Materi Bakat Dan Kreativitas

download Materi Bakat Dan Kreativitas

of 21

  • date post

    20-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    12
  • download

    0

Embed Size (px)

description

jfy

Transcript of Materi Bakat Dan Kreativitas

I

I. PENDAHULUAN

Sumber daya manusia merupakan aset nasional sekaligus sebagai modal dasar pembangunan bangsa. Aset ini hanya dapat digali dan dikembangkan serta dipupuk secara efektif melalui srategi Pendidikan dan Pembelajaran yang terarah dan terpadu dengan dikelola secara profesional. Melalui upaya semacam itu peserta didik diharapkan memperoleh pengalaman belajar secara utuh sesuai dengan karakteristik kebutuhan dan perkembangannya.

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan perwujudan diri individu, terutama bagi pembangunan bangsa dan negara. Kemajuan suatu kebudayaan bergantung kepada cara kebudayaan tersebut mengenali, menghargai dan memanfaatkan sumber daya manusia, dalam hal ini sangat berkaitan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada peserta didik.

Hasil penelitian tentang penyelenggaraan pendidikan di Asia ternyata Indonesia berada pada peringkat ketigabelas setelah Vietnam (Mendikbud 2002). Suatu hal yang sangat mengharukan karenanya untuk bisa bersaing dengan dunia lain, maka peningkatan mutu sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama.

Tujuan pendidikan adalah menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak didik mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal, sehingga ia dapat mewujudkan dirinya dan brfungsi sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pribadinya dan kebutuhan masyarakat ( Utami Mundar ).

Pada era reformasi sekarang pendidikan dituntut menghasilkan lulusan :

1. Demokratis dan bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat dan bangsa.

2. Kuat berkarakter, mempunyai komitmen tinggi untuk menegakkan hukum dan keadilan.

3. Siap hidup dalam masyarakat pluralitas.

4. Mampu bersaing secara sehat dengan masyarakat, bangsa dan negara lain ( Sunarto ).

Salah satu arah kebijakan pembangunan pendidikan adalah mengembangkan kualitas sumber daya manusia sedini mungkin melalui berbagai upaya proaktif dan reaktif agar generasi muda dapat berkembang secara optimal sebagai manusia Indonesia seutuhnya yakni Aspek Moral, Akhlaq, Budi Pekerti, Pengetahuan, Ketrampilan, Seni, Olahraga, dan Perilaku.

Pengembangan aspek-aspek tersebut bermuara pada peningkatan dan pengembangan kecakapan hidup yang diwujudkan melalui pencapaian kompetensi peserta didik untuk bertahan hidup, menyesuaikan diri dan berhasil dimasa datang.

Perlu disadari bahwa manusia dilahirkan unik dengan segala keberagaman dan kecepatannya.

II. BAKAT

Bakat adalah kemampuan yang merupakan sesuatu yang melekat dalam diri seseorang. Bakat dibawa sejak lahir dan terkait dengan struktur otaknya. Secara genetik struktur otak telah terbentuk sejak lahir, tetapi berfungsinya otak sangat ditentukan oleh cara berinteraksi dengan lingkungannya.

Kartini, Kartono dan Dali Gulo mengartikan bakat sebagai kapasitas untuk siap belajar dan menerima satu tinggkat keterampilan tinggi pada beberapa bidang khusus, seperti musik, matematika. Kemampuan untuk belajar cepat dan mencapai prestasi dalam bidang tertentu.

Conny Semiawan mengartikan bakat sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih.

Sutratinah Tirtonegoro mengartikan bakat sebagai pembawaan yang unggul yang dimiliki oleh anak super normal. Pembawaan yaitu kecakapan khusus yang dimiliki orang pada umumnya baik sub normal, normal maupun super normal.

Bingham mengartikan bakat sebagai suatu potensi yang relatif berkesesuaian dengan seseorang yang merupakan aspek esensial dalam kesediaannya untuk mendapatkan kecakapan. Potensi-potensi yang dimiliki oleh seseorang tidak sama kuatnya.

Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan atau ketrampilan umum maupun khusus tetapi perlu latihan, pengetahuan, dan pengalaman. Potensi yang dimiliki seseorang tersebut tidak sama kuatnya.

Setiap orang mempunyai bakat dan kemampuan yang berbeda- beda. Perbedaan tersebut tergantung dari beberapa faktor yang mempengaruhinya. Menurut Guilford faktor faktor yang terkandung dalam bakat :

1. Dimensi Perseptual

a. Kepekaan Indra

b. Perhatian

c. Orientasi Ruang

d. Orientasi Waktu

e. Kecepatan Persepsi

2. Dimensi Psikomotor

a. Kekuatan

b. Impuls

c. Kecepatan Gerak

d. Ketelitian / Ketepatan

e. Koordinasi

f. Keluwesan

3. Dimensi Intelektual

a. Ingatan

Mengetahui Substansi

Mengenai Relasi

Mengenai Sistem

b. Pengenalan

Keseluruhan Informasi

Gabungan / Kelas

Hubungan

Bentuk / Sruktur

Kesimpulan

c. Evaluatif

Identitas

Relasi- Relasi

Sistem

Penting tidaknya problem yang dihadapi

d. Berfikir Konvergen

Untuk menghasilkan unit

Untuk pengalihan kelas-kelas secara spontan

Untuk menghasilkan sistem

Untuk menyusun bagian-bagian menjadi garis besar/kerangka.

e. Berfikir Divergen

Untuk menghasilkan nama-nama

Untuk menghasilkan hubungan-hubungan

Untuk menghasilkan sistem-sistem

Untuk menghasilkan transpormasi

Untuk menghasilkan implikasi-implikasi yang unik

Variasi bakat timbul karena variasi dalam kombinasi korelasi dan intensitas faktor-faktor tersebut, sehingga setiap orang mempunyai bakat dan kemampauan yang berbeda-beda, karenanya membutuhkan pendidikan yang berbeda-beda pula. Pendidikan bertanggungjawab untuk memandu (mengidentifikasi dan membina) serta memupuk (mengembangkan dan meningkatkan) bakat tersebut siapapun orangnya tanpa memandang status sosial yang melatar belakanginya.

Memperhatikan perbedaan-perbedaan antar anak didik serta mengusahakan pemenuhan kebutuhan pendidikannya adalah tugas mulia seorang guru.

III. KREATIVITAS

1. APAKAH KREATIVITAS ITU ?Harus diakui bahwa memang sukar untuk menentukan satu definisi yang operasional dari kreativitas, karena kreativitas merupakan konsep yang majemuk dan multi dimensional. Kreativitas sering disebut berfikir kreatif atau berfikir inovatif. Bila dikaitkan dengan kemampuan seseorang biasanya disebut dengan daya cipta atau kemampuan seseorang untuk mencari berbagai alternatif baik dalam bentuk pemikiran, pendekatan ataupun aktivitas. Sehingga dapat dikatakan seolah-olah orang itu tidak pernah kehilangan akal dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

Bill Moyers mengartikan kreativitas adalah menemukan hal-hal yang luar biasa dibalik hal-hal yang biasa.

Conny Semiawan mengartikan kreativitas adalah kemampuan untuk memberikan gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. Kemampuan untuk menciptakan produk baru; tidak perlu seluruhnya produk baru, gabungan/kombinasi dengan unsur yang telah ada.

Lembaga Administrasi Negara mengartikan kemampuan bergelut dengan imajinasi dan kemungkinan-kemungkinan yang melahirkan hubungan-hubungan serta temuan-temuan baru yang bermakna tinggi dengan berinteraksi pada gagasan-gagasan orang maupun lingkungan hidup. Aktivitas yang dinamis yang melibatkan proses mental, baik secara sadar maupun di bawah sadar. Kemampuan untuk melahirkan sesuatu yang baru .

Suharman mengartikan kreativitas adalah suatu akivitas yang melibatkan terutama kemampuan berfikir untuk menemukan dan menghasilkan gagasan baru atau pendekatan baru yang berguna bagi pemecahan masalah atau lingkungan.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kreativitas mempunyai komponen-komponen :

a. Aktifitas berfikir

Melibatkan proses berfikir di dalam diri seseorang : persepsi, atensi, ingatan, imageri, konsep.

b. Menemukan / menciptakan

Proses berfikir / kognitif ditujukan untuk menemukan sesuatu atau menciptakan hal-hal baru.

c. Baru

Harus mempunyai aspek kebaharuan dalam satu atau beberapa hal artinya tidak semua hal baru namun dapat kombinasi dari yang telah ada tetapi menghasilakn daya guna baru.

d. Berguna / bernilai

Harus memiliki kegunaan tertentu.

Lebih enak

Lebih mudah

Lebih menarik, dan lain-lain

2. MENGAPA HARUS KREATIF ?

Indonesia sebagai warga dunia tidak dapat menolak kenyataan dunia menjadi global. Abad XXI adalah satu era dimana gelombang globalisasi semakin mewarnai tata budaya, tata ekonomi, tata hukum, maupun tata politik dari setiap negara maupun bangsa. Persaingan yang bersifat regional dan global semakin kuat, tirai pembatas antar negara semakin tipis.

Di sisi lain ledakan penduduk Indonesia yang demikian hebat merupakan problema tersendiri dalam kehidupan. Jumlah penduduk semakin banyak, kebutuhan akan tersedianya sandang, pangan dan papan meningkat, persaingan dalam dunia kerja semakin ketat, belum lagi semakin menipisnya sumber daya alam. Kondisi yang demikian merupakan suatu paradigma bagi kita bagaimana mampu menyongsong persaingan global, menyikapi dampak kepadatan penduduk dan mengatasi kelangkaan sumber daya alam.

Wardiman Djoyonegoro menengarai dalam mengantisipasi era globalisasi yang sarat dengan persaingan bahwa agar bangsa Indonesia jaya dan unggul dalam percaturan internasional, maka dunia pendidikan kita harus menghasilkan lulusan yang memiliki 4 (empat) kompetensi yaitu : (1) kompetensi akademik (2) kompetensi profesional (3) kompetensi nilai dan sikap (4) kompetensi untuk menghadapi perubahan.

Didunia ini tidak ada yang abadi kecuali perubahan.

If you dont change, you die.

If you dont learn, you die.

Hidup berarti menghadapi masalah dan memecahkan masalah berarti tumbuh dan berkembang secara intelektual (JP. Guilford)

Mengapa kreatifitas perlu dipupuk sejak dini dalam diri anak didik ?

a. Dengan berkreasi oang dapat mewuju