Anti korupsi hitam putih

download Anti korupsi hitam putih

If you can't read please download the document

  • date post

    16-Apr-2017
  • Category

    Education

  • view

    1.278
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Anti korupsi hitam putih

  • PERCEPATAN PEMBERANTASAN KORUPSIFASILITATORCHOIRUDDIN, S.Pd.BADAN DIKLATPROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 2015

  • PENGERTIAN KORUPSIIstilah korupsi berasal dari bahasa latin corruptio yaitu penyuapan; coruptore yaitu meruksak, dalam bahasa Inggris corruption, dalam bahasa Belanda corruptie , arti harfiahnya dari korupsi dapat berupa :1) Kejahatan, kebusukan, dapat disuap, tidak bermoral, kebejatan, dan ketidak jujuran (S. Wojowasito WJS Poerwadarminta, Kamus Lengkap Inggris Indonesia, Indonesia- Inggris, Penerbit Hasta, Bandung).2) Perbuatan yang buruk seperti penggelapan uang, penerimaan uang sogok, dan sebagainya (W.J.S. Poerwadarminta , Kamus Umum Bahasa Indonesia, Penerbit Balai Pustaka, 1976).

  • Dalam arti sosial korupsi adalah penyelewengan atau penggelapan uang milik negara atau perusahaan dan sebagainya untuk kepentingan pribadi dan orang lain.Kolusi adalah pemupakatan atau kerjasama secara melawan hukum antara penyelenggara negara atau antara penyelenggara negara dan pihak lain yang merugikan orang lain, masyarakat, dan atau negara.Nepotisme adalah setiap perbuatan bagi penyelenggara negara secara melawan hukum yang menguntungkan kepentingan keluarga atau kroni, dengan tidak menghiraukan kepentingan orang lain..

  • MENURUT HARTANTI:

    Korupsi, penyelewengan atau penggelapan (uang negara atau perusahaan dan sebagainya) untuk kepentingan pribadi dan orang lain;Korupsi : busuk, ruksak, suka memakai barang atau uang yang dipercayakan kepadanya; dapat disogok (melalui kekuasaannya untuk kepentingan pribadi)

  • UNDANG-UNDANG NO 20/2001 :

    Melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi.Perbuatan melawan hukumMerugikan keuangan negara atau perekonomianMenyalahgunakan kekuasaan, kesempatan atas sarana yang ada padanya karena jabatan dan kedudukannya dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain.

  • Kelompok Delik Korupsi(UU 20 Tahun 2001)Kelompok delik yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara (pasal 2,3 UU no. 31 Tahun 1999).Kelompok delik penyuapan, baik aktif (yang menyuap) maupun pasif (yang menerima suap (pasal 5,11,12).Kelompok delik penggelapan (pasal 8 dan 10 )Kelompok delik pemerasan dalam jabatan (pasal 12e dan f)Kelompok delik yang berkaitan dengan pemborongan, leveransir, dan rekanan

  • SIFAT-SIFAT KORUPSIKorupsi Yang Bermotif Terselubung.

    Yakni korupsi secara sepintas kelihatannya bermotif politik, tetapi secara tersembunyi sesungguhnya bermotif mendapatkan uang semata. Contoh seorang pejabat menerima uang suap dengan janji akan menerima si pemberi suap menjadi pegawai negeri atau diangkat dalam suatu jabatan. Namun dalam kenyataannya setelah menerima suap, pejabat itu tidak memperdulikan lagi janjinya kepada orang yang memberi suap tersebut, yang pokok adalah mendapatkan uang tersebut.

  • 2. Korupsi Yang Bermotif Ganda. Yakni seseorang melakukan korupsi secara lahiriah kelihatannya bermotif mendapatkan uang, tetapi sesungguhn bermotif lain, yakni kepentingan politik. semata. Contoh seorang yang membujuk dan menyogok seorang pejabat agar dengan menyalah gunakan kekuasaannya, pejabat itu dalam mengambil keputusan memberikan suatu fasilitas pada si pembujuk itu, meskipun sesungguhnya si pembujuk (penyogok) tidak memikirkan apahkah fasilitas itu akan memberikankepadanya.

  • TIPOLOGI KORUPSIKorupsi Transaktif, yaitu korupsi yang terjadi atas kesepakatan di antara seorang donor dengan resipien untuk keuntungan kedua belah pihak;Korupsi Ekstortif, yaitu korupsi yang melibatkan penekanan dan pemaksaan untuk menghindari bahaya bagi mereka yang terlibat atau orang-orang yang dekat dengan pelaku korupsi.Korupsi Investif. Yaitu korupsi yang berawal dari tawaran yang merupakan investasi untuk mengantisipasi adanya keuntungan di masa datang.Korupsi Nepostik, yaitu korupsi yang terjadi karena perlakuan khusus baik dalam pengangkatan kantor publik maupun pemberian proyek-proyek bagi keluarga dekat.

  • 5. Korupsi Otogenik, yaitu korupsi yang terjadi ketika seorang pejabat mendapat keuntungan karena memiliki pengetahuan sebagai orang dalam (insider information) tentang berbagai kebijakan publik yang seharusnya dirahasiakan.6. Korupsi Supportif, yaitu perlindungan atau penguatan korupsi yang menjadi intrik kekuasaan dan bahkan kekerasan, dan 7. Korupsi Defensif. Yaitu korupsi yang dilakukan dalam rangka mempertahankan diri dari pemerasan.

  • CIRI-CIRI KORUPSIKorupsi senantiasa melibatkan lebih dari satu orang.Korupsi pada umumnya dilakukan secara rahasia.Korupsi melibatkan elemen kewajiban dan keuntungan timbal balik.Mereka yang mempraktikan cara-cara korupsi biasanya berusaha untuk menyelubungi perbuatannya dengan berlindung di balik pembenaran hukum.Mereka yang terlibat korupsi menginginkan keputusan yang tegas dan mampu untuk mempengaruhi keputusan-keputusan itu.Setiap perbuatan korupsi mengandung penipuan, biasanya dilakukan oleh Badan Publik atau umum (masyarakat).Setiap bentuk korupsi adalah suatu penghianatan kepercayaan.

  • PENYEBAB KORUPSIBPKP :moral yang rendah sanksi yang lemah,disiplin yang rendah, sifat kehidupan yang konsumtif, kurangnya pengawasan dalam organisasi,contoh dari atasan, wewenang yang berlebihan, tersedianya kesempatan, budaya untuk memberi upeti, lemahnya pengawasan eksternal, lemahnya peran legislatif, peraturan yang tidak jelas, pengaruh lingkungan, penghasilan yang rendah,

  • HARTANTI :Lemahnya pendidikan agama dan etikaKolonialisme, suatu pemerintahan asing tidak menggugah kesetiaan dan kepatuhan yang diperlukan untuk membendung korupsiKurangnya pendidikan. Namun kenyataan korupsi dilakukan oleh para koruptor yang memiliki pendidikan tinggi.Kemiskinan, korupsi di Indonesia bukan disebabkan oleh kemiskinan tapi keserakahan.Tidak adanya sanksi yang kerasKelangkaan lingkungan yang subur untuk pelaku korupsiStruktur pemerintahanPerubahan radikal, pada saat sistem nilai mengalami perubahan radikal, korupsi muncul sebagai suatu penyakit transisional.Keadaan masyarakat. Korupsi dalam suatu birokrasi bisa mencerminkan keadaan masyarakat secara keseluruhan.

  • Hamzah (2005), membuat asumsi atau hipotesis penyebab korupsi, adalah :

    Kurangnya gaji atau pendapatan Pegawai negeri dibandingkan dengan kebutuhan yang makin hari makin meningkat;Kebudayaan atau kultur Indonesia yang merupakan sumber atau sebab meluasnya korupsi;Manajemen yang kurang baik dan Kontrol yang kurang efektif dan efisien;modernisasi;

  • AKIBAT DARI KORUPSIBerkurangnya kepercayaan terhadap pemerintah;Berkurangnya kewibawaan pemerintah dalam masyarakat;Menyusutnya penerimaan negara;Rapuhnya keamanan dan ketahanan negara.Perusak mental pribadi.Hukum tidak lagi dihormati.

  • PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI,KOLUSI, DAN NEPOTISMEPengertian Negara :Menurut Sumantri : Negara adalah suatu organisasi kekuasaan oleh karenanya dalam setiap organisasi yang bernama negara, selalu kita jumpai adanya organ atau alat perlengkapan yang mempunyai kemampuan untuk memaksakan kehendaknya kepada siapa pun juga yang bertempat tinggal di dalam wilayah kekuasaannya.

  • Menurut Arief Budiman :Negara adalah lembaga yang memiliki kekuasaan yang sangat besar di dalam sebuah masyarakat. Negara dapat memaksakan kehendaknya kepada warga atau kelompok yang ada di masyarakat. Bahkan kalau perlu, negara memiliki keabsahan untuk menggunakan kekerasan fisik dalam memaksakan kepatuhan masyarakat terhadap perintah-perintah yang dikeluarkannya. Kekuasaan yang sangat besar ini diperoleh karena negara merupakan pelembagaan dari kepentingan umum. Sebagai lembaga yang mewakili kepentingan Umum, negara dapat memaksakan kehendaknya melawan kepentingan-kepentingan pribadi atau kelompok di masyarakat yang lebih kecil jumlahnya.

  • TUJUAN NEGARA INDONESIAkemudian daripada itu, untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

  • AZAS POKOK SISTEM PEMERINTAHAN REPUBLIK INDONESIA, Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum (Rechtsstaat), Negara Indonesia tidak berdasarkan atas kekuasaan (Machtsaat).Sistem Konstitusional Pemerintah berdasarkan atas sistem konstitusi (hukum dasar) tidak bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas)3.Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan rakyat. Presiden dan Wakil Presiden dipilih langsung oleh rakyat.

  • 4. Presiden ialah pemegang kekuasaan pemerintah negara. Presiden ialah penyelenggara pemerintahan negara yang tertinggi, karena Presiden adalah pemegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar. Dalam menjalankan pemerintahan negara, kekuasaan dan tanggung jawab adalah di tangan presiden.5. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. DPR hanya dapat mengusulkan pemberhentian Presiden. Presiden tidak bertanggung kepada DPR artinya kedudukan Presiden tidak tergantung kepada Dewan. 6. Presiden mengangkat dan memberhentikan Menteri-Menteri Negara. Menteri-Menteri itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. Kedudukan menteri tergantung kepada Presiden. Menteri negara adalah pembantu Presiden.7. Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas

  • PENYELENGGARA NEGARA.Pejabat negara pada Lembaga Negara;MenteriGubernurHakimPejabat negara yang lain, misalnya Kepala perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang berkedudukan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa pebuh, Wakil Gubernur, dan Bupati/Walikota.Pejabat lain yang memiliki fungsi strategis, meliputi : Direksi, Komisaris, dan pejabat struktural lainnya pada BUMN/BUMD, Pimpinan Bank Indonesia dan Pimpinan Badan Penyehatan Perbank