bayi lahir prematur

download bayi lahir prematur

of 21

  • date post

    05-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    59
  • download

    0

Embed Size (px)

description

bahan

Transcript of bayi lahir prematur

Senin, 09 November 2009

Senin, 09 November 2009

Asuhan Keperawatan Pada Bayi Baru Lahir Prematur

BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang

Kebanyakan bayi adalah matur, sehat dan terbentuk sempurna pada saat lahir, tetapi dalam presentase kecil tidaklah demikian. Bagi mereka yang mengalami hal demikian, deteksi dan penanganan awal terhadap masalah adalah penting.

Sebetulnya semua bayi yang berkembang dibawah normal disebut premature kemudian diketahui bahwa baik usia gestasi dan pertumbuhan yang diukur melalui berat badan merupakan indicator penting terhadap derajat resiko yang sesuai. Berbicara sesuai umum, bayi paterm dan mereka dengan BBLR memiliki tingkat mortalitas yang tinggi dibandingkan dengan bayi lahir fullterm dengan berat badan yang sesuai. Bayi yang memiliki masalah yang berhubungan dengan pertumbuhan biasanya mengalami gangguan pernafasan, neurology dan terminal.

Namun belakangan ini teknologi kedokteran sangat maju. Jaman dulu bayi prematur yang lahir usia 6 bulan ke bawah (25 minggu atau kurang) hamper tidak ada harapan hidup sama sekali. Boleh dibilang hampir semuanya mati. Karena kemajuan kedokteran sekarang, bayi lahir prematur sekitar 6 bulan bisa dipertahankan hidupnya.

Pada mulanya tim dokter dan orang tua senang dengan adanya teknologi ini. Mereka bisa menyelamatkan nyawa bayi yang pada jaman dulu sudah hampir pasti akan mati jika lahir usia kandungan 25 minggu atau kurang. Karena teknologi ini sangat baru, efeknya tidak terlalu diketahui. Sampai pada akhirnya ada yang mempelajari efek bayi prematur. Dan hasilnya bahwa bayi prematur yang diselamatkan dahulu hanya 25% yang bisa dianggap nomal. Dari jumlah yang sedikit itupun, sebagian besar kecerdasannya sangat terbatas (bodoh). 75% sisanya mengalami berbagai macam kelainan, dari gagal ginjal, problem dengan jantung, sampai pada keterbelakangan mental akut.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum :

mampu untuk mengidentifikasi dan memberikan asuhan keperawatan pada bayi prematur

2. Tujuan Khusus

a. Mereview anatomi dan fisiologi pada bayi premature

b. Menjelaskan pengertian bayi premature

c. Menjelaskan etiologi bayi premature

d. Menjelaskan patofisiologi bayi premature

e. Menjelaskan penatalaksanaan bayi premature

f. Mengidentifikasi asuhan keperawatan bayi BAB IITINJAUAN TEORIA. ANATOMI DAN FISIOLOGI

1. Vital Statistik

a. Berat badan bayi baru lahir tergantung dari factor nutrisi, genetic dan factor intrauterine selama kehamilan. Pengelompokan berat badan bayi baru lahir membantu dalam mengidebtifikasi risiko terhadap neonatus karena berat badanyang kecil kemungkinan memiliki masa gestasi yang kecil. Bayi matur memiliki berat badan kira kira 3,4 kg pada perempuan dan 3,5kg pada laki laki. Batas berat badan terendah bagi bayi matur adalah 2,5 kg. bayi dengan berat badan lahir sekitar 4,7 kg harus dicurigai terhadap adanya diabetes mellitus pada ibunya. Sekitsr 75 % - 95 % berat badan bayi merupakan cairan tubuhnya. Bayi akan kehilangan cairan sekitar 5 % - 10 % pada beberapa hari pertama setelah kelahiran. Setelah mengalami kehilangan cairan yang inisial, maka bayi akan mengalami berat badan yang stabildalam waktu 10 hari. Kemudian akan bertambah sebanyak 6 8 ons/ minggu pada 6 bln pertama kelahiran.

b. Panjang badan bayi baru lahir kira kira 53 cm pada perempuan dan pada bayi laki laki memiliki panjang badan 54 cm.

c. Lingkar kepala baru lahir adalah 34 35 cm. Bayi baru lahir dengan lingkar kepala lebih dari 37 cm atau kurang dari 33 cm harus diidentifikasi mengenai adanya kelainan neurology. Pengukuran lingkar kepala menggunakan pita ukur yang dilakukan pada tengah tengah dahi sehingga kepala belakang dapat terukur.

d. Lingkar dad pada bayi baru lahir adalah 2 cm kurang dari lingkar kepala. Pengukuran dilakukan tepat diatas nipple, yakni tonjolan berpigmen pada permukaan anterior kelenjar mamae. Dikelilingi oleh areola, tempat keluarnya air susu dari payudara.

2. Tanda Vital

a. Temperature

Suhu tubuh bayi baru lahir adalah 37,2 C, suhu tubuh ini dapat menurun dengan cepat karena kehilangan panas. Kehilangan panas pada bayi baru lahir melalui 4 cara, yaitu :

1) Konfeksi

Adalah kehilangan panas dari permukaan tubuh menuju udara sekitar yang lebih dingin.

2) Konduksi

Adalah transfer panas pada obyek/ benda yang lebih dingin tanpa kontak denagn tubuh bayi.

3) Radiasi

Adalah transfer panas pada obyek yang lebih dingin tanpa kontak dengan tubuh bayi.

4) Evaporasi

Adalah kehilangan panas karena ada penguapan.

b. Nadi

Tekanan nadi fetus yang masih dalam kandungan adalah 120 160 bpm. Segera setelah lahir, dimana bayi akan berjuang untuk bernafas, maka denyut jantung menjadi cepat sekitar 180 bpm. Beberapa jam setelah lahir, denyut jantung akan stabil sekitar 120 140 bpm. Denyut jantung pada bayi baru lahir biasanya irregular karena kardiolegulator di medulla belum matang. Murmur biasanya terjadi akibat penutupan inkomplit pada sirkulasi. Pada saat menangis, denyut jantung menjadi 180 bpm dan pada saat tidur 90 110 bpm.

c. Pernafasan

Pernafasan pada bayi baru lahir adalah 80X/ mnt, setelah beberapa menit kehidupan. Setelah aktivitas pernafasan dipertahankan, maka menjadi stabil sekitar 30 60X/ mnt dalam keadaan istirahat. Kedalaman ritme masih irreguler dan terjadi apnea yang singkat tanpa sianosi yang disebut pernafasan periodik dan merupakan keadaan normal. Reflek batuk dan bersin pada bayi baru lahir dilakukan untuk membersihkan saluran nafas.

d. Tekanan darah

Tekanan darah bayi baru lahir adalah 80/ 46 mmHg. Setelah 10 hari akan meningkat ketika bayi menangis.

B. Definisi Penyakit

Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat badan lahirnya pada saat kelahiran kurang dari 2.500 gram sampai dengan 2.499 gram. Bayi baru lahir berat badannya kurang atau sama dengan 2.500 gram disebut bayi prematur.

Bayi premature adalah bayi yang lahir pada usia kehamilan kurang dari sama dengan 37 minggu, tanpa memperhatikan berat badan lahir (Donna L Wong 2004)

Bayi premature adalah bayi yang lahir sebelum minggu ke-37, dihitung dari mulai hari pertama menstruasi terakhir, dianggap sebagai periode kehamilan memendek (Nelson. 1998 dan Sacharin, 1996)

Bayi premature adalah bayi yang lahir belum cukup bulan. Berasarkan kesepakatan WHO, belum cukup bulan ini dibagi lagi menjadi 3, yaitu :

1. Kurang bulan adalah bayi yang lahir pada usia kurang dari 37 minggu.

2. Sangat kurang bulan adalah bayi yang lahir pada usia kurang dari 34 minggu.

3. Amat sangat kurang bulan adalah bayi yang lahir pada usia kurang dari 28 minggu.

(Martono, Hari. 2007)

Prematur adalah kelahiran bayi pada saat masa kehamilan kurang dari 259 hari dihitung dari terakhir haid / menstruasi ibu. (Hasuki, Irfan. 2007)

Prematuritas murni adalah masa gestasinya kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai dengan berat badan untuk masa gestasi itu. (Hassan, Rusepno. 2005)

C. Etiologi

Penyebab terjadinya kelahiran prematur biasanya tidak diketahui. 15% dari kelahiran prematur ditemukan pada kehamilan ganda (di dalam rahim terdapat lebih dari 1 janin). Di negeri maju angka kejadian kelahiran bayi prematur ialah sekitar 6% - 7%, sedangkan di negeri yang sedang berkembang angka kematian ini kurang lebih 3X lipat.

1. Faktor ibu

a. Ras (wanita keturunan afrika amerika memilki resiko lebih tinggi).

b. Ibu hamil kurang dari 18 tahun (kehamilan usia muda)

Angka kejadian prematuritas tertinggi ialah pada usia ibu dibawah 20 tahun dan pada multigravida yang jarak antara kelahirannya terlalu dekat. Kejadian terendah adalah pada usia ibu antara 26 35 tahun.c. Ibu menderita hipertensi dan atau kelainan jantungd. Ibu mengalami pendarahan yang jika tidak ditangani denagn mengakhiri kehamilan dapat membahayakan jiwa ibu dan bayie. Ibu mengalami trauma akibat aktivitas fisik berlebihan

f. Ibu perokok, mengkonsumsi alkohol, penyalahgunaan obatg. Ibu menderita disbetes

h. Keadaan sosial ekonomi (keadaan gizi yang buruk)

i. Stress

j. Ibu pernah mengalami keguguran (abortus) atau melahirkan bayi premature pada riwayat kehamilan sebelumnya. (Hassan, Delina. 2006)

k. Kelainan anatomi pada rahim atau leher rahim

Lemahnya bagian bawah rahim atau disekitar mulut rahim (serviks) sehingga rahim akan terbuka sebelum usia kehamilan mencapai 38 minggu.

l. Faktor uterus

m. Kelainan bentuk rahim, misalnya uterus lebih berbentuk seperti buah pear, atau uterus terpisah menjadi dua ruang (Uterus Bifidus)

n. Ketuban pecah sebelum waktunya

o. Adanya infeksi seperti saluran kemih yang tidak diobati

p. Pemeriksaan kehamilan

2. Faktor janin / bayi

a. Kehamilan ganda

b. Hidramnion (kelebihan cairan ketuban)

c. Bayi memiliki kelainan bawaan

d. Gawat janin

e. Infeksi

f. Bayi memiliki pertumbuhan yang sangat lambat saat di dalam kandungan.

D. Patofisiologi

Penyebab terjadinya kelahiran bayi prmatur belum diketahui secara jelas. Data statistik menunjukkan bahwa bayi lahir prematur terjadi pada ibu yang memiliki sosial ekonomi rendah. Kejadian ini dengan kurangnya perawatan pada ibu hamil karena tidak melakukan antenatal care selama kehamilan. Asupan nutrisi yang tidak adekuat selama kehamilan, infeksi pada uterus dan komplikasi obstetrik yang lain merupakan pencetus kelahiran bayi prematur. Ibu hamil dengan usia yamg masih muda, mempunyai kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol juga menyebabkan terjadinya bayi prematur. Faktor tersebut bisa menyebabkan terganggunya fungsi plasenta menurun dan memaksa bayiuntuk keluar sebelum