Praktikum DO Dan BOD

download Praktikum DO Dan BOD

of 31

  • date post

    13-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    191
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Praktikum DO Dan BOD

Praktikum DO dan BOD

Anggota Kelompok1.Dyanti Warrahmah Dewi 2.Mitha Ismaulidia 3.Gama Natakusumawati 4.Rizky Ramadhani Arisyandi 5.Rohyatun 6.Heryanto Andreas 7.Yusuf Harkian 8.Michael Raja Sitorus 9.Agustinus Vincent

Latar Belakang Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain;

Latar Belakang Banyaknya sungai di kota Pontianak yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dalam hal Mandi Cuci Kakus dan sebagai tempat pembuangan limbah rumah tangga di perlukan peninjauan ulang untuk mengetahui kelayakan terhadap penggunaan air tersebut dengan melihat kandungan DO dan BOD.

Tujuan Praktikum1.Mengetahui kadar oksigen yang terlarut dalam air di parit sepakat 1 2.Mengetahui kebutuhan oksigen biologis yang terlarut dalam air di parit sepakat 1

Sampling

Sampling adalah proses memilih sebagian (sampel) dari kelompok besar populasi untuk menjadi dasar memperkirakan (estimasi) situasi atau outcome yang ada di populasi tersebut, jadi sample adalah sebagian (se-grup) dari populasi yang diteliti.

Populasi dan Sampling, Muslim,MPH

Oksigen Terlarut/Dissolved Oxygen (DO)

Oksigen terlarut merupakan salah satu parameter kimia air yang berperan pada kehidupan biota perairan. Penurunan oksigen terlarut dapat mengurangi efisiensi pengambilan oksigen bagi biota perairan sehingga menurunan kemampuannya untuk hidup normal (Winarni Monoarfa, 2002).

Sumber oksigen terlarut : 1.Difusi dari udara bebas 2.Hasil fotosintesis organisme yang hidup dalam perairan (Juandi Siregar,2009)

Kebutuhan Oksigen Biologis/ Biological Oxygen Demand (BOD)

Biochemical oxygen demand (BOD) atau kebutuhan oksigen biologis adalah suatu analisa empiris yang mencoba mendekati secara global proses-proses mikrobiologis yang benar-benar terjadi dalam air. Angka BOD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri untuk menguraikan (mengoksidasi) hampir semua zat organik yang terlarut dan sebagian zat-zat organik yang tersuspensi air (Alaert, G dan Sri Simestri Santika. 1984)

Analisis Oksigen Terlarut

1. Metoda titrasi dengan cara WINKLER Prinsipnya dengan menggunakan titrasi iodometri. Reaksi : 4Mn2+ +O2+8OH+ 2H2O 4Mn(OH)3 4Mn(OH)3 + O2 4MnO2 + 6H2O 2MnO2 + 3H2SO4 + 2I2Mn2+ + 3SO42- + I2 + 6H2O I2 + 2S2O3 2I-- + S4O62

2. Metoda elektrokimia Prinsip kerjanya adalah menggunakan probe oksigen yang terdiri dari katoda dan anoda yang direndam dalam larutan elektrolit. Biasanya menggunakan katoda perak (Ag) dan anoda timbal (Pb).

Alat-alat1.Saat Pengambilan Sampel a. Penggaris b. PH meter c. Kayu Ukur d. Botol Winkler 300 ml e. Tali 10 meter f. Termometer g. Stopwatch h. Botol Air i. Bola Kasti

Alat-alat2. Praktikum DO a. Botol DO (Winkler) b. Labu Erlenmeyer c. Termometer d. Pipet Tetes e. Bulb f. Beaker Glass g. PH meter h. Buret dan Statif i. Pipet ukur 25 ml j. Stopwatch

Alat-alat3. Praktikum BOD a. Botol DO (Winkler) b. Labu Erlenmeyer c. Pipet Tetes d. Bulb e. Beaker Glass f. Buret dan Statif g. Pipet ukur 25 ml h. Stopwatch

Bahana.Larutan MnSO4 0,22 M b.Larutan Alkali Iodida Azida c.Indikator Amilum 0,5 % d.Larutan Na2S2O3 0,0125 M e.Larutan H2SO4 Pekat f.

Cara Kerja1.Pengambilan Sampling a. Dilakukan pengamatan di sekitar tempat pengambilan sampel b. Dipasang tali pengukur selebar parit yang akan dijadikan sampel c. Diukur kedalaman dengan dicelupkan kayu pengukur kedalaman di beberapa titik yang berjarak 50 cm

Cara Kerjad. Dimasukkan botol pengambil sampel di titik terdalam parit e. Setelah sampel didapat, dimasukkan air ke dalam 2 botol DO yang tersedia f. Lalu diukur PH dan suhu air. g. Selanjutnya diukur kecepatan digunakan bola kasti yang diapungkan diatas air dengan diukur jarak dan waktu tempuhnya.

Cara Kerja

h. Diukur debit air dengan data-data yang telah diperoleh dari hasil pengamatan sebelumnya. Q=v.A Ket : Q= Debit Air v= Kecepatan A= Luas parit

Cara Kerja2. Praktikum DO dan BOD a.300 ml sampel air dimasukkan ke dalam botol Winkler (300 ml) b.Ditambahkan 2 ml larutan MnSO4 c.Ditambahkan 2 ml larutan alkali-iodida-azida d.Botol ditutup kembali dengan hati-hati untuk mencegah terperangkapnya udara dari luar, kemudian dikocok dengan botol dibolakbalikkan beberapa kali.

e. Biarkan gumpalan mengendap. Bila proses pengendapan sudah sempurna, tambahkan 2 ml H2SO4 pekat, dialirkan melalui dinding dalam leher botol, kemudian botol segera ditutup kembali. f. Botol digoyangkan dengan hati-hati sehingga semua endapan larut.

g. Iodin yang dihasilkan dan reaksi tersebut dititrasi dengan larutan N2S2O3 0,0125 M, sampai warna kuning muda h. Ditambahkan indikator amilum 2 ml (timbul warna biru) i. Dititrasi dengan larutan tiosulfat dilanjutkan sampai warna biru hilang

Hasil dan Pembahasan1.Waktu : 13.00 14.00Wib, 28 Januari 2011 2.Kondisi : sedang pasang 3.Suhu air : 310 C 4.PH air : 6,0 5.Kecepatan Aliran : 0,264 m/s 6.Debit Sungai : 1,699 m3 /s 7.Tempat / Lokasi : Jalan sepakat 1 8.

8. Warna air : Coklat kemerahan (serupa air teh) 9. Cuaca : Cerah dan panas 10. Lebar parit : 6,20 m 11. Kedalaman rata-rata parit : 135 cm

Keadaan Lingkungan sekitar

Pengamatan dilakukan tepat di depan pembuangan limbah rumah tangga, dimana didekat pembuangan tersebut ada warga yang melakukan kegiatan mencuci dan mandi di tempat tersebut. Selain itu juga terdapat sampah meskipun jumlahnya tidak signifikan yang terdiri dari sampah organik dan anorganik. Tepat didepan parit terdapat warung gorengan dan makanan ringan.

Perhitungan Do

Untuk mengetahui kadar oksigen yang terlarut dalam air, setelah praktikum dilakukan perhitungan sebagai berikut10 00 V. Tiosulfat x M tiosulfatx 8 mg x /L v 4

Perhitungan DO =

Dari hasil praktikum diperoleh data sebagai berikut:

Data hasil pengamatan hari ke 1: Pada Labu Erlenmeyer I jumlah tiosulfat pada titrasi adalah 0,7+0,2 = 0,9 ml. Pada Labu Erlenmeyer II jumlah tiosulfat pada titrasi adalah 0,2 + 0,65 = 0,85 ml. Pada LabuErlenmeyer III jumlah tiosulfat pada titrasi adalah 0,45 + 0,55 = 1,0 ml.

Volume titrasi tiosulfatrata-rata = 0,9 + 0,85 + 1,0 = 2,75 ml/3 = 0,916 ml

Perhitungan DO =

10 00 V. Tiosulfat x M tiosulfatx 8 mg x /L v 4

DO0 = [(1000/50 ml 4) x 0,916 x 0,0125 x 8 ]

DO 5 = 0 (Keterangan : oksigen telah digunakan seluruhnya oleh mikroorganisme, yang ditunjukkan dengan tidak berubahnya larutan setelah diberi amilum 0,5% yang menandakan tidak terdapatnya Iodin atau tidak teroksidasinya larutan oleh MnO4 dikarenakan oleh ketiadaan oksigen)

= 1,9913 ml/l

Perubahan warnaKuning Kecokelatan Kuning

Kuning Muda

Penambahan amilum : Labu Erlenmeyer 1 : Biru Labu Erlenmeyer 2 : Biru Labu Erlenmeyer 3 : Biru Kehitaman

Perhitungan BOD NILAI BOD=DO0 DO5 = 1,9913 0 = 1,9913 mg/L

Kesimpulan

TERIMA KASIH