TUGAS ppkN

download TUGAS ppkN

of 15

  • date post

    13-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    243
  • download

    2

Embed Size (px)

description

ppkn

Transcript of TUGAS ppkN

TUGAS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

BONAR BANJARNAHOR (060402092) RONAL SINAGA (0604020640) ALBERT SIMANUNGKALIT RENHAT SIDABALOK(06040206330) JHON KENNEDY SIMANUNGKALIT(06040066) SETIA SIANIPAR YOAKIM

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009

Kata pengantar

Makalah Mengapa Indonesia begini? disusun untuk tugas kuliah pendidikan kewarganegaraan yang dibimbing oleh bapak Hemat Tarigan. Tulisan ini memuat masalah masalah yang membuat keadaan Negara kita Indonesia yang tercinta ini berkeadaan demikian seperti yang kita lihat sekarang ini. Tulisan ini kami susun dengan mengambil berbagai artikel yang berisi tentang keadaan Indonesia seperti yang dimaksud diatas. Banyak permasalahan yang belum juga dapat diatasi oleh negara kita ini oleh karena itulah untuk tulisan ini tidak lah semua keadaan Negara kita dapat kami gambarkan secara sepenuhnya dari tiap aspek. Namun dalam tulisan ini kami sudah menyajikan keadaan Indonesia dengan cukup Kami mengucapkan terima kasih pada dosen pembingbing kami bapak Hemat Tarigan yang nantinya akan mengoreksi tulisan ini dan juga untuk berbagai sumber yang kami ambil termasuk dari artikel yang berasal dari internet kami ucapkan banyak terima kasih. Kami menyadari bahwa makalah kami ini masihlah jauh dari sempurna dari segi penyajian maupun presentasinya. Oleh sebab itu masukan masukan dari tiap pihak sangat lah diharapkan oleh kami. Semoga tulisan ini bermanfaart bagi kita

Pendahuluan Dalam bermasyarakat dan berbangsa kita seharusnya bangga memiliki kebangsaan yang kita miliki. Namun dalalm masyarakat Indonesia tidaklah banyak yang dijumpai yang demikian. Banyak diantara masyarakat kita yang bahkan tidak merasa bahwa ia sendiri adalah berada dalam Negara dan Negara sendiri adalah kepunyaannya.

Mengapa hal ini demikian terjadi? Ini adalah suatu pertanyaan yang cukup mendasar. Banyak dinegara lain yang sangat bangga dengan bangsanya sendiri namun dinegara kita bukanlah demikian. Ada dua kemungkinan untuk menjawab pertanyaan diatas. Yang pertama adalah berarti bahwa orang tersebut memang sudah bosan negaranya yang bias diasumsikan bahawa alasan sendiri adalah dari orangnya sendiri. Dan yang kedua adalah negaranya sendiri. Ini adalah suatu keadaaan dimana Negara tidak memberikan apa yang seharusnya diberikan oleh Negara sehingga orang merasa tidak dimiliki oleh Negara,alasan inilah yang banyak menyebabkan terjadinya kejadian diatas

Terutama dalam Negara kita seperti yang kita lihat sendiri kita dapat melihat apa yang terjadi dinegara kita yang tercinta ini. Begitu banyak permasalahan yang ada dalam negar kita yang tidak pernah selesai mulai dari tiap pemerintahan yang memerintah,mulai dari keadaan ekonomi yang terus begitu begitu saja,pendidikan yang ambruk yang dimana gelar title dapat dibeli dengan mudah dengan otak yang kosong,politik yang semua ujung-ujung nya mengarah hanya keuang,pertumbuhan ekonomi yang selalu lambat untuk bertumbuh dan lain sebagainya. Padahal dinegara kita dinegara lain dikenal dengan Negara yang kaya dari sumber daya alamnya,suatu Negara yang memiliki tanah yang subur yang tidak dimiliki oleh Negara lain,apakah benar demikian? Apakah kita selalu makan dengan makanan yang cukup untuk badan kita? Apakah dinegara kita semua orang sudah pernah menginjakkan kakinya di tempat pendidikan yang memadai? Agak nya semua itu belum pernah kita alami. Inilah yang membuat cinta kita terhadap Negara kita ini semakin hari semakin berkurang.

SITUASI EKONOMI INDONESIA AKAN TERUS MEMBURUK. Situasi ekonomi Indonesia ke depan akan terus memburuk seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belakangan ini, sementara pihak Bank Indonesia

gagal mengeluarkan kebijakan moneter yang memadai untuk mengatasi masalah mengancam ini. "Dengan kegagalan tersebut, kalangan pengusaha (spekulan) moneter leluasa memborong dolar untuk memukul telak nilai rupiah, kemudian melepas kembali dolarnya saat harganya sudah naik," ujar pakar ekonomi keuangan dari Unand Padang Prof Syahruddin, SE MA di Padang, Minggu. Menurut dia, situasi kedepan akan makin sulit dan tampak bayangan ekonomi yang gelap, sebagai akibat keterbatasan dana likuiditas BI untuk menyetabilkan kembali situasi moneter. Ia menjelaskan, ambruknya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar AS masih akan sulit dikendalikan dalam situasi BI yang kekeringan dana likuiditas, sementara kalangan spekulan moneter tetap pada posisinya memanfaatkan kesempatan ini untuk meraih untung setinggi-tingginya. "Mereka para spekulan moneter secara besarbesaran membeli dolar untuk menjatuhkan nilai tukar rupiah, kemudian melepasnya kembali pada saat dolar AS sudah terdongkrak naik sehingga mendapatkan keuntungan yang besar, dalam situasi ini ekonomi Indonesia jelas semakin keropos," ujarnya. Para pengusaha atau spekulan moneter tidak hanya dari kalangan asing, tetapi juga dari Indonesia sendiri yang tega menggerogoti saudara-saudaranya sendiri, hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok bisnisnya. "Masyarakat Indonesia akan makin jauh terperosok ke dalam jurang kemiskinan dan kehancuran ekonomi, yang akhirnya menghancurkan sama sekali seluruh sendi-sendi vital kehidupan berbangsa dan negara," ujarnya. Dalam situasi seperti ini, katanya, siapapun yang menjadi pemimpin bangsa akan sulit mengendalikan keadaan, berbeda keadaannya bila BI masih memiliki cadangan likuiditas yang cukup akan lebih memudah menghadapi goncangan moneter sekarang ini. Namun demikian, langkah-langkah penting harus tetap dilakukan untuk mengatasi masalah ini antara lain menunda pembangunan proyek-proyek yang belum perlu, atau menyederhanakan kembali anggaran proyek-proyek besar dengan manfaat jangka panjang yang cukup menguras uang negara. (*/lpk) Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2009 Diprediksi Jatuh ke 3,7% Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun mendatang diperkirakan akan jatuh secara tajam ke level 3,7 persen. Ini ditenggarai akan menjadi pukulan telaku dari krisis

keuangan yang melanda dunia saat ini. "Kondisi perekonomian Indonesia akan memburuk, dengan prediksi pertumbuhan turun drastis ke 3,7 persen pada tahun 2009. Semakin jelas terlihat bahwa, tidak ada satu negara pun yang kebal krisis keuangan global yang melanda dunia," ucap Direktur Corporate Network sekaligus pakar Asia Tenggara dari Economist Intelligence Unit (EUI) Justin Wood, lewat siaran pers, Jakarta, Rabu (12/11/2008). Wood, pertumbuhan pesat dalam investasi aset tetap yang telah dinikmati Indonesia sejak tahun lalu, juga akan menurun seiring dengan ketatnya likuiditas global. Artinya ketersediaan sumber pendanaan akan semakin sulit. "Penurunan atas ekspor Indonesia juga akan berdampak kepada perekonomian," ungkapnya. Selain adanya penurunan pertumbuhan ekonomi, Menurut Wood, pada tahun mendatang akan ada peningkatan aliran modal keluar dari Indonesia, yang mengakibatkan perusahaan-perusahaan mengalami kesulitan pendanaan karena cadangan valuta asing menipis. Prediksi itu dimuat dalam laporan EUI tentang kajian risiko bisnis di Indonesia, yang diterbitkan Oktober lalu. Laporan tersebut juga memperingatkan akan adanya masa-masa sulit yang akan dihadapi Indonesia dalam waktu mendatang. Itu terlihat dari pasar modal dan utang yang sudah mulai terpengaruh krisis global, bersamaan dengan risiko yang muncul karena sejumlah besar surat utang negara yang dipegang oleh investor-investor asing. "Nilai Rupiah terhadap dolar Amerika telah turun secara drastis dalam beberapa minggu terakhir, dan meskipun kejatuhan mata uang atau krisis neraca pembayaran tidak akan terjadi pada tahap ini, namun risiko pelarian modal, terutama dari investor domestik yang sejauh ini percaya kepada rupiah, masih tetap ada," pungkasnya. Di tempat yang sama, Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk Mirza Adityaswara menyatakan, bahwa sektor perbankan harus diperkuat, sehingga bisa menggerakan sektor riil. Jika tidak, maka prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan turun drastis ke level 3,7 persen pada tahun depan, kemungkinan akan terwujud. Prediksi pertumbuhan tersebut dikeluarkan oleh Economist Intelligence Unit (EIU). "Banking sector harus stabil karena ini merupakan pilar utama perekonomian untuk bisa menggerakan sektor riil. Prediksi pertumbuhan ekonomi 3,7 persen merupakan yang terendah yang pernah saya dengar saat ini," ungkap Mirza. Dia menambahkan, setelah sektor perbankan sudah stabil, maka giliran Bank Indonesia menjaga tingkat suku bunga. Kendati demikian, Mirza menekankan, itu bukan berarti BI harus cenderung untuk menaikkan suku bunganya lagi

"Suku bunga yang sekarang ini bisa dimaintenance, tp tidak ada kecenderungan untuk naik. Mungkin suku bunga baru bisa diturunin di akhir kuartal 1 tahun 2009

Bagaimana Ekonomi Indonesia 2009 Bisa Selamat? Kita semua menyadari bahwa perekonomian tahun 2009 bakal sangat sulit. Krisis finansial dengan cepat mulai tertransmisikan ke sektor riil. Di AS, terdapat tiga pilar kredit perbankan, yakni kredit perumahan (mortgage loan), lalu kredit mobil (car loan), dan kartu kredit. Ketika kredit perumahan mengalami default, maka dengan cepat juga mengimbas ke kedua jenis kredit lainnya. Mengapa sektor otomotif menjadi korban berikutnya? Ketika para pemain pasar modal menderita kerugian besar, dan banyak perusahaan finansial mengalami default, maka mereka segera melakukan penyesuaian pola pengeluarannya. Salah satu barang konsumsi yang mudah direm adalah belanja mobil. Ketika orang terkena krisis, ia dengan mudah akan menunda atau bahkan membatalkan sama sekali rencana pembelian mobil. Dengan kata lain, fungsi permintaan terhadap mobil cenderung elastis atau sensitif. Apalagi lembaga multifinance juga akan cenderung mengerem dan ekstra berhati-hati dalam menyalurkan kredit otomotif. Selanjutnya, pasar otomotif AS, yang biasanya dapat menjual 18 juta unit mobil baru setahun, terpukul berat. Penjualan mobilnya akan terpangkas dahsyat. Akibatnya, the big three (General Moto