memilih dua atau lebih segmen pasar (multisegment marketing) yaitu memasuki segmen berdasarkan usia (kids, teenagers, adults), berdasarkan gender (wanita dan pria), dan berdasarkan pekerjaan (pelajar, karyawan, wiraswata, dan lain-lain). Sedangkan untuk bisnis custom made C59 target konsumennya adalah perorangan, instansi pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, universitas, dan lain-lain.2. Price (Harga)

Harga yang ditetapkan untuk bisnis custom made disesuaikan oleh jenis bahan yang digunakan, teknik yang digunakan, serta jumlah kuantitas barang yang dipesan pelanggan.

3. Place (Tempat dan Saluran Distribusi)

Penjualan produk C59 dilakukan secara retail dimulai dengan membuka showroom pertama yang berlokasi di Jalan Tikukur No. 10 Bandung. Dengan adanya penjualan melalui saluran retail ini, C59 merubah strategi yang dulunya hanya menerima pesanan saja. Perkembangan C59 dari waktu ke waktu menunjukkan hasil yang makin baik, ini bisa dilihat bahwa saat ini produknya ditawarkan melalui 22 showroom dan lebih dari 250 outlet di seluruh Indonesia. C59 pun menjalin kerjasama dengan Ramayana Dept Store sebagai saluran distribusi yaitu Jakarta, Balikpapan, Yogyakarta, Ujung Pandang, Lampung, dan Malang. PT Caladi Lima Sembilan (C59) juga sudah mulai menjalin hubungan perdagangan dengan pihak luar negeri, hal ini dibuktikan dengan makin tingginya nilai ekspor yang dicapai setiap tahunnya. Ekspor yang sudah dilakukan antara lain ke Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, Jerman, Inggris, Cheko, Slovakia, Amerika, Perancis dan Jepang.

4. Promotion (Promosi)

PT Caladi Lima Sembilan menggunakan beberapa bauran promosi (promotional mix) yaitu :

a. Wisata Pabrik dan Kewirausahaan. C59 mengadakan wisata pabrik dengan tujuan menciptakan brand awareness kepada masyarakat. Masyarakat luas dapat melihat proses produksi pada pabrik C59. b. Mengiklankan produk C59 di media cetak (koran, majalah) dan media eletronik (TV, radio, internet). c. Aktif menghubungi atau mendatangi pasar-pasar modern atau pelanggan yang berpotensi.d. Promosi Goes To Campus.e. Pemberian kupon dan diskon harga.f. Event Community (Retail).g. Mendatangi Customer Lama (Maintenance Customer).h. Customer dari Relasi CEO dan Karyawan. Sumber Daya ManusiaJUMLAH PEGAWAI

PT Caladi Lima Sembilan memiliki pegawai yang terdiri dari:

Pegawai Kantor (Staff): 43 orang

Pegawai Produksi

: 200 orang

JAM KERJAPT Caladi Lima Sembilan beroperasi selama lima hari yaitu Senin -Jumat pada pukul 08.00-17.00WIB. PT Caladi Lima Sembilan juga memberlakukan lembur untuk operator pada kondisi-kondisi tertentu, misalnya untuk mengejar deadline pemesanan. Waktu lembur selama 4 jam yaitu pada pukul 19.00-21.00 WIB dan berlaku pada hari kerja (Senin-Jumat). PROSES REKRUTMEN

PT Caladi Lima Sembilan melakukan perekrutan karyawan melalui publikasi media cetak seperti koran dan komunikasi mouth to mouth, karena perusahaan lebih mengutamakan calon karyawan dari masyarakat sekitar atau teman atau saudara dari pekerja yang sudah ada. Jumlah tenaga kerja produksi yang dipersiapkan oleh PT Caladi Lima Sembilan akan disesuaikan dengan kebutuhan untuk memproduksi produk sesuai dengan pesanan. Proses penyeleksian langsung dilakukan oleh bagian personalia dan umum, Prosedur penerimaan tenaga kerja di PT Caladi Lima Sembilan adalah sebagai berikut:

a. Mengisi formulir lamaran pekerjaan

b. Penyeleksian dan perjanjian

c. Persetujuan langsung diputuskan oleh manager.

Apabila pelamar telah diterima sebagai karyawan di perusahaan, maka karyawan baru tersebut harus menjalani masa percobaan terlebih dahulu selama 3 bulan dan harus mengikuti pelatihan dan pengarahan. SISTEM KOMPENSASIPT Caladi Lima Sembilan memiliki karyawan tetap dan karyawan kontrak (hanya pada saat terdapat proyek produksi). Karyawan kontrak diberikan upah dalam bentuk harian yang dibayar pada setiap hari Jumat. Upah tersebut dihitung per hari sesuai dengan posisi kerja dan sampai batas waktu kontrak atau proyek produksi selesai. Untuk karyawan tetap, gaji akan dibayarkan secara setiap bulan setiap tanggal 31 atau 1. Selain mendapatkan gaji utama, para pegawai juga mendapatkan uang transport, uang lembur dan tunjangan hari raya. Perusahaan akan memberikan reward kepada karyawan yang memiliki performance yang baik. Penghargaan dapat berupa kenaikan gaji, ataupun uang bonus atas kinerjanyaManajemen ProduksiBAHAN MATERIALProduk-produk t-shirt yang dihasilkan oleh PT Caladi Lima Sembilan berbahan utama dari kain katun combet. Bahan baku tersebut berasal dari pabrik-pabrik tekstil di seluruh Indonesia. PT Caladi Lima Sembilan selalu menyediakan bahan baku kain warna dasar dalam jumlah banyak. Bahan baku disimpan dalam gudang bahan baku disusun bertumpuk per kemasan. Bahan baku dikemas dalam karung plastik dan tumpukan bahan baku diletakkan diatas pallet kayu agar menjaga kualitas bahan baku dari cacat. Pada saat proses produksi, operator akan menggunakan bahan baku yang berada di gudang tanpa memperhatikan jadwal kedatangan bahan baku, jadi penggunaan bahan baku dilakukan secara acak. Jenis bahan material yang digunakan untuk memproduksi produk C59 yaitu :

1. Katun Combet

2. Katun Carded

3. Misty

4. Cuty Lacoste

5. Diadora

6. Lotto

7. Adidas

8. Fleece

9. Polar

10. Baby terry

11. Parasut

12. Micro

13. High twist

14. Canvas

15. Denim

16. Twill

17. Katun Drill

18. Japan Drill

19. American Drill

20. Taipan 21. Tropica

TEKNOLOGIC59 menggunakan teknologi mesin dan manual. Mesin yang digunakan antara lain mesin plastisol, mesin jahit, mesin obras, mesin border, mesin potong kain, mesin lubang & pasang kancing, dan lain-lain. Terdapat beberapa teknik sablon yang dilakukan yaitu :

1. Karet

2. Karet Transparant

3. Karet Khusus

4. Metalic

5. Cabut Warna

6. Gliter

7. Emas/Gold

8. Perak/Silver

9. Reflektif

10. Timbul Busa

11. Glow In/Fosfor

12. Magic Color

13. Cetak Tebal

14. Timbul Keras

15. Tekstur Print

16. Timbul Plastisol

17. Glass Print

18. Foil19. Flocking

TATA LETAK PABRIK (FACRTORY LAYOUT)

PROSES PRODUKSIProses produksi C59 dilakukan berdasarkan Made to Order dan Made to Stock. Made to Order dilakukan untuk memenuhi unit bisnis custom made sedangkan Made to Stock dilakukan untuk memenuhi unit bisnis retail. Berikut ini penjelasan tentang urutan proses produksi pada pembuatan t-shirt:1. Pemotongan Kain Bahan baku t-shirt yang berupa kain katun combet dipotong dengan mesin potong otomatis atau manual. Proses potong merupakan proses pertama yg dilakukan, dalam proses ini keterangan pada lembar kerja di realisasikan ke dalam bentuk potongan kaos sesuai dengan model yang di minta. Jumlah potongan yang dapat dihasilkan dalam sehari kurang lebih 2500 potong untuk oblong biasa. Tata cara yang biasa dilakukan oleh operator potong sebelum kain tersebut di potong adalah sebagai berikut:a) Memeriksa lembar perintah kerja potong yang bertujuan untuk mempersiapkan jenis bahan/kain yang di potong sesuai dengan permintaan.b) Bahan yang sudah di siapkan tersebutdihampar pada meja potongsampai dengan jumlah potongan yang dimintac) Bahan tersebut kemudian di pola dengan memakai sejenis kapur tulis.d) Cutting,yaitu bahan yang sudah di pola tersebut di potong mengikuti pola yang sudah ada.e) Bahan yang sudah di potong dipisah-pisah sesuai keterangan warna bahan per order, karena pada saat memotong bisa terdiri dari beberapa order. Bahan tersebut selanjutnya diberi kode dengan menempelkan nomor order pada selembar kertas di ujung ikatan kain, supaya tidak tercampur.

Gambar 1 - Pemotongan Kain

2. Penyortiran

Setelah itu kain combed di sortir, setelah disortir bahan dapat langsung disablon. Jika bahan tidak disablon dapat langsung diobras, dijahit, dizoom, dan dapat langsung finishing. Gambar 2 Penyortiran (bahan tidak disablon)

Tujuan dari proses sortir ini adalah untuk menghindari adanya cacat kain sebelum kain bahan tersebut di sablon baik berupa goresan maupun lubang-lubang dan juga untuk lebih memudahkan bagian sablon dalam proses printing.3. AfdrukProses selanjutnya sablon kaos yang sebelumnya harus melewati beberapa proses yaitu dari mulai tracer, klise, afdruk, stel, dan obat. Untuk gambar yang sudah menjadi klise berarti sudah siap untuk di afdruk, klise tersebut harus di sortir dahulu yang bertujuan untuk menentukan ukuran screen yang akan di pakai. Penentuan ukuran screen ini disesuaikan dengan besarnya gambar yang akan di cetak. Dalam proses afdruk ada beberapa tahap yang harus di tembuh sebelum screen siap di stel, diantaranya:a) Pemolesan screen dengan Super-Xyang bertujuan agar gambar dari klise yang akan di afdruk bisa keluar, tetapi terlebih dahulu harus dikeringkan lagi setelah proses pemolesan tersebut.

b) Penyinaran,yang bertujuan menyinari screen yang sudah di tempeli dengan klise agar gambarnya bisa keluar/ ada dalam screen.c) Penyemprotan,dalam tahap ini screen yang sudah selesai disinari disemprot dengan air agar partikel-partikel screen (monil) dapat lepas sehingga membentuk gambar seperti pada klise. Dalam proses ini operator harus berhati-hati supaya screen tidak sampai jebol/rusak.d) Pengeringan sekaligus penambalan.Screen yang masih dalam keadaan basah setelah di semprot di jemur agar cepat kering, yang selanjutnya screen tersebut di tambal dengan sejenis obat yang berguna menutup screen yang bocor dan bila mana proses tersebut sudah selesai berarti sudah siap untuk di stel.

Gambar 3 Afdruk

4. Stel

Tujuan dari proses ini agar letak gambar yang di sablon bisa pas antara tiap warna, karena dalam satu gambar bisa terdiri dari beberapa warna. Cara yang biasa dilakukan biasanya dengan mencoba menyablonnya pada selembar kain putih agar hasil sablonnya bisa lebih jelas kelihatan. Kemudian tiap screen yang akan di stel posisi gambarnya di buat pas dengan gambar pada kain tersebut. Kapasitas stel normal sehari mulai dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB adalah 24 order. Waktu yang di perlukan proses ini satu hari dalam kondisi normal. Gambar 4 Stel

5. Sablon

Proses ini dapat terlaksana bila didukung oleh 3 faktor yaitubahan yang akan di sablon, obat, dan screen yang sudah di stel.Untuk setiap operator sablon di dampingi oleh dua orang pembantu. Kerjasama dan kekompakan sangat diperlukan pada proses ini.Kapasitas normal untuk bagian sablon per hari dapat mencapai 8.000 potong. Gambar yang telah disiapkan untuk disablon dicetak dalam kanvas dengan cara dipanaskan dan ditekan dalam suhu panas, setelah kurang lebih lima menit kanvas kemudian dicelupkan dalam bak air kemudian disemprot sampai cetakan gambar terlihat, setelah selesai kanvas sablon kemudian dikeringkan dengan menggunakan kipas angin manual. Setelah bahan sablon siap, baru dapat disablonkan pada bahan t-shirt yang telah disortir, kemudian di press.

Gambar 5 Sablon 1

Gambar 5 Sablon 2

6. Press Pada tahap ini bahan yang sudah di sablon di press terlebih dahulu agar hasil sablonnya lebih bisa tahan lama dan tidak bau obat atau cat sablon. Dalam proses ini nampaknya tidak terlalu banyak kendala yang berarti dan waktu yang diperlukan adalah satu hari dengan kapasitas per hari mencapai 3.000-4.000 potong.

Gambar 6 - Press

7. Obras

Pada mesin obras bahan baku t-shirt setengah jadi yang telah disablon kemudian diobras pada mesin obras. Pada mesin obras ini bagian depan dan belakang t-shirt disambungkan dan dipasang rib pada bagian leher. Kemampuan rata-rata dari setiap operator obras dalam sehari, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB adalah 125 potong. Kemampuan rata-rata dari setiap operator zoom dalam sehari, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB adalah 450 potong. Kapasitas normal untuk bagian obras dan jahit ini adalah 1.800 potong per hari untuk oblong. Waktu yang diperlukan pada proses ini adalah dua hari dalam kondisi normal.Gambar 7 - Obras

8. Jahit dan Zoom

Pada mesin jahit, t-shirt dipasang bis lalu ditindes dan dilakukan pemasangan label C59. Setelah pemasangan label, bahan t-shirt dizoom dengan menggunakan mesin zoom. Kemudian bagian badan t-shirt disambungkan dengan bagian tangan dengan mesin jahit. Untuk memastikan proses yang dilakukan telah benar dilakukan kembali zoom bawah, setelah itu dilakukan tindes bagian leher t-shirt.Gambar 8 Jahit dan Zoom

9. FinishingPada bagian finishing, t-shirt yang sudah jadi dibersihkan dari sisa-sisa benang hasil proses jahit, kemudian diperiksa jika terjadi cacat produk harus dipisahkan. Kemudian t-shirt disetrika rapi kemudian dapat langsung dilipat dan dikemas dalam plastic seal dan dipisahkan sesuai dengan ukuran masing-masing.Gambar 9 - Finishing

10. PackingPacking merupakan proses terakhir dari rangkaian proses produksi. Barang yang sudah di packing dari bagian finishing dikirim ke setiap cabang dengan cara dikirim langsung oleh bagian ekspedisi/paket atau bisa dengan melalui jasa pengiriman.Gambar 10 - Packing

SISTEM PENGENDALIAN KUALITAS

1. Pengendalian Kualitas Bahan BakuPT Caladi Lima Sembilan sangat memperhatikan kualitas bahan baku. Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi t-shirt adalah kain katun combet. Untuk menjaga agar tetap mendapatkan bahan baku yang sesuai dengan kebutuhan maka PT Caladi Lima Sembilan memesan bahan baku dari supplier yang telah lama bekerja sama. Sebelum disimpan dan dibawa ke bagian produksi, bahan baku yang baru datang diperiksa terlebih dahulu kualitasnya, jika terdapat bahan yang cacat akan dikembalikan kepada supplier. Pemeriksaan dilakukan secara acak dan dengan cara visual dan sentuhan bahan. Bahan baku yang akan digunakan diperiksa terlebih dahulu agar tidak mengganggu jalannya aliran proses produksi.2. Pengendalian Kualitas Produk Setengah Jadi

Produk setengah jadi t-shirt adalah pada saat setelah bahan baku selesai disortir yang kemudian akan dilakukan proses sablon atau ada juga yang tidak dilakukan proses sablon. Produk setengah jadi t-shirt yang akan disablon dilakukan pemeriksaan kualitas sablon apabila terdapat sablon yang cacat maka akan dipisahkan dan disatukan dengan scrap.3. Pengendalian Kualitas Produk Jadi

Pengendalian kualitas produk menjadi sangat penting bagi PT Caladi Lima Sembilan untuk menjaga kepercayaan konsumen. Pengendalian dan pemeriksaan kualitas produk jadi t-shirt pada PT Caladi Lima Sembilan adalah pada bagian finishing. T-shirt diperiksa sebelum dilipat dan dikemas. T-shirt yang terdapat cacat akan dipisahkan dan diperbaiki. Jika terdapat t-shirt yang cacat pada jahitan t-shirt tersebut maka akan dirework. Jika cacat t-shirt dalam bentuk bolong, maka t-shirt pesanan konsumen tersebut akan diganti dengan yang baru atau produksi ulang. T-shirt yang terdapat noda kotor akan dibersihkan dengan disemprot cairan air mineral hingga noda hilang. Pemilihan bahan yang sesuai dengan desain, separasi warna, pembuatan screen, dan printing dijalankan dibawah pengawasan kualitas yang ketat. Dengan demikian, mutu produk buatan C59 selalu dapat dijamin.

Manjemen KeuanganSemakin berkembangnya bisnis dan pesanan yang diperoleh akhirnya menuntut suatu peningkatan modal kerja. Kebutuhan modal ini menjadi suatu pemikiran yang serius mengingat makin banyaknya pesanan yang masuk sedangkan bahan baku yang dibutuhkan harus disediakan lebih dulu sehingga mempercepat pelayanan. Pada tahun 1989, datang pesanan dari Bank Niaga untuk pembuatan kaos oblong. Bank Niaga melihat potensi yang dimiliki C59 untuk berkembang jauh lebih besar. Bank Niaga kemudian menawarkan pinjaman yang dapat digunakan untuk investasi juga untuk tambahan modal kerja. Kesempatan ini diterima oleh C59 sebagai bantuan yang sangat berharga. Dalam prakteknya Bank Niaga bersedia menempatkan salah satu staf-nya untuk duduk dalam kegiatan operasional sehari-hari sehingga penggunaan dana yang dipinjamkan dapat lebih terjamin keamanannya.Disisi lain bank sebagai suatu lembaga pembiayaan mempunyai aturan yang ketat dalam operasional kreditnya, hal ini juga menjadi pemikiran pihak C59. Khawatir jika sewaktu-waktu lembaga perbankan ini dilikuidasi, C59 melakukan kiat dengan melakukan kredit pembelian dari pemasoknya baik pemasok bahan baku kain, benang, atau bahan pembantu lainnya. Disamping lebih bersahabat terdapat juga suatu hubungan bisnis yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak yaitu pemasok dan produsen.Adanya bantuan tambahan dana investasi dan modal kerja, prioritas utama digunakan untuk pembangunan fasilitas produksi. Fasilitas produksi ini dibangun di daerah Cigadung, tepatnya di Jalan Cigadung Raya Timur No. 107 Sekemirung Bandung. Dengan luas tanah sekitar 8.000 M2, C59 mempunyai keleluasaan dalam mengembangkan fasilitas pendukung lainnya, seperti pengolahan limbah, generator pendukung daya listrik dan sebagainya.Meningkatnya penjualan yang secara tidak langsung menambah tenaga kerja, menuntut C59 untuk menyusun suatu struktur organisasi yang baik, yang juga memerlukan suatu pengakuan legalitas dari pemerintah. Pada tahun 1991 C59 secara resmi menjadi perseroan terbatas (PT) yang disahkan oleh Departemen Kehakiman.Pada tahun 1990 juga mulai dipikirkan peluang lain dari bisnis kaos oblong ini, yaitu melalui penjualan eceran (retail) dimana desain grafisnya dirancang sendiri oleh para designer dari C59. Penjualan secara retail ini dimulai dengan membuka showroom pertama yang berlokasi di Jalan Tikukur No. 10 Bandung, dengan adanya penjualan melalui saluran retail ini, berarti merubah strategi yang mendasar bagi C59 yang bermula hanya menerima pesanan saja. Penjualan retail ini ternyata juga menunjukkan perkembangan yang memuaskan. Melalui berbagai pembicaraan mengenai strategi perusahaan maka diputuskan untuk menggunakan teknik franchising, yang menerapkan gaya manajemen dan format display showroom yang dirancang oleh pemberi franchise. Perkembangan C59 dari waktu ke waktu menunjukkan hasil yang makin baik, ini bisa dilihat bahwa saat ini produknya ditawarkan melalui 22 showroom dan lebih dari 250 outlet di seluruh Indonesia. Analisis SWOTStrength (Kekuatan)

1.PT Caladi Lima Sembilan sudah 30 tahun lebih bergerakdalam bisnis pembuatan kaos yang kualitasnya tidak diragukan lagi. C59 memiliki kualitas produk yang bermutu tinggi serta desain produk yang unggul.

2.Merek C59 sangat terkenal di Bandung dan Jakarta dan sekarang nama C59 juga sudah dikenal luas di Indonesia bahkan di luar negeri.

3.Sebagai perwujudan profesionalismenya dan demi kepuasan konsumen, C59 memberikan jaminan atas kesalahan produksi ataupun keterlambatan jadwal. Research and development terus ditingkatkan dalam hal kemungkinan pemakaian material baru, teknologi yang lebih maju, serta manajemen perusahaan yang lebih baik membuat C59 diharapkan semakin mampu memenuhi setiap tuntutan yang timbul dari masyarakat.

Weakness (Kelemahan)

1.Produknya cenderung mudah untuk ditiru pesaing, oleh karena itu C59 perlu mengembangkan diferensiasi pada produknya.

Opportunity (Peluang)

1.Merek lokal lain yang juga ternama seperti Dagadu dan Joger sudah membatasi diri sebagai produk yang pasarnya hanya sampai Yogyakarta dan Bali sehingga dari sisi penyebaran, keduamerek tersebut tidak mengganggu pasar C59.

2.Setelah sukses pada bisnis bidang pembuatan pesanan kaos, PT Caladi Lima Sembilan merambah ke bisnis retail yang bermula dari menjual sisa order yang tidak memenuhi syarat namun ternyata diminati orang banyak. Hal ini merupakan peluang C59 mengambil ceruk pasar retail pada kategori produk tshirt atau kaos.

3.Keberhasilan C59 dalam menembus pasar luar negeri dimulai dari beberapa staf-nya yang bersekolah di luar negeri yang biasanya membawa satu dua koperkaos C59 kemudian di sana. Ternyatadisanamemiliki peluang yang sangat besar karenamemiliki empat musim sehingga tidak hanya bisa menjualt-shirt namun juga sweater atau jaket.

Treat (Ancaman)

1.Semakin berkembangnya usaha distro (clothing) dan factory outlet di Bandung dengan kualitas dan desain yang bersaing menyebabkan pesaing C59 dalam kategori produk t-shirt semakin banyak.

Dokumentasi(t-shirt)

(polo shirt)

(celana)

(kemeja)

(rompi)

(jaket)

(sweater)

(training suit)

(mug)

(topi)

(tas)

(dompet)

langkah (b)

langkah (e)

langkah (c) & (d)

_1367833885.vsdManager

Kepala BagianPersonalia/Umum

Kepala BagianMarketing

Kepala BagianKeuangan

Maklun

Kepala BagianProduksi

Kepala BagianInventory/Pembelian

Operator

Cleaning Service

Supir

Satpam

Kasir

Administrasi

Kepala LiniPra Produksi

Kepala LiniPotong/Sortir

Kepala LiniSablon

Kepala LiniPress

Kepala LiniJahit

Kepala LiniFinishing

Afdruk

Stel

Obat

Lebur Screen

Karet

Plastisol

Jahit

Obras

Overdeck

Gunting Benang

Lipat

Steam

Packing Plastik

Packing Karung