Etbis Anti Korupsi

download Etbis Anti Korupsi

of 24

  • date post

    07-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    24
  • download

    1

Embed Size (px)

description

etika bisnis

Transcript of Etbis Anti Korupsi

NILAI & PRINSIP ANTI KORUPSIPenyebab korupsi terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan penyebab korupsi yang datangnya dari pribadi atau individu, sedangkan faktor eksternal berasal dari lingkungan atau sistem. Upaya pencegahan korupsi pada dasarnya dapat dilakukan dengan menghilangkan, atau setidaknya mengurangi, kedua faktor penyebab korupsi tersebut.Faktor internal sangat ditentukan oleh kuat tidaknya nilai-nlai anti korupsi tertanam dalam diri setiap individu. Nilai-nilai anti korupsi tersebut meliputi kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, keberanian, dan keadilan. Nilai-nilai tersebut perlu diterapkan untuk dapat mengatasi faktor eksternal agar korupsi tidak terjadi. Selain itu, untuk mencegah faktor eksternal, perlu juga dipahami prinsip-prinsip anti korupsi yaitu akuntabilitas, transparansi, kewajaran, kebijakan, dan kontrol kebjakan dalam suatu organisasi / institusi / masyarakat. Oleh karena itu hubungan antara prinsip dan nilai tadi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.Nilai Nilai Anti Korupsi1. KejujuranMenurut Sugono kata jujur dapat didefinisikan sebagai lurus hati, tidak berbohong, dan tidak curang. Jujur adalah salah satu sifat yang sangat penting bagi kehidupan, tanpa sifat jujur kita tidak akan dipercaya dalam kehidupan kita. Contoh sederhananya adalah dalam kehidupan, jika seseorang pernah melakukan kecurangan ataupun kebohongan, akan sulit untuk memperoleh kembali kepercayaan yang telah hilang dari orang lain.2. KepedulianMenurut Sugono definisi kata peduli adalah mengindahkan, memperhatikan dan menghiraukan. Nilai kepedulian sangan penting bagi kehidupan. Contoh sederhananya dalam kehidupan adalah seperti kepedulian seseorang terhadap lingkungan disekitarnya yang diwujudkan dengan mengindahkan seluruh perturan dan ketentuan yang berlaku di lingkungan tersebut.3. KemandirianKondisi mandiri sendiri dapat diartikan sebagai proses mendewasakan diri yaitu dengan tidak bergantung pada orang lain untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya. Dengan karakter mandiri tadi, seseorang dituntut untuk mengerjakan semua tanggung jawab dengan usahanya sendiri dan bukan orang lain.4. KedisiplinanMenurut Sugono definisi kata disiplin adalah ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan. Dalam kehidupan kita perlu hidup disiplin. Hidup disiplin tidak berarti harus hidup seperti pola militer di barak militer, namun hidup disiplin sederhanya adalah dapat mengatur dan mengelola waktu yan ada untuk dipergunakan engan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan tugas yang diemban. Kedisiplinan juga menimbulkan rasa percaya dari orang disekitar kita. Orang orang akan lebih percaya memberikan suatu tugas kepada orang yang lebih disiplin daripada orang yang kurang disiplin.5. Tanggung jawabMenurut Sugiono definisi kata tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalu terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan dan diperkarakan). Seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab akan memiliki kecenderungan menyelesaikan tugas lebih baik dibanding seseorang yang tidak memiliki rasa tanggung jawab. Tanggung jawab berjalan beriringan dengan rasa percaya, semakin tinggi rasa tanggung jawab dari seseorang, semakin orang tersebut dipercaya untuk mengemban tugas dengan tanggung jawab yang lebih tinggi.6. Kerja kerasBekerja keras didasari dengan adanya kemauan. Kata kemauan menimbulkan asosiasi dengan ketekadan, ketekunan, daya tahan, tujuan jelas, daya kerja, pendirian, pengendalian diri, keberanian, ketabahan, keteguhan, tenaga, kekuatan, kelaki-lakian dan pantang mundur. Kerja keras yang didasari kemauan sangat penting guna mencapai hasil yang optimum atau sesuai target. Tetapi tetap kerja keras tadi harus dibarengi dengan pengetahuan agar kerja keras dan kemauan tadi tetap terarah dan tidak menjadi sia sia.7. SederhanaPrinsip atau gaya hidup sederhana, dapat digambarkan dengan hidup sesuai kemampuan, hidup sesuai dengan kebutuhan, tidak suka pamer. Dengan prinsip hidup sederhana, kita dibina untuk memprioritaskan kebutuhan diatas keinginan. Prinsip ini sangat penting dalam menjalin hubungan sosial, karena prinsip ini akan mengatasi masalah kesenjangan sosial, iri, dengki, tamak, egois, dan sikap negatif lainnya.8. KeberanianKeberanian adalah tetap berpegang teguh pada tujuan, mempertahankan pendirian dan keyakinan. Dasar dari keberanian adalah pengetahuan. Jika seseorang menguasai masalah yang dia hadapi, maka akan timbul rasa percaya diri dari dalam dan secara otomatis akan menyulut juga rasa keberanian dari seseorang tersebut dalam menangani masalah yang sedang ia hadapi. Keberanian juga dapat diwujudkan dengan berani bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan.9. KeadilanBerdasarkan arti katanya, adil adalah sama berat, tidak berat sebelah, tidak memihak. Karakter adil diperlukan agar dapat mempertimbangkan dan mengambil keputusan secara adil dan benar. Nilai keadilan dapat diwujudkan dalam bentuk pemberian reward-punishment yang adil serta tidak memilih lingkungan sosial berdasarkan latar belakang sosialnya.Prinsip Prinsip Anti Korupsi1. AkuntabilitasAkuntabilitas adalah kesesuaian antara aturan dan pelaksanaan kerja. Semua lembaga mempertanggungjawabkan kinerjanya sesuai aturan main baik dalam bentuk konvensi maupun konstitusi, baik pada level budaya maupun pada level lembaga. 2. TransparansiTransparansi mengharuskan segala proses kebijakan dilakukan secara terbuka, sehingga segala bentuk penyimpangan dapat diketahui oleh publik. Selain itu, transparansi menjadi pintu masuk sekaligus kontrol bagi seluruh proses dinamika struktural kelembagaan. Transparansi mengacu pada keterbukaan dan kejujuran untuk saling menjunjung tingggi kepercayaan karena kepercayaan, keterbukaan, dan kejujuran ini merupakan modal awal yang sangat berharga bagi seseorang untuk dapat melanjutkan tugas dan tanggungjawabnya.3. KewajaranPrinsip kewajaran ini memiliki lima hal penting yaitu komprehensif dan disiplin, fleksiblitas, terprediksi, kejujuran, dan informatif. Prinsip ini ditujukan untuk mencegah terjadinya manipulasi (ketidakwajaran) dalam penganggaran, baik dalam bentuk mark up maupun ketidakwajaran lainnya. 4. KebijakanKebijakan ini berperan untuk mengatur tata interaksi agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan negara dan masyarakat. Kebijakan anti korupsi tidak selalu identik dengan undang undang anti korupsi, namun bisa berupa undang undang kebebasan mengakses informasi, desentralisasi, anti-monopoli, maupun yang lainnya yang dapat memudahkan masyarakat mengetahui sekaligus mengontrol terhadap kinerja dan penggunaan anggaran negara oleh para pejabat negara.5. Kontrol KebijakanKontrol kebijakan merupakan upaya agar kebijakan yang dibuat betul betul efektif dan mengeliminasi semua bentuk korupsi. Bentuk kontrol kebijakan berupa partisipasi, evolusi dan reformasi. Partisipasi disini yaitu melakukan kontrol terhadap kebijakan dengan ikut serta dalam penyusun dan pelaksanaanya dan kontrol kebijakan. Evolusi dan reformasi yaitu mengotrol dengan mengganti kebijakan yang kurang sesuai. Upaya Pemberantasan KorupsiA. Konsep Pemberantasan Korupsi Korupsi ibarat penyakit kanker ganas yang sifatnya tidak hanya kronis tapi juga akut. Ia menggerogoti perekonomian sebuah negara secara perlahan, namun pasti. Penyakit ini menempel pada semua aspek bidang kehidupan masyarakat sehingga sangat sulit untuk diberantas. Perlu dipahami bahwa dimanapun dan sampai pada tingkatan tertentu, korupsi memang akan selalu ada dalam suatu negara atau masyarakat. Sebelum melangkah lebih jauh membahas upaya pemberantasan korupsi, berikut pernyataan yang dapat didiskusikan mengenai strategi atau upaya pemberantasan korupsi (Fijnaut dan Huberts : 2002): It is always necessary to relate anti-corruption strategies to characteristics of the actors involved (and the environment they operate in). There is no single concept and program of good governance for all countries and organizations, there is no one right way. There are many initiatives and most are tailored to specifics contexts. Societies and organizations will have to seek their own solutions.Dari pernyataan ini dapat dipahami bahwa sangat penting untuk menghubungkan strategi atau upaya pemberantasan korupsi dengan melihat karakteristik dari berbagai pihak yang terlibat serta lingkungan di mana mereka bekerja atau beroperasi.

B. Upaya Penanggulangan Kejahatan (Korupsi) dengan Hukum PidanaKebijakan penanggulangan kejahatan atau yang biasa dikenal dengan istilah politik kriminal atau criminal policy oleh G. Peter Hoefnagels dibedakan sebagai berikut (Nawawi Arief : 2008) :1. kebijakan penerapan hukum pidana (criminal law application);2. kebijakan pencegahan tanpa hukum pidana (prevention without punishment);3.kebijakan untuk mempengaruhi pandangan masyarakat mengenai kejahatan dan pemidanaan lewat mass media (influencing views of society on crime and punishment /mass media) (atau media lainnya seperti penyuluhan, pendidikan dll : tambahan dari penulis).Melihat pembedaan tersebut, secara garis besar upaya penanggulangan kejahatan dapat dibagi menjadi 2 (dua) yakni melalui jalur penal (dengan menggunakan hukum pidana) dan jalur non-penal (diselesaikan di luar hukum pidana dengan sarana-sarana non-penal). Secara kasar menurut Barda Nawawi Arief, upaya penanggulangan kejahatan melalui jalur penal lebih menitikberatkan pada sifat repressive (penumpasan/penindasan/pemberantasan) sesudah kejahatan terjadi, sedangkan jalur non-penal lebih menitikberatkan pada sifat preventif (pencegahan). Dikatakan secara kasar, karena tindakan represif juga dapat dilihat sebagai tindakan preventif dalam arti luas (Nawawi Arief : 2008).Sasaran dari upaya penanggulangan kejahatan melalui jalur non-penal adalah menangani faktor-faktor kondusif penyebab terjadinya kejahatan dalam hal ini korupsi, yakni berpusat pada masalah-masalah atau kondisi-kondisi baik politik, ekonomi maupun sosial yang secara langsung