BAKAT KHUSUS

download BAKAT KHUSUS

of 30

  • date post

    19-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.250
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of BAKAT KHUSUS

MAKALAH PERKEMBANGAN BAKAT KHUSUSDisusun guna memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Perkembangan

Disusun Oleh : 1. Lutfia Prastiana 2. Mokhamad Syahroni 3. Sutejo 4. Taryono 5. M. Dzul Fahmi ( 0610055712 ) ( 0610056711 ) ( 0610057611 ) ( 0610053411 ) ( 0610057811 )

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PEKALONGAN 2011

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................... DAFTAR ISI ...................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1.1. Latar Belakang Masalah ................................................................. 1.2. Rumusan Masalah ......................................................................... 1.3. Tujuan Penulisan ............................................................................ BAB II PEMBAHASAN .................................................................................. 2.1. Perkembangan Bakat ..................................................................... 2.1.1. Pengertian Bakat ................................................................. 2.1.2. Jenis Bakat .......................................................................... 2.1.3. Karakteristik Anak Berbakat ............................................... 2.1.4. Perbedaan Individual dalam Bakat ...................................... 2.2. Perkembangan Bakat Khusus ....................................................... 2.2.1. Pengertian Bakat Khusus .................................................... 2.2.2. Jenis Bakat Khusus ............................................................. 2.2.3. Hubungan antara Bakat dan Prestasi ................................... 2.2.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi Perkembangan Bakat Khusus ................................................................................ 2.2.5. Perbedaan Individu dalam Bakat Khusus ........................... 2.2.6. Upaya Pengembangan Bakat Khusus Remaja dan Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan ................................... 2.3. Peranan Keluarga dalam Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak ............................................................................................. 2.3.1. Karakteristik Keluarga yang kreatif .................................... 2.3.2. Hubungan antara Latar Belakang Keluarga dan Kinerja Anak ....................................................................... 2.3.3. Orang Tua sebagai Pendukung Program Anak Berbakat .... 2.4. Peranan Sekolah dalam dalam Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak ............................................................................

2.4.1. Karakteristik Guru Anak Berbakat ..................................... 2.4.2. Persiapan Guru Anak Berbakat ........................................... 2.4.3. Membangkitkan Bakat di Sekolah ...................................... 2.5. Peranan Masyarakat dalam Mengambangkan Bakat .................... 2.5.1. Bentuk Kerjasama dengan Masyarakat ............................... 2.5.2. Memanfaatkan sumber dalam Masyarakat .......................... 2.5.3. Peran serta Masyarakat di Indonesia ................................... BAB III PENUTUP ........................................................................................... 3.1. Kesimpulan ................................................................................... 3.2. Saran ............................................................................................ DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Paradigma tentang bakat sudah saatnya dirombak. Menyedihkan, tatkala,seseorang terdiskreditkan karena alasan tidak berbakat. Kesempatan untuk mencoba pun lenyap, yang tertinggal hanya pemahfuman terpaksa dan menyerah pada nasib, dan tidak mau berusaha. Bisa berkembang, syukur, tidak pun tak apa, toh memang tidak berbakat. Aduh, kasihan betul. Dalam hal ini bakat dibedakan dari spesialisasi, termasuk yang berkaitan dengan pemosisian yang berlaku dalam dunia kerja pada umumnya. Contoh konkret tersebut tak terkecuali juga melanda dunia pendidikan. Berapa persen siswa suatu sekolah punya kesempatan mengeksplorasi bakatbakatnya? Paling-paling tak lebih dari 10 hingga 25 persen, selebihnya dipendam atau mengembangkan dengan cara sendiri yang belum tentu terarah dengan baik, hingga manfaatnya jugatidak terasa. Definisi bakat yang ditegakkan dalam koridor gugus utama umumnya mengacu pada dua pemahaman. Bakat adalah bawaan, given from God, dan bakat adalah sesuatu yang dilatih. Sebelum memahami beberapa definisi dan pendekatan bakat yang juga diungkapkan beberapa ahli, ada baiknya kita yakini satu hal: yakin dan percayalah bahwa setiap insan di muka bumi ini telah memiliki bakat berupa anugerah cuma-cuma dari Sang Maha Kuasa. Kita mengenal "Empat Karunia Ilahi" (4 Human Endowment), atau bakat alami, yakni kesadaran diri (self awareness), imajinasi (creative imagination) , hati nurani (conscience), dan kehendak bebas (independent will). Tanggung jawab utama manusia sebagai penerima mandat itu adalah memberdayakan keempat bakat alami atau talenta atau karunia tersebut secara maksimal dan optimal, agar berguna bagi limgkungan sosial. Beberapa istilah kerap dipakai ketika berbicara bakat secara spesifik, antara lain aptitude, talent/talenta, intelligence/inteligensi/kecerdasan,

gifted/giftedness, dan sebagainya. Pada dasarnya istilah-istilah tersebut membawa makna bakat yang berkembang sesuai kebutuhan dan kepentingan. Namun sama-sama mengandung unsur bakat bawaan dan latihan. Misalnya yang dikemukakan Renzulli (1981), bakat merupakan gabungan dari tiga unsur esensial yang sama pentingnya dalam menentukan keberbakatan seseorang, yakni kecerdasan kreatifitas dan tanggung jawab. Kecerdasan, beserta aspek-aspeknya dapat diukur dengan peranti atautes psikologi, termasuk kemampuan intelektual umum dan taraf inteligensi. Aspek-aspek kemampuan intelektual, antara lain mencakup logika abstrak, kemampuan verbal, pengertian sosial, kemampuan numerik, kemampuan dasar teknik dan daya ingat/ memori. Kreativitas, menurut Guilford (1956), dapat dinilai dari ciri-ciri aptitude seperti kelancaran, fleksibilitas dan orisinalitas, maupun ciri-ciri non-aptitude, antara lain temperamen, motivasi, serta komitmen menyelesaikan tugas dengan baik dan cermat. Dalam hal ini bakat merupakan interseksi dari faktor bawaan dan pengaruh lingkungan. Jadi apabila seseorang terlahir dengan suatu bakat khusus, jika dididik dan dilatih, bakat tersebut dapat berkembang dan dimanfaatkan secara optimal. Sebaliknya jika dibiarkan saja tanpa pengarahan dan penguatan, bakat itu akan mati dan tak berguna. Bakat adalah penggalian terus- menerus dan pemanfaatan seluruh kapasitas otak secara bertanggung jawab untuk mewujudnyatakan berbagai hal yang tidak itu-itu saja, atau sesuatu yang sudah telanjur dicap sebagai bakat yang terbatas dan tidak mau berusaha.

1.2 Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud Bakat dan Bakat Khusus? 2. Apa yang dimakud perkembangan Bakat Khusus? 3. Adakah Peran Keluarga dalam Pengembangan Bakat Khusus? 4. Adakah Peran Sekolah dalam Pengembangan Bakat Khusus? 5. Adakah Peran Masyarakat dalam Pengembangan Bakat Khusus?

1.3 Tujuan Penulisan Tujuan dari Penulisan makalah ini adalah : 1.3.1. Untuk mengetahui bakat dan bakat khusus secara mendalam, ciri-ciri, jenis bakat khusus, hubungan antara bakat khusus dengan prestasi, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus dan perbedaan individual dalam bakat khusus. Diharapkan dengan mengetahui bakat khusus secara mendalam maka, individu yang memiliki bakat khusus akan mampu berprestasi secara optimal baik didalam keluarga, lingkungan, maupun di sekolah. Dengan

memberikan dukungan secara maksimal kepada individu untuk mengembangkan bakat khusus tersebut. 1.3.2. Untuk mengetahui apakah ada peran dari Keluarga, Sekolah, dan masyarakat dalam perkembangan bakat khusus.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Perkembangan Bakat Pada akhir masa remaja anak sudah banyak memikirkan tentang apa yang ingin ia lalukan dan apa yang mampu ia lakukan. Dengan pengenalan bakat yang dimilikinya dan upaya pengembangannya dapat membantu remaja untuk dapat menentukan pilihan yang tepat dan menyiapkan dirinya untuk dapat mencapai tujuan-tujuannya. 2.1.1 Pengertian Bakat Bakat (aptitude) biasanya diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih (Semiawan, dkk, 1984:1). Tes bakat adalah tes yang mengukur prestasi atau kapasitas yang dapat dicapai seseorang dimasa depan, sedangkan tes prestasi yaitu tes yang mengukur kemampuan untuk berprestasi saat ini (Chaplin, 1989:35). Wijaya (1988:66) menyatakan bahwa bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang memungkinkannya dengan suatu latihan khusus mencapai suatu kecakapan, pengetahuan, dan keterampilan khusus, misalnya: berupa kemampuan berbahasa, kemampuan bermain musik, dan lain sebagainya. Dalam hal ini seseorang yang berbakat musik, misalnya, dengan latihan yang sama dengan orang lain yang tidak berbakat musik, akan lebih cepat menguasai keterampilan musik tersebut. Kemampuan adalah daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan dapat dilakukan sekarang, sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan dimasa yang akan datang. Kapasitas dapat digunakan sebagai sinonim untuk kemampuan dan biasanya diartikan sebagai kemampuan yang dapat dikembangkan

sepenuhnya dimasa mendatang apabila latihan dilakukan secara optimal. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa bakat adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk m