Modul Auskultasi

download Modul Auskultasi

of 26

  • date post

    14-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    128
  • download

    11

Embed Size (px)

Transcript of Modul Auskultasi

MODUL KETERAMPILAN KLINIS BLOK DASAR DIAGNOSIS DAN TERAPI

TEKNIK DASAR AUSKULTASI

Nama : .......................................... Nim : .......................................... Instruktur : ..........................................TIM KURIKULUM PREKLINIK PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS ISLAM MALANG 2008

KATA PENGANTAR

1

Puji Syukur terhaturkan ke Hadirat Allah SWT, berkat Rahmat Taufiq dan Hidayah-Nya, Modul Keterampilan Klinis Teknik Dasar Auskultasi ini dapat diselesaikan. Modul ini dibuat dalam rangka penyelenggaraan proses pembelajaran mahasiswa kedokteran dalam bentuk Problem Base Learning (PBL). Modul ini berisi teori, prosedur pelatihan, laporan kerja, dan lembar penilaian. Modul ini disusun sebagai pedoman pelaksanaan pelatihan

keterampilan klinis untuk mahasiswa Program Pendidikan Dokter Universitas Islam Malang. Terimakasih kami sampaikan kepada Prof. H.M. Aris Widodo, dr., MS.,PhD., Sp.FK, Bagian Skill Lab FK UNS, para sejawat dan segenap dosen, serta seluruh pihak yang membantu penyusunan modul ini. Kebanggaan dan kehormatan bagi kami apabila para pembaca bersedia memberikan saran, kritik dan masukan terhadap berbagai kekurangan yang kami sadari masih banyak terdapat pada modul ini. Semoga modul penuntun praktikum keterampilan klinis ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua, Amin. Mei, 2008 Penyusun

Koordinator Blok Dasar Diagnosis dan Terapi

2

DAFTAR ISI

1. Kata Pengantar 2. Daftar Isi 3. Teori Dasar Teknik Dasar Auskultasi 4. Prosedur kerja Teknik Teknik Dasar Auskultasi 5. Lembar Kegiatan Skill Lab

1 2 3 24 26

DASAR TEORI3

6

Teknik Dasar Auskultasi

Auskultasi Auskultasi adalah pemeriksaan dengan mempergunakan stetoskop. Dengan cara auskuItasi dapat didengar suara pernapasan, bunyi dan bising jantung, peristaltik usus, dan aliran darah dalam pembuluh darah. Stetoskop Dianjurkan untuk menggunakan stetoskop binaural dengan pipa yang pendek (25-30 cm). Dinding pipa tebalnya lebih kurang 3 mm, dan diameter lumen pipa 3 mm. Terdapat 3 ukuran stetoskop yang sesuai untuk neonatus, anak (pediatrik), dan dewasa. Umumnya stetoskop pediatrik cukup memadai untuk dipergunakan pada bayi dan anak; stetoskop pediatrik ini mempunyai membran dengan diameter lebih kurang 3-3,5 cm dan bagian mangkuk berdiameter 3 cm. Stetoskop binaural mempunyai bagian yang bermembran (diafragma) serta bagian yang berbentuk mangkok (sungkup) yang dikelilingi karet agar tidak terasa dingin. Sisi membran atau diafragma akan menyaring suara yang berfrekuensi atau bernada rendah (low frequency, low pitched), sehingga suara yang terdengar terutama ialah suara bernada tinggi. Sisi mangkuk, sebaliknya, akan menyaring suara yang berfrekuensi tinggi (high frequency, high pitched) sehingga suara yang terutama terdengar ialah yang berfrekuensi rendah bila mangkuk ditekan lembut pada kulit. Apabila sisi mangkuk ditekan dengan keras pada kulit, maka mangkuk bersama dengan kulit berfungsi sebagai membran, sehingga suara yang terutama terdengar adalah suara yang berfrekuensi tinggi. Suara yang terdengar pada auskuItasi adalah akibat getaran benda padat, cair atau gas yang berfrekuensi antara 15 sampai 20.000/ detik. Suara yang bernada rendah antara lain bising presistolik, bising middiastolik, bunyi jantung I, II, III, IV, sedangkan yang bernada tinggi antara lain bising sistolik dan gesekan perikard (pericardial friction rub) Cara pendekatan dan pemeriksaan akan memberi hasil yang baik bila pemeriksa melakukannya dengan sabar, tenang dan menyenangi pekerjaan yang dilakukan.

4

Leher Bruit tiroid Bising sitolik (bruit) pada kelenjar tiroid, dapat timbul akibat bertambahnya vaskularisasi sperti pada penyakit Graves (penyakit Basedow) dan pada pengobatan dengan obat-obat tiroid. Perlu dibedakan dengan bising yang berasal dari a. Carotis, aorta, v.jugularis interna. Bising Vena Pada daerah supra-klavikuler kanan atau pada origo m.sternocleidomastoideus kadang-kadang dapat didengar Venous hum yaitu bising atau suara dengung yang agak kuat dan terus-menerus (sistolik-diastolik). Terutama pada anemia berat atau setelah perdarahan. Hal ini merupakan tanda dari sirkulasi yang bertambah cepat (penyesuaian). Menghilang pada saat mengedan dan atau bila vena jugularis ipsilateral ditekan dan tidak ditemukan pada waktu payah jantung. Dahulu ini dinamakan suara nyanyian biarawati (nonnesuizen). Paru Auskultasi paru memegang peranan penting dalam menegakkan diagnosis penyakit paru. Usahakan agar pasien tidak bernafas pada muka anda. Tuberkulosis dapat menular. Dengarkan bunyi nafas dasar/pokok dan bunyi nafas tambahan dengan memakai stetoskop bentuk sungkup. Pertama-tama dengarkan bunyi nafas pokok saja dan abaikan bunyi nafas tambahan. Kemudian baru dengarkan bunyi nafas tambahan dengan teliti. Auskultasi harus dilakukan di seluruh dada dan punggung, termasuk daerah aksila. Sebaiknya stetoskop ditekan dengan cukup kuat pada sela iga untuk menghindarkan suara artefak (bunyi gesekan dengan kulit atau rambut). Seperti auskultasi, biasanya auskultasi dimulai dari atas ke bawah, dan dibandingkan sisi kanan dan kiri dada. Perlu diingat, karena tipisnya dinding dada, maka suara napas pada bayi dan anak cenderung Iebih keras dibanding pada orang dewasa. Suara napas dasar 1. Suara napas vesikular. lni adalah suara napas normal yang terjadi karena udara masuk dan keluar melalui jalan napas. Suara inspirasi lebih keras dan lebih panjang daripada suara ekspirasi, dan terdengar seperti membunyikan 'ffff' dan www . Pada anak-anak lebih tajam dan disebut bunyi nafas pueriel (nafas anak-anak). Bunyi nafas dapat berubah dalam

5

intensitasnya (melemah atau mengeras) dan dalam sifatnya (bunyi nafas lebih tajam, bunyi nafas bronkial, bunyi nafas amforik). Suara napas vesikular melemah terjadi jika ventilasi dalam bagian paru yang sedang didengarkan, melemah atau menghilang yang terdapat pada penyempitan bronkus (bronkostenosis, sumbatan pada bronkus, kelumpuhan diafragma), dan setiap keadaan yang menyebabkan ventilasi berkurang, atau bertambahnya hambatan konduksi suara, yakni bila diantara paru dan stetoskop terdapat bahan penghantar suara yang tidak baik (cairan pleura, penebalan pleura)., atau keduanya. Keadaan tersebut dapat ditemukan pada pasien pneumonia, atelektasis, edema paru, efusi pleura, pneumotoraks, atau emfisema. Suara vesikular mengeras terdapat pada bertambahnya ventilasi dan bertambah baiknya konduksi suara, misalnya fase resolusi pneumonia, konsolidasi paru, serta tumor yang menghantarkan suara lebih baik. Perlu diingat bahwa sebenarnya hampir semua suara napas pada bayi dan anak kecil merupakan suara napas vesikular mengeras apabila dibandingkan dengan suara napas orang dewasa. Pada asma terdengar suara vesikular dengan ekspirium memanjang. 2. suara napas bronkial. Pada suara napas ini terdengar inspirasi keras yang disusul oleh ekspirasi yang lebih keras, dapat disamakan dengan bunyi "khkhkh". Suara napas ini pada keadaan normal hanya terdengar pada bronkus besar kanan dan kiri, di daerah parasternal atas di dada depan dan di daerah interskapular di belakang. Bila suara napas bronkial terdengar di tempat lain, berarti terdapat konsolidasi yang luas, misalnya pada pneumonia lobaris. Pernafasan bronkial terjadi jika alveoli menjadi satu tetapi bronkus tetap terbuka, sehingga suara yang timbul pada bronkus sewaktu bernafas, diteruskan tanpa mengalami perobahan kedinding dada (pada infiltrat, pneumonia lobaris, atelektasis akibat kompresi). Seringkali terjadi perubahan baik dalam intensitas maupun sifat bunyi nafas. Dikenal pula suara napas subbronkial atau bronkovesikular yang merupakan kombinasi antara suara napas vesikular dan bronkial. 3. suara napas amforik. Suara napas ini sangat menyempai bunyi tiupan di atas mulut botol kosong, dapat didengar pada kaverne/ kavitas(rongga) yang besar dalam paru (sering pada tuberkulosis) 4. Cog-wheel breath sound. lstilah ini dipakai untuk menyatakan terdapatnya suara napas yang terputus-putus, tidak kontinu, baik pada fase inspirasi maupun fase ekspirasi. Keadaan ini mungkin disebabkan oleh adhesi

6

pleura atau kelainan bronkus kecil. Terdapat misalnya pada tuberkulosis dini. 5. Metamorphosing breath sound. Suara napas ini dimulai dengan suara yang halus kemudian mengeras, atau dimulai dengan vesikular kemudian berubah menjadi bronkial. Suara napas tambahan Dalam 30 tahun terakhir bunyi tambahan menjadi membingungkan oleh karena istilah rale mempunyai dua arti. Ada yang menerjemahkan rale dari bahasa perancis sebagai bunyi kretak kretik (crackles, krepitasi) tetapi Laennec menterjemahkannya sebagai ronchus dalam bahsa Latin yang berasal dari bahasa Yunani rhonchos yang berarti wheezing (mengi). Tahun 1875 The American College of Chest Physicians and The American Thoracic society , membuat klasifikasi bunyi tambahan menjadi 3 macam yaitu gesekan pleura, ronki dan krepitasi. Suara napas tambahan yang dapat kita dengar dengan auskultasi adalah: 1. ronki basah dan ronki kering 2. krepitasi 3. bunyi gesekan pleura (pleural friction rub) 4. sukusio Hippocrates Ronki basah (dalam bahasa Inggris disebut sebagai rales) adalah suara napas tambahan berupa vibrasi terputus-putus (tidak kontinu) akibat getaran yang terjadi karena cairan dalam jalan napas dilalui oleh udara. Perlu dibedakan ronki basah halus (dari duktus alveolus, bronkiolus dan bronkus halus), ronki basah sedang (dari bronkus kecil dan sedang), dan ronki basah kasar (dari bronkus di luar jaringan paru). Pada ronki basah halus dan sedang dibedakan pula ronki basah nyaring dan ronki basah tidak nyaring. Ronki basah nyaring berarti nyata benar terdengar, oleh karena suara disalurkan melalui benda padat (yakni infiltrat atau konsolidasi) ke stetoskop, sedangkan pada ronki basah tidak nyaring suara ronki disalurkan melalui media normal (tidak terdapat infiltrat atau konsolidasi). Seringkali ronki ba