Referat Forensik Edit

download Referat Forensik Edit

of 19

  • date post

    03-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    37
  • download

    7

Embed Size (px)

description

metanol

Transcript of Referat Forensik Edit

REFERAT

BAB IPENDAHULUAN

Metanol (CH3OH; metyl alkohol; carbinol; alkohol kayu) diperoleh dari distilasi destruktif kayu, merupakan alkohol yang paling sederhana, dengan rumus kimia CH3OH, berat molekul 32,04, titik didih 64,5 C (147 F), bersifat ringan, mudah menguap, tak berwarna, mudah terbakar, beracun dan berbau khas. Metanol digunakan secara luas pada industri mobil sebagai larutan pembersih kaca mobil. 1

Kasus keracunan metanol di Amerika sangat jarang ditemukan, yaitu 1% dari total kasus keracunan. Di Inggris dan Norwegia juga merupakan kasus yang sangat jarang dijumpai. Kasus keracunan metanol yang terjadi selama bulan Juni 2009 sampai bulan Mei 2010 di RSUP Sanglah sebanyak 26 kasus atau 18% dari total kasus keracunan di RSUP Sanglah sebanyak 36 kasus diantaranya meninggal.1Pada penelitian Ravichandran et al di Bombay didapatkan penderita keracunan metanol sebagian besar berusia 30-40 tahun dan sebagian besar penderita adalah laki-laki. Penelitian Brent di Inggris menunjukkan umur penderita keracunan metanol rata-rata berusia 40 tahun. Hal ini kemungkinan disebabkan karena lebih banyaknya tingkat pengangguran, pengaruh lingkungan, atau sekedar coba-coba. Adanya faktor psikologis bahwa alkohol dapat mengatasi keadaan cemas, gelisah, ketegangan, merasa kuat, dan percaya diri, serta merasa mampu mengatasi stres kehidupan sehari-hari kemungkinan merupakan salah satu penyebabnya.1

Metanol dapat diabsorbsi ke dalam kulit, saluran pernafasan atau pencernaan dan didistribusikan ke dalam cairan tubuh. Mekanisme utama metanol di dalam tubuh manusia adalah dengan oksidasi menjadi formaldehida, asam format, dan CO2. Metanol juga dapat disingkirkan dengan membuat muntah, dan dalam jumlah kecil dieksresikan melalui pernafasan, keringat, dan urin. Metanol tidak dapat diikat dengan karbon.2

Pada manusia kepekaan khusus terhadap keracunan metanol mungkin disebabkan oleh produksi metabolit format dari metanol yang membutuhkan folat dan bukan oleh metanolnya sendiri atau formaldehid, suatu metabolit antara.2

Manifestasi dari keracunan metanol adalah muntah, sakit kepala, nyeri ulu hati, dyspneu, bradikardia dan hipotensi. Bisa terjadi delirium kemudian pasien akan segera menjadi koma. Asidosis metabolik sangat khas terjadi pada keracunan metanol, yang disebabkan karena terbentuknya asam format yang merupakan metabolit dari metanol yang telah mengalami metabolisme di dalam hati. Toksisitas yang spesifik yaitu kerusakan pada retina. Penglihatan kabur, pelebaran pembuluh darah diskus optikus selalu mendahului kematian yang disebabkan oleh gagal nafas.2BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 Metabolisme Metanol

Metanol dapat diabsorbsi kedalam tubuh melalui saluran pencernaan, kulit dan paru-paru. Metanol didistibusikan secara luas dalam cairan tubuh dengan volume distribusi 0,6 L/kg. Metanol secara perlahan dimetabolisme di hati. Sekitar 3% dari metanol diekskresikan melalui paru atau diekskresi melalui urin.2

Cara kerja metanol sama dengan cara kerja etanol. Metanol lebih bersifat toksik dibandingkan dengan etanol. Toksisitas metanol semakin meningkat disebabkan oleh stukturnya yang tidak murni. Metanol diekskresikan secara lambat di dalam tubuh dan kemudian secara kumulatif metanol dapat bersifat toksik di dalam tubuh. Selama penelanan metanol secara cepat diabsorbsi dalam traktus gastrointestinal dan dimetabolisme dihati. Pada langkah pertama dari degradasi, metanol diubah menjadi formaldehid oleh enzim alkohol dehidrogenase. Reaksi ini lebih lambat dari reaksi kedua, oksidasi dari formaldehid menjadi asam format oleh enzim aldehid dehidrogenase. Oksidasi ini berlangsung cepat sehingga hanya sedikit formaldehid yang terakumulasi dalam serum. Hal ini menjelaskan latensi dari gejala antara penelanan dan timbulnya efek. Waktu paruh dari formaldehid adalah sekitar 1-2 menit.2

Asam format kemudian dioksidasi menjadi karbondioksida dan air oleh tetrahidrofolat. Metabolisme dari asam format sangat lambat sehingga dapat terakumulasi di dalam tubuh yang menimbulkan asidosis metabolik. Asam format juga menghambat respirasi seluler sehingga terjadi asidosis laktat.2

Kecepatan absorbsi dari metanol tergantung dari beberapa faktor, dua faktor yang paling berperan adalah konsentrasi metanol dan ada tidaknya makanan dalam saluran cerna. Metanol dalam bentuk larutan lebih lambat diserap dibanding dengan metanol yang murni dan adanya makanan dalam saluran cerna terutama lemak dan protein akan memperlambat absorbsi metanol dalam saluran cerna. Setelah diabsorbsi, metanol didistribusi ke seluruh jaringan dan cairan tubuh kecuali jaringan lemak dan tulang, disini konsentrasi metanol paling rendah. Konsentrasi metanol di dalam darah mencapai maksimum kira-kira setengah sampai satu jam setelah metanol dikonsumsi. Konsentrasi metanol di dalam otak setelah tercapai keseimbangan adalah lebih sedikit dibanding dengan konsentrasi di dalam darah.4

Metanol yang telah diabsorbsi, dimetabolisme di dalam tubuh di hepar melalui proses oksidasi. Secara normal, tubuh dapat memetabolisme 10 gms metanol murni. Jika dikonsumsi berlebihan, konsentrasi metanol dalam darah akan meningkat dan orang tersebut akan mulai menunjukkan keluhan dan gejala keracunan alkohol, kecuali orang tersebut telah mengalami toleransi terhadap metanol. Metanol dalam jumlah yang maksimum yaitu 300 ml metanol murni, dapat dimetabolisme dalam tubuh dalam 24 jam. Keracunan metanol dapat menyebabkan gangguan pada hepar dan ginjal.4

Gambar 1. Metabolisme Metanol2.2 Toksikologi

Metanol dapat menimbulkan efek toksik akut setelah terpapar secara inhalasi, oral, maupun terkena langsung ke kulit. Toksisitas akut dari metanol sendiri bermanifestasi dengan depresi system saraf pusat dengan onset 30 menit-2 jam diikuti dengan periode laten dalam berbagai durasi dari 8-36 jam hingga kadang-kadang mencapai 48 jam. Pada periode ini pasien belum menunjukkan adanya tanda dan gejala. Setelah itu muncul asidosis metabolic ditandai dengan sakit kepala, mual, dan gangguan penglihatan. Gangguan penglihatan bervariasi mulai dari fotofobia hingga penglihatan berkabut sehingga menurunkan tajam penglihatan dan menyebabkan kebutaan total. Dosis yang dapat mematikan pada tiap individu berbeda-beda mulai dari 30 ml sampai 500 ml. metanol bersifat toksik dibandingkan dengan etanol. Toksisitas metanol semakin meningkat disebabkan oleh strukturnya yang tidak murni. Mengkonsumsi 70-100 ml metanol bias berakibat fatal, bahkan 10 ml metanol saja dapat menyebabkan kebutaan yang permanen. Keracunan metanol dapat menyebabkan gangguan pada hepar dan ginjal. Dosis yang mematikan adalah 100-125 ml (4 fl oz), dimana dosis yang mematikan tersebut bisa didapatkan sebesar 80 mg/100 ml didalam darah dan didalam urin per 100 ml.5Prinsip pengambilan sampel pada kasus keracunan adalah diambil sebanyak-banyaknya setelah kita sisihkan untuk cadangan dan untuk pemeriksaan histopatolgik. Secara umum sampel yang harus diambil adalah:

lambung dan isinya, seluruh usus dan isinya dengan membuat sekat dengan ikatan-ikatan pada pada usus setiap jarak sekitar 60 cm.

Darah, yang berasal dari sentral (jantung) dan yang berasal dari perifer (v,jugularis; a.femoralis, dan sebagainya), masing-masing 50 ml dan dibagi dua, yang satu diberi bahan pengawet dan yang lain tidak diberi bahan pengawet. Hati, sebagai tempat detoksifikasi , diambil sebanyak 500 gram. Ginjal, diambil keduanya yaitu pada kasus keracunan logam berat khususnya atau bila urine tidak tersedia.

Otak, diambil 500 gram. Khusus untuk keracunan chloroform dan sianida, dimungkinkan karena otak terdiri dari jaringan lipoid yang mempunyai kemampuan untuk meretensi racun walaupun telah mengalami pembususkan.

Urine, diambil seluruhnya. Karena pada umunya racun akan diekskresikan melalui urine, khususnya pada test penyaring untuk keracunan narkotika, alkohol dan stimulan. Dalam urine dapat di temukan metil alcohol dan asam formiat sampai 12 hari setelah keracunan. Empedu, diambil karena tempat ekskresi berbagai racun.

Pada kasus khusus dapat diambil: jaringan sekitar suntikan, jaringan otot, lemak di bawah kulit dinding perut, rambut, kuku dan cairan otak.

Pada pemeriksaan intoksikasi, digunakan alkohol dan larutan garam jenuh pada sampel padat atau organ. NaF 1% dan campuran NaF dan Na sitrat digunakan untuk sampel cair. Sedangkan natrium benzoate dan phenyl mercuric nitrate khusus untuk pengawet urine.Pada mayat, alcohol dapat berdifusi dari lambung ke jaringan sekitarnya termasuk ke dalam jantung sehingga bias di ambil darah dari pemeriksaan darah vena perifer seperti di daerah cubiti dan femoralis.

Metode sederhana untuk menentukan kadar metanol dalam darah di sebut teknik modifikasi mikrodifusi (CONWAY) yaitu

1. Masukkan 2mL reagen anti ke dalam ruang tengah. Reagen anti di buat dengan melarutkan 7,7 mg kalium dikromat ke dalam 150 mL air + 280 mL asam sulfat dan terus di aduk. Encerkan dengan 500 mL aquadest.

2. Sebarkan 1 mL darah/urin dalam ruang sebelah luar dan masukkan 1 mL kalium karbonat dalam ruang yang berlawanan.

3. Tutup sel mikrodifusi dan goyangkan dangan hati-hati. Biarkan terjadi difusi selama 1 jam pada suhu ruang. Angkat tutup dan amati perubahan warna pada reagen.4. Apabila reagen berwarna kuning kenari menunjukkan hasil negative. Tetapi apabila warna kuning kehijauan menunjukkan kadar metanol sekitar 80mg%,sedangkan warna kekuningan sekitar 300mg%.2.3 Manifestasi Klinis

Gejala awal yang timbul setelah keracunan metanol adalah gejala yang terjadi karena depresi sistem saraf pusat seperti sakit kepala, pusing, mual, koordinasi terganggu, kebingungan dan pada dosis yang tinggi tidak sadarkan diri dan kematian. Gejala awal ini lebih ringan dari yang terjadi pada keracunan etanol.4

Bila gejala awal telah dilalui rangkaian kedua dari gejala, terjadi 10-30 jam setelah