Negara Asia Bangkit

download Negara Asia Bangkit

of 26

  • date post

    27-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    381
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Negara Asia Bangkit

Negara Asia BangkitKategori: Olah Raga Diposting oleh admin pada Kamis, 17 Juni 2010 [561 Dibaca] [8 Komentar] Asia masanya berjaya. Kemenangan Korea Selatan atas Yunani, dan Jepang atas Kamerun

amat membahagiakan. Kendati jalan masih panjang, ini sinyal dominasi Eropa mulai keropos. Akankah mampu dua negara itu membuka sejarah baru? Di Asia, Jepang dan Korsel adalah pioner. Di tahun 40-an kolonialisme Eropa meresahkan Negeri Samurai. Melalui semangat Asianisme Jepang mengajak sesama Asia untuk bersatu membentuk kekuatan. Itu melahirkan sebutan Jepang sebagai saudara tua. Dalam tingkat praktek, bukan persaudaraan yang dibangun. Pasukan pribumi embrio Peta dididik bukan agar rakyat negeri ini pandai berperang. Itu diformat mengatasi serangan bangsa Eropa yang hendak kembali. Jepang berkepentingan melestarikan kekuasaannya di negeri jajahan. Sebab semangat Asianisme itu lumer tatkala melihat kekayaan Nusantara. Mata mereka "hijau" dan mengusung kekayaan negeri ini menuju Negara Matahari Terbit. Saudara tua itu ingkar dari niat mula. Dan sejarah memberi kesaksian, penjajah sesama Asia itu lebih keji ketimbang Belanda. Jepang yang 'pioner' itu membangun trauma bagi sesama bangsa Asia. Tak hanya China dan Indonesia, tapi juga Filipina serta Korea. Ini memberi pengertian, solidaritas tidak sebangun soliditas negeri jika itu menyangkut hubungan bilateral. Tak terkecuali soal apa saja di masa kini. Korea Selatan adalah macan Asia. Ekonominya yang jauh di bawah Jepang dan imbang dengan Indonesia, ternyata mampu digenjot dengan kekuatan maksimal. Negeri Ginseng tak sampai sepuluh tahun berhasil mensejajarkan diri dengan Dai Nippon dan menepis sederajat dengan Indonesia. Kita tetap lenggang kangkung, alon-alon waton klakon. Dalam dunia sepakbola, dua negara itu telah berubah menjadi raksasa. Dominasi Asia yang biasanya dikuasai negara-negara Timur Tengah diambil-alih. Mutual shohibul hajat Piala Dunia 2002 menahbiskan kekuataan keduanya. Dan kini mereka masih punya kans mengukir prestasi yang lebih mulia lagi. Masuk delapan besar, empat besar, dan mungkin tampil sebagai juara dunia. Sepakbola sekarang memang bukan hak prerogatif Eropa. Globalisasi positif memberi pasokan gizi yang sama di belahan dunia mana saja. Berkat itu tubuh tinggi, besar dan kokoh menyebar. Dan teori Abdul Kadir melewati lawan melalui selangkangan tak perlu dipikir lagi. Sepakbola kini dan mendatang adalah gabungan antara talenta, intelejensia dan speed. Keahlian menggocek bola ditopang kecerdasan dan kecepatan, maka itulah yang bakal menjadikan sebuah kesebelasan tampil sebagai juara. Jangan kaget jika yang unggul dalam Piala Dunia 2010 ini juga

yang memenuhi kriteria itu. Sejauh ini yang selalu menang adalah tim yang mempunyai kecepatan. Tampil ngotot hukum wajib dalam sepakbola moderen. Untuk itu lupakan Yunani yang tetap pada pakem ritus di Olympus. Dan lupakan Samba jika tetap berusaha menampilkan sepak bola indah. Wong Spanyol yang dihuni pemain-pemain hebat itu saja bisa digilas Swiss. Sepakbola tetaplah sepakbola. Butuh skor dan kemenangan. Dia bagian dari olahraga. Termasuk doktrin sakralnya, terkuat, tercepat, terhebat. Bukan yang "berkesenian" dalam permainan yang bakal menjadi juara. Adakah di Piala Dunia 2014 nanti negeri ini mampu mengikuti jejak Korea Selatan sebagai sesama mantan jajahan Jepang? Detik.Com

Ekonomi Asia Bangkit Setelah 100% Menerapkan SyariahPosted on Agustus 8, 2008 by papario| 6 Komentar

BisnisAsia.com Singapore, 12 Januari 2025 Hampir 10 tahun ekonomi Asia mengalami keterpurukan. Inflasi mencapai 30% selama 2 tahun ini. banyak bisnis terutama di Asia Tenggara mengalami kehancuran, terutama bisnis generik, yaitu bisnis yang tingkat persaingannya sangat tinggi dan dimiliki oleh hampir semua negara, karena tidak bisa bersaing dari sisi tarif dan pelayanan. Di Indonesia, pengusaha kecil dan menengah hampir tidak bisa berkutik menghadapi derasnya produk luar. Globalisasi yang semakin meluas berdampak semakih legalnya industri industri haram di Asia yang sebelumnya dilarang. Industri perjudian, pornografi dan miras malah melonjak tajam. Dengan alasan HAM dan Globalisasi, negara negara maju memaksakan negara berkembang untuk menerimanya. Walaupun tingkat investasi di Asia Tenggara cukup tinggi, ekonomi masyarakat tidak mengalami peningkatan. Namun uniknya ada beberapa bisnis terutama yang menerapkan prinsip syariah masih tetap bertahan dan berkembang walaupun didera krisis. Diantaranya bisnis perbankan syariah, asuransi syariah, hotel syariah. Hal ini disampaikan oleh Pakar Syariah Prof. DR. Syafei Antonio dalam ceramahnya di ASIA BUSINESS SUMMIT di Singapore tahun 2020 lalu. Setelah 5 tahun pertama terpuruknya ekonomi Asia, dalam ASEAN SUMMIT 2020 di Surakarta, akhirnya diputuskan untuk lebih banyak menerapkan prinsip prinsip syarih di setiap lini bisnis, karena terbukti fairness dan transparansi dalam bisnis yang menerapkan bisnis syariah, menghindari semua pihak yang terlibat didalamnya dari kerugian. Selain itu bisnis Syariah terbukti sangat diminati oleh masyarakat sehingga menekan pertumbuhan bisnis haram sesuai keyakinan masyarakat serta tata krama asia. Indonesia dan Malaysia akan menjadi negara pusat pendidikan dan opelatihan bisnis syariah bagi negara negara Asia lainnya agar pertumbuhan bisnis syariah di Asia dapat cepat dilaksanakan. Di tahun 2025 ini Asia telah menerapkan 100% ekonomi syariah dan berhasil memulihkan kondisi ekonomi dan sosial negara negara Asia.

Antonio Syafei Pakar Syariah & Me on a Summit 2008 (BA)This entry was posted in Business, Social Economy, Uncategorized and tagged Antonio, Asia, bisnis, economy, ekonomi, generik, globalisasi, inflasi, krisis, pakar, singapore, Surakarta, Syafei, syaria, syariah. Bookmark the permalink. Pemilu 2015 Tidak Lagi Diselenggarakan Secara Konvensional Remake Ayat Ayat Cinta Tembus Hollywood Dan Masuk Box Office Like Be the first to like this post. 6 Responses to Ekonomi Asia Bangkit Setelah 100% Menerapkan Syariah

1.

takur | Agustus 11, 2008 pukul 4:37 am | Balas

ini berita atau ramalan ..atau harapan..atau ngimpi sih???

2.

agung | Agustus 11, 2008 pukul 11:54 am | Balas

amin, mudah2an jadi kenyataan

3.

papario | Agustus 15, 2008 pukul 2:15 am | Balas

ngayal mas. Maaf kalo anda salah mengerti. Terpaksa saya pasang TRAVEL WARNING ke blog ini di pojok kanan atas untuk mereka yang kurang teliti. Salam.

4.

mansid | September 2, 2008 pukul 12:32 am | Balas

Saya percaya ekonomi berasaskan syariah akan bangun dan terus maju di alam nusantara ini. Begitu juga di Malaysia ia terus berkembang maju. Di Malaysia banyak-banyak pakar syariah sudah berhijrah ke Timur Tengah kerana pendapatan yang lumayan. Ini menunjukkan bahawa ekonomi khususnya perbankan berasaskan syariah semakin maju.

5.

ediesen | Oktober 18, 2008 pukul 6:00 am | Balas

Didalam teori pasar ada yang disebutkan invisible hand. Nah boleh percaya / tidak Who is the really The Invisible Hand ?. Yang pasti sekarang ini dengan adanya Krisis Dunia seperti ini sepertinya Allah lagi Show Power in Action dengan mantranya kun fa ya kun. Jadi intinya tidak ada yang mustahil bagi Allah. Salam

6.

putri-bali | Desember 24, 2008 pukul 1:55 pm | Balas

seharusnya kita semua harus berjuang sepenuh hati ya, omTinggalkan Balasan Cancel replyTop of Form

Alamat surel anda tidak akan ditampilkan. Required fields are marked * Nama * Email * Situs web

Komentar You may use these HTML tags and attributes: Komentar tulisan6601294918548Beritahu saya mengenai komentar-komentar selanjutnya melalui surel. Beritahu saya tulisan-tulisan baru melalui surel.fdd7a4e886Bottom of FormCari itu!Top of FormCariPencarian untuk:Bottom of FormEntri Terkini Indonesia Berhasil Memproduksi Sendiri Vaksin Meningitis Yang Halal Visit Jakarta Year 2018: History Underwater PBB melegalisasi Percobaan Manusia Transgenik dan Kloning Krisis Dominasi Manusia vs Ancaman Hewan Transgenik Visit Jakarta Year 2015: New Batavia Serial TV Jeng Kelin mendapat penghargaan BAFS Award DNA Scanner for Commercial Use: Pindai Belanjaan Anda Dengan DNA Scanner The Future Of World Economies (2) by Mansid Obamania! MUI Mengharamkan SMS Musyrik Beyond Imagination: A DIary Of An Alien Coklat Mentari, jadilah yang pertama mencicipinya ! Dapur Mama Ita, enak dan lezat ! Dapur Mama Ita: Koleksi Resep kue-kue. Giyzstar: His brain splat in Tokyo WordPress.comTautan sTuesday, May 11, 2010Kebangkitan Asia, Kebangkitan Indonesia Pernyataan Presiden Obama bahwa ekonomi global tengah berada di sebuah titik balik pada penutupan pertemuan G-20 di London adalah suatu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan situasi ekonomi-politik dunia aktual.Banyak hal menunjukkan bahwa lanskap ekonomi-politik dunia memang telah mengalami perubahan besar.Posisi Amerika Serikat (AS) yang sejak pasca-Perang Dunia (PD) II menjadi pusat gravitasi ekonomi dunia melalui The Fed,kontinuitas pertumbuhan ekonomi dan konsumsinya yang besar sekarang dalam masalah berat. G- 20 telah menjadi klub elite baru di panggung dunia,menggantikan G- 7 (AS, Inggris, Jepang, Prancis, Jerman, Kanada, dan Italia) yang selama puluhan tahun telah menjadi pengendali pergerakan ekonomi dunia. Interdependensi semakin meningkat dan koordinasi yang lebih baik antarnegaranegara besar secara ekonomi baik negara maju maupun negara berkembang semakin diperlukan. Secara kawasan, Asia menjadi menonjol. Negara-negara Asia anggota G-20 selain semakin mendominasi perekonomian global, juga memiliki peran yang lebih besar dalam menyelamatkan dan membentuk kembali sistem perekonomian global. Salah satu simbolnya, China bakal mendapatkan suara lebih besar dan kepemimpinan di IMF serta Bank Dunia, menghentikan dominasi AS dan Barat. Terjadinya pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi dunia ke Asia bukanlah suatu kejutan