Bab 50 Kontrol Plak Pada Pasien Periodontal

download Bab 50 Kontrol Plak Pada Pasien Periodontal

of 26

  • date post

    09-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    205
  • download

    1

Embed Size (px)

description

perio

Transcript of Bab 50 Kontrol Plak Pada Pasien Periodontal

BAB 50 KONTROL PLAK PADA PASIEN PERIODONTAL

Kontrol plak merupakan penghilangan plak gigi secara rutin dan pencegahan akumulasinya pada gigi dan permukaan gigiva yang berdekatan. Plak merupakan etiologi utama penyakit periodontal dan berhubungan dengan karies gigi; oleh karena itu, mendapatkan pasien yang kooperatif dalam penghilangan plak setiap harinya merupakan kesuksesan jangka panjang dari semua perawatan periodontal dan gigi. European workshop on mechanical plaque control pada tahun 1998 menekankan pandangan ini dengan menyimpulkan, Empat puluh tahun penelitian eksperimental, uji coba klinis, dan proyek demo pada lingkungan sosial dan geografi tertentu menentukan bahwa penghilangan efektif dari plak gigi merupakan hal penting untuk kesehatan gigi dan periodontal sepanjang hidup. Pada tahun 1965, Loe dkk, membuat demo studi klasik yang menunjukkan hubungan antara akumulasi plak dan perkembangan gingivitis secara eksperimental pada manusia. Subyek pada studi ini berhenti menyikat gigi dan prosedur kontrol plak yang lain, menghasilkan perkembangan gingivitis pada setiap orang dlam 7 sampai 21 hari. Komposisi bakteri plak juga berubah sehingga organism gram negative mendominasi pada flora plak. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa gingivitis bersifat reversibel. Penghilangan plak gigi setiap hari menyebabkan penyembuhan penuh inflamasi gingiva dalam 1 minggu. Kontrol plak supragingiva yang baik juga menunjukkan pengaruh pada pertumbuhan dan komposisi plak subgingiva, sehingga menyebabkan mikroflora lebih sehat, dan untuk mengurangi pembentukan kalkulus. Kontrol plak dirumah setiap hari yang dilakukan hati-hati, dan dikombinasikan dengna penghilangan plak secara professional, menunjukkan dapat mengurangi plak supragingiva, mengurangi jumlah total mikroorganisme pada poket dengan kedalaman sedang, termasuk area furkasi; dan mengurangi sebagian besar jumlah Porphyromonas gingivalis , pathogen periodontal signifikan.

Tindakan kontrol plak yang baik sangat penting pada pasien periodontal karena mereka memiliki infeksi aktif atau penyakit yang dirawat sebelumnya, dan mereka menunjukkan kerentanan terhadap infeksi periodontal. Peran faktror resiko lain pada infeksi periodontal, seperti merokok, predisposisi genetic, dan penyakit sistemik, juga penting tapi sering diluar kontrol dokter gigi. Kontrol plak dan prosedur pencegahan dapat dilakukan pada peningkatan infeksi periodontal; tapi, penyembuhan penyakit tergantung pada tipe infeksi periodontal dan adanya faktor resiko tambahan. Pengunaan setiap hari sikat gigi dan alat kebersihan mulut lainnya merupakan cara yang paling dapat diandalkan untuk mendapatkan kesehatan rongga mulut pada semua pasien. Pertumbuhan plak terjadi dalam hitungan jam dan harus ddibersihkan dengan menyeluruh setidaknya setiap 48 jam pada pasien dengan jaringan periodontal yang sehat untuk mencegah keradangan. Menyikat gigi sendiri tidak cukup mengontrol penyakit gingiva dan periodontal karean lesi periodontal terutama ditemukan pada interdental. Ini telah ditunjukkan pada pasien sehat dimana pembentukan plak dimulai pada permukaan interproksimal dimana sikat gigi tidak dapat mencapat tempat itu. Masa plak pertama kali berkembang pada area molar dan premolar, diikuti dengan permukaan proksimal dari gigi anterior dan permukaan fasial gigi molar dan premolar. Akumulasi plak pada permukaan lingual paling sedikit. Pasien terus menerus lebih menghilangkan plak pada gigi posterior daripada gigi anterior, dengan permukaan interproksimal masih terdapat plak dalam jumlah besar, tepatnya dimana infeksi periodontal dimulai. Selain itu, pasien periodontal sering mengalami kerusakan kompleks pada kontur gingiva dan pada permukaan akar sehingga sulit untuk melakukan pembersihan pada daerah tersebut. Usaha kontrol plak pada pasien periodontal harus fokus pada memperbaiki dalam menyikat gigi dan pembersihan daerah interproksimal, sehingga memerlukan waktu setiap hari. Pasien periodontal harus menghilangkan plak secara menyeluruh dari gigi setidaknya sekali dalam 24 jam karena dapat menyebabkan kerentanan terhadap penyakit. Tindakan itu kompleks dan mungkin memerlukan waktu 30 menit.

Penghambat kimia plak dan kalkulus yang terdapat pada obat kumur atau pasta gigi juga berperan penting pada kontrol plak. Fluoride penting untuk kontrol karies. Banyak produk tersedia sebagai bahan tambahan pada teknik mekanis. Pengobatan tersebut, dengan berbagai obat, harus disarankan dan ditentukan sesuai kebutuhan pasien. Kontrol plak kimia merupakan bidang yang berkembang pesat dan bahkan akan menjadi lebih signifikan pada pasien periodontal dan tindakannya di masa yang akan datang sehingga produk-produk yang tersedia juga akan meningkat secara signifikan. Kontrol plak merupakan salah satu elemen kunci praktek kedokteran gigi. Hal ini memungkinkan setiap pasien mempunyai tanggung jawab untuk kesehatan rongga mulutnya sendiri setiap hari. Tanpa hal itu, kesehatan rongga mulut yang optimal melalui perawatan periodontal tidak dapat dicapai. Setiap pasien harus diberi edukasi tentang kontrol plak rutin dan didorong untuk melakukan kitu. Kontrol plak yang baik menyebabkan kembalinya kesehatan pada pasien dengan penyakit gingiva dan periodontal, mencegah gigi karies, dan memberikan kesehatan rongga mulut.

Sikat gigi Sikat gigi muncul pertama kali sekitar tahun 1600 di China, dan dipatenkan pertama kali di Amerika tahun 1857, dan sejak itu telah mengalami sedikit perubahan. Pada umumnya,sikat gigi bervariasi dalam ukuran dan desain serta panjang, kekerasan, dan susunan bulunya. Beberapa pabrik sikat gigi menklaim superioritas dari desain untuk setiap faktor sebagi perubahan kecil dari penempatan bulu, panjang, dan kekerasan. Klaim tersebut terutama berdasarkan penghilangan plak yang menunjukkan kelebihan secara signifikan bila dibandingkan dengan sikat gigi dalam penelitian klinis. Tapi, penelitian tersebut tidak menunjukkan perbeadaan yang signifikan dalam skor gingivitis atau indikasi bleeding, dimana merupakan pengukuran yang lebih penting dalam peningkatan kesehata gigi. Hal ini dipertanyakan apakah sedikit perbedaaan pada pengukuran penghilangan plak signifikan secara klinis karean tidak ada sikat gigi dan sedikit sikat gigi yang dapat menghilangkan plak. Pada kenyataannya,

setidaknya satu penelitian secara komersial tersedia sikat gigi untuk penghilangan plak total pada sekali menyikat gigi; semua empat sikat gigi menghilangkan plak sama, dan penulis menyimpulkan bahwa tidak ada desain yang paling bagus disbanding yang lainnya. Pada saat menyarankan sikat gigi tertentu, kemudahan penggunaan oleh pasien sebagaimana persepsi bahwa sikat gigi bekerja dengan baik adalah pertimbangan penting. Keefektifan dan potensi injuri dari tipe sikat gigi yang

berbeda tergantung tingkat yang besar bagaimana sikat gigi tersebut digunakan. Data penelitian in vitro abrasi oleh sikat gigi manual yang berbeda menunjukkan bahwa desain sikat gigi memungkinkan bulu sikat gigi untuk dapat menerima pasta gigi lebih ketika menyikat gigi berperan menimbulkan abrasi lebih dari bulu sikat gigi itu sendiri. Tapi, semua setuju bahwa penggunaan sikat gigi yang keras, menyikat gigi horizontal, dan penggunaan bahan-bahan yang sangat abrasive dapat menyebabkan abrasi servikal pada gigi dan resesi gingiva. Beberapa desain sikat gigi yang dimaksudkan untuk dapat mencapai area lebih mudah diakses telah dijelaskan. Sebuah sikat gigi, didesain untuk menyikat permukaan bukal, lingual dan oklusal/insisal pada satu waktu, mempunyai bulu melengkung pada kedua sisi kepala sikat dan bulu lebih pendek di tengah. Suatu penlitian menunjukkan peningkatan penghilangan plak oleh sikat gigi dibandingkan dengan sikat gigi konvensional, tapi pada penelitian yang lain, perbedaannya kecil. Keberhasilan pengurangan plak dari desain lain termasuk bentuk kepala sikat U dengan bulu yang juga dapat mencapai permukaan bukal, lingual, dan oklusal/insisal pada satu waktu, didukung oaleh uji coba klinis, tapi perubahan pada kesehatan gingiva tidak dievaluasi. Pendapat bahwa menyikat gigi semua permukaan yang dapat dicapai dari gigi pada satu waktu adalah menarik, dan penemuan desain sikat gigi tersebut mungkin berguna pada beberapa pasien untuk melakukan kontrol plak yang lebih baik. Tidak terdapt bukti untuk mencegah penggunaan berbagai alat khusu lain, khususnya jika pasien menyukainya dan menggunakannya lebih baik daripada sikat

konvensional. Mungkin terdapat desain yang lebih baik untuk pasien yang menghasilkan penghilangan plak lebih baik dan peningkatan kesehatan gingiva.

Desain sikat gigi Bulu sikat gigi berkelompok dalam untaian yang biasanya tersusun dalam tiga atau empat baris. Ujung bulu yang membulat menyebabkan goresan yang lebih sedikit pada gingiva daripada bulu sikat datar dengan ujung tajam. Dua tipe bahan bulu sikat yang digunakan pada sikat gigi; bulu sikat alami dari babi dan filament buatan yang terbuat dari nilon. Kedua tipe dapat menghilangkan plak, tapi bulu sikat nilon sangat mendominasi pasaran. Bulu sikat alami tegang, mudah pecah, lembut dan elastisitasnya menghilang dengan cepat. Pasien yang terbiasa kelembutan dari bulu sikat gigi alami dapat dengan mudah terkena trauma pada gingiva ketika menggunakan sikat gigi baru dengan bulu yang lebih kaku. Kekerasan bulu sikat merupakan proporsi dalam diameter persegi dan

kebalikannya prorporsional dalam panjang bulu persegi. Diameter bulu sikat umumnya berkisar antara dari 0,07 inchi (0,2mm) pada sikat gigi lembut dari 0,012 inchi (0,3 mm) pada sikat gigi medium dan 0,014 inchi (0,4 mm) pada sikat gigi keras. Bulu sikat gigi lembut dari tipe yang dijelaskan Bass telah dapat diterima secara luas. Karakteristik pegangan atau handle yang lebih disukai merupakan selera dari masing-masing orang. Beberapa bukti klinis mendukung bahwa pegangan sikat yang sedikit menekuk meningkatkan akses daerah posterior untuk penghilangan plak sesuai kondisi sikat gigi