Makalah PPKN

download Makalah PPKN

of 42

  • date post

    02-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.031
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Makalah PPKN

MAKALAH KONSTITUSIDiajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah PPKN

Disusun Oleh : Mukti Cholil Johar Nurdin M. Fajar Norman Husein

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2010 KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji bagi

marilah kita Allah SWT yang telah

memberikan segala nikmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga kita masih bisa melakukan aktifitas sehari-hari dalam rangka mencari kerihoan Allah SWT. Sholawat beserta salam semoga selalu tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW,Rasul terakhir yang diutus oleh Allah untuk membawa risalah yang benar,penuh rahmat, dan membawa keselamatan dalam kehidupan dunia dan akhirat. Selain dari pada itu, penyusun pun tidak lupa umtuk mrnguaspkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas ini. Khususnya, kepada dosen mata kuliah, dan teman-teman sekalian yang telah memberikan masukan kepada kami sehingga tersusunnya makalah ini dengan semaksimal mungkin. Kami pun menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnan. Oleh karena itu, kami sangat berharap kepada dosen mata kuliah maupun teman-teman sekalian sudi kirannya untuk memberikan kritik dan saran yang membangun guna memperbaiki kesalahan dalam pembuatan makalah selanjutnya. Akhir kata, penyusun mengucapkan semoga makalah ini bermanfaat bagi penyusun khususnya dan umumnya bagi semua pembaca. Amiin.

Bandung,21 November 2010

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Tujuan Pembahasan BAB II : KERANGKA TEORI A. Konsep Dasar dan PengertianB. Konsep Nilai-Nilai Konstitusi

C. Konsep Sifat-sifat Konstitusi

BAB III : KAJIAN TEORI A. Konstitusi di Amerika SerikatB. Konstitusi di Filipina

C. Konstitusi di Malaysia D. Konstitusi di Kanada BAB IV : PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran C. Daftar Pustaka

BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah

Pembentukan Mahkamah Konstitusi (MK) pada pokoknya memang diperlukan karena bangsa kita telah melakukan perubahan-perubahan yang mendasar atas dasar undang-undang dasar 1945 (UUD 45). Dalam rangka perubahan pertama sampai dengan perubahan keempat UUD 1945,Bangsa itu telah mengadopsi prinsip-prinsip baru dalam sistem ketenegaraan, yaitu antara lain dengan adanya sistem prinsip Pemisahan kekuasaan dan cheeks and balance sebagai pengganti sistem supremasi parlemen yang berlaku sebelumnya. Sebagai akibat perubahan tersebut, maka perlu diadakan mekanisme untuk memutuskan sengketa kewenangan yang mungkin terjadi antara lembaga-lembaga yang mempunyai kedudukan yang satu sama lain bersifat sederajat, yang kewenangannya ditentukan dalam Undang-Undang Dasar serta perlu dilembagakannya peranan hukum dan hakim yang dapat mengontrol proses dan produk keputusan-keputusan politik yang hanya mendasarkan diri pada prinsip, The Rule of Majority. Oleh karena itu, fungsi-fungsi Judicial Review atas konstitusionalitas Undang-Undang dan proses pengujian hukum atas tuntutan pemberhentian terhadap Presiden dan / Wakil Preseiden dikaitkan dengan fungsi MK. Disamping itu juga diperlukan adanya mekanisme untuk memutuskan berbagai persengketaan yang timbul dan tidak dapat diseleseaikan melalui proses peradilan yang biasa, seperti sengketa Pemilu dan tuntutan pembubaran suatu partai politik. Perkara-perkara semacam ini berkaitan erat dengan hak dan kebebasan para warganegara dalam dinamika sistem politik demokratis yang dijamin oleh UUD 1945.

B. Tujuan Pembahasan Pada umumnya hukum bertujuan untuk mengadakan tata tertib untuk keselamatan masyarakat yang penuh dengan konflik antara berbagai

kepentingan yang ada di tengah masyarakat. Tujuan hukum tata negara pada dasarnya sama dan karena sumber utama dari hukum tata negara adalah konstitusi atau Undang-Undang Dasar, akan lebih jelas dapat dikemukakan tujuan konstitusi itu sendiri. Konstitusi juga memiliki tujuan yang hampir sama deengan hukum, namun tujuan dari konstitusi lebih terkait dengan: 1. Berbagai lembaga-lembaga kenegaraan dengan wewenang dan tugasnya masing-masing. 2. Hubungan antar lembaga negara. 3. Hubungan antar lembaga negara(pemerintah) dengan warga negara (rakyat). 4. Adanya jaminan atas hak asasi manusia. 5. Hal-hal lain yang sifatnya mendasar sesuai dengan tuntutan jaman.

BAB II KERANGKA TEORIA. Konsep Dasar dan Pengertian

Konstitusi dalam negara adalah sebuah norma sistem politik dan hukum bentukan pada pemerintahan negara biasanya dikodifikasikan sebagai dokumen tertulis. Dalam kasus bentukan negara, konstitusi memuat aturan dan prinsip-prinsip entitas politik dan hukum, istilah ini merujuk secara khusus untuk menetapkan konstitusi nasional sebagai prinsip-prinsip dasar politik, prinsip-prinsip dasar hukum termasuk dalam bentukan struktur, prosedur, wewenang dan kewajiban pemerintahan negara pada umumnya, Konstitusi umumnya merujuk pada penjaminan hak kepada warga masyarakatnya. Istilah konstitusi dapat diterapkan kepada seluruh hukum yang mendefinisikan fungsi pemerintahan negara. Dalam bentukan organisasi konstitusi menjelaskan bentuk, struktur, aktivitas, karakter, dan aturan dasar organisasi tersebut. Konstitusi pada umumnya bersifat kodifikasi yaitu sebuah dokumen yang berisian aturan-aturan untuk menjalankan suatu organisasi pemerintahan negara, namun dalam pengertian ini, konstitusi harus diartikan dalam artian tidak semuanya berupa dokumen tertulis (formal). namun menurut para ahli ilmu hukum maupun ilmu politik konstitusi harus diterjemahkan termasuk kesepakatan politik, negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan dan distribusi maupun alokasi, Konstitusi bagi organisasi pemerintahan negara yang dimaksud terdapat beragam bentuk dan kompleksitas strukturnya, terdapat konstitusi politik atau hukum akan tetapi mengandung pula arti konstitusi ekonomi. Dewasa ini, istilah konstitusi sering di identikkan dengan suatu kodifikasi atas dokumen yang tertulis dan memiliki konstitusi tidak dalam bentuk kodifikasi akan tetapi berdasarkan pada yurisprudensi dalam ketatanegaraan negara Inggris dan mana pula juga Konstitusi Istilah konstitusi berasal dari bahasa inggris yaitu Constitution dan berasal dari bahasa belanda constitue dalam bahasa latin (contitutio,constituere) dalam bahasa prancis yaitu constiture dalam bahsa jerman vertassung dalam ketatanegaraan RI diartikan sama dengan Undang Undang Dasar. Konstitusi / UUD dapat diartikan peraturan dasar dan yang memuat ketentuan-ketentuan pokok dan menjadi satu sumber perundang-undangan. Konstitusi adalah keseluruhan

peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur secara mengikat cara suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakat negara. Pengertian konstitusi menurut para ahli: 1. K. C. Wheare, konstitusi adalah keseluruhan sistem ketaatanegaraaan suatu negara yang berupa kumpulan peraturan yang mmbentuk mengatur /memerintah dalam pemerintahan suatu negara.2. Herman heller, konstitusi mempunyai arti luas daripada uud. Konstitusi

tidak hanya bersifat yuridis tettapi juga sosiologis dan politis.3. Lasalle, konstitusi adalah hubungan antara kekuasaaan yang terdapat

didalam masyarakat seperti golongan yang mempunyai kedudukan nyata didalam masyarakat misalnya kepala negara angkatan perang, partai politik dsb.4. L.j Van Apeldoorn, konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun

peraturan tak tertulis. 5. Koernimanto soetopawiro, istilah konstitusi berasal dari bahasa latin cisme yang berarati bewrsama dengan dan statute yang berarti membuat sesuatu agar berdiri. Jadi konstitusi berarti menetapkan secara bersama. 6. Carl schmitt membagi konstitusi dalam 4 pengertian yaitu:a. Konstitusi dalam arti absolut mempunyai 4 sub pengertian yaitu;

Konstitusi sebagai kesatuan organisasi yang mencakup hukum dan semua organisasi yang ada didalam negara. Konstitusi sebagai bentuk negara. Konstitusi sebagai faktor integrasi. Konstitusi sebagai sistem tertutup dari norma hukum yang tertinggi didalam negara.

b. Konstitusi dalam arti relatif dibagi menjadi 2 pengertian yaitu

konstitusi sebagai tuntutan dari golongan borjuis agar haknya dapat dijamin oleh penguasa dan konstitusi sebagai sebuah konstitusi dalam

arti formil (konstitusi dapat berupa tertulis) dan konstitusi dalam arti materil (konstitusi yang dilihat dari segi isinya).c. Konstitusi dalam arti positif adalah sebagai sebuah keputusan politik

yang tertinggi sehingga mampu merubah tatanan kehidupan kenegaraan.d. konstitusi dalam arti ideal yaitu konstitusi yang memuat adanya

jaminan atas hak asasi serta perlindungannya. B. Konsep Nilai-nilai Konstitusi Dalam prakteknya, Konstiusi yang tertulis tidak berlaku secara sempurna karena salah satu atau beberapa pasal didalamnya ternyata tidak dijalankan lagi, karena konstitusi tidak hanya untuk kepentingan golongan saja. Sehubungan dengan masalah tersebut, Karl Loewenstein mengadakan penyelidikan mengenai apakah arti sebenarnya dari suatu konstitusi tertulis dalam suatu lingkungan nasional yang spesifik sehingga membawa kepada tigea jenis penilaian terhadap konstitusi, seperti berikut : a. Nilai Normatif Apabila suatu konstitusi telah resmi diterima oleh suatu bangsa dan bagi mereka Konsyitusi iu bukan saja belaku dalam arti hukum (legal), tetapi juga merupakan suatu kenyataan (reality) dalam arti sepenuhnya diperlukan dan effektif. Dengan perkataan lain konstitusi itu dilaksanakansecara murni dan konsekwen. Sebagai contoh dapat diberikan konstitiusi di Amerika Serikat dimana ketiga kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif menjalankan fungsinya masing-masing secara terpisah. Ini berarti bahwa eksekutif tidak boleh melaksanakan kekuasaan membuat Undang-Undang, apabila tidak ada suatu delegasi perundang-undangan yang sah, sebab kekuasaan untuk membuat Undang-Undang adalah suatu tugas yang semata-mata diletakkan d