materi ppkn

download materi ppkn

of 125

  • date post

    06-Jul-2018
  • Category

    Documents

  • view

    236
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of materi ppkn

  • 8/17/2019 materi ppkn

    1/125

    modul 8 pancasila

    PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT A. Pengertian Filsafat

    Secara etimologis istilah “filsafat” berasal dari bahasa Yunani “ philein ” yang artinya “cinta” dan “ sophos ” yang artinya “hikmah” atau “kebijaksanaan” atau “ wisdom ” (Nasution, 197 !" #adi secara harfiah istilah “filsafat” mengandung makna cinta kebijaksanaan" $an nam%aknya hal ini sesuai dengan sejarah timbulnya ilmu %engetahuan, yang sebelumnya diba&ah naungan filsafat" Namun demikian jikalau kita membahas

    %engertian filsafat dalam hubungannya dengan lingku% bahasanya maka mencaku% banyak bidang bahasan antara lain tentang manusia, alam, %engetahuan, etika, logika, dan lain sebagainya" Seiring dengan

    %erkembangan ilmu %engetahuan maka muncul %ula filsafat yang berkaitan dengan bidang'bidang ilmu tertentu antara lain filsafat %olitik, sosial, hukum, bahasa, ilmu %engetahuan, agama dan bidang'bidang ilmu lainnya"

    eseluruhan arti filsafat yang meli%uti berbagai masalah tersebut da%at dikelom%okkan menjadi dua macam sebagai berikut" Pertama ) *ilsafat sebagai %roduk yang mencaku% %engertian " 1" *ilsafat sebagai jenis %engetahuan, ilmu, konse%, %emikiran'%emikiran dari %ara filsuf %ada +aman dahulu yang la+imnya meru%akan suatu aliran atau sistem filsafat tertentu" isalnya rasionalisnem materialism,

    %ragmatisme dan lain sebagainya" -" *ilsafat sebagai suatu jenis %roblema yang dihada%i oleh manusia sebagai hasil dari akti.itas berfisafat" #adi manusia mencari suatu kebenaran yang timbul dari %ersoalan yang bersumber %ada akal manusia"

    Kedua ) *ilsafat sebagai suatu %roses, yang dalam hal ini filsafat diartikan dalam bentuk suatu akti.itas berfilsafat, dalam %roses %emecahan suatu %ermasalahan dengna menggunakan suatu cara dan metode tertentu yang sesuai dengan objeknya" $alam %engertian ini filsafat meru%akan suatu sistem %engetahuan yang

    bersifat dinamis" *ilsafat dalam %engertian ini tidak lagi hanya meru%akan suatu kum%ulan dogma yang hanya diyakini, ditekuni dan di%ahami sebagai suatu nilai tertentu teta%i lebih meru%akan suatu akti.itas berfilsafat, suatu %roses yang dinamis dengna menggunakan suatu metode tersendiri" /da%un cabang'cabang filsafat yang %okok adalah sebagai berikut ) 1" Metafisika , yang membahas tentang hal'hal yang bereksistensi di ballik fisis, yang meli%uti bidang'bidang, ontologi, kosmologi, dan antro%ologi" -" Epistemologi , yang berkaitan dengan %ersoalan hakikat %engetahuan"

    "Metodologi , yang berkaitan dengan %ersoalan hakikat metode dalam ilmu %engetahuan" 0" Logika , yang berkaitan dengna %ersoalan filsafat berfikir, yaitu rumus'rumus dan dalil'dalil berfikir yang

    benar"

    "Etika , yang berkaitan dengan moralitas, tingkah laku manusia" 2" Estetika , yang berkaitan dengan %ersoalan hakikat keindahan"

    B. Rumusan Kesatuan Sila-sila Pancasila Sebagai Suatu Sistem

    3ancasila yang terdiri atas lima sila %ada hakikatnya meru%akan suatu sistem filsafat" 3engertian sistem adalah suatu kesatuan bagian'bagian yang saling berhubungan, saling bekerja sama untuk suatu tujuan tertentu dan secara keseluruhan meru%akan suatu kesatuan yang utuh, Sistem la+imnya memiliki ciri'ciri sebagai berikut ) 1" Suatu kesatuan bagian'bagian

    1

  • 8/17/2019 materi ppkn

    2/125

    -" 4agian'bagian tersebut mem%unyai fungsi sendiri'sendiri " Saling berhubungan dan saling ketergantungan

    0" eseluruhannya dimaksudkan untuk menca%ai suatu tujuan tertentu (tujuan sistem! " 5erjadi dalam suatu lingkungan yang kom%leks (Shore dan 6oich, 1970!"

    . Susunan Kesatuan Sila-sila Pancasila !ang bersifat "rganis

    esatuan sila'sila 3ancasila yang bersifat organis %ada hakikatnya secara fisolofis bersumber %ada hakikat dasar ontologism manusia sebagai %endukung dari inti, isi dari sila'sila 3ancasila yaitu hakikat manusia “mono%luralis” yang memiliki unsur'unsur, “susunan kodrat” jasmani'rokhani, “sifat kodrat” indi.idu' makhluk sosial, dan “kedudukan kodrat” sebagai %ribadi berdiri'makhluk 5uhan yang aha sa" 8nsur'unsur hakikat manusia tersebut meru%akan suatu kesatuan yang bersifat organis dan harmonis" Setia% unsur memiliki fungsi masing namun saling berhubungan" leh karena sila'sila 3ancasila meru%akan %enjelmaan hakikat manusia “mono%lurakis” yang meru%akan kesatuan organis maka sila'sila 3ancasila juga memiliki

    kesatuan yang bersifat organis %ula"#. Susunan Pancasila !ang Bersifat $ierark%is dan Berbentuk Piramidal

    Susunan 3ancasila adalah hierarki dan berbentu %iramidal" 3engertian matematis %iramidal digunakan untuk menggambarkan hubungan hierarkhi sila'sila 3ancasila dalam urut'urutan luas (k&an'titas! dan juga dalma hal isi sifatnya (k&alitas!" alau dilihat dari intinya urut'urutan lima sila menunjukkan suatu rangkaian tingkat dalam luasnya dan isi sifatnya meru%akan %engkhususan dari sila'sila di mukanya"

    esatuan sila'sila 3ancasila yang memiliki susunan hierarkhis %iramidal ini maka sila etuhanan Yang aha sa menjadi basis dari sila kemanusiaan yang adil dan beradab, %ersatuan :ndonesia, kerak'yatan yang

    di%im%in oleh hikmat kebijaksanaan dalam %ermusya&a'ratan;%er&akilan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat :ndonesia, sebaliknya etuhanan yang aha sa adalah etuhanan yang berkemanusiaan,

    ber%ersatuan, kerakyatan serta berkeadilan sosial sehingga di dalam setia% sila senantiasa terkandung sila'sila lainnya" Secara ontologism hakikat sila'sila 3ancasila mendasarkan %ada landasan sila'sila 3ancasila yaitu ) 5uhan, manusia, satu, rakyat, dan adil (Notonagoro, 197 ) 09!" 4erdasarkan hakikat yang terkandung dalam sila'sila 3ancasila dan 3ancasila sebagai dasar filsafat negara, maka segala hal yang berkaitan dengna sifat dan hakikat negara harus sesuai dengan landasan sila'sila 3ancasila"

  • 8/17/2019 materi ppkn

    3/125

    (keadilan sosial! (hakikat sila 6! $emikianlah maka secara konsisten negara haruslah sesuai dengan hakikat 3ancasila" Rumusan Pancasila !ang bersiat $ierark%is dan Berbentuk Piramidal 1" Sila %ertama ) etuhanan Yang aha sa adalah meli%uti dan menji&ai sila'sila kemanusiaan yang adil dan

    beradab, %ersatuan :ndonesia, kerakyatan yang di%im%in oleh hikmat kebijaksanaan dalam %ermusya&aratan;%er&akilan serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat :ndonesia" -" Sila kedua ) emanusiaan yang adil dan beradab adalah dili%uti dan diji&ai oleh sika etuhanan Yang

    aha sa, meli%uti dan menji&ai sila %ersatuan :ndonesia, kerakyatan yang di%im%in oleh hikmat kebijaksanaan dalam %ermusya&aratan;%er&akilan, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat :ndonesia"

    " Sila ketiga ) %ersatuan :ndonesia adalah dili%uti dan diji&ai sila etuhanan yang aha sa, kemanusiaan yang adil dan beradab, meli%uti dan menji&ai sila kerakyatan yang di%im%in oleh hikmat kebijaksanaan dalam

    %ermusya&aratan;%er&akilan serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat :ndonesia" 0" Sila keem%at ) erakyatan yang di%im%in oleh hikmat kebijaksanaan dalam %ermusya&aratan;%er&akilan adalah dili%uti dan diji&ai oleh sila'sila etuhanan yang aha sa, kemanusiaan yang adil dan berada,

    %ersatuan :ndonesia, serta meli%uti dan menji&ai sila keadilan sosial bago seluruh rakyat :ndonesia"

    " Sila kelima ) eadilan sosial bagi seluruh rakyat :ndonesia adalah dili%uti dan diji&ai oleh sila'silaetuhanan Yang aha sa, emanusiaan yang adil dan beradab, %ersatuan :ndonesia, kerakyatan yang di%im%in oleh hikmat kebijaksanaan dalam %ermusya&aratan;%er&akilan serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat :ndonesia"

    &. Rumusan $ubungan Kesatuan Sila-sila Pancasila !ang Saling Mengisi dan Saling Mengkualifikasi

    esatuan sila'sila 3ancasila yang “ Majemuk Tunggal ”, “ Hierarkhis Piramidal ” juga memiliki sifat saling mengkualifikasi"

  • 8/17/2019 materi ppkn

    4/125

    e" Sila eadilan sosial bagi seluruh rakyat :ndonesia, adalah ber' etuhanan Yang aha sa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, ber%ersatuan :ndonesia, dan berkerakyatan yang di%im%in oleh hikmat kebijaksanaan dalma %ermusya&aratan;%er&akilan (Notonagoro, 197 ) 0 ,00!"

    '. Kesatuan Sila-sila Pancasila sebagai Suatu Sistem Filsafat

    esatuan sila'sila 3ancasila %ada hakikatnya bukanlah hanya meru%akan kesatuan yang bersifat formal logis saja namun juga meli%uti kesatuan dasar ontologism, dasar e%istemologis serta dasar aksiologis dari sila'sila 3ancasila" Sebagaimana, dijelaskan bah&a kesatuan sila'sila 3ancasila adalah bersifat hierarkhis dan mem%unyai bentuk %iramial, digunakan untuk menggambarkan hubungan hierarkhis sila'sila 3ancasila dalma urut'urutan lusa (kuantitas! dan dalam %engertian inilah hubungan kesatuan sila'sila 3ancasila itu dalam arti formal logis" Selain kesatuan sila'sila 3ancasila itu hierarkhis dalam hal kuantitas juga dalam hal isi sifatnya yaitu menyangkut makna serta hakikat sila'sila 3ancasila" esatuan yang demikian ini meli%uti kesatuan dalam hal dasal ontologis, dasar e%istemologis serta dasar aksiologis dari sila'sila 3ancasila (lihat Notonagoro,

    19>0 ) 21 dan 197 ) -, 7!" Secara filosofis 3ancasila sebagai suatu kesatuan sistem filsafat memiliki, dasarontologis, dasar e%istemologis, dan dasar aksiologis sendiri yang berbeda dengan sistem filsafat yang lainnya misalnya materialism, liberalisme, %ragmatisme, komunisme, idealisme, dan lain %aham filsafat di dunia"

    . (asar Antropologis Sila-Sila Pancasila

    3ancasila sebagai suatu kesatuan sistem filsafat tidak hanya kesatuan yang menyangkut sila'silanya saja melainkan juga meli%uti hakikat dasar dari sila'sila 3ancasila atau secara filosofis meli%uti dasar ontologis sila'sila 3ancasila