Trauma Pada Ibu Hamil

download Trauma Pada Ibu Hamil

of 21

  • date post

    13-Apr-2018
  • Category

    Documents

  • view

    221
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Trauma Pada Ibu Hamil

  • 7/27/2019 Trauma Pada Ibu Hamil

    1/21

    CLINICAL SCIENCE SESSION

    TRAUMA PADA IBU HAMIL

    DAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

    Diajukan untuk memenuhi tugas Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D)

    SMF Ilmu Bedah

    Presentan:

    Rizki Perdana

    Ardyan Premata G

    Partisipan:

    Astri Restuastuti Muslimah

    Shella Arrum WardhaniMariska InggridaEva Fieldiana Sari

    Preseptor:Arief Guntara, dr., SpB

    SMF ILMU BEDAH

    RSUD AL-IHSAN

    PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER

    FAKULTAS KEDOKTERAN

    UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG

    2010

  • 7/27/2019 Trauma Pada Ibu Hamil

    2/21

    BAB I

    TRAUMA PADA IBU HAMIL

    I. PendahuluanInjury dapat terjadi pada 6-7% ibu hamil dan menjadi penyebab

    kematian nonobstetrik pada ibu hamil. Selain itu, kejadian ini dapat pula

    menjadi salah satu penyebab kematian janin akibat trauma. Prinsip yang

    harus dipegang dalam menjalankan save the mother, save the fetus

    adalah penanganan dini pada ibu hamil korban trauma.

    II. Perubahan anatomis dan konsekwensi klinisA. Uterus

    - Bertambahnya ukuran (7 cm/70 g; 36 cm/1,100 g)- Lokasi intraabdomen setelah minggu ke-12

    Gambar 1. Ukuran uterus berdasarkan tinggi fundus

    - Dinding muskularis yang bertambah tipis.- Peningkatan aliran darah (60 mL/menit)

  • 7/27/2019 Trauma Pada Ibu Hamil

    3/21

    3

    - Konsekwensi klinis potensial:a. Increased susceptibility to injuryb. Peningkatan pendarahanc. Kompresi IVC pada posisi berbaring (supine hypotension

    syndrome)

    B. Plasenta- Penurunan elastisitas- Sensitivitas katekolamin- Konsekwensi klinis potensial:

    a. Mudah terjadi separasi dari dinding uterus (abruption)b. Penurunan aliran darah plasenta, disertai stres akan

    menyebabkan gangguan janin

    C. Pelvis- Venous engorgement- Relaksasi ligamen- Konsekwensi klinis potensial:

    a. Meningkatnya keparahan pendarahanb. Instabilitas gaya berjalan dan meningkatnya risiko jatuhc. Perubahan gambaran radiologis dan misdiagnosis

    D. Genitourinaria- Dilatasi collecting system- Perubahan letak buli intraabdomen- Konsekwensi klinis potensial:

    a. Perubahan gambaran radiologis dan misdiagnosisb. Meningkatnya risiko injury

    E. Gastrointestinal- Perubahan letak usus menuju kuadran atas- Perubahan pada gastroesophageal juntion- Peritoneal stretching

  • 7/27/2019 Trauma Pada Ibu Hamil

    4/21

    4

    - Konsekwensi klinis potensial:a. Altered injury patternb. Penurunan sensitivitas peritoneum dan dapat mengaburkan

    pemeriksaan fisik

    c. Peningkatan risiko terjadinya refluks dan aspirasiF. Diafragma

    - Meninggi (4 cm)- Konsekwensi klinis potensial:

    a. Perubahan peta anatomis (contoh: salah menempatkan chesttube)

    b. Perubahanfunctional residual capacity(FRC)G. Jantung

    - Perubahan arah sefalik jantung (cephalad)- Konsekwensi klinis potensial:

    a. Perubahan EKG left axis deviation; T-wave flattening,inversion lead III & aVF

    H. Hipofisis- Mengalami pembesaran 135%- Peningkatan kebutuhan aliran darah- Konsekwensi klinis potensial:

    a. Keadaan syok akan menyebabkan nekrosis pada kelenjarhipofisis interior yang akan menyebabkan insufisiensi hipofisis

    (Sheehans syndrome)

    III.Perubahan Fisiologis atau Konsekwensi Klinis PotensialA. Kardiovaskular

    - Peningkatan cardiac output- Peningkatan nadi- Peningkatan tekanna darah (pada trimester II)

  • 7/27/2019 Trauma Pada Ibu Hamil

    5/21

    5

    - Penurunan CVP- Penurunan resistensi vaskular perifer- Peningkatan ektopi- Konsekwensi klinis potensial:

    a. Perubahan tanda-tanda vitalb. Kondisi hiperdinamik

    B. Hematologi- Peningkatan volume darah yang disebabkan peningkatan volume

    plasma

    - Penurunan hematokrit (32-36%) karena peningkatan plasma yanglebih besar daripada volume sel darah merah

    - Peningkatan WBC count (18-25 WBC/mm3)- Penurunan plasminogen activator levels- Konsekwensi klinis potensial:

    a. Perubahan parameter hematologisb. Anemia fisiologis; hipervolemia fisiologisc. Gejala-gejala pendarahan akan terlambat; 1/3 volume darah

    ibu dapat hilang tanpa perubahan nadi atau tekanan darah

    d. Hiperkoagulabilitas; peningkatan risiko terjadinyavenotromboemboli

    C. Respirasi- Peningkatan ventilasi per menit- Peningkatan volume tidal- PenurunanFRC- Konsekwensi klinis potensial:

    a. Chronic respiratory alkalosisb. Penurunan respiratory buffering capacityc. Perubahan respon terhadap inhalasi, saat anestesid. Kecenderungan rapid oxygen desaturation

  • 7/27/2019 Trauma Pada Ibu Hamil

    6/21

    6

    e. Penurunan toleransi terhadap hipoksemiaD. Ginjal

    - Peningkatan aliran darah ginjal- Peningkatan creatinine clearance- Peningkatan glomerular filtration rate- Penurunan resorpsi glukosa- Konsekwensi klinis potensial:

    a. Penurunan BUNb. Penurunan kreatinin serumc. Glukosuria

    E. Gastrointestinal- Penurunan pengosongan lambung- Peningkatan produksi asam lambung- Gangguan kontraksi kandung empedu- Konsekwensi klinis potensial:

    a. Peningkatan risiko refluks asam atau aspirasib. Bile statis atau peningkatan risiko pembentukan batu empedu

    F. Endokrin- Peningkatan laktogen plasenta- Peningkatan progesteron- Peningkatan estrogen- Peningkatan parathormon- Peningkatan kalsitonin- Konsekwensi klinis potensial:

    a. Resistensi insulin ataupregnancy-induced diabetesb. Relaksasi sfinkter esofagus bawahc. Delayed gastric emptyingd. Peningkatan absorbsi kalsium

  • 7/27/2019 Trauma Pada Ibu Hamil

    7/21

    7

    G. Sistem Saraf- Pregnancy-induced hypertension (eclampsia)- Konsekwensi klinis potensial:

    a. Peningkatan risiko pendarahan intrakranialb. Peningkatan risiko kejangc. Mimics head injury

    IV.Mechanism of InjuryA. Tumpul/blunt

    - Kecelakaan kendaraan bermotor (motor vehicle collisions/MVC),jatuh, kekerasan

    - MVC penyebab terbanyak mortalitas nonobstetri ibu hamil danjanin

    - Placental abruption merupakan penyebab kematian janinwalaupun ibu selamat

    - Fraktur pelvis merupakan trauma yang menyababkan kematianjanin

    - Sebagian besar kematian janin disebabkan oleh fraktur tengkorakdisertai dengan pendarahan intrakranial

    - Ruptur uterin berkaitan dengan terlemparnya ibu dari kendaraandan disertai adanya syok sang ibu dan uterine tenderness

    - Penggunaan sabuk pengaman merupakan faktor terpentingmencegah maternal injury yang berhubungan dengan kematian

    janin

    - Kelemahan pada ligamen pelvis dan perut yang membesarberdampak pada ketidakstabilan gaya berjalan dan meningkatkan

    insidensi jatuh pada ibu hamil

    B. Penetrasi/penetrating- Luka tembakan (gunshot wounds/GSW), luka tusukan

  • 7/27/2019 Trauma Pada Ibu Hamil

    8/21

    8

    - Berhubungan dengan kekerasan dalam rumah tangga- Risiko perlukaan pada uterus meningkat pada trimester II dan III- Fetal injury berhubungan dengan uterin bisa terjadi dan

    merupakan penyebab mortalitas yang tinggi (40-65%)

    - Kematian ibu hamil jarang terjadi dibandingkan kematian janinpada truma ini

    - Penetrasi pada perut atas berhubungan dengan kerusakan padasaluran cerna dan pembuluh darah

    V. ManajemenA. Hal-hal yang harus diperhatikan

    1. Perhatikan potensi kehamilan pada setiap wanita yang mengalamitrauma sesuai usianya. Pemeriksaan -hCG dilakukan secara rutin.

    2. Walaupun pada ibu hamil terdapat dua individu yang harusditangani, prioritas tetap sama (yaitu: ATLS). Penanganan yang

    paling baik bagi janin adalah resusitasi ibu.

    3. Konsultasi obstetrik dini dan penentuan keadaan janin merupakanhal yang penting.

    B. Prehospital1. Janin sangat sensitif terhadap keadaan hipoksia dan hipovolemi,

    penanganan prehospital pada kecelakaan ibu hamil harus

    mencakup pemberian suplemen oksigen dan cairan intravena

    sesegera mungkin.

    2. Pada kehamilan lanjut, berbagai posisi dapat menjadi komplikasikarena faktor-faktor anatomis. Sindrom hipotensi supinasi dapat

    dicegah dengan memosisikan pasien hamil dari kompresi uterin

    terhadap IVC, seperti posisi lateral dekubitus, atau paha kanan

    lebih tinggi sehingga uterus secara manual akan berpindah. Jika

    dicurigai trauma pada spinal, imobilisasi dengan menggunakan

  • 7/27/2019 Trauma Pada Ibu Hamil

    9/21

    9

    papan di bagian punggung yang dimiringkan 150ke kiri.

    3. Pneumatic anti shock garment (PSAG) pada keadaan biasaberguna untuk stabilitas fraktur dan mengendalikan pendarahan,

    namun hal ini merupakan kontra indikasi pada pasien hamil

    karena dapat meningkatkan gangguan venous return.

    4. Persiapan di RS harus disertai dengan penyediaan konsultasidengan ahli obstetri dan neonatus.

    5. Jangan melakukan asesmen pada tempat kejadian, namun harussegera dipindahkan dengan imobilisasi yang baik agar keselamatan

    ibu dan janin dapat terjamin.C. Hospital

    1. Survei primera. Resusitasi tanda-tanda vital, identivikasi dan manajemen

    trauma yang mengancam jiwa seperti pada penanganan pasien

    lainnya.

    b. Pertimbangkan intubasi dini dan ventilasi mekanik pada pasienhamil manapun dengan memonitor status ventilasi untuk

    mencegah hipoksia janin.

    c. Karena dapat terjadi hipervolemia fisiologis, pasien hamildapat mengalami kehilangan volume darah (1.500 mL) tanpa

    adanya tanda-tanda hipovolemia; walaupun tanda-tanda

    vital ibu dalam keadaan normal, janin dapat

    mengalami perfusi yang tidak adekwat.

    d. Akses intravena pada ekstrimitas atas lebih diutamakan, daninisiasi resusitasi cairan segera dilakukan. Pertimbangkan

    untuk transfusi RBC. Obat-obat vasopresor dapat

    menyebabkan penurunan aliran darah dan harus dihindari

    dalam mengendalikan hipotensi mate