Benchmarking C59

of 35 /35
Profil Perusahaan Berawal dari keberanian pasangan Marius Widyarto Wiwied (Owner C59) dan Maria Goreti (Istri dari Mas Wiwied) yang membeli satu mesin jahit dan dua mesin obras. Uang untuk membeli mesin-mesin tersebut merupakan hasil dari menjual kado pernikahan mereka pada 12 Oktober 1980 silam. Selanjutnya, didirikanlah perusahaan C59 yang kemudian pada setiap tanggal tersebut diperingati hari Ulang tahun C59. Nama perusahaan C59 sendiri berasal dari alamat rumah, dimana Pak Wiwied dan Ibu Maria pertama kali tinggal, yaitu Caladi Nomor 59 Bandung. Pada awalnya bisnis C59 pertama kali adalah melayani pesanan t-shirt bergambar, yang pada masa itu teknik pengerjaannya masih manual belum menggunakan komputer. Baru pada tahun 1985, C59 mulai menunjukan keunggulan dari segi bahan t-shirt, jenis sablon, dan teknik pisah warna hingga produknya dapat dikenal di Bandung dan Jakarta. Tahun 1990, C59 semakin berkembang dengan membangun pabrik dan fasilitas modern bersamaan dengan dibangunnya toko retail (showroom) yang pertama di Jalan Tikukur Nomor 10 Bandung. Tahun 1993-1994, C59 berdiri secara sah sebagai perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan Bapak Marius Widyarto Wiwied sebagai Direktur Utama (hingga saat ini) yang dilanjutkan dengan melakukan ekspansi ke beberapa kota di Indonesia, dengan mendirikan toko sendiri dan menjalin kerjasama dengan Ramayana Departement Store sebagai saluran distribusi yaitu:

description

Tugas

Transcript of Benchmarking C59

Page 1: Benchmarking C59

Profil Perusahaan

Berawal dari keberanian pasangan Marius Widyarto Wiwied (Owner C59) dan

Maria Goreti (Istri dari Mas Wiwied) yang membeli satu mesin jahit dan dua mesin

obras. Uang untuk membeli mesin-mesin tersebut merupakan hasil dari menjual

kado pernikahan mereka pada 12 Oktober 1980 silam. Selanjutnya, didirikanlah

perusahaan C59 yang kemudian pada setiap tanggal tersebut diperingati hari Ulang

tahun C59.

Nama perusahaan C59 sendiri berasal dari alamat rumah, dimana Pak Wiwied

dan Ibu Maria pertama kali tinggal, yaitu Caladi Nomor 59 Bandung. Pada awalnya

bisnis C59 pertama kali adalah melayani pesanan t-shirt bergambar, yang pada masa

itu teknik pengerjaannya masih manual belum menggunakan komputer. Baru pada

tahun 1985, C59 mulai menunjukan keunggulan dari segi bahan t-shirt, jenis sablon,

dan teknik pisah warna hingga produknya dapat dikenal di Bandung dan Jakarta.

Tahun 1990, C59 semakin berkembang dengan membangun pabrik dan

fasilitas modern bersamaan dengan dibangunnya toko retail (showroom) yang

pertama di Jalan Tikukur Nomor 10 Bandung. Tahun 1993-1994, C59 berdiri secara

sah sebagai perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan Bapak

Marius Widyarto Wiwied sebagai Direktur Utama (hingga saat ini) yang dilanjutkan

dengan melakukan ekspansi ke beberapa kota di Indonesia, dengan mendirikan toko

sendiri dan menjalin kerjasama dengan Ramayana Departement Store sebagai

saluran distribusi yaitu: Jakarta, Balikpapan, Yogyakarta, Ujung Pandang, Lampung,

dan Malang.

Tahun 2000, pada usia yang ke-20 C59 mulai memasarkan produknya ke

Eropa Tengah (Ceko, Slovakia dan Jerman). Sedangkan untuk mengembangkan pasar

lokal nasional, C59 menjalin kerjasama dengan Matahari Departement Store. Konsep

dan varian produknya juga berubah dari Basic T-shirt" (kaos oblong) menjadi

"Fashion Apparel" dengan segmentasi kalangan remaja usia 14-24 tahun.

Tahun 2002-2003, PT Caladi Lima Sembilan (C59) andil peran dalam trend

para kawula muda, dengan mengadakan C59 Street Fiesta, yang digelar di tiga kota

besar di Jawa, antara lain Bandung, Surabaya, Yogyakarta. Tahun 2004, PT Caladi

Lima Sembilan (C59) sesuai dengan slogannya "Express Your Style" ikut ambil bagian

Page 2: Benchmarking C59

dalam mengekpresikan musik anak muda dalam ajang Indonesian Idol, bekerjasama

dengan sebuah Televisi Swasta Indonesia (RCTI) den Fremantle Media Enterprises,

Ltd. Tahun 2007, PT Caladi Lima Sembilan (C59) mendapat penghargaan Hade

Award dari Dinas Perindustrian Jawa Barat, dan KICK (Kreative Independent Clothing

Komunity), sebagai pelopor perclothingan di Bandung Jawa Barat. Tahun 2008, PT

Caladi Lima Sembilan (C59) bekerjasama secara resmi dengan Dekranasda Kota

Bandung, Ardan Management Group, Saung Angklung Udjo, Miing Fellowship, dan

SMKN 14/SMSR.

Awards Yang Pernah Diraih C59

Pada tahun 1996, C59 mendapatkanpenghargaan Upakarti dari Presiden RI (Republik Indonesia) Bapaka Soeharto Untuk Kategori Usaha Kecil dan Menengah.

Pada tahun 1999, C59 mendapatkan penghargaan Internasional Merit Awarduntuk kategori Best Calendar Theme.

Pada Tahun 2000, C59 mendapatkan penghargaan ASEANDevelopment Best Economic Executive Award.

Pada tahun 2001, C59 mendapatkan penghargaan Enterprise 50 (50 UKM Terbaik Nasional)sebagai Peringkat I (Pertama) yang diselenggarakan olehAccenture dan Majalah SWA.

Pada tahun 2007, C59 mendapatkan Rekor MURI sebagai penyelenggara melukisdiatas kaos dengan peserta terbanyak.

Pada Tahun 2009, C59 mendapatkan penghargaan TOP BRAND 2009 dariMajalah SWA.

Page 3: Benchmarking C59

Profil Pemilik (Owner)

Nama lengkap : Marius WidyartoNama panggilan : Mas WiwiedStatus : MenikahJabatan : Direktur UtamaAlamat : Jl. Merak No.2 BandungE-mail : [email protected] dan [email protected]

PENDIDIKANSD : Banjarmasin (1963-1969)SMP : Aloysius Bandung (1969-1972)SMA : Aloysius Bandung (1972-1975)UNIVERSITAS : Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan Bandung

(1975-1980)

PRESTASI DAN KEGIATAN:

a) Mendirikan dan merintis perusahaan t-shirt C59 dari tahun 1980, sekaligus menjadi pemilik.

b) Mengembangkan usaha t-shirt C59 menjadi PT.CALADI LIMA SEMBILAN di tahun 1993, dan disahkan menjadi PT di tahun 1995.

c) Penghargaan Entrepreneur Award dari HIPMI tahun 1993.d) Penghargaan Upakarti dari Presiden RI Soeharto tahun 1996.e) Penghargaan Merit Award " Design Best Theme " tahun 1999.f) Penghargaan ASEAN Development Best Economic Executive Award tahun 2000.g) Penghargaan Enterprise 50 versi Majalah SWA, Accenture, HIPMI (rangking 1)

"Prestasi Terbaik Kewirausahaan” tahun 2001.h) Menjadi ketua HDCI (Harley Davidson Club Indonesia) CHAPTER Bandung.i) Menjadi penasehat ikatan-ikatan Automotive Bandung.j) Menjadi pembicara pada program "Prapurna Bakti" di PLN, PERTAMINA, BNI,

Mandiri, Aneka Tambang, dan Garuda.k) Menjadi pembicara pada program Kewirausahaan untuk para santri di Pesantren

Daarut Tauhid (DT) pimpinan K.H Abdullah Gymnastiar (AA Gym).l) Menjadi pembicara seminar "Entrepreneurship" di Perguruan Tinggi di Indonesia,

juga Entrepreneur University (EU), terutama untuk pembekalan sebelum kelulusan.m) Menjadi pembicara dalam program seminar bersama Yahya B.Sunaryo (DIREXION),

Hermawan Kertajaya (MARKPLUS), Renald Khasali SOLUSI), James Gwee (Academia).

n) Menjadi pembicara acara “Mario Teguh Golden Ways” Metro TV (Januari 2010).

Page 4: Benchmarking C59

Logo Perusahaan dan Filosofi Bisnis

Nama C59 sendiri berasal dari alamat rumah, dimana Pak Wiwied dan istrinya

pertama kali tinggal, yaitu di Jalan “Caladi Nomor 59 Bandung”. Alasannya sangat

sederhana, yaitu agar pembeli lebih mudah apabila ingin memesan atau membeli

lagi. Yang pada akhirnya dijadikan sebagai komitmen untuk memberikan layanan jasa

terbaik, sesuai waktu dan kualitas yang diinginkan konsumen.

Filosofi bisnis Wiwied sendiri terinspirasi dari burung Caladi yang berasal dari

bahasa Sunda yang berarti burung pelatuk. Wiwied mengartikan Caladi sebagai lima

citra dan sembilan cita-cita, lima citra itu menggambarkan karakter sumberdaya

manusia yang dimiliki C59 yakni, cakap, cerdik, cermat, cepat, dan ceria.

Sedangkan sembilan cita-citanya adalah customer satisfaction, company

profit, confident working atmosphere, control, collaboration, clear mind, creativity,

dan consultative. Wiwied juga ingin seperti burung pelatuk Woody Woodpecker yang

tidak mau kalah dari pesaingnya, dan bila kita perhatikan burung pelatuk selalu fokus

ketika mematuk pohon, Wiwied pun ingin selalu fokus di bidang garmen.

Page 5: Benchmarking C59

Gambaran Umum Bisnis

Nama Perusahaan : PT Caladi Lima Sembilan

Badan Hukum : Perseroan Terbatas (PT)

Alamat Head Office : Jl. Merak no. 2 Bandung 40133

Telp. 022-2505959 / 022-2507225

Fax. 022-2500124

Alamat Factory : Jl. Cigadung Raya Timur No. 107 Bandung 40191

Telp. 022-2506640 / 022-2504718

Fax. 022-2501159

E-mail : [email protected]

Website : www.c59.co.id

Terdapat dua lini bisnis C59, yaitu retail dan costum made.

1) Bisnis retail adalah memasarkan produk C59 yang didesain, dikonsep, dicetak

dan dipasarkan oleh C59. Untuk menjawab kebutuhan pasar, maka C59

mengembangkan bisnis retailnya dengan mendirikan showroom dan

bekerjasama dengan outlet-outlet di Indonesia yang berskala nasional

(Matahari Department Store dan Ramayana Departement Store). Showroom-

showroom C59 tersebar di beberapa kota di Indonesia.

2) Bisnis custom made adalah suatu bentuk bisnis dimana Anda adalah pencipta

ide, konsep dan desain. C59 hanya perantara untuk menjadikan konsep Anda

ke dalam produknya seperti t-shirt, kemeja, jaket, sweater, dan lain-lain.

PT Caladi Lima Sembilan bergerak dalam bidang pembuatan kaos bergambar

(clothing) dengan jalur distribusi nasional dan internasional. Selain bergerak dalam

bidang pembuatan kaos bergambar, PT Caladi Lima Sembilan juga bergerak dalam

bidang penyediaan layanan jasa yang ditangani oleh divisi Creative Force 59.

PT Caladi Lima Sembilan juga menjadi konsultan desain untuk perusahaan

atau instansi baik swasta maupun pemerintah. PT Caladi Lima Sembilan merancang

berbagai produk yang akan mencerminkan identitas instansi tersebut dan dapat

diwujudkan dalam berbagai bentuk produk seperti kaos, stiker, topi, seragam

Page 6: Benchmarking C59

perusahaan, banner, bendera, dan lain-lain yang digunakan sebagai sarana promosi.

Beberapa instansi yang telah menjadi pelanggan C59 yaitu :

1. Telkom Indonesia,

2. Telkomsel,

3. Indosat,

4. XL,

5. Esia,

6. Nokia Indonesia,

7. Telkom Speedy,

8. Pertamina,

9. Chevron,

10. Caterpillar,

11. PT. Aneka Tambang,

12. Exxon Mobil,

13. Hitachi,

14. RCTI,

15. GLOBAL TV,

16. PT. INTI,

17. WWF Indonesia,

18. Hard Rock Café,

19. Coca Cola,

20. Aqua,

21. Yogya Dept Store,

22. Matahari Dept Store,

23. KFC,

24. Mc. Donalds,

25. Teh Botol Sosro,

26. BNI,

27. Bank Niaga,

28. Bank Mega,

29. Mandiri,

30. BCA,

31. BJB,

32. BRI,

33. Hotel Hyatt,

34. Hotel Santika,

35. Jonas Photo,

36. Tupperware Indonesia

37. Garuda Indonesia,

38. Merpati Airliness,

39. Pos Indonesia,

40. Departemen PU,

41. Pemkot Bandung,

42. Persib Bandung,

43. Polda Jawa Barat,

44. PT. Kereta Api Indonesia

45. Saung Udjo,

46. Pikiran Rakyat,

47. Ardan Radio,

48. Oz Radio,

49. Yamaha,

50. Honda,

51. Harley Davidson,

52. Suzuki,

53. Toyota,

54. dan lain-lain.

Page 7: Benchmarking C59

Organisasi dan Manajemen

PT Caladi Lima Sembilan memiliki struktur organisasi pendekatan

departementalisasi fungsional dan hierarki horizontal.

Kelebihan:

a. Koordinasi lebih mudah dilakukan.

b. Pembinaan dan kontrol lebih efektif.

c. Spesialisasi tugas lebih mendalam.

Kelemahan:

a. Biaya-biaya yang berkaitan dengan jabatan lebih besar.

b. Birokrasi semakin panjang.

c. Jalur perintah dan tanggung jawab lebih panjang.

Struktur organisasi yang terdapat pada PT Caladi Lima Sembilan :

Page 8: Benchmarking C59

(tas) (mug)

Manajemen Pemasaran

Marketing Mix (4P)

1. Product (Produk)

Produk inti yang ditawarkan oleh PT Caladi Lima Sembilan (C59) adalah t-

shirt. Namun, seiring dengan perkembangan maka C59 pun membuat produk lain.

Produk yang diproduksi oleh C59 antara lain :

Ciri khas produk-produk C59 adalah multitema, seperti tema otomotif, musik,

etnik, pop, ekstrem sport, sport atau image branding yang menonjolkan kreativitas

dari logo C59 dengan tema-tema tipografi. Khusus produk tematik, dari 2007 sampai

(jaket) (training suit)

(celana)

(sweater)

(dompet) (topi)

(kemeja) (rompi)

(t-shirt)

(polo shirt)

Page 9: Benchmarking C59

saat ini produk unggulannya adalah “Indonesian Legend”. Didalamnya ada sub-sub

tema yang menceritakan tentang kondisi Indonesia saat ini, masa lampau, dan masa

depan. Disana dikupas juga tentang tokoh, misalnya tokoh legenda di Indonesia yang

melekat di masyarakat. Latar belakang tema “Indonesia Legends” juga sebagai

pengobat rindu.

Tema ini juga diangkat untuk orang-orang yang sejak tahun 80-an sudah

menggunakan produk-produk C59. Meski begitu “Indonesia Legends” tidak hanya

untuk usia tertentu saja, setiap desain diciptakan untuk merangkul semua kalangan.

Setiap kaos-kaos yang bertema “Indonesian Legend” mengandung pesan-pesan

tertentu. Tentunya dalam pesan-pesan itu C59 bersifat non-blok, artinya C59 bersifat

netral tanpa memihak blok manapun.

Sub tema lainnya adalah kopi isu. Kopi isu merupakan tema-tema yang

disesuaikan dengan isu-isu yang berkembang saat ini misalnya tentang korupsi dan

bank century. C59 menggambarkan situasi itu secara bijak, jika secara tulisan

tentunya akan lebih mudah, tapi jika secara visual dalam bentuk rupa apalagi rupa di

kaos itu lebih sulit, sehingga C59 lebih mencampurkan antara image dan copy write-

nya.

Bisnis retail C59 memilih dua atau lebih segmen pasar (multisegment

marketing) yaitu memasuki segmen berdasarkan usia (kids, teenagers, adults),

berdasarkan gender (wanita dan pria), dan berdasarkan pekerjaan (pelajar,

karyawan, wiraswata, dan lain-lain). Sedangkan untuk bisnis custom made C59

target konsumennya adalah perorangan, instansi pemerintah, BUMN, perusahaan

swasta, universitas, dan lain-lain.

2. Price (Harga)

Harga yang ditetapkan untuk bisnis custom made disesuaikan oleh jenis

bahan yang digunakan, teknik yang digunakan, serta jumlah kuantitas barang yang

dipesan pelanggan.

3. Place (Tempat dan Saluran Distribusi)

Penjualan produk C59 dilakukan secara retail dimulai dengan membuka

showroom pertama yang berlokasi di Jalan Tikukur No. 10 Bandung. Dengan adanya

penjualan melalui saluran retail ini, C59 merubah strategi yang dulunya hanya

Page 10: Benchmarking C59

menerima pesanan saja. Perkembangan C59 dari waktu ke waktu menunjukkan hasil

yang makin baik, ini bisa dilihat bahwa saat ini produknya ditawarkan melalui 22

showroom dan lebih dari 250 outlet di seluruh Indonesia.

C59 pun menjalin kerjasama dengan Ramayana Dept Store sebagai saluran

distribusi yaitu Jakarta, Balikpapan, Yogyakarta, Ujung Pandang, Lampung, dan

Malang. PT Caladi Lima Sembilan (C59) juga sudah mulai menjalin hubungan

perdagangan dengan pihak luar negeri, hal ini dibuktikan dengan makin tingginya

nilai ekspor yang dicapai setiap tahunnya. Ekspor yang sudah dilakukan antara lain ke

Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, Jerman, Inggris, Cheko, Slovakia,

Amerika, Perancis dan Jepang.

4. Promotion (Promosi)

PT Caladi Lima Sembilan menggunakan beberapa bauran promosi

(promotional mix) yaitu :

a. Wisata Pabrik dan Kewirausahaan. C59 mengadakan wisata pabrik dengan

tujuan menciptakan brand awareness kepada masyarakat. Masyarakat luas

dapat melihat proses produksi pada pabrik C59.

b. Mengiklankan produk C59 di media cetak (koran, majalah) dan media

eletronik (TV, radio, internet).

c. Aktif menghubungi atau mendatangi pasar-pasar modern atau pelanggan

yang berpotensi.

d. Promosi Goes To Campus.

e. Pemberian kupon dan diskon harga.

f. Event Community (Retail).

g. Mendatangi Customer Lama (Maintenance Customer).

h. Customer dari Relasi CEO dan Karyawan.

Sumber Daya Manusia

JUMLAH PEGAWAI

PT Caladi Lima Sembilan memiliki pegawai yang terdiri dari:

Pegawai Kantor (Staff) : 43 orang

Page 11: Benchmarking C59

Pegawai Produksi : 200 orang

JAM KERJA

PT Caladi Lima Sembilan beroperasi selama lima hari yaitu Senin -Jumat pada

pukul 08.00-17.00WIB. PT Caladi Lima Sembilan juga memberlakukan lembur untuk

operator pada kondisi-kondisi tertentu, misalnya untuk mengejar deadline

pemesanan. Waktu lembur selama 4 jam yaitu pada pukul 19.00-21.00 WIB dan

berlaku pada hari kerja (Senin-Jumat).

PROSES REKRUTMEN

PT Caladi Lima Sembilan melakukan perekrutan karyawan melalui publikasi

media cetak seperti koran dan komunikasi mouth to mouth, karena perusahaan lebih

mengutamakan calon karyawan dari masyarakat sekitar atau teman atau saudara

dari pekerja yang sudah ada. Jumlah tenaga kerja produksi yang dipersiapkan oleh PT

Caladi Lima Sembilan akan disesuaikan dengan kebutuhan untuk memproduksi

produk sesuai dengan pesanan. Proses penyeleksian langsung dilakukan oleh bagian

personalia dan umum, Prosedur penerimaan tenaga kerja di PT Caladi Lima Sembilan

adalah sebagai berikut:

a. Mengisi formulir lamaran pekerjaan

b. Penyeleksian dan perjanjian

c. Persetujuan langsung diputuskan oleh manager.

Apabila pelamar telah diterima sebagai karyawan di perusahaan, maka

karyawan baru tersebut harus menjalani masa percobaan terlebih dahulu selama 3

bulan dan harus mengikuti pelatihan dan pengarahan.

SISTEM KOMPENSASI

PT Caladi Lima Sembilan memiliki karyawan tetap dan karyawan kontrak

(hanya pada saat terdapat proyek produksi). Karyawan kontrak diberikan upah

dalam bentuk harian yang dibayar pada setiap hari Jumat. Upah tersebut dihitung

per hari sesuai dengan posisi kerja dan sampai batas waktu kontrak atau proyek

produksi selesai. Untuk karyawan tetap, gaji akan dibayarkan secara setiap bulan

setiap tanggal 31 atau 1. Selain mendapatkan gaji utama, para pegawai juga

mendapatkan uang transport, uang lembur dan tunjangan hari raya. Perusahaan

Page 12: Benchmarking C59

akan memberikan reward kepada karyawan yang memiliki performance yang baik.

Penghargaan dapat berupa kenaikan gaji, ataupun uang bonus atas kinerjanya

Manajemen ProduksiBAHAN MATERIAL

Produk-produk t-shirt yang dihasilkan oleh PT Caladi Lima Sembilan berbahan

utama dari kain katun combet. Bahan baku tersebut berasal dari pabrik-pabrik tekstil

di seluruh Indonesia. PT Caladi Lima Sembilan selalu menyediakan bahan baku kain

warna dasar dalam jumlah banyak. Bahan baku disimpan dalam gudang bahan baku

disusun bertumpuk per kemasan. Bahan baku dikemas dalam karung plastik dan

tumpukan bahan baku diletakkan diatas pallet kayu agar menjaga kualitas bahan

baku dari cacat. Pada saat proses produksi, operator akan menggunakan bahan baku

yang berada di gudang tanpa memperhatikan jadwal kedatangan bahan baku, jadi

penggunaan bahan baku dilakukan secara acak. Jenis bahan material yang digunakan

untuk memproduksi produk C59 yaitu :

1. Katun Combet

2. Katun Carded

3. Misty

4. Cuty Lacoste

5. Diadora

6. Lotto

7. Adidas

8. Fleece

9. Polar

10. Baby terry

11. Parasut

12. Micro

13. High twist

14. Canvas

15. Denim

16. Twill

17. Katun Drill

18. Japan Drill

19. American Drill

20. Taipan

21. Tropica

TEKNOLOGI

C59 menggunakan teknologi mesin dan manual. Mesin yang digunakan

antara lain mesin plastisol, mesin jahit, mesin obras, mesin border, mesin potong

kain, mesin lubang & pasang kancing, dan lain-lain. Terdapat beberapa teknik sablon

yang dilakukan yaitu :

Page 13: Benchmarking C59

1. Karet

2. Karet Transparant

3. Karet Khusus

4. Metalic

5. Cabut Warna

6. Gliter

7. Emas/Gold

8. Perak/Silver

9. Reflektif

10. Timbul Busa

11. Glow In/Fosfor

12. Magic Color

13. Cetak Tebal

14. Timbul Keras

15. Tekstur Print

16. Timbul Plastisol

17. Glass Print

18. Foil

19. Flocking

TATA LETAK PABRIK (FACRTORY LAYOUT)

PROSES PRODUKSI

Proses produksi C59 dilakukan berdasarkan Made to Order dan Made to

Stock. Made to Order dilakukan untuk memenuhi unit bisnis custom made

sedangkan Made to Stock dilakukan untuk memenuhi unit bisnis retail. Berikut ini

penjelasan tentang urutan proses produksi pada pembuatan t-shirt:

Page 14: Benchmarking C59

1. Pemotongan Kain

Bahan baku t-shirt yang berupa kain katun combet dipotong dengan mesin

potong otomatis atau manual. Proses potong merupakan proses pertama yg

dilakukan, dalam proses ini keterangan pada lembar kerja di realisasikan ke dalam

bentuk potongan kaos sesuai dengan model yang di minta. Jumlah potongan yang

dapat dihasilkan dalam sehari kurang lebih 2500 potong untuk oblong biasa. Tata

cara yang biasa dilakukan oleh operator potong sebelum kain tersebut di potong

adalah sebagai berikut:

a) Memeriksa lembar perintah kerja potong yang bertujuan untuk

mempersiapkan jenis bahan/kain yang di potong sesuai dengan

permintaan.

b) Bahan yang sudah di siapkan tersebut dihampar pada meja

potong sampai dengan jumlah potongan yang diminta

c) Bahan tersebut kemudian di pola dengan memakai sejenis kapur tulis.

d) Cutting, yaitu bahan yang sudah di pola tersebut di potong mengikuti pola

yang sudah ada.

e) Bahan yang sudah di potong dipisah-pisah sesuai keterangan warna

bahan per order, karena pada saat memotong bisa terdiri dari beberapa

order. Bahan tersebut selanjutnya diberi kode dengan menempelkan

nomor order pada selembar kertas di ujung ikatan kain, supaya tidak

tercampur.

Page 15: Benchmarking C59

Gambar 1 - Pemotongan Kain

2. Penyortiran

Setelah itu kain combed di sortir, setelah disortir bahan dapat langsung

disablon. Jika bahan tidak disablon dapat langsung diobras, dijahit, dizoom, dan

dapat langsung finishing.

Gambar 2 – Penyortiran (bahan tidak disablon)

Tujuan dari proses sortir ini adalah untuk menghindari adanya cacat kain

sebelum kain bahan tersebut di sablon baik berupa goresan maupun lubang-lubang

dan juga untuk lebih memudahkan bagian sablon dalam proses printing.

3. Afdruk

Proses selanjutnya sablon kaos yang sebelumnya harus melewati beberapa

proses yaitu dari mulai tracer, klise, afdruk, stel, dan obat. Untuk gambar yang sudah

menjadi klise berarti sudah siap untuk di afdruk, klise tersebut harus di sortir dahulu

yang bertujuan untuk menentukan ukuran screen yang akan di pakai. Penentuan

ukuran screen ini disesuaikan dengan besarnya gambar yang akan di cetak. Dalam

langkah (b) langkah (c) & (d)

langkah (e)

Page 16: Benchmarking C59

proses afdruk ada beberapa tahap yang harus di tembuh sebelum screen siap di stel,

diantaranya:

a) Pemolesan screen dengan Super-X yang bertujuan agar gambar dari klise

yang akan di afdruk bisa keluar, tetapi terlebih dahulu harus dikeringkan

lagi setelah proses pemolesan tersebut.

b) Penyinaran, yang bertujuan menyinari screen yang sudah di tempeli

dengan klise agar gambarnya bisa keluar/ ada dalam screen.

c) Penyemprotan, dalam tahap ini screen yang sudah selesai disinari

disemprot dengan air agar partikel-partikel screen (monil) dapat lepas

sehingga membentuk gambar seperti pada klise. Dalam proses ini

operator harus berhati-hati supaya screen tidak sampai jebol/rusak.

d) Pengeringan sekaligus penambalan. Screen yang masih dalam keadaan

basah setelah di semprot di jemur agar cepat kering, yang selanjutnya

screen tersebut di tambal dengan sejenis obat yang berguna menutup

screen yang bocor dan bila mana proses tersebut sudah selesai berarti

sudah siap untuk di stel.

Gambar 3 – Afdruk

4. Stel

Tujuan dari proses ini agar letak gambar yang di sablon bisa pas antara tiap

warna, karena dalam satu gambar bisa terdiri dari beberapa warna. Cara yang biasa

dilakukan biasanya dengan mencoba menyablonnya pada selembar kain putih agar

hasil sablonnya bisa lebih jelas kelihatan. Kemudian tiap screen yang akan di stel

posisi gambarnya di buat pas dengan gambar pada kain tersebut. Kapasitas stel

normal sehari mulai dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB adalah 24

order. Waktu yang di perlukan proses ini satu hari dalam kondisi normal.

Page 17: Benchmarking C59

Gambar 4 – Stel

5. Sablon

Proses ini dapat terlaksana bila didukung oleh 3 faktor yaitu bahan yang akan

di sablon, obat, dan screen yang sudah di stel. Untuk setiap operator sablon di

dampingi oleh dua orang pembantu. Kerjasama dan kekompakan sangat diperlukan

pada proses ini. Kapasitas normal untuk bagian sablon per hari dapat mencapai

8.000 potong.

Gambar yang telah disiapkan untuk disablon dicetak dalam kanvas dengan

cara dipanaskan dan ditekan dalam suhu panas, setelah kurang lebih lima menit

kanvas kemudian dicelupkan dalam bak air kemudian disemprot sampai cetakan

gambar terlihat, setelah selesai kanvas sablon kemudian dikeringkan dengan

menggunakan kipas angin manual. Setelah bahan sablon siap, baru dapat

disablonkan pada bahan t-shirt yang telah disortir, kemudian di press.

Gambar 5 – Sablon 1

Page 18: Benchmarking C59

Gambar 5 – Sablon 2

6. Press

Pada tahap ini bahan yang sudah di sablon di press terlebih dahulu agar hasil

sablonnya lebih bisa tahan lama dan tidak bau obat atau cat sablon. Dalam proses ini

nampaknya tidak terlalu banyak kendala yang berarti dan waktu yang diperlukan

adalah satu hari dengan kapasitas per hari mencapai 3.000-4.000 potong.

Gambar 6 - Press

7. Obras

Pada mesin obras bahan baku t-shirt setengah jadi yang telah disablon

kemudian diobras pada mesin obras. Pada mesin obras ini bagian depan dan

belakang t-shirt disambungkan dan dipasang rib pada bagian leher. Kemampuan

rata-rata dari setiap operator obras dalam sehari, mulai pukul 08.00 hingga 16.00

WIB adalah 125 potong. Kemampuan rata-rata dari setiap operator zoom dalam

sehari, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB adalah 450 potong. Kapasitas normal

untuk bagian obras dan jahit ini adalah 1.800 potong per hari untuk oblong. Waktu

yang diperlukan pada proses ini adalah dua hari dalam kondisi normal.

Gambar 7 - Obras

Page 19: Benchmarking C59

8. Jahit dan Zoom

Pada mesin jahit, t-shirt dipasang bis lalu ditindes dan dilakukan pemasangan

label C59. Setelah pemasangan label, bahan t-shirt dizoom dengan menggunakan

mesin zoom. Kemudian bagian badan t-shirt disambungkan dengan bagian tangan

dengan mesin jahit. Untuk memastikan proses yang dilakukan telah benar dilakukan

kembali zoom bawah, setelah itu dilakukan tindes bagian leher t-shirt.

Gambar 8 – Jahit dan Zoom

9. Finishing

Pada bagian finishing, t-shirt yang sudah jadi dibersihkan dari sisa-sisa benang

hasil proses jahit, kemudian diperiksa jika terjadi cacat produk harus dipisahkan.

Kemudian t-shirt disetrika rapi kemudian dapat langsung dilipat dan dikemas dalam

plastic seal dan dipisahkan sesuai dengan ukuran masing-masing.

Gambar 9 - Finishing

Page 20: Benchmarking C59

10. Packing

Packing merupakan proses terakhir dari rangkaian proses produksi. Barang

yang sudah di packing dari bagian finishing dikirim ke setiap cabang dengan cara

dikirim langsung oleh bagian ekspedisi/paket atau bisa dengan melalui jasa

pengiriman.

Gambar 10 - Packing

SISTEM PENGENDALIAN KUALITAS

1. Pengendalian Kualitas Bahan Baku

PT Caladi Lima Sembilan sangat memperhatikan kualitas bahan baku. Bahan

baku yang digunakan untuk memproduksi t-shirt adalah kain katun combet. Untuk

menjaga agar tetap mendapatkan bahan baku yang sesuai dengan kebutuhan maka

PT Caladi Lima Sembilan memesan bahan baku dari supplier yang telah lama bekerja

sama. Sebelum disimpan dan dibawa ke bagian produksi, bahan baku yang baru

datang diperiksa terlebih dahulu kualitasnya, jika terdapat bahan yang cacat akan

dikembalikan kepada supplier. Pemeriksaan dilakukan secara acak dan dengan cara

visual dan sentuhan bahan. Bahan baku yang akan digunakan diperiksa terlebih

dahulu agar tidak mengganggu jalannya aliran proses produksi.

2. Pengendalian Kualitas Produk Setengah Jadi

Produk setengah jadi t-shirt adalah pada saat setelah bahan baku selesai

disortir yang kemudian akan dilakukan proses sablon atau ada juga yang tidak

dilakukan proses sablon. Produk setengah jadi t-shirt yang akan disablon dilakukan

Page 21: Benchmarking C59

pemeriksaan kualitas sablon apabila terdapat sablon yang cacat maka akan

dipisahkan dan disatukan dengan scrap.

3. Pengendalian Kualitas Produk Jadi

Pengendalian kualitas produk menjadi sangat penting bagi PT Caladi Lima

Sembilan untuk menjaga kepercayaan konsumen. Pengendalian dan pemeriksaan

kualitas produk jadi t-shirt pada PT Caladi Lima Sembilan adalah pada bagian

finishing. T-shirt diperiksa sebelum dilipat dan dikemas. T-shirt yang terdapat cacat

akan dipisahkan dan diperbaiki. Jika terdapat t-shirt yang cacat pada jahitan t-shirt

tersebut maka akan dirework. Jika cacat t-shirt dalam bentuk bolong, maka t-shirt

pesanan konsumen tersebut akan diganti dengan yang baru atau produksi ulang. T-

shirt yang terdapat noda kotor akan dibersihkan dengan disemprot cairan air mineral

hingga noda hilang. Pemilihan bahan yang sesuai dengan desain, separasi warna,

pembuatan screen, dan printing dijalankan dibawah pengawasan kualitas yang ketat.

Dengan demikian, mutu produk buatan C59 selalu dapat dijamin.

Manjemen KeuanganSemakin berkembangnya bisnis dan pesanan yang diperoleh akhirnya

menuntut suatu peningkatan modal kerja. Kebutuhan modal ini menjadi suatu

pemikiran yang serius mengingat makin banyaknya pesanan yang masuk sedangkan

bahan baku yang dibutuhkan harus disediakan lebih dulu sehingga mempercepat

pelayanan.

Pada tahun 1989, datang pesanan dari Bank Niaga untuk pembuatan kaos

oblong. Bank Niaga melihat potensi yang dimiliki C59 untuk berkembang jauh lebih

besar. Bank Niaga kemudian menawarkan pinjaman yang dapat digunakan untuk

investasi juga untuk tambahan modal kerja. Kesempatan ini diterima oleh C59

sebagai bantuan yang sangat berharga. Dalam prakteknya Bank Niaga bersedia

menempatkan salah satu staf-nya untuk duduk dalam kegiatan operasional sehari-

hari sehingga penggunaan dana yang dipinjamkan dapat lebih terjamin

keamanannya.

Page 22: Benchmarking C59

Disisi lain bank sebagai suatu lembaga pembiayaan mempunyai aturan yang

ketat dalam operasional kreditnya, hal ini juga menjadi pemikiran pihak C59.

Khawatir jika sewaktu-waktu lembaga perbankan ini dilikuidasi, C59 melakukan kiat

dengan melakukan kredit pembelian dari pemasoknya baik pemasok bahan baku

kain, benang, atau bahan pembantu lainnya. Disamping lebih “bersahabat” terdapat

juga suatu hubungan bisnis yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak yaitu

pemasok dan produsen.

Adanya bantuan tambahan dana investasi dan modal kerja, prioritas utama

digunakan untuk pembangunan fasilitas produksi. Fasilitas produksi ini dibangun di

daerah Cigadung, tepatnya di Jalan Cigadung Raya Timur No. 107 Sekemirung

Bandung. Dengan luas tanah sekitar 8.000 M2, C59 mempunyai keleluasaan dalam

mengembangkan fasilitas pendukung lainnya, seperti pengolahan limbah, generator

pendukung daya listrik dan sebagainya.

Meningkatnya penjualan yang secara tidak langsung menambah tenaga kerja,

menuntut C59 untuk menyusun suatu struktur organisasi yang baik, yang juga

memerlukan suatu pengakuan legalitas dari pemerintah. Pada tahun 1991 C59

secara resmi menjadi perseroan terbatas (PT) yang disahkan oleh Departemen

Kehakiman.

Pada tahun 1990 juga mulai dipikirkan peluang lain dari bisnis kaos oblong ini,

yaitu melalui penjualan eceran (retail) dimana desain grafisnya dirancang sendiri

oleh para designer dari C59. Penjualan secara retail ini dimulai dengan membuka

showroom pertama yang berlokasi di Jalan Tikukur No. 10 Bandung, dengan adanya

penjualan melalui saluran retail ini, berarti merubah strategi yang mendasar bagi C59

yang bermula hanya menerima pesanan saja.

Penjualan retail ini ternyata juga menunjukkan perkembangan yang

memuaskan. Melalui berbagai pembicaraan mengenai strategi perusahaan maka

diputuskan untuk menggunakan teknik franchising, yang menerapkan gaya

manajemen dan format display showroom yang dirancang oleh pemberi franchise.

Perkembangan C59 dari waktu ke waktu menunjukkan hasil yang makin baik, ini bisa

dilihat bahwa saat ini produknya ditawarkan melalui 22 showroom dan lebih dari 250

outlet di seluruh Indonesia.

Page 23: Benchmarking C59

Analisis SWOT

Strength (Kekuatan)

1. PT Caladi Lima Sembilan sudah 30 tahun lebih bergerak dalam bisnis

pembuatan kaos yang kualitasnya tidak diragukan lagi . C59 memiliki

kualitas produk yang bermutu tinggi serta desain produk yang unggul.

2. Merek C59 sangat terkenal di Bandung dan Jakarta dan sekarang nama C59 juga

sudah dikenal luas di Indonesia bahkan di luar negeri.

3. Sebagai perwujudan profesionalismenya dan demi kepuasan konsumen, C59

memberikan jaminan atas kesalahan produksi ataupun keterlambatan jadwal.

Research and development terus ditingkatkan dalam hal kemungkinan

pemakaian material baru, teknologi yang lebih maju, serta manajemen

perusahaan yang lebih baik membuat C59 diharapkan semakin mampu

memenuhi setiap tuntutan yang timbul dari masyarakat.

Page 24: Benchmarking C59

Weakness (Kelemahan)

1. Produknya cenderung mudah untuk ditiru pesaing, oleh karena itu C59 perlu

mengembangkan diferensiasi pada produknya.

Opportunity (Peluang)

1. Merek lokal lain yang juga ternama seperti Dagadu dan Joger sudah membatasi

diri sebagai produk yang pasarnya hanya sampai Yogyakarta dan Bali sehingga

dari sisi penyebaran, kedua merek tersebut tidak mengganggu pasar C59.

2. Setelah sukses pada bisnis bidang pembuatan pesanan kaos, PT Caladi

Lima Sembilan merambah ke bisnis retail yang bermula dari menjual sisa

order yang tidak memenuhi syarat namun ternyata diminati orang banyak. Hal

ini merupakan peluang C59 mengambil ceruk pasar retail pada kategori produk

tshirt atau kaos.

3. Keberhasilan C59 dalam menembus pasar luar negeri dimulai dari

beberapa staf-nya yang bersekolah di luar negeri yang biasanya

membawa satu dua koper kaos C59 kemudian di sana.

Tern y a t a d i s a n a m e m i l i k i p e l u a n g y a n g s a n g a t b e s a r

k a r e n a m e m i l i k i e m p a t m u s i m s e hingga tidak hanya bisa menjual t-shirt

namun juga sweater atau jaket.

Treat (Ancaman)

1. Semakin berkembangnya usaha distro (clothing) dan factory outlet di Bandung

dengan kualitas dan desain yang bersaing menyebabkan pesaing C59 dalam

kategori produk t-shirt semakin banyak.

Dokumentasi

Page 25: Benchmarking C59