Pengkajian Pd Anak (s1)

download Pengkajian Pd Anak (s1)

of 33

  • date post

    17-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    85
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Pengkajian Pd Anak (s1)

PENGKAJIAN KEADAAN UMUM

1. Status Kesadaran 2. Status Gizi 3. Tanda Vital

PEMERIKSAAN KESADARAN1. Kesadaran Kualitatif Composmentis Apatis Somnolen Koma Delirium 2. Kesadaran Kuantitatif Diukur dengan penilaian skala Koma (glasgiow) Glasgow Cma Scale (GCS) Membuka Mata (4) Respon Verbal (5) Respon Motorik (6)

PEMERIKSAAN STATUS GIZI1. Antropometrik BB TB LILA Pemeriksaan Klinis dan laboratorium Status Gizi Baik Cukup Kurang

PEMERIKSAAN NADI Dilakukan dalam kondisi tidur/istirahat

Disertai pemeriksaan denyut jantung (nilai pulsus defisit) Periksa kecepatan atau frekuensi ( hipertermi meningkat 1 derajat akan meningkatkan denyut jantung 15 20 kali) Periksa irama denyutan apakah normal atau tidak Periksa kualitas nadi apakah normal atau cukup

PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH Penulisan hasil sertai posisi pemeriksaan (posisi mempengaruhi hasil pemeriksaan TD) Untuk menilai adanya kelainan pada sistem cardiovascular

PERNAFASAN

SUHU

Nilai frekuensi pernafasan, iramaa pernafasan, kedalaman pernafasan dan type atau pola pernafasan.

Menilai keseimbangan suhu tubuh yang dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis secara dini

Pengkajian sistem1. Pengkajian umum a. TTV a) Suhu mulut pada anak usia > 6th Axila pd anak usia transversal Barrel Chest / dada tong : Anterior Posterior : transversal = 1:1

Funnel Chest : anterior Posterior mengecil, sternum menonjol ke dalamEkspansi : simestris / tidak Sifat pernafasan : pernafasan dada dan perut

Frekuensi pernafasan

Ritme pernafasan Eupnea : irama normal Kusmaul : cepat dan dalam Hiperventilasi : pernafasan dalam, kecepatan normal BiotS : Cepat dan dalam, berhenti tiba2, kedalaman sama (kerusakan saraf) Cheyne stoke : bertahap dangkal lebih cepat dan dalam lambat apnea (kerusakan saraf) Retraksi interkosta : kemungkinan retraksi pada obstruksi jalan nafas Orthopnea : sesak pada waktu posisi berbaring Suara batuk : produktif / tidak

PALPASI Nyeri dada tekan :kemungkinan fraktur iga Kesimetrisan ekspansi dadaCaranya : letakkan kedua telapak tangan secara datar

Bisa pada anterior, sisi dan posteriorAnjurkan tarik nafas Amati : normal bila gerakan tangan simetris Taktil fremitus Caranya : letakkan tangan sama dengan cara pemeriksaan ekspansi dada anjurkan pasien menyebut tujuh-tujuh / enemenam rasakan getaran Kurang bergetar : pleura effusion, pneumothoraks lakukan pada seluruh permukaan dada (atas,bawah,kiri,kanan, depan,belakang)

PERKUSI Suara perkusi Paru normal : sonor/resonan Pneumothoraks : hipersonor Jaringan padat (jantung, hati) : pekak/datar Daerah yang berongga : tympani Batas organ Sisi dada kiri : dari atas ke bawah ditemukan sonor/resonantympani : ICS 7/8 (Paru-lambung) Sisi dada kanan : ICS 4/5 (paru-Hati) Dinding posterior :-Supraskapularis (3-4jari di pundak) batas atas paru -Setinggi vertebratorakal 10 garis skapula batas bawah paru

AUSKULTASI Suara / bunyi nafas vesikuler Terdengar disemua lapang paru normal Bersifat halus, nada rendah Inspirasi lebih panjang dari ekspirasi Bronchovesikuler Ruang interkostal pertama dan kedua area interskapula Nada sedang, lebih kasar dari vesikuler Inspirasi sama dengan ekspirasi Bronchial Terdengar di atas manubarium, Bersifat kasar, nada tinggi Inspirasi lebih pendek dari ekspirasi Suara ucapan Anjurkan penderita mengucapkan tujuh-tujuh berulang2 secara berisik sesudah inspirasi Lakukan dengan intonasi yang sama kuat sambil mendengarkan secara sistematik disemua lapang paru dengan menggunakan stetoskop Bandingkan bagian kiri dan kanan

4.

Sistem persarafan

a. Tingkat kesadaran;GCS b. Tingkah laku; irritabel, mood, kemampuan intelektual (membaca, menulis), proses pikir c. Fs pergerakan;kekuatan tanpa tahanan, koordinasi, fs gerakan halus, pergerakan ekstremitas, ada paralisis?, mati rasa, bagaimana gaya berjalan d. Fs pupil; midriasis/miosis, ukuran isokor/anisokor, reflek cahayae. Fs sensori Refleks;bisep, trisep, brakiradialis, patela, akiles, plantar abdomen Saraf kranial Respon thd nyeri dan suhu Uji penglihatan Pendengaran; bagian eksternal dan saraf ke-8

5. Sistem

a. b. c. d. e.

muskuloskeletal Gaya berjalan Persendian; kesimetrisan, pergerakan, ada edema?, kemerahan dan kontraktur Dapat melakukan aktivitas? (bermain) Periksa area tl belakang; skoliosis, lordosis dll Kesimetrisan otot-otot, tl dan punggung

6. Sistem limfatik lakukan palpasi area limfe

Oksipital, servikal superfisial dan posterior, tonsilar, sublingual, rantai servikal dalam, supraklavikular Subklavikuler Aksilaris Epitroklear (siku dalam) Inguinal dalam Inguinal superfisial 7. Sistem Gastrointestinala. Abdomen; kesimetrisan, karakteristik umbilikus, auskultasi bising usus pd 4 kuadran Ada/tidaknya; distensi, tendernes, hepatomegali/splenomegali. Kaji turgor kulit, dan mual muntah

b. Kebiasaan

BAB; konsistensi tinja, frekuensi, warna, dan bau

c. Pemeriksaan rektal8. Sistem perkemihan dan genetalia

a. Fs perkemihan dan ginjal Nyeri daerah pinggang atau suprapubis, disuria, edema; skrotal, periorbital, perifer. Frekuensi perkemihan, menangis saat kemih, inkontinensia, karakteristik urine: bau, warna, status hidrasi; turgor kulit, dan berat jenis urine

9. Refleks

a. b. c. d.

e. f. g. h.

Rooting; akan hilang pada usia 3-4 bulan Menghisap Moro Tonus leher; kepala tertinggal di belakang saat penarikan untuk posisi duduk hilang pada usia 3-4 bulan Berjalan atau melangkah Babinski; tidak ada pada usia 9 bulan Mata boneka; saat dilakukan pemutaran tubuh Memegang atau menggenggam

PEMERIKSAAN KUKUPEMERIKSAAN RAMBUT

Perhatikan kuku inspeksi warna, bentuk dan keadaan kuku Jari Tabuh Penyakit pernafasan kronis atau penyakit jantung Bentuk kuku cembung cedera, defisiensi besi, infeksi

Warna, kelebatan dan distribusi Rambut kering rapuh kurang pigmen menunjukkan adanaya kurang gizi Rambut tumbuh kurang menunjukkan malnutrisi, hipotiroid, efek obat

PEMERIKSAAN KELENJAR GETAH BENING Pemeriksaan kelenjar getah bening dengan cara palpasi daerah leher atau inguinal lain Pembesaran dengan diameter lebih dari 10 mm indikasi penyakit tertentu

ABDOMEN Inspeksi, auskulasi, palpasi perkusi (setiap manipulasi bunyi peristaltik usus berubah) Dinding Perut Keriput : pasca ascites, malnutrisi Hernia umbilikalis: Anak < 2 tahun Syndrom Down, kondodistrofi Hipotiroidi Gambaran vena terlihat: Anak dengan gizi < / buruk Gambaran vena patologis: gagal jantung peritonitis, obstruksi vena N : aliran darah vena di bawah umbilikalis ke bawah dan di atas umbilikalis ke atas

Inspeksi Ukuran dan bentuk perut Perut anak kecil : POT BELLY membulat (otot abdomen tipis dan lordosis) Buncit simetris Otot perut hipotonik/ atonik hipokalemia, hipotiroidea, rachitis, dinding perut berlemak, pneumoperitoneum Disebabkan oleh karena trauma/ perforasi usus, ascites, ileus obstr rendah Pada Ascites posisi telentang perut melebar ke lateral spt kodok Buncit asimetris Ok otot perut paralitik (polio), pembesaran organ intraabdominal, ileus obstruksi tinggi, neoplasma (Wilms tumor, neuroblastoma) Skafoid : bentuk perut cekung (posisi telentang). Hernia diafragma, besar (BBL), dehidrasi berat, ileus obstruksi tinggi, pneumotoraks

Gerakan Dinding Perut Pada pernapasan bayi & anak sampai umur 6 7 tahun : gerakan > dada Bila < : peritonitis, appendisitis/ keadaan patologi lain Pada anak > 6 7 tahun : bila gerakan mencolok : curiga kelainan paru Peristaltik usus tampak pada keadaan patologi : obstruksi tr.gastro intestinalis (stenosis/ spasme pilorus, stenosis/ atresia duodenalis, malrotasi usus) Lokasi peristaltik : Melintang di daerah epigastrium pada bayi < 2 bulan : spasme/ stenosis pilorus Peristaltik dg gbrn spt tangga : obstruksi usus distal

Auskusltasi Normal: suara peristaltik dengan intensitas rendah terdengar tiap 10 30 detik Bila ddg perut diketuk : frek dan intensitas bertambah Nada tingi (nyaring) : obstruksi GIT (metalic sound) Berkurang/ hilang : peritonitis/ ileus paralitik Bising yang terdengar di seluruh permukaan perut : koarktasio aorta abdomen Perkusi Dari epigastrium ke bagian bawah abd (gb. 39) Terdengar timpani di seluruh permukaan, kecuali daerah hepar dan lien (abnormal : obstruksi rendah, ileus paralitik Utk menentukan : ascites, udara dlm rongga abd, batas hepar, batas massa intra abd lain Ascites pd anak tdpt pd : cirrhosis hepatis, sy nefrotik, gagal jantung kongestif, peritonitis tbc chilous ascites (kebocoran sistem limfe jarang), kwashiorkor

GENITALIA Perhatikan : pseudohermafroditisme Genitalia wanita: Perhatikan epispadia : terbelahnya mons pubis & klirotis, uretra membuka di bagian dorsal Pubertas prekoks (usia 8 tahun sudah ada rambut pubis) Sekret jernih, mukoid, dpt berdarah dari lubang genital pada bayi cukup bulan pada minggi 1 hari ke 2 atau 3 (taa) Leukore tidak iritatif bbrp bulan sampai 2 3 tahun sebelum menarche (fisiologis) Vulvovaginitis bakteri Vaginitis GO

Genitalia lelaki

Perhatikan ukrn dan bentuk penis, testis, hipospadia, epispadia, fimosis, infeksi Epispadia: muara uretra di dorsal penis Hipospadia : orifisium uretra di ventral penis (kdg di perineum) Fimosis : pembukaan preputium kecil tdk dpt ditatik ke blkg glans penis gangguan miksi Skrotum Normal : bayi cukup bulan testis sudah ada di skrotum (pd bayi kurang bulan masih di kanalis inguinalis) Kriptorkismus : testis belum turun dalam skrotum (kdg testis di luar kanalis ing/ dlm rongga abd/ tdk ada sama sekali) Testis kiri biasanya lebih rendah daripada yg kanan Perhatikan seks sekunder Orchitis : bengkak, nyeri, kemerahan Hidrokel : anak usia < 2 tahun (transiluminasi positif) Hernia jg bisa transiluminiasi + buny