Anti korupsi ta

Click here to load reader

  • date post

    21-Apr-2017
  • Category

    Law

  • view

    536
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Anti korupsi ta

  • DISAMPAIKAN OLEHTINDAK PIDANA KORUPSITRANSPARENCY ACEH

  • UMUMPembangunan Nasional bertujuan mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat Indonesia seluruhnya yang adil, makmur, sejahtera, dan tertib berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera tersebut, perlu secara terus menerus ditingkatkan usaha-usaha pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pada umumnya serta Tindak Pidana Korupsi pada khususnya.

  • APA ITU KORUPSI Secara harpiah Korupsi berasal dari kata Corruption artinya Kecurangan atau Perubahan dan Penyimpangan, dari kata sifat Corrupt berarti juga buruk, rusak, tetapi juga menyuap, sebagai bentuk sesuatu yang buruk.Dalam website new American dictionary (1985) kata Corruption diartikan sebagai Decay (lapuk), contamination (kemasukan sesuatu yang merusak) dan inpurity (tidak murni).Pengertian Korupsi dapat diartikan sebagai penyelewengan atau penggelapan (uang Negara/Perusahaan, Organisasi) untuk kepentingan dan keuntungan pribadi atau orang lain.

  • KEUANGAN NEGARA DAN PEREKONOMIAN NEGARAMenurut penjelasan umum Undang Undang RI No. 31 tahun 1999 yang dimaksud keuangan Negara adalah seluruh Kekayaan Negara yang dalam bentuk apapun yang dipisahkan atau yang tidak dipisahkan, termasuk didalamnya segala bagian kekayaan Negara dan segala hak dan kewajiban yang timbul karena :

  • 1. Berada dalam penguasaan, pengurusan dan pertanggung jawaban Pejabat Negara, baik ditingkat pusat maupun ditingkat Daerah.2. Berada dalam penguasaan, pengurusan dan pertanggung jawaban BUMN/BUMD, Yayasan, Badan Hukum dan Perusahaan yang menyertakan modal pihak ketiga berdasarkan perjanjian dengan Negara.

  • Perekonomian Negara adalah kehidupan perekonomian yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan secara mandiri yang didasarkan pada kebijakan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun di daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang bertujuan memberikan manfaat, kemakmuran, dan kesejahteraan kepada seluruh kehidupan masyarakat.

  • Penyelenggara Negara adalah Pejabat Negara yang menjalankan fungsi Eksekutif, Legeslatif, Yudikatif dan Pejabat lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan Penyelenggaraan Negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 1 Ayat (1) Undang Undang RI No. 28 tahun 1999) tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

  • Penyelenggara Negara meliputi :- Pejabat Negara pada Lembaga Tertinggi Negara.- Pejabat Negara pada lembaga Tinggi Negara.- Menteri.- Gubernur.- Hakim.- Pejabat Negara yang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan- Pejabat lain yang memiliki fungsi strategis dalam kaitannya Penyelenggaraan Negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

  • Lembaga-lembaga mana sajakah yang berwenang untuk melakukan Penyidikan Perkara Tindak Pidana Korupsi ?Kepolisian Negara Republik Indonesia

    (Pasal 14 Ayat (1) Huruf G Undang Undang No. 2 tahun 2002).2. Kejaksaan Republik Indonesia (Pasal 30 Ayat (1) Undang Undang RI No. 16 tahun 2004).3. Komisi Pemberantasan Korupsi (Pasal 6 Ayat (1) Undang Undang No. 30 tahun 2002).

  • Menurut Undang Undang RI No. 20 tahun 2001 penjelasan Pasal 12b Ayat (1) Gratifikasi adalah :Pemberian dalam arti luas yakni meliputi pemberian uang,barang, rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya.

  • Bahwa Tindak Pidana Korupsi sering kali dilakukan dan berawal dari kebiasaan yang tidak disadari oleh setiap Pegawai Negeri atau Pejabat Penyelenggara Negara.Contohnya : Penerimaan hadiah oleh Pejabat Penyelenggara Negara/Pegawai Negeri dan keluarganya dalam suatu acara pribadi atau menerima pemberian dalam suatu fasilitas tertentu yang tidak wajar. Kebiasaan ini baik secara lambat atau cepat akan mempengaruhi pengambilan keputusan oleh Pegawai Negeri atau Pejabat Negara yang bersangkutan.

  • Bahwa sebagian besar orang berasumsi pemberian tersebut adalah sebagai bentuk persahabatan dan tanda terimakasih kepada si penerima pemberian, namun perlu disadari pemberian sesuatu barang atau benda yang dilakukan oleh si pemberi barang kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara memiliki niat atau maksud-maksud tertentu yang diharapkan pada suatu saat nantinya Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara akan berbuat sesuatu/ mengambil suatu kebijakan tertentu yang bersifat menguntungkan bagi si pemberi barang atau hadiah sebagai bentuk balas budi.

  • Menurut Pasal 12b Ayat (2) Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yang menerima Gratifikasi tidak melaporkannya akan dikenakan Pidana seumur hidup atau Pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000 (satu milyar rupiah).

  • Korupsi Umumnya dilakukan oleh :1. Korporasi :Kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baik merupakan Badan Hukum maupun bukan Badan Hukum.

  • 2. Pegawai Negeri meliputi : Pegawai Negeri sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang tentang Kepegawaian;Pegawai Negeri sebagaimana dimaksud dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana;Orang yang menerima gaji atau upah dari Keuangan Negara atau Daerah;Orang yang menerima gaji atau upah dari suatu Korporasi yang menerima bantuan dari keuangan Negara atau Daerah;Orang yang menerima gaji atau upah dari Korporasi lain yang mempergunakan Modal atau fasilitas dari Negara atau Masyarakat;

    3. Setiap Orang atau Korporasi.

  • MENGAPA TERJADI KORUPSI ?

    TERPAKSADilakukan karena ingin memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari yang tidak tercukupi oleh gaji yang rendah.Berhubungan dengan Niat dan Perilaku.MEMAKSADilakukan karena adanya sifat keserakahan untuk bisa hidup secara berlebihan (bermewah- mewahan).Berhubungan dengan Niat dan Perilaku.DIPAKSAPertemuan antara niat dan kesempatan.Kesempatan tercipta karena kelemahan Sistem dan Peraturan.

  • Rumusan Tindak Pidana Korupsi menurut Undang-Undang No 31 tahun 1999Korupsi = Tindak Pidana sebagaimana dimaksud dalam ketentuan peraturan perundang undangan yang mengatur tentang tindak Pidana Korupsi Kolusi = Permufakatan atau kerjasama secara melawan Hukum antar penyelenggara Negara atau antara Penyelenggara Negara dan pihak lain yang merugikan orang lain, Masyarakat, bangsa dan Negara

  • c. Nepotisme = Setiap perbuatan penyelenggara Negara secara melawan Hukum yang menguntungkan kepentingan keluarganya dan atau kroninya diatas kepentingan masyarakat Bangsa dan Negara.

  • PENYEBAB UMUM TERJADINYA KORUPSIKelalaian Administrasi .Penyalahgunaan Kekuasaan .Kesengajaan dan Kebiasaan

    untuk Menyimpang .Politik Anggaran tidak sehat .Mendapatkan Jabatan Dengan Modal Uang Banyak .

  • Sektor-sektor apa sajakah yang rawan penyimpangan dan merugikan Keuangan Negara yang dilakukan di lingkungan Badan Hukum Milik Negara ?1. Pengadaaan Jasa.2. Penyaluran Dana Bantuan Operasional.3. Perbaikan Sarana dan Prasarana.4. Harga/nilai kontrak terlalu tinggi (mark up dalam pengadaan barang dan jasa).5. Penetapan pemenang lelang tidak sesuai ketentuan yang berindikasi suap atau

  • ditetapkan oleh Pengurus atau Pengawas pada bagian pengadaan barang dan jasa Badan Hukum Milik Negara.6. Pembayaran Fiktif.7. Pemalsuan surat/dokumen sebagai sarana penyimpangan penggunaan Anggaran Badan Hukum Milik Negara.8. Manipulasi penggunaan barang/dana.9. Manipulasi biaya pembebasan tanah.

  • KETENTUAN PIDANAUU NO 31 TAHUN 1999 Jo UU No 20 Tahun 2001 Pasal 2 :Setiap orang;

    Secara melawan Hukum; Melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu Korporasi; Dapat merugikan Keuangan Negara atau perekonomian Negara; Dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau Pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000 dan paling banyak Rp. 1.000.000.000.(

  • 2) Dalam hal Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, Pidana Mati dapat dijatuhkan.

    Keadaan Tertentu : Korupsi yang dilakukan terhadap dana yang diperuntukkan bagi penanggulangan keadaan bahaya, bencana alam nasional, penanggulangan akibat kerusuhan sosial yang meluas, penanggulangan krisis ekonomi dan moneter, dan pengulangan Tindak Pidana Korupsi.

  • UU NO 31 TAHUN 1999 Jo UU No 20 Tahun 2001 Pasal 3 :Setiap orangyang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena Jabatan atau Kedudukan yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara, Pidana penjara seumur hidup atau Pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 50.000.000 dan paling banyak Rp. 1.000.000.000.

  • UU NO 31 TAHUN 1999 Jo UU No 20 Tahun 2001 Pasal 4 :

    Pengembalian kerugian Keuangan Negara atau Perekonomian Negara tidak menghapuskan dipidananya pelaku Tindak Pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3.

  • UU NO 31 TAHUN 1999 Jo UU No 20 Tahun 2001 Pasal 13 :

    Setiap orang;Memberi hadiah atau janji;Kepada Pegawai Negeri dengan mengingat kekuasaan atau kewenangan yang melekat pada jabatan atau kedudukan tersebut;Pidana penjara paling lama 3 tahun dan atau denda paling banyak 150.000.000

  • UU NO 31 TAHUN 1999 Jo UU No 20 Tahun 2001 Pasal 15 :Setiap orang;Melakukan percobaan, pembantuan, atau pemufakatan jahat untuk melakukan Tindak Pidana Korupsi. Pidana yang sama sebagaimana dimaksud Pasal 2, Pasal 3, Pasal 5 sampai dengan Pasal 14.

  • UU NO 31 TAHUN 1999 Jo UU No 20 Tahun 2001 Pasal 21 :Setiap orang;Dengan sengaja; Mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung Penyidikan, Penuntutan dan pemeriksaan disidang terdakwa maupun para saksi dalam perkara Korupsi;Pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 150.000.000 dan paling banyak Rp. 600.000.000.

  • UU NO 31 TAHUN 1999 Jo UU No 20 Tahun 2001 Pasal 22 :Setiap orang;Dengan sengaja; Tidak memberikan keterangan atau memberikan keterangan yang tidak benar.Pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 150.000.000 dan paling banyak Rp. 600.000.000.

  • UU NO 31 TAHUN 1999 Jo UU No 20 Tahun 2001 Pasal 24 :Saksi yang menyebutkan nama atau alamat pelapor baik di Penyidikan atau Pemeriksaan disidang Pengadilan Pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 150.000.000 .

  • CONTOH KASUSAdanya penyalahgunaan Dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Kecamatan Silih Nara sebesar Rp.700.000.000 (tujuh ratus juta rupiah).Penyelewengan dana PNPM di Kecamatan Silih Nara diduga dilakukan oleh Fasilitator PNPM Pedesaan Kecamatan setempat yang berdampak pada ditundanya anggaran PNPM 2013 di Kecamatan Silih Nara.

  • CONTOH KASUSPenyalahgunaan Dana PNPM-MP di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Lima Puluh Kota tahun anggaran 2009 sebesar + Rp. 105.799.000 (seratus lima juta tujuh ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah), atas nama terdakwa DEDI EKA SISWANTO.

  • Terdakwa memperkaya dirinya sendiri yaitu untuk :- Membayar hutangnya ke BPR Suliki sebesar Rp. 4.800.000,-- Membayar Hutang pribadinya kepada seorang kenalannya di Limbanang Rp. 1.500.000,-- Modal berdagang buah manggis Rp. 11.000.000,-- Hutang pembelian 100 Sak semen kepada saksi ERIL AYANG (Toko Cahaya Bangunan) Rp. 5.150.000,-- Hutang pembelian bahan material kepada saksi H. WIRMAN Rp. 1.695.000,-- Mark up pembelian 200 sak semen kepada saksi H. WIRMAN menjadi 500 sak semen Rp. 17.000.000,-- Mark up pembelian 25 batang besi kepada saksi H. WIRMAN menjadi 75 batang besi Rp. 4.980.000,-- Tidak membayarkan upah pekerja Rp. 1.400.000,-Pengakuannya pada saat rapat koordinasi tanggal 5 Mei 2010 kepada masyarakat Rp. 20.000.000,-

  • Perbuatan tersebut dilakukan oleh DEDI EKA SISWANTO antara lain dengan cara :Memegang sendiri semua dana tahap II dan III yang dicairkan dari UPK (Unit Pengelola Kegiatan) tanpa memberitahu kepada Bendahara TPK.Kemudian dana tersebut ia pergunakan dengan cara melawan hukum yaitu melakukan mark-up harga pemesanan material, dan memanipulasi data Laporan Penggunaan Dana (LPD) tahap II kepada masyarakat Koto Tangah, serta memalsukan tanda tangan mereka dalam Daftar Hadir Berita Acara Musyawarah Pertanggung Jawaban Dana tahap II, sehingga dengan demikian ia dapat mencairkan dana tahap III (terakhir).Bahwa berdasarkan Fakta Persidangan, akhirnya DEDI EKA SISWANTO dihukum 4 tahun penjara dengan denda sebesar Rp. 200.000.000,- subsidiair 6 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti Rp. 105.799.900,-

  • CONTOH KASUSKasus Korupsi Dana DAK tahun 2007 di Pemkab Aceh Selatan yang melibatkan 2 Terpidana yang yang dijatuhi hukuman oleh Mahkamah Agung RI (MA) masing-masing 1 tahun penjara dan membayardenda sebesar Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah).

  • BERANI JUJURHEBAT..!

  • PRIBADI YANG MEMILIKI HATI NURANI ADALAH PRIBADI YANG MENJAUHI KORUPSI

  • SEKIANDANTERIMAKASIHTRANSPARENCY ACEH