Rks Arsitektur

download Rks Arsitektur

of 37

  • date post

    20-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    108
  • download

    24

Embed Size (px)

description

Arsitektur RKS

Transcript of Rks Arsitektur

SYARAT-SYARAT TEKNIS

Pembangunan Lanjutan Gedung Keperawatan dan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta III A/36

BAB - II

PERSYARATAN TEKNIS ARSITEKTURBAB I

PASANGAN DINDING

Pasal 1

PEKERJAAN DINDING BATA RINGAN

1.Lingkup Pekerjaan.

1.1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat Bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil yang baik.

1.2. Pekerjaan pasangan dinding ini meliputi seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk MK.

2. Persyaratan Bahan.

-Bata ringan yang dipergunakan produksi Celcon, Super bata atau setara

-Mortar produksi Mortar Utama, MU-380 atau setara.

3.Syarat-Syarat Pelaksanaan.

3.1. Pasangan bata celcon dengan menggunakan perekat produksi Mortar MU-380 dengan ketebalan 3 mm.

3.2. Bata ringan celcon yang digunakan ukuran tebal 10 cm dengan kualitas terbaik yang disetujui Perencana / MK.

3.3. Pasangan dinding bata celcon sebelum diplester harus terlebih dahulu dibersihkan.

3.4. Pemasangan dinding bata ringan dilakukan secara bertahap, setiap tahap terdiri maksimum ketnggiannya 1,5 m setiap harinya, diikuti dengan cor kolom praktis.

3.5. Bidang dinding yang luasnya lebih besar dari 12 m ditambahkan kolom dan balok penguat (kolom praktis) dengan ukuran 10 x 10 cm, dengan tulangan pokok 4 diameter 10 mm, beugel diameter 6 mm jarak 20 cm.

3.6. Pembuatan lubang pada pasangan untuk perancah / steiger sama sekali tidak diperkenankan.

3.7. Pembuatan lubang pada pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton (kolom) harus diberi penguat stek-stek besi beton diameter 6 mm jarak 75 cm, yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang ditanam dalam pasangan bata sekurang-kuranya 30 cm kecuali ditentukan lain.

Pasal 2PEKERJAAN DINDING BATU BATA

1. Lingkup Pekerjaan1.1.Bagian ini meliputi semua hal mengenai bahan-bahan cara pemasangan semua pekerjaan pasangan bata seperti tersebut pada gambar. Pelaksanaan pemasangannya harus benar-benar mengikuti garis-garis ketinggian, bentuk seperti yang terlihat pada gambar-gambar dan seperti yang dipersyaratkan disini.

1.2.Pengendalian pekerjaan.

Persyaratan standard mengenai pekerjaan ini tertera pada :

-NI-3 (1970)

-NI-10 (1973)

1.3.Bahan-bahan.

a. Angker-angker dan pengikat harus terbuat berdasarkan perencanaan yang disetujui Konsultan MK / Pengawas dan kecuali bilamana tidak disebutkan lain akan terbuat dari baja.

b. Bata harus baru, terbakar keras, terbuat dari tanah liat yang terpilih sesuai dengan persyaratan-persyaratan dalam NI-10 (1973). Bata-bata ini harus dipasang dengan adukan / spesi seperti yang dipersyaratkan dibawah ini.

c. Adukan / spesi untuk dinding bata harus berupa campuran 1 semen : 3 pasir, plesteran dinding merupakan campuran 1 semen : 4 pasir.

1.4.Pengerjaan dan Penyimpanan.

Bahan-bahan untuk pekerjaan pemasangan harus disimpan dengan cara-cara yang disetujui Konsultan MK / Pengawas, untuk menghindarkan bahan tersebut dari segala hal yang dapat mengakibatkan kerusakan terhadap bahan tersebut.

1.5.Contoh-contoh.

Contoh bahan yang diusulkan untuk dipakai harus diserahkan kepada Konsultan MK / Pengawas dan persetujuan atas bahan-bahan tersebut harus sudah didapat sebelum bahan yang dimaksud dibawa ke lapangan kerja. Pengambilan contoh atas bahan-bahan yang telah berada dilapangan akan dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan Konsultan MK / Pengawas guna keperluan pengujian

1.6. Pemasangan.

Pemasangan batu bata yang dilaksanakan harus dipasang rata, tegak dan lajur kenaikannya diukur tepat dengan tiang lot, dan kecuali bilamana tidak diperlihatkan dalam gambar-gambar, maka setiap lajur naik, bata harus putus sambungan dengan lajur dibawahnya. Pola ikatan pasangan harus terjaga baik pada seluruh pekerjaan, dan sebelum dipasang bata harus jenuh air (direndam).1.7. Pertemuan dengan kolom.

Pada pemasangan bata ditempat-tempat pertemuan dengan kolom beton harus dipasang angkur diameter dengan hjarak 50 cm. Kemudian pada pertemuan ini dipasang kawat ayam dengan bentuk bujur sangkar ukuran 1 x 1 cm selebar minimum 20 cm (10 cm pada pasangan bata, 10 cm pada kolom beton).

Pasal 3PEKERJAAN PLESTERAN DINDING

1.Lingkup Pekerjaan.

1.1. Termasuk dalam pekerjaan plesteran dinding adalah penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan termasuk alat-alat bantu dan alat angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan plesteran, sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik.

1.2. Pekerjaan plesteran dinding dikerjakan pada permukaan dinding bagian dalam dan luar serta seluruh detail disebutkan / ditunjukkan dalam gambar.

2. Persyaratan Bahan.

Bahan untuk plesteran dan acian adalah produk Mortar Utama MU-250 untuk pasangan bata ringan dan MU-200 untuk plesteran beton.

3. Syarat-Syarat Pelaksanaan.

3.1. Plesteran dilaksanakan sesuai standard spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai dengan petunjuk dan persetujuan MK.

3.2.Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan dinding bata telah disetujui oleh MK sesuai uraian dan Syarat-syarat Pekerjaan yang tertulis dalam buku ini.

3.3.Dalam melaksanakan pekerjaan ini, harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar arsitektur terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal / tinggi / peil dan bentuk profilnya.

3.4.Pekerjaan plesteran dinding hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalasi pipa listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan.

3.5.Untuk beton sebelum diplester permukannya harus dibersihkan dari sisa-sisa bekisting dan kemudian diketrek (scrath) terlebih dahulu dan semua lubang-lubang bekas pengikat bekisting atau form tie harus tertutup aduk plester.

3.6.Semua bidang yang akan menerima bahan (finishing) pada permukannya diberi alur-alur garis horizontal atau diketrek (scrath) untuk memberi ikatan yang lebih baik terhadap bahan finishing, kecuali untuk yang menerima cat.

3.7.Ketebalan plesteran harus dibuat pada jarak ketebalan permukaan dinding / kolom yang dinyatakan dalam gambar atau sesuai peil-peil yang diminta gambar. Tebal plesteran 1 cm, jika ketebalan melebihi 1 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat dari plesterannya pada bagian pekerjaan yang diizinkan Perencana / MK.

3.8.Untuk setiap permukaan bahan yang berbeda jenisnya yang bertemu dalam satu bidang datar, harus diberi naat (tali air) dengan ukuran lebar 0,7 cm dalamnya 0,5 cm, kecuali bila ada petunjuk lain didalam gambar.

3.9.Untuk permukaan yang datar, harus mempunyai toleransi lengkung atau cembung bidang tidak melebihi 5 mm untuk setiap jarak 2 m. Jika melebihi, Kontraktor berkewajiban memperbaikinya dengan biaya atas tanggungan Kontraktor.

3.10.Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba, dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi dari terik panas matahari langsung dengan bahan penutup yang bias mencegah penguapan air secara cepat.

3.11.Jika terjadi keretakan sebagai akibat pengeringan yang tidak baik, plesteran harus dibongkar kembali dan diperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh MK dengan biaya atas tanggungan Kontraktor. Selama 7 (tujuh) hari setelah pengacian selesai Kontraktor harus selalu menyiram dengan air, sampai jenuh sekurang-kurangnya 2 kali setiap hari.

3.12.Selama pemasangan dinding bata / beton bertulang belum difinish, Kontraktor wajib memelihara dan menjaganya terhadap kerusakan-kerusakan dan pengotoran bahan lain. Setiap kerusakan yang terjadi menjadi tanggung jawab Kontraktor dan wajib diperbaiki.

BAB IIPEKERJAAN FINISHING LANTAI

Pasal 1

PEKERJAAN HOMOGENEUOUS TILE

1.Lingkup Pekerjaan.

Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu yang diperlakukan dalam pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang bermutu baik. Pekerjaan seperti yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar (lantai dan plint).

2.Persyaratan Bahan.

2.1.Bahan :

Produk

: Ex Niro granite, Essenza atau setara

Ukuran

: 40 x 40 cm dan 60 x 60 cm, 30 x 30 cm

Finishing

: Polished.

Warna /Type

: Ditentukan kemudian

Pengisi Naat: Tile grout ex. Mortar Utama / AM / atau setara

3.Syarat-Syarat Pelaksanaan.

Homogenous Tile dipasang dengan adukan Ex Mortar Utama MU-450 yang terpasang cukup kuat. Naad serapat mungkin, maksimal 1 mm.

Harus diperhatikan ketinggian peil dari lantai yang ditunjukkan dalam gambar.

Setelah unit-unit Homogenous Tile terpasang, kedudukan naad harus kuat, serta membentuk pola seperti pada gambar. Bidang permukaan lantai harus rata / waterpass, tidak ada bagian yang bergelombang, bidang permukaannya padat, tanpa cacat. Kemiringan bidang lantai untuk teras harap diperhatikan.

Pola pemasangan harus sesuai dengan gambar detail atau sesuai petunjuk Pengawas / MK dengan memperhatikan siar-siar bertemu siku dengan siar lantai.

Siar-siar diisi dengan bahan pengisi berwarna (grout semen berwarna), warna harus sesuai dengan warna Homogenous Tile yang dipasangnya dan harus mendapat persetujuan sebelumnya dari Konsultan MK atau Pengawas.

Pemotongan unit-unit harus menggunakan alat pemotong yang tajam sehingga menghasilkan sisi yang rapi.

Homogenous Tile yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada permukaannya hingga be