Ppt Cc Besar Struma Siap Print

download Ppt Cc Besar Struma Siap Print

of 37

  • date post

    08-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    17
  • download

    8

Embed Size (px)

description

struma

Transcript of Ppt Cc Besar Struma Siap Print

PRESENTATION NAME

Pembimbing :dr. Supriyanto K, Sp.PDseorang LaKI-LAKI 30 TAHUN DENGAN STRUMA NODUSA BILATERAL TOKSIK SUGESTIF KRISIS TIROID, TB PARU BTA (+), HIPERURISEMIA, HIPONATREMIA, DAN HIPOKALEMIADisusun oleh :Farah MaulidaG0007010Weda KusumaG0007025Carko BudiyantoG0007049Primadiati NickytaG0007131Afifah Nur RasyidahG0007180Laporan Kasus Besar1NoMasalah AktifMasalah InaktifTanggalKeterangan1Struma Nodusa Bilateral Toksik24 Desember 20112TB Paru BTA (+)26 Desember 20113Hiperurisemia26Desember 20114.Hiponatremia26 Desember 2011.5.Hipokalemia26 Desember 2011.2IDENTITASNama : Sdr. GUmur : 30 tahunJenis Kelamin : Laki-lakiAlamat : Pucangsawit Jebres SurakartaSuku : JawaAgama: IslamStatus Perkawinan: Belum MenikahPekerjaan : SwastaNo. RM : 01103541Tanggal Masuk RS : 24 Desember 2011Tanggal Pemeriksaan : 26 Desember 2011

3Keluhan UtamaSESAK NAFAS4RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG5Penderita mengeluh sesak napas sejak 4 hari SMRS, yang dirasakan hilang timbul. Sesak bertambah berat dengan aktifitas. Sesak tidak dipengaruhi oleh posisi debu, cuaca, iklim, suhu, atau alergi. Pasien merasa tidur nyaman dengan 2 bantal. Pasien mengaku badan sering gemetar, mudah kaget, mudah marah, tidak tahan udara panas dan sinar matahari, dan suka berada di udara dingin. 6Pasien mengeluhkan adanya benjolan pada leher dengan diameter 3x5 cm, dirasakan bertambah besar, tidak nyeri. Pasien juga mengeluh adanya batuk yang dirasakan lebih dari 6 bulan, yang dirasakan terus-menerus, disertai dengan dahak berwarna putih kental. Pasien juga mengeluh sering keluar keringat pada malam hari. Pasien merasa berat badan semakin lama semakin turun walaupun makannya sudah banyak.7Pasien mengeluh bejolan pada leher yang dirasakan semakin bertambah besar. Pasien mengaku ukuran benjolan pertama kali sebesar kelereng, lalu terus-menerus membesar. Sejak terdapat benjolan tersebut, pasien tidak tahan udara panas dan lebih suka udara dingin. Pasien menjadi sering gemetar dan berkeringat malam hari. Pasien mengaku menjadi sering kaget, dan mengalami sesak napas yang hilang timbul. 8Pasien mengaku pernah menderita batuk lebih dari 1 bulan, disertai dengan adanya dahak yang berwarna putih kekuningan. Pasien juga mengaku pernah batuk darah.Pasien juga merasa banyak keringat pada malam hari. Pasien lalu memeriksakan diri ke sebuah rumah sakit di Jajar Surakarta, dan dinyatakan menderita flek paru, lalu menjalani pengobatan selama 2 minggu, dan memutuskan untuk tidak minum obat lagi9RIWAYAT PENYAKIT DAHULURiwayat sakit jantungRiwayat sakit jantung Riwayat sakit jantung Riwayat mondokRiwayat paruDisangkalDisangkal(+) 3 tahun yang lalu terkena TBRiwayat paru 10RIWAYAT KEBIASAAN11RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA12Riwayat GiziPasien makan sehari tiga kali, porsinya sedang dengan nasi, lauk pauk (bervariasi dari tempe, tahu, ayam, ikan asin), dan sayur. Jarang mengkonsumsi buah-buahan, tidak terbiasa minumsusu. Pasien minum air putih sekitar 6-8 gelas belimbing sehari13Anamnesis Sistem Tak ada kelainanTenggorokan 14Anamnesis Sistem15Tensi : 120/90 mmHg Heart rate : 130 x/menit Respiration rate : 32 x/menit Suhu : 37,80C Sakit berat, compos mentis, gizi kesan cukupKeadaan umumPEMERIKSAAN FISIKTanda Vital16Status GiziBerat Badan : 45kgTinggi Badan : 160 cmBMI: 17,57 kg/m2Kesan: underweight

17

Mata :Eksophtalmos (+/+),von graeffs sign (+), jaffroys sign (+), Stelwag sign (+)JVP R+2cm H2OPembesaran tiroid (+) bilateral

Paru Belakang :I. PD kanan sama dengan dada kiri, P:FR kanan menurun, FR kiri normalP. Redup / sonorA.SDV (+/+), ronkibasah kasar di apeks paru

oedem inferior (-/-)Cor: I. IC tidak tampak P. IC teraba di SIC V I cm medioclavicular sinistraP. Batas jantung kesan tidak melebarA. BJ I-II murni, reg, int NParu depan: I. PD kanan sama dengan dada kiri, P:FR kanan menurun, FR kiri normalP. Redup / sonorA.SDV (+/+), ronkiBasah kasar di apeks paruAbdomen I. DP // DDA. BU (+) NP. Timpani,P. Supel, NT(-), hepar dan lientidak teraba

Kulit : hiperhidrosis (+)Kepala :Atrofi musculus temporalis (+)Mulut :papil lidah atropi (-)18Status lokalis Kelenjar tiroidINSPEKSIPALPASIAUSKULTASIKelenjar tiroid terlihat membesar, terlihat ke atas saat menelan ludahKelenjar tiroid bergerak ke atas saat menelan ludah, kelenjar tiroid teraba nodul berdiameter 5 cm bilateral, konsistensi kenyal, tidak nyeri tekan, mobile, permukaan rata

bruit (-)bruit (-)19GejalaNilaiTandaNilaiSesak napas saat kerja+1Tiroid teraba+3Berdebar+2Bising tiroid-2Kelelahan+2Exopthtalmus+2Suka udara panas0Kelopak mata tertinggal saat gerakan bola mata+1Suka udara dingin+5Hiperkinetik-2Keringat berlebihan+3Tremor jari0Gugup+2Tangan panas+2Nafsu makan naik+3Tangan basah-1Nafsu makan turun0Atrial Fibrilasi+4Berat badan naik+3Nadi teratur> 90 x/menit+3Berat badan turun0Total skor26GejalaNilaiTandaNilaiSesak napas saat kerja+1Tiroid teraba+3Indeks Wayne20Menurut indeks Wayne di atas, maka pasien ini tergolong dalam hipertiroid

21Disfungsi pengaturan panasNilaiDisfungsi kardiovaskularNilaiSuhu 37,8C10Takikardi 130 x/menit20Efek pada SSPNilaiGagal JantungNilaiAgitasi10Tidak ada0Difungsi GIT-HeparNilaiAtrial FibrilasiNilaiDiare, nausea, vomitus,nyeri perut0Ada10Riwayat pencetusNilaiPositif10Kriteria krisis tiroid Burch-WartofskyTotal skor = 5022Menurut kriteria diagnostik untuk krisis tiroid diatas, maka pasien dalam sugestif krisis tiroid

23Hasil yang abnormalNilai Asam urat10,5 mg.dl (2,4-6.1)Natrium133 mmol/L (136-145)Kalium3,2 mmol/L (3.3-5.1TSH< 0,05 uIU/mL (0,4-4,2)FT4> 70,00 pmol/l (10,30-34,70)Hasil lab24Hasil PENUNJANG LAINPemeriksaan Hasil EKGSinus takikardi, heart rate125x/menit, normoaxis, Atrial FibrilasiFoto thoraxTampak perhiler haze (+)Hemisfer paru kanan dan kiri tampak corakan bronkovesikuler meningkat, terdapat infiltrat, terutama di apeks paru.Tampak kavitas (+)Kesan: Oedem paru dan TBSputum BTA+ pada 2 kali pemeriksaan25DAFTAR ABNORMALITASAnamnesisSesak napasBadan sering gemetarDada berdebar-debarMudah kagetMudah marahTidak tahan udara panas dan sinar matahariSuka udara dinginKeluar keringat pada malam hari dan keringat banyakNafsu makan meningkatBerat badan turunBenjolan di leherGelisahPemeriksaan FisikRR 32 x/menitHeart rate 130 x/menitEksophtalmos (+/+)Von graeffs sign (+)Jaffroys sign (+)Stelwags sign (+)Pembesaran kelenjar tiroid, teraba nodul berdiameter 5 cm bilateral, konsistensi kenyal, tidak nyeri tekan, mobile, permukaan rata. Perkusi sonor di kedua paru menurunRonki basah kasar (+/+)Indeks Wayne: hipertiroid. Kriteria diagnostik krisis tiroid Burch-Wartofsky: sugestif krisis tiroidPemeriksaan PenunjangHemoglobin 12 g/dlAsam urat 10,5 mg/dlLDL 20 mg/dlHDL 20 mg/dlNatrium 133 mmol/LKalium 3,2 mmol/LTSH < 0,05 uIU/MlFT4 < 70,00 pmol/LFoto thorax PA didapatkan oedem paru dan gambaran TBEKG didapatkan sinus takikardi, heart rate125x/menit, normoaxis, Atrial FibrilasiPemeriksaan sputum ditemukan BTA (+)26ANALISISAbnormalitas1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15,16, 17, 18, 19, 20, 30, 31, 33Struma Nodusa Toxic BilateralAbnormalitas20, 21, 32, 34TBAbnormalitas25HiperurisemiaAbnormalitas28HiponatremiaAbnormalitas29Hipokalemia27PROBLEM 1. Struma nodusa bilateral toksik sugestif krisis tiroidAss.: - hipertiroid - sugestif krisis tiroidIpDx : DR3, protein total, ureum kreatinin, albumin, globulin, profil lipid, TSH, FT4, USG ThyroidIpTx: - Bed rest total - Diet TKTP 1700 kkal - O22 lpm - Infus NaCl 0,9%20 tpm - PTU 3x100 mg - Propanolol 2x10 mg - Digoksin 1x1IpMx: EKG/12 jam, KUVSIpEx: Penjelasan pasien dan keluarga tentang penyakit dan komplikasiPrognosa : Ad vitam: dubia ad bonam Ad sanam: dubia ad malamAd fungsionam: dubia ad bonam28PROBLEM 2. TB Paru BTA (+)Ass : KomplikasiIpDx : -IpTx : - Bed rest setengah duduk - O2 2 lpm - Rifampisin 450 mg / hari - Isoniazid 300 mg / hari - Pirazinamid 1000 mg / hari - Ethambutol 1000 mg /hari - OBH syr 3 x C1Ip Mx: Foto thorax, sputum BTA, observasi efek samping OAT, SGOT, SGPT, Gamma GT, Bilirubin direct, Bilirubin indirect, Alkali fosfataseIpEx : Penjelasan tentang penyakit kepada pasien Prognosa : Ad vitam: dubia ad bonam Ad sanam: dubia ad bonam Ad fungsionam: dubia ad bonam29PROBLEM 3. HiperurisemiaAss. : Etiologi Krisis tiroid Intake berlebihIpDx : -IpTx : allopurinol 100 mg 0-0-1IpMx : Kadar asam uratIpEx : Edukasipasien untuk mengurangi konsumsi makanan yang tinggi asam uratPrognosa : Ad vitam : bonam Ad sanam: bonamAd fungsionam: bonam30PROBLEM 4. HiponatremiaAss: Etiologi Ekskresi berlebihIpDx: -IpTx: Infus NaCl 0,9% 20 tpmIpMx: NatriumIpEx: Edukasi pasien dan keluarga tentang penyakit pasien dan terapinyaPrognosa : Ad vitam : bonam Ad sanam: bonamAd fungsionam: bonam31PROBLEM 5. HipokalemiaAss.: Etiologi Struma nodusa bilateral toksikIpDx : -IpTx : CaCO3 3x1IpMx : Kalium darahIpEx :Edukasipasien untuk meningkatkan makanan tinggi kalium, seperti pisang, anggur, alpukatPrognosa : Ad vitam: bonam Ad sanam: bonamAd fungsionam: bonam32SubjektifSesak (+), batuk (+), tidakbisatidurObjektifKU :Sakit sedang, compos mentisVital Sign : T =120/70, HR = 80 x/mnt, RR = 22 x/mnt, Suhu =370CMata : Conjungtiva pucat (- /- ), Sklera ikterik (-/-)Mulut : Papil lidah atrofi (-)Leher : JVP R+2cm, KGB tidak membesar, thyroid 3x5cm, bruit (-), rata, mobile, kenyal, tumpulCor : I : IC tidak tampak, P : IC tidak kuat angkat, P : Batas jantung kesan tidakmelebar, A : BJ I-II intensitas normal, reguler, bising (-), gallop (-), AF (+)Pulmo : I : Pengembangan dada kanan=kiri, P : Fremitus Raba kanan=kiri, P : Sonor/Sonor , A : SDV (+/+), ST (+/+), RBK (+/+)Abdomen : I : Dinding Perut // Dinding Dada, A :Bising Usus (+) normal, P : TympaniP : NT (-), Hati/liver tidak terab