Model Pendidikan Anti Korupsi Di Perguruan Tinggi

download Model Pendidikan Anti Korupsi Di Perguruan Tinggi

of 41

  • date post

    21-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    331
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Peran Lembaga Eksekutif, Yudikatif serta Legislatif dalam memberantas tindak pidana korupsi dirasakan kurang optimal dan bahkan dengan segala cara yang telah digunakan tidak mampu meruntuhkan dinasti korupsi yang telah ada di Indonesia. Sehingga diperlukan penangan kususus untuk meruntuhkan dinasti korupsi yang ada di Indonesia dengan melalui Lembaga Pendidikan seperti Perguruan Tinggi.

Transcript of Model Pendidikan Anti Korupsi Di Perguruan Tinggi

  • iAJANG KARYA TULIS MAHASISWA (ATLAS)

    BRAWIJAYA LAW FAIR IV

    Menggagas Model Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi sebagai

    Strategi untuk Memutus Rantai Dinasti Korupsi

    Disusun oleh :

    1. Dewi Ayu Pambudi (E0012107)

    2. Danang Eko Susanto (E0010093)

    3. Mirella Selfi Lumadyo (E0011195)

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    KOTA SURAKARTA

    2013

  • ii

    LEMBAR PENGESAHAN

    1. Judul Karya Tulis : Menggagas Model Pendidikan Anti

    Korupsi di Perguruan Tinggi sebagai

    Strategi untuk Memutus Rantai Dinasti

    Korupsi

    2. Sub tema : PTN/PTS

    3. Ketua Pelaksana Kegiatan

    a. Nama : Dewi Ayu Pambudi

    b. NIM : E0012107

    c. Perguruan Tinggi : Universitas Sebelas Maret

    d. Alamat Rumah : Pojok RT 02, Dari, Plupuh, Sragen, 57283

    e. No Tel./HP : 085647212672

    f. Alamat email : dewiayupambudi@gmail.com

    4. Anggota tim/penulis

    Anggota I

    a. Nama : Danang Eko Susanto

    b. NIM : E0010093

    c. Perguruan Tinggi : Universitas Sebelas Maret

    d. Alamat Rumah : Grasak Rt.03/07 Cangkol, Kec.

    Mojolaban Kab. Sukoharjo

    Surakarta

    e. No Tel./HP : (0271) 610767 / 08995317566

    f. Alamat email : danangekosusanto@gmail.com

    Anggota II

    a. Nama : Mirella Selfi Lumadyo

    b. NIM : E0011195

    c. Perguruan Tinggi : Universitas Sebelas Maret

    d. Alamat Rumah : Jl. Kediri, 147 Rt.015/Rw.004,

    Dsn. Seminang Ds.Sumberagung

    Kec.Wates Kab.Kediri

  • iii

    e. No Tel./HP : 085649087450

    f. Alamat email : mirella.selfi.lumadyo62@gmail.com

    5. Dosen pendamping

    a. Nama Lengkap : Jatmiko Anom Husodo, S.H.,M.H

    b. NIP : 19700424 199512 1 001

    c. Alamat Rumah : Perum Krapyak Gang 1 No. , Merbung,

    Klaten Selatan

    d. No. Tel./HP : 085725307696

    Surakarta, 12 November 2013

    Menyetujui,

    Dosen Pembimbing

    Jatmiko Anom Husodo, S.H.,M.H

    NIP. 19700424 199512 1 001

    Ketua Kelompok

    Dewi Ayu Pambudi

    E0012107

    Mengetahui,

    Pembantu Dekan III

    Bidang Kemahasiswaan

    Hernawan Hadi, S.H.,M.Hum

    NIP. 19600520 198601 1 001

  • iv

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan

    rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan

    karya tulis yang berjudul Menggagas Model Pendidikan Antikorupsi di

    Perguruan Tinggi sebagai Strategi untuk Memutus Rantai Dinasti Korupsi

    tepat waktu.

    Dalam pengantar singkat ini, Penulis ingin menyampaikan ucapan terima

    kasih kepada segenap pihak yang telah memberikan bantuan kepada Penulis baik

    berupa materiil maupun immateriil selama proses penulisan karya tulis ini,

    khususnya kepada:

    1. Bapak Jatmiko Anom Husodo, S.H.,M.H selaku dosen pembimbing;

    2. Bapak, ibu, Saudara-saudara, dan sahabat-sahabat, terimakasih untuk

    semangat dan dorongannya;

    Semoga karya tulis yang kami buat ini mampu memberi manfaat dan

    menjadi solusi atas semakin permissive-nya masyarakat terhadap kebiasaan

    korupsi yang ada di negeri ini.

    Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah

    berperan serta dalam penyusunan karya tulis ini dari awal sampai akhir.

    Surakarta, 12 November 2013

    Penulis

  • vDAFTAR ISI

    BAGIAN AWAL

    Halaman Judul ............................................................................................ i

    Lembar Pengesahan .................................................................................... ii

    Kata Pengantar ........................................................................................... iv

    Daftar Isi .................................................................................................... v

    Ringkasan................................................................................................... vi

    BAGIAN INTI

    Pendahuluan

    Latar Belakang Masalah .................................................................. 1

    Perumusan Masalah......................................................................... 3

    Tujuan Pustaka ............................................................................... 3

    Manfaat Penulisan........................................................................... 4

    Tinjauan Pustaka ........................................................................................ 5

    Metode Penulisan ....................................................................................... 12

    Isi .............................................................................................................. 16

    Penutup

    Kesimpulan .................................................................................... 28

    Saran .............................................................................................. 29

    BAGIAN AKHIR

    Daftar Pustaka

    Daftar Riwayat Hidup

  • vi

    RINGKASAN

    Peran lembaga eksekutif, yudikatif serta legislative dalam memberantas

    tindak pidana korupsi dirasakan kurang optimal dan bahkan dengan segala cara

    yang telah digunakan tidak mampu meruntuhkan dinasti korupsi yang telah ada di

    Indonesia. Sehingga diperlukan penangan kusus untuk meruntuhkan dinasti

    korupsi yang ada di Indonesia dengan melalui lembaga pendidikan seperti PTN

    atau PTS. Hal ini diharapkan, perguruan tinggi dapat mencetak kader-kader calon

    pemimpin bangsa. Penulis dalam menyusun karya tulis ini menggunakan metode

    penulisan normative atau dikenal sebagai penelitian hukum doctrinal atau

    penelitian hukum kepustakaan.

    Pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi diharapkan menjadi solusi

    untuk meruntuhkan dinasti korupsi di Indonesia. Kurikulum pendidikan

    antikorupsi serta di implementasikan dengan kerja praktek lapangan seperti KKN

    atau Magang dapat menumbuhkan sifat anti korupsi kepada mahasiswa, selain itu

    UKM juga berperan penting dalam membangun budaya antikorupsi di lingkungan

    perguruan tinggi. Kerjasama antara mahasiswa dengan seluruh civitas akademik

    perguruan tinggi ditujukan untuk membangun budaya antikorupsi terutama di

    lingkungan perguruan tinggi dengan begitu perguruan tinggi dapat mencetak

    lulusan yang berkualitas tinggi dengan mental antikorupsi.

  • 1BAB I

    PENDAHULUAN

    Latar Belakang Masalah

    Bangsa Indonesia akhir-akhir ini tengah menghadapi berbagai

    permasalahan yang cukup pelik seputar krisis multi dimensional serta

    problem lain yang menyangkut tatanan nilai yang sangat menuntut adanya

    upaya pemecahan yang sangat mendesak. Problematika yang menyangkut

    struktur nilai dalam masyarakat salah satunya adalah problematika korupsi

    yang tidak kunjung usai. Semakin akutnya permasalahan tersebut,

    sebagian orang menganggap bahaya laten korupsi di Indonesia sudah

    menjadi budaya dan epidemi bahkan virus yang harus kita perangi

    bersama.

    Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang melimpah ruah, yang

    seharusnya dengan keadaan tersebut Indonesia dapat menjadi negara maju.

    Namun pada kenyataannya pemerintah indonesia masih banyak hutang dan

    rakyatnya pun terlilit dalam kemiskinan permanen. Dari zaman

    pemerintahan kerajaan, kemudian zaman penjajahan, dan hingga zaman

    modern dalam pemerintahan NKRI dewasa ini, kehidupan rakyatnya tetap

    saja miskin.

    Dalam perkembangan selanjutnya di tengah kemiskinan yang makin

    meluas, korupsi berkembang menjadi cara berfikir dan gaya hidup

    masyarakat untuk memperoleh kekayaan dan menjadi jalan pintas untuk

    memperkaya diri atau golongan secara cepat1. Korupsi memang

    merupakan problematika yang cukup pelik yang hampir menjamur di

    seluruh negara, tak terkecuali Indonesia. Bagi rakyat Indonesia, bukan hal

    yang asing bahwa aksi penolakan korupsi mulai terdengar kencang,

    masyarakat pun dibuat heran ketika kasus suap oleh ketua Mahkamah

    Konstitusi. Lembaga negara yang seharusnya bersih dari korupsi, tapi

    1 Andar Nubowo, 2004. Membangun Gerakan Anti Korupsi dalam Perspektif Pendidikan, LP3 Yogyakarta, , hlm. 45

  • 2karena lunturnya moral mengotori lembaga yang sangat disegani karena

    ketegasannya, berwibawa dan bersih.

    Perbaikan sistem dan hukum sudah diperbaiki. Tapi lunturnya moral,

    menyebabkan sistem yang baik tersebut tidak ada gunanya. Mahasiswa

    sebagai agen of change seharusnya dapat menjadi pionir terdepan untuk

    memberantas dan juga untuk mencegah terjadinya kasus korupsi di

    Indonesia. Institusi pendidikan diyakini sebagai tempat terbaik untuk

    menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai antikorupsi. Mahasiswa beserta

    civitas akademika yang akan menjadi tulang punggung bangsa di masa

    mendatang sejak dini harus diajar dan dididik untuk membenci serta

    menjauhi praktek korupsi. Bahkan lebih dari itu, diharapkan dapat turut

    aktif memeranginya.

    Praktek korupsi di lingkungan kampus masih banyak di temui,

    Diberitakan di berbagai media massa, sekurangnya ada 18 universitas

    negeri di Indonesia yang terindikasi terjadi tindak pidana korupsi dengan

    rata-rata kerugian miliaran rupiah2. Penetapan dua tersangka kasus korupsi

    pengadaan peralatan dan penunjang laboratorium pendidikan Universitas

    Negeri Jakarta (UNJ) merupakan salah satu contoh kasus dan tidak hanya

    itu kasus seperti Universitas Sultan Ageng Tirtayasa tersandung kasus

    pengadaan laboratorium senilai Rp 54 miliar serta ka