Tugas Kelompok Prof. Dr. h. Karwono, m.pd

Click here to load reader

  • date post

    26-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    100
  • download

    11

Embed Size (px)

Transcript of Tugas Kelompok Prof. Dr. h. Karwono, m.pd

TUGAS KELOMPOK IBELAJAR DAN PEMBELAJARANUntuk Memenuhi Persyaratan Mengikuti Salah Satu Mata KuliahDiampu oleh Prof. Dr. H. Karwono, M.PdTeori Belajar Behavioristik

Disusun Oleh:

Agnes tiara putri(10211525)Apri liliani(10211532)Eka puspita sari(10211556)Eko suci Ariyanto(10211558)Jepfri Tambunan(10211579)Noviana Sari(10211601)Ria okta sari(10211767)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METROTAHUN 2011

KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah makalah yang berjudul Teori Belajar Behavioristik dengan kerja sama yang baik.Dalam kesempatan ini penulis tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Serta ucapan terima kasih kepada Prof. Dr. H. Karwono. M. Pd selaku pembimbing ( Tim Dosen Pengajar ) pada mata kuliah ini. Penulis merasa bahwa makalah ini masih banyak terdapat kekurangannya, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pembaca demi kesempurnaan makalah ini.Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat berguna bagi semua pihak untuk kemajuan dalam bidang pendidikan dan menambah pengetahuan serta dapat menambah meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Amin. Metro, 06 Oktober 2011

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDULKATA PENGANTAR...................................................................................iDAFTAR ISI.................................................................................................iiBAB I PENDAHULUAN.............................................................................1A. Latar Belakang...........................................................................................1B. Rumusan Masalah......................................................................................1C. Tujuan dan Mamfaat Pembelajaran ..........................................................1BAB II PEMBAHASAN..............................................................................21. Apakah Yang Dimaksud Dengan Belajar Menurut Pandangan Behaviorisme2a. Jenis-jenis teori belajar yang masuk dalam pandangan behaviorismeb. Hukum-hukum belajar menurut pandangan behaviorisme2. Membahas Teori Pembelajaran Menurut Psikologi Behaviorisme...............4a. Analisis tentang teori behaviorisme3. Membahas Kasus Belajar/Aplikasi Pembelajaran.........................................19BAB III PENUTUP.......................................................................................22A. Kesimpulan................................................................................................22 B. Saran..........................................................................................................22DAFTAR PUSTAKA....................................................................................23

BAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANGBelajar seharusnya menjadi kegiatan yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Belajar merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia yang paling penting dalam upaya mempertahankan hidup dan mengembangkan diri dalam proses perubahan perilaku yang disebabkan oleh pengalaman. Dalam dunia pendidikan belajar merupakan aktivitas pokok dalam penyelenggaraan proses belajar-mengajar. Melalui belajar seseorang dapat memahami sesuatu konsep yang baru, dan atau mengalami perubahan tingkah laku, sikap, dan ketrampilan.Perubahan perilaku tersebut dapat berupa perubahan yang tidak nampak yaitu dapat berupa bertambahnya pengetahuan maupun yang nampak yaitu dapat berupa kemampuan psikomotorik dan afektif.Perubahan yang disebabkan oleh pertumbuhan bukan dinyatakan sebagai hasil belajar pada waktu lahir tiap individu tidak memiliki karakteristik tertentu seperti refleksi dan respon terhadap kelaparan namun manusia selalu belajar setiap hari belajar untuk makan, berbicara, berjalan dan lain-lain.Anak yang merasa ketakutan ketika berjalan sendiri pada malam hari merupakan hasil dari belajar anak telah belajar menghubungkan kegelapan dengan suatu keadaan yang menyeramkan. Reaksi ini dapat diperoleh secara tidak sadar maupun secara sadar dan juga dapat diperoleh dari hasil belajar.Dalam makalah ini akan dipaparkan pengertian belajar dan kasus belajar berdasar teori belajar behavioristik.B. Rumusan Masalah1. Apakah yang dimaksud dengan pembelajaran behaviorisme ?2. Bagaimana teori belajar menurut pandangan psikologi behaviorisme ?3. Kasus belajar/aplikasi bagaimana dalam pembelajaran ?C. Tujuan dan mamfaat pembahasanTujuan :1. Supaya kita mampu menerapkan teori-teori belajar dalam pendidikan2. Mengkaji implikasi dan teori-teori tersebutMamfaat :1. Mengkaji ilmu pendidikan khususnya dalam memahami impliksi pendidikan pembelajaran prinsip-prinsip pembelajaran dan perkembangan teori pembelajaran.2. Bagi para pendidik agar pendidikan tidak salah persepsi tentang pendidikan, pembelajaran, dan pengajaran serta dapat menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran dan teori pembelajaran sesungguhnya.3. Bagi mahasiswa dapat memahami tentang pengertian dan perkembangan teori pembelajaran.

BAB IIPEMBAHASANA. Pengertian Teori Belajar1. Teori BehaviorismeBehaviorisme adalah teori perkembangan perilaku, yang dapat diukur, diamati dan dihasilkan oleh respons pelajar terhadap rangsangan. Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gagnedan Berlinertentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikandan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik memandang individu hanya dari sisi jasmaniah, dan mengabaikan aspek aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih siswa sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu.Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar.Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pembelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.Dapat dijelaskan kembali, stimulans tidak lain adalah lingkungan belajar anak, baik yang internal maupun eksternal yang menjadi penyebab belajar. Sedangkan respons adalah akibat atau dampak, berupa reaksi fisik terhadap stimulans. Belajar berarti penguatan ikatan, asosiasi, sifat dan kecenderungan perilaku S-R (stimulus-Respon).Teori Behavioristik:1. Mementingkan faktor lingkungan2. Menekankan pada faktor bagian3. Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif.4. Sifatnya mekanis5. Mementingkan masa laluPendidikan behaviorisme merupakan kunci dalam mengembangkan keterampilan dasar dan dasar-dasar pemahaman dalam semua bidang subjek dan manajemen kelas. Ada ahli yang menyebutkan bahwa teori belajar behavioristik adalah perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret.Ciri dari teori behaviorisme adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil belajar,mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Guru yang menganut pandangan ini berpandapat bahwa tingkahlaku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dan tingkah laku adalah hasil belajar. Dalam hal konsep pembelajaran, proses cenderung pasif berkenaan dengan teori behavioris. Pelajar menggunakan tingkat keterampilan pengolahan rendah untuk memahami materi dan material sering terisolasi dari konteks dunia nyata atau situasi. Little tanggung jawab ditempatkan pada pembelajar mengenai pendidikannya sendiri.2. Prinsip-Prinsip dalam Teori Belajar BehavioristikBeberapa prinsip dalam teori belajar behavioristik yang dianggap menjadi faktor penting, meliputi: (1) Reinforcement and Punishment; (2) Primary and Secondary Reinforcement; (3) Schedules of Reinforcement; (4) Contingency Management; (5) Stimulus Control in Operant Learning; (6) The Elimination of Responses. Kaum behavioris menjelaskan bahwa belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah laku dimana reinforcement dan punishment menjadi stimulus untuk merangsang pembelajar dalam berperilaku.Prinsip Prinsip Belajar :a. Reinforcement and PunishmentKonsekuansi yang menyenangkan akan memper