Tantangan Disintegrasi Bangsa Terhadap Nasionalisme Indonesia

download Tantangan Disintegrasi Bangsa Terhadap Nasionalisme Indonesia

of 33

  • date post

    07-Jul-2018
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Tantangan Disintegrasi Bangsa Terhadap Nasionalisme Indonesia

  • 8/18/2019 Tantangan Disintegrasi Bangsa Terhadap Nasionalisme Indonesia

    1/33

    TANTANGAN DISINTEGRASI BANGSA TERHADAP

    NASIONALISME INDONESIA

    Yudha Pradana

    PENDAHULUAN

    A.Latar Belakang

    Indonesia merupakan negara kesatuan yang berbentuk republik.

    Hal tersebut merupakan hasil daripada upaya merebut dan

    mempertahankan kemerdekaan dari pihak-pihak yang sering merongrong

    kemerdekaan Indonesia. Sebagai negara kesatuan sudah barang tentu

    kemajemukan menjadi hal yang pasti akan dijumpai dalam dunia

    kemasyarakatannya. Hal itu dapat dilihat dari beragamnya suku bangsa

    dan sistem sosial yang ada di Indonesia.

    Keberagaman tersebut dibingkai dalam sebuah negara kesatuan.

    Dimana kemajemukan tersebut dijadikan satu diatas perbedaan yang ada.

    Karena Indonesia merupakan negara yang beragam ras dan suku

     bangsanya, maka Indonesia juga dapat dikatakan sebagai sebuah negara-

     bangsa. Hal ini dapat tercermin kutipan Risalah Sidang Badan Penyelidik

    Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia

    Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang dikutip oleh Sekretariat Negara

    Republik Indonesia (1998) bahwa :

    Hakikat negara kesatuan Republik Indonesia adalah negara

    kebangsaan modern. Negara kebangsaan modern adalah negara

    yang pembentukannya didasarkan pada semangat kebangsaan

    -atau nasionalisme- yaitu pada tekad suatu masyarakat untuk

    membangun masa depan bersama di bawah satu negara yang

    sama walaupun warga masyarakat tersebut berbeda-beda agama,

    ras, etnik atau golongannya.

    1

  • 8/18/2019 Tantangan Disintegrasi Bangsa Terhadap Nasionalisme Indonesia

    2/33

    Hal tersebut di atas secara tersirat menunjukkan bahwa

    terbentuknya negara kesatuan Indonesia ialah oleh adanya semangat

    persatuan dan rasa untuk berdiri di atas paham kebangsaan. Bukan lagi di

    atas paham kesukuan atau rasa chauvinistis dan primordialisme. Secara

    historis tercatat bahwa semangat keindonesiaan menjadi landasan para

    pendiri dan pejuang bangsa untuk bersatu. Kemudian rasa kebangsaan

    menjadi salah satu dasar daripada berdirinya sebuah bangsa yang

    kemudian bernama Indonesia. Sudah sangat jelas bahwasanya poros utama terbentuknya negara-

     bangsa ialah nasionalisme. Nasionalisme Indonesia akan turut serta

    menentukan dan memperlihatkan eksistensi daripada negara-bangsa

    tersebut. Nasionalisme bukan hanya harus dimiliki dalam masa mengusir

    penjajahan (seperti yang terjadi di beberapa negara, juga Indonesia, dalam

    merebut kemerdekaan) namun pula harus terus dimiliki sampai

    kapanpun. Hal ini guna tetap mempertahankan eksistensi dan identitas

    kebangsaan negara yang bersangkutan.

     Jika kita melihat kondisi nasionalisme dari negara-bangsa

    Indonesia dewasa ini dapat terlihatlah adanya sebuah penipisan dan

    pemunduran. Kita dapat melihat, bahwa rasa nasionalisme bangsa ini

    telah sampai kepada titik yang sangat mengkhawatirkan dan

    membahayakan bagi eksistensi negara-bangsa Indonesia. Dalam bidang

    politik misalnya, kita akan melihat maraknya disintegrasi bangsa yang

    disebabkan oleh menipisnya rasa nasionalisme sehingga berujung kepada

    ancaman pecahnya kesatuan dan persatuan nasional. Etnisitas dan

    gerakan separatis seolah menjadi jamur di musim hujan. Konflik yang

    mengatasnamakan ras dan suku dari hari ke hari semakin menjadi.

    2

  • 8/18/2019 Tantangan Disintegrasi Bangsa Terhadap Nasionalisme Indonesia

    3/33

    Gerakan separatispun semakin menunjukkan bahwa persatuan dan

    kesatuan nasional memang sedang terancam. Pasca reformasi terjadi

    gerakan-gerakan tersebut semakin nyata terasa.

    Kekhawatiran tentang perpecahan (disintegrasi) bangsa di tanah

    air dewasa ini yang dapat digambarkan sebagai penuh konflik dan

    pertikaian, gelombang reformasi yang tengah berjalan menimbulkan

     berbagai kecenderungan dan realitas baru. Segala hal yang terkait dengan

    Orde Baru termasuk format politik dan paradigmanya dihujat dan

    dibongkar. Bermunculan pula aliansi ideologi dan politik yang ditandai

    dengan menjamurnya partai-partai politik baru. Seiring dengan itu lahir

    sejumlah tuntutan daerah-daerah diluar Jawa agar mendapatkan otonomi

    yang lebih luas atau merdeka yang dengan sendirinya makin menambah

    problem, manakala diwarnai terjadinya konflik dan benturan antar etnik

    dengan segala permasalahannya.

    Penyebab timbulnya disintegrasi bangsa juga dapat terjadi karena

    perlakuan yang tidak adil dari pemerintah pusat kepada pemerintah

    daerah khususnya pada daerah-daerah yang memiliki potensi sumber

    daya/kekayaan alamnya berlimpah/ berlebih, sehingga daerah tersebut

    mampu menyelenggarakan pemerintahan sendiri dengan tingkat

    kesejahteraan masyarakat yang tinggi.

    Selain itu disintegrasi bangsa juga dipengaruhi oleh

    perkembangan politik dewasa ini. Dalam kehidupan politik sangat terasa

    adanya pengaruh dari statemen politik para elit maupun pimpinan

    nasional, yang sering mempengaruhi sendi-sendi kehidupan bangsa,

    sebagai akibat masih kentalnya bentuk-bentuk primodialisme sempit dari

    kelompok, golongan, kedaerahan bahkan agama. Hal ini menunjukkan

     bahwa para elit politik secara sadar maupun tidak sadar telah

    3

  • 8/18/2019 Tantangan Disintegrasi Bangsa Terhadap Nasionalisme Indonesia

    4/33

    memprovokasi masyarakat. Keterbatasan tingkat intelektual sebagian

     besar masyarakat Indonesia sangat mudah terpengaruh oleh ucapan-

    ucapan para elitnya sehingga dengan mudah terpicu untuk bertindak

    yang menjurus kearah terjadinya kerusuhan maupun konflik antar

    kelompok atau golongan.

    Sebetulnya gerakan separatis bukan hal baru dalam dinamika

    kenegaraan Indonesia. Secara historis dan sosiologis tercatat bahwa di

    Indonesia, setelah kemerdekaan, kerap terjadi berbagai gerakan yang

     berupaya untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik

    Indonesia. Diantaranya yang tercatat ialah DI/TII (gerakan mendirikan

    negara islam), Republik Maluku Selatan (gerakan yang berupa upaya

    pemisahan diri kawasan Maluku dari wilayah NKRI), dan OPM (gerakan

    di Papua yang ingin memisahkan diri dari NKRI yang didasari

    ketidaksamaan unsur historis bangsa).

    Hal tersebut sedikit banyak mempengaruhi sikap nasionalisme

    seorang anak bangsa. Karena, dari Sabang sampai Merauke, NKRI ini

    dibentuk dan berdiri dengan dasar sikap kebangsaan yang merasa satu

    dalam nasib dan perjuangan. Oleh karenanya kajian mengenai fenomena

    disintegrasi bangsa yang berpengaruh terhadap sikap nasionalisme

    Indonesia menarik untuk dikaji sebagai bentuk penumbuhan dan

    pengembangan pengetahuan dan pemahaman mengenai Indonesia.

    B.Rumusan Masalah

    Dalam penulisan makalah ini ditetapkan beberapa rumusan

    permasalahan yakni :

    1.Bagaimanakah pengaruh tantangan disintegrasi bangsa

    terhadap sikap nasionalisme ?

    4

  • 8/18/2019 Tantangan Disintegrasi Bangsa Terhadap Nasionalisme Indonesia

    5/33

    2.Bagaimanakah solusi yang dapat diajukan dalam upaya

    penganggulangan persoalan disintegrasi bangsa di Indonesia ? C.Tujuan Penulisan

    Tujuan penulisan makalah ini adalah :

    1.Mengetahui pengaruh tantangan disintegrasi bangsa terhadap

    nasionalisme.

    2.Mengetahui solusi dalam hal penganggulangan disintegrasi

     bangsa di Indonesia.

    TINJAUAN PUSTAKA

    A.Tinjauan Tentang Tantangan Disintegrasi Bangsa

    Negara-bangsa Indonesia merupakan sebuah entitas yang berdiri

    di atas kemajemukan. Sebenarnya, kemajemukan tersebut menjadi salah

    satu faktor yang kemudian menyebabkan terbentuknya negara-bangsa

    Indonesia. Kemajemukan masyarakat Indonesia terlihat seperti yang

    dinyatakan oleh Furnivall (Nasikun, 2006 : 35), bahwa “masyarakat

    Indonesia merupakan masyarakat majemuk ( plural society), yakni suatu

    masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih elemen yang hidup sendiri-

    sendiri tanpa ada pembauran satu sama lain di dalam satu kesatuan

    politik”.

    Struktur masyarakat Indonesia yang majemuk telah menimbulkan

    persoalan intergrasi pada tingkatan nasional. Pluralitas masyarakat yang

     bersifat multidimensional itu akan dan telah menimbulkan persoalan

    tentang bagaimana masyarakat Indonesia terintegrasi secara horizontal.

    Maka, tak jarang kemajemukan bangsa Indonesia dapat menyebabkan

    konflik horizontal yang berujung pada ancaman disintegrasi bangsa.

    5

  • 8/18/2019 Tantangan Disintegrasi Bangsa Terhadap Nasionalisme Indonesia

    6/33

    Hal tersebut terekam secara historis bahwa dalam enam

    dasawarsa perikehidupan kenegaraan di tanah air, terbukti bangsa

    Indonesia pernah mengalami beberapa kali konflik yang erat kaitannya

    dengan unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar golongan) serta politik.

    Sekalipun masalah SARA ini tidak sampai berujung pada terjadinya

    separatisme pada wilayah Indonesia yang sudah bersatu sejak awal

    kemerdekaan. Namun harus diakui bahwa beberapa kelompok kecil

    masyarakat lainnya telah menunjukkan bahwa di Indonesia mempunyai

    potensi untuk itu.

    Maraknya disintegrasi bangsa disebabkan oleh menipisnya rasa