RKS Jembatan

download RKS Jembatan

of 65

  • date post

    18-Feb-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.918
  • download

    605

Embed Size (px)

Transcript of RKS Jembatan

Rencana Kerja dan Syarat-Syarat ( RKS )

SYARAT- SYARAT DAN KETENTUAN TEKNISBAB I LINGKUP PEKERJAAN TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR1.1. DATA PROGRAM Nama Kegiatan : PEMBANGUNAN JALAN DAN JEMBATAN PERDESAAN Nama Pekerjaan : PERENCANAAN Tahun Anggaran : Pemilik Program 2012 : PEMERINTAH KABUPATEN PASURUAN (DED) PEMBANGUNAN JALAN LINGKUNGAN WILAYAH III

1.2. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan pada kegiatan ini adalah PEMBANGUNAN JALAN LINGKUNGAN Kegiatan Tahun Anggaran 2012 yang dilaksanakan sesuai gambar terlampir. Uraian/Jenis Pekerjaan: 1. Pekerjaan Persiapan dan Sasaran Utama Penunjang Pekerjaan. 2. Pekerjaan Tanah. 3. Pekerjaan Jalan Paving (Kanstin dan/atau Beton Rabat). 4. Pekerjaan Jalan Telford. 5. Pekerjaan Jalan Lapis Penetrasi (Aspal). 6. Pekerjaan Pelat Beton. 7. Pekerjaan Gorong-gorong. 8. Pekerjaan Tembok Penahan Tanah. 9. Pekerjaan Plengsengan. 1.3. PERATURAN TEKNIS YANG DIPERGUNAKAN 1.3.1. Uraian spesifikasi bahan-bahan dan persyaratan pelaksanaan, secara umum ditentukan pada patokan dan kualitas yang bahan-bahan, cara pelaksanaannya dan lain-lain petunjuk berhubungan dengan

peraturan pembangunan yang sah berlaku di Republik Indonesia. Selama

Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan

1

Rencana Kerja dan Syarat-Syarat ( RKS )

pelaksanaan kontrak ini, harus betul-betul ditaati dan dilaksanakan sebagai tambahan persyaratan dari semua pasal-pasal yang diuraikan. Pada khususnya peraturan-peraturan berikut berkenaan dengan hal terserbut diatas: i. ii. Pedoman Pelaksanaan APBN/ Perpres 54 tahun 2010. Pedoman tata cara penyelenggaraan pembangunan Bangunan Negara yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum (Dit. Jen. CIPTA KARYA). iii. iv. v. vi. Pemeriksaan umum untuk Pemeriksaan Bahan-bahan bangunan : H.I 3 PUBB 1966; NI-33, PUBB-1966. Peraturan Beton Indonesia; PBI.Ni-2/ 1955; PBI.NI-2/1971. Peraturan Muatan Indonesia; PMI,.NI-18/1969. Peraturan Semen Portland Indonesia NI-8 Kerja) antara lain tentang larangan mengerjakan anak-anak dibawah umur. viii. Dan peraturan-peraturan lain yang belum tercantum diatas tetapi berkaitan dengan pekerjaan ini. Bilamana tidak ada lagi sumber dari standar dan kertentuan-ketentuan lain yang sah berlaku di Republik Indonesia, maka standar internasional lainnya yang biasa diperbandingkan, dapat dipergunakan sebagai pengganti standar yang telah diperinci di atas dan harus dengan persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen. 1.3.2. Semua bahanbahan yang diuraikan pada pasal-pasal ini, harus didatangkan dalam keadaan baru sama sekali dan tanpa cacat terkecuali ditentukan lain dalam persyaratan kontrak ini. 1.3.3. Spesifikasi ini hanya menguraikan pekerjaan untuk spesifikasi pekerjaan struktur diuraikan secara terperinci dalam spesifikasi terpisah. 1.4. RENCANA KERJA Dalam waktu selambat-lambatnya 3 hari dari saat penunjukan pemenang. Kontraktor harus mengajukan rencana kerja atau action plan tertulis lengkap dengan gambar-gambar pendukung metode kerja, sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaaan seperti yang disebutkan dalam Dokumen Lelang, menjelaskan secara terperinci urusan pekerjaan dan cara melaksanakan

vii. Peraturan perburuhan di Indonesia (Tentang Pengarahan Tenaga

Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan

2

Rencana Kerja dan Syarat-Syarat ( RKS )

pekerjaan tersebut termasuk hal-hal khusus bila diperlukan, persiapanpersiapannya, peralatan, pekerjaan sementara yang ada sejauh mana hal tersebut mencakup lingkup dari pekerjaannya dan harus mendapatkan persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan, dan pihak-pihak atau instansi yang terkait dengan kelangsungan kegiatan tersebut di atas. 1.5. TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR Sebelum pelaksanaan pekejaan, Kontraktor wajib memeriksa kekuatan konstruksi yang akan dilaksanakan dan harus mengkonsultasikan dengan Pejabat Pembuat Komitmen atau PPTK atau Pengawas Lapangan. Segala sesuatu kerusakan yang timbul akibat kelalaian kontraktor tidak melaksanakan pemeriksaan kekuatan konstruksi menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pada keadaan apapun, dimana pekerjaan yang dilaksanakan telah mendapat persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan tidak berarti membebaskan Kontraktor atas tanggung jawab atas pekerjaannya sesuai dengan isi kontrak. 1.6. TENAGA KERJA Tenaga-tenaga yang yang digunakan hendaknya dari tenaga-tenaga yang ahli / terlatih dan berpengalaman pada bidangnya dan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai dengan ketentuan/ petunjuk Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan. 1.7. SATUAN UKURAN Semua satuan ukuran yang disebutkan dalam spesifikasi ini yang digunakan dalam pekerjaan adalah standar meter dan Kilogram. Bila disebut satu ton, yang dimaksud adalah satu ton yang bernilai 1000 kilogram. 1.8. PERINTAH UNTUK PELAKSANAAN Bila kontraktor tidak berada di tempat pekerjaan dimana Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan bermaksud untuk memberikan petunjuk-petunjuk itu harus diturut dan dilaksanakan oleh Pelaksana atau oleh orang-orang yang ditunjuk untuk itu oleh Kontraktor.

Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan

3

Rencana Kerja dan Syarat-Syarat ( RKS )

Orang-orang atau pelaksana tersebut harus mengerti bahasa yang dipakai oleh Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas khusus Lapangan, untuk atau Kontraktor tersebut. akan menyediakan penterjemah keperluan

Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan

4

Rencana Kerja dan Syarat-Syarat ( RKS )

1.9. LAPORAN a. Kontraktor diharuskan membuat bahan laporan berkala kemajuan pekerjaan untuk setiap satu minggu kegiatan dengan mengisi formulir evaluasi kemajuan pekerjaan sesuai dengan petunjuk Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan. Ringkasan laporan tersebut harus mencantumkan keadaan cuaca, jumlah pengerahan tenaga kerja, tenaga pengawas dan pelaksana, alat-alat yang dipergunakan, jumlah pengiriman bahan-bahan bangunan ke lokasi pekerjaan, kemajuan fisik dari pekerjaan yang telah selesai, masalah-masalah yang timbul dilapangan serta pemecahannya, dan rencana kerja minggu berikutnya. b. Laporan kemajuan pekerjaan harus diserahkan oleh Kontraktor pada setiap akhir pekan untuk dievaluasi c. Laporan lain seperti Laporan Harian dan lain-lain sesuai dengan uraian dalam syarat-syarat umum kontrak. 1.10. GAMBAR-GAMBAR DAN UKURAN a. Gambar-gambar yang diperlukan dalam melaksanakan pekerjaan adalah: 1. Gambar yang termasuk dalam dokumen Lelang 2. Gambar perubahan yang disetujui Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan. 3. Gambar lain yang disediakan dan disetujui Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan. b. Kalkir asli dari gambar-gambar Kegiatan disimpan oleh Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan. Kontraktor diberi 2 (dua) set cetak biru dari semua gambar-gambar tanpa pungutan biaya. Permintaan kontraktor akan tambahan cetak biru dari gambar-gambar tersebut akan dikenakan biaya. c. Kontraktor diharuskan menyimpan satu set cetak biru di kantor lapangan untuk dipergunakan setiap saat apabila diperlukan. d. Gambar-gambar pelaksanaan (Shop drawing) dan detailnya harus mendapat persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan sebelum dipergunakan dalam pelaksanaan Kegiatan. e. Pada penyerahan akhir pekerjaan (Penyerahan Pertama dan Terakhir) harus disertai Gambar hasil pelaksanaan (as built drawings). f. Semua ukuran dinyatakan dalam sistim matrik.

Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan

5

Rencana Kerja dan Syarat-Syarat ( RKS )

g. Kalau terdapat perbedaan dengan spesifikasi maka yang benar dan berlaku adalah yang ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan. 1.11. WILAYAH KERJA a. Secara umum Kontraktor dilarang menimbun atau menempatkan bahanbahan bangunan di tepi jalan umum karena jalan umum tidak termasuk wilayah kerja Kontraktor kecuali ada pertimbangan khusus dan persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan. b. Apabila tidak terdapat tempat kosong yang sesuai untuk menimbun atau menyimpan bahan-bahan bangunan di sekitar lokasi Kegiatan, maka bahan bangunan harus didatangkan dari Gudang Kontraktor atau Leveransir setiap hari dengan jumlah yang cukup untuk pekerjaan satu hari. c. Dalam pelaksanaan pekerjaan, kontraktor harus berkoordinasi dengan instansi yang terkait, apabila di dalam lokasi Kegiatan terdapat jaringan pekerjaan pelaksana. 1.12. BAHAN BAHAN MUTU PEKERJAAN a. Jenis dan mutu bahan yang dilaksanakan harus diutamakan bahan-bahan produksi dalam negeri, sesuai dengan keputusan bersama Menteri Perindustrian dan Menteri Penertiban Aparatur Negara Tgl. 23 Desember 1980, Keppres 16/1994 dan Keppres No. 24/1995. b. Semua bahan yang dipergunakan untuk melaksanakan setiap jenis pekerjaan harus terdiri dari kualitas tinggi sesuai dengan yang tercantum dalam syarat-syarat kualitas bahan masing-masing bagian pekerjaan. Hasil pekerjaan dan mutu termasuk bahan-bahan yang terpakai harus diterima dan disetujui Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan. c. Semua bahan yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan yang tercantum dalam peraturan standar yang berlaku di Indonesia. Standar peraturan yang berlaku adalah edisi yang terakhir. Untuk bahan-bahan yang mutunya belum diatur dalam peraturan standar maupun ketentuan yang tidak berhubungan dengan kewenangan Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan ataupun kontraktor

Dinas Cipta Karya Kabupaten Pasuruan

6

Rencana Kerja dan Syarat-Syarat ( RKS )

dalam spesifikasi teknis, harus mendapat persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan sebelum dipergunakan. d. Untuk bahan yang mutunya yang masih berdasarkan standar internasional, apabila diperlukan, Pejabat Pembuat Komitmen, PPTK, Pengawas Lapangan dapat meminta Kontraktor untuk menunjukkan sertifikat tes dari agen, distributor yang menjual atau pabrik yang memproduksi bahan yang bersangkutan. e. Bahan-bahan bangunan atau tena