3 anang supriyanta_konfigurasi_server_full_version2

download 3 anang supriyanta_konfigurasi_server_full_version2

of 36

  • date post

    14-May-2015
  • Category

    Education

  • view

    1.969
  • download

    14

Embed Size (px)

description

manual jardiknas

Transcript of 3 anang supriyanta_konfigurasi_server_full_version2

  • 1.2. Konfigurasi Dasar Jaringan 2.1 Setting IP AddressUntuk dapat berkomunikasi dengan computer lain maka setiap computer harus memiliki IPAddress, IP Address ini bersifat unik yang berarti dalam setiap jaringan tidak diperkenankanada computer yang memiliki IP Address yang sama. Untuk mensetting IP Address ini dapatdilakukan dengan dua cara, cara yang pertama dengan metode on the fly, konfigurasi ini akanhilang apabila komputernya reboot.#ifconfig eth0 [ip_address] netmask [netmask] broadcast [broadcast]Misal kita ingin mengubah ip address komputer kita dengan ip address 192.168.0.1 dengansubnetmask 255.255..255.0 maka perintahnya adalah sebagai berikut:# ifconfig eth0 10.252.100.1 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.0.255 Cara kedua adalah dengan cara mengedit file /etc/network/interfaces, yang isinya adalahsebagai berikut : # This file describes the network interfaces available on your system # and how to activate them. For more information, see interfaces(5). # The loopback network interface auto lo iface lo inet loopback # The primary network interface auto eth1 iface eth1 inet static address 10.252.100.1 netmask 255.255.255.0 network 10.252.100.0 broadcast 10.252.100.255 gateway 10.252.100.254# dns-* options are implemented by the resolvconf package, if installed dns-nameservers 10.252.100.1 dns-search jogja.netKata auto yang mendahului nama suatu interface menandakan bahwa interface tersebut akandinyalakan secara otomatis pada saat booting. Interface lo tidak memiliki konfigurasi IPkarena lo digunakan sebagai loopback sehingga memiliki IP yang pasti yakni 127.0.0.1.Alamat IP ini digunakan oleh komputer untuk berkomunikasi dengan dirinya sendiri.Konfigurasi untuk eth0 harus diberikan karena interface ini dikonfigurasi menggunakan IPstatis. Parameter-parameter yang harus disebutkan untuk jenis interface static adalah: 1.address: menentukan IP address yang digunakan suatu komputer.2.network: menentukan Network Address komputer.3.netmask: menentukan subnet mask network komputer.4.broadcast: menentukan alamat broadcast yang digunakan komputer untukmemperkenalkan diri pada jaringan.Administrasi Server Jaringan 8

2. 5. gateway: menentukan default gateway yang digunakan apabila komputer tersebut mengirimkan paket data ke luar jaringan anggotanya. Setelah selesai melakukan perubahan pada file ini anda dapat mengaktifkan setting inidengan menjalankan perintah:debian:~# /etc/init.d/networking start Untuk memeriksa apakah setting ini sudah benar, ketikkan ifconfig di terminal dan jikamuncul :eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:10:83:01:18:41 inet addr: 10.252.100.1Bcast:192.168.30.255 Mask:255.255.255.0 inet6 addr: fe80::210:83ff:fe01:1841/64 Scope:Link UP BROADCAST RUNNING PROMISC MULTICAST MTU:1500 Metric:1 RX packets:116392026 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:172631398 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:1000 RX bytes:1681468257 (1.5 GiB) TX bytes:3669393927 (3.4 GiB) Interrupt:9 Base address:0xece0 lo Link encap:Local Loopback inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0. settingan dah bener! test coba ping ke komputer sebelah. Sebagai tambahan jika computer server kita juga digunakan sebagai router maka perlu jugamengedit file berikut:/etc/network/options File ini memuat beberapa pilihan yang dapat dijalankan bersamaan dengan aktifasi alamat IPpada bagian di atas. Secara default, file ini mengandung 3 baris. Isi file ini kurang lebihseperti di bawah ini.ip_forward=no spoofprotect=yes syncookies=no Baris pertama menunjukkan bahwa komputer ini tidak digunakan untuk memforward paketdata yang diterimanya ke komputer lain, ip_forward harus diset yes bila memang komputerini dibangun untuk bertindak sebagai router atau bridge. Baris kedua menunjukkan bahwaperlindungan ipspoof aktif. Ada baiknya pilihan ini selalu yes untuk menghindari terjadinyaspoofing alamat IP kita oleh orang lain. Baris ketiga menyatakan bahwa syncookies tidakdiaktifkan. Pilihan ini bertujuan untuk membatasi jumlah usaha membuat koneksi baru darikomputer lain ke komputer kita. Bila komputer kita menerima semua request secara serentakdengan jumlah banyak, besar kemungkinan bahwa komputer kita akan hang dalam waktusingkat. Administrasi Server Jaringan9 3. Dengan cara ini setting IP Address tidak akan hilang sekalipun komputer reboot lagi, karenapada saatreboot komputerakanmenggunakan konfigurasi yang ada di file/etc/network/interfaces untuk melakukan konfigurasi IP Address-nya.2.2 Konfigurasi Mirror ServerPada tutorial ini kita menggunakan mirror server sebagai repository untuk semua applikasiyang akan kita butuhkan dan apt (Advanced Package Tool) untuk installasinya ke dalamsistem. Jadi master applikasi berada disuatu server khusus sehingga untuk keperluan instalasikita perlu mensetting agar komputer kita dapat menggunakan file-file pada mirror server ataurepository, yaitu dengan mengedit file /etc/apt/sources.list yang isinya adalah sebagaiberikut: #deb cdrom:[Debian GNU/Linux 3.1 r2 _Sarge_ - Official i386 Binary-1 (20060419)]/ unstable contrib main # deb http://security.debian.org/ stable/updates main contrib #tambahkan baris berikut yang menyatakan ip address atau hostname dari # repository server deb http://mirror.ict.gk/debian etch main contrib #Setelah kita sesuaikan isi dari file /etc/apt/sources.list dengan server repository yang ada,maka kita perlu update source listnya dengan cara,#apt-get updateKalau tidak ada pesan kesalahan maka untuk menginstal berbagai macam applikasi kitacukup mengetikkan,#apt-get install nama_paketUntuk menghapus paket yang sudah terinstall menggunakan command berikut,#apt-get remove nama_paket2.3 Instalasi SSHSecure Shell (SSH) merupakan applikasi untuk melakukan remote ke komputer lain yangsudah terinstall SSH server. Berbeda dengan telnet yang melakukan transfer data secara plaintext, ssh menggunakan system inscrypsi data sehingga walaupun data yang dilewatkantercapture tetapi tetap tidak dapat dibaca.Untuk menginstalnya cukup dengan command berikut ini,#apt-get install sshKemudian untuk meremote server ssh dapat dilakukan dari OS linux maupun dengan OSWindows. Jika menggunakan Windows bisa menggunakan Putty seperti tampilan dibawahini,Administrasi Server Jaringan10 4. IP Address Server SSH Port SSH 3. DHCP ServerDHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server. DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol Bootstrap Protocol (BOOTP)Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client. DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat"menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yangmemintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini. DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCPyang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian Administrasi Server Jaringan 11 5. besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunakseperti ini. DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya. DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untukmencari DHCP Server yang aktif.2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCPserver kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP darisalah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yangbersangkutan.4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkanpaket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dankonfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data databasemiliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokolTCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasijaringan. Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya. Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.Administrasi Server Jaringan 12 6. Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik