Makalah Pembuatan Semen Pemicu

download Makalah Pembuatan Semen Pemicu

of 107

  • date post

    10-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    73
  • download

    13

Embed Size (px)

description

pembuatan semen

Transcript of Makalah Pembuatan Semen Pemicu

MAKALAH ALAT INDUSTRI KIMIA

ALAT INDUTRI KIMIA PADA PABRIK SEMEN PORTLAND

Disusun oleh:

1. Ockiladia Kusuma P (2013430058)

2. Kukuh Prasetyo

(2015437008)3. Melati Miftahul J

(2013430057)4. Annisya Nurul Latif (2015437013)

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

JURUSAN TEKNIK KIMIA2015DAFTAR ISICover

i

Daftar Isi

ii

Bab I Pendahuluan

1.1. Latar belakang

31.2. Rumusan masalah

3

1.3. Tujuan penulisan

3Bab II Tinjauan PustakaDefinisi semen

4Sejarah semen

5Manfaat dan penggunaan semen

5Komposisi bahan baku

7Jenis- jenis semen

11Proses pembuatan semen portland

18Spesifikasi alat alat yang digunakan dalam proses pembuatan semen Portland

29 Reaksi-reaksi Pembuatan Semen 99Jenis pembuatan semen 100Bab III Penutup3.1. Kesimpulan

283.2. Saran

28Daftar Pustaka 104BAB I

PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Masalah

Sebuah pabrik semen Nusantara yang memproduksi semen portland sedang mengalami masalah yaitu ukuran semen yang keluar lebih dari 200 mesh. Carilah solusi dengan menganalisa kemungkinan penyebabnya! Alat-alat apa saja yang ada di pabrik semen dengan macam-macam jenis serta cara kerjanya perlu dipelajari dalam menganalisanya.1.2 Rumusan masalah

Berdasarkan pokok permasalahan tersebut, maka dapat dirumuskan berbagai macam permasalahan diantaranya:

1. Pengertian semen portland dan jenisnya2. Proses pembuatan semen portland dengan cara kering3. Alat-alat proses serta cara kerjanya4. Reaksi pada proses pembuatan semen dengan cara kering5. Masalah pada pemicu I dan solusi yang harus diambil1.3 Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:

1. Mengetahui jenis-jenis semen

2. Memahami proses pembuatan semen

3. Memahami perbedaan proses kering dan proses basah dalam pembuatan semen

4. Mengetahui bahan yang digunakan dalam pembuatan semen

5. Mengetahui fungsi dari alat yang digunakan dalam pembuatan semen

6. Mengetahui hal-hal yang dapat mempengaruhi kualitas produk

7. Dapat mengetahui dan memahami cara untuk mengatasi masalah pada produkBAB II

TINJAUAN PUSTAKA2.1Definisi SemenSemen adalah suatu campuran senyawa kimia yang bersifat hidrolis, artinya jika dicampur dalam air dalam jumlah tertentu akan mengikat bahan-bahan lain menjadi satu kesatuan massa yang dapat memadat dan mengeras. Secara umum semen dapat didefinisikan sebagai bahan perekat yang dapat merekatkan bagian-bagian benda padat menjadi bentuk yang kuat kompak dan keras.

Semen adalah hasil industri dari paduan bahan baku : batu kapur/gamping sebagai bahan utama dan lempung / tanah liat atau bahan pengganti lainnya dengan hasil akhir berupa padatan berbentuk bubuk/bulk, tanpa memandang proses pembuatannya, yang mengeras atau membatu pada pencampuran dengan air.Batu kapur/gamping adalah bahan alam yang mengandung senyawa Calcium Oksida (CaO), sedangkan lempung/tanah liat adalah bahan alam yang mengandung senyawa: Silika Oksida (SiO2), Alumunium Oksida (Al2O3), Besi Oksida (Fe2O3 ) dan Magnesium Oksida (MgO). Untuk menghasilkan semen, bahan baku tersebut dibakar sampai meleleh, sebagian untuk membentuk clinkernya, yang kemudian dihancurkan dan ditambah dengan gips (gypsum) dalam jumlah yang sesuai. Hasil akhir dari proses produksi dikemas dalam kantong/zak dengan berat rata-rata 40 kg atau 50 kg.

Semakin baik mutu semen maka semakin lama mengeras atau membatunya jika dicampur dengan air, dengan angka-angka hidrolitas yang dapat dihitung dengan rumus :

(% SiO2 + % Al2O3 + Fe2O3) : (%CaO + %MgO)

Angka hidrolitas ini berkisar antara 1/2 (keras sekali). Namun demikian dalam industri semen angka hidrolita sini harus dijaga secara teliti untuk mendapatkan mutu yang baik dan tetap, yaitu antara 1/1,9 dan 1/2,15.2.2 Sejarah Semen

Kata semen sendiri berasal dari caementum (bahasa Latin), yang artinya kira-kira "memotong menjadi bagian-bagian kecil tak beraturan". Penggunaan sejenis semen untuk mengikat batuan dan kerikil telah dipraktekkan sejak zaman kuno. Bangsa Assyria dan Babylonia menggunakan tanah liat untuk tujuan itu. Mungkin api ditemukan untuk mengubah batu kapur menjadi gamping, yang menjadi panas waktu dicampur dengan air dan menjadi kaku secara lambat.

Orang-orang Mesir memakainya pada Colloseum, jaringan-jaringan aquaduct dan struktur-struktur lainnya.

Penggunaan semen Pozzolanic yang pertama dibuat dari campuran kapur dan abu gunung berapi, yang ternyata lebih kuat ikatannya daripada kapur saja. Beton dipakai sebagai material pengisi dalam dinding yang sebelah luarnya pasangan batu atau bata.

Meskipun penggunaan material semen cukup dini, namun hanya sedikit yang diketahui tentang susunan kimiawi, dan tidak ada perkembangan yang berarti sampai tahun 1756. Pada tahun itu, John Smeaton yang ditugaskan membangun sebuah mercusuar di Selat Inggris menemukan suatu campuran kapur dan tanah liat, yang akan mengeras bila dibakar. Penemuan ini memacu penyempurnaan semen dan struktur pasangan bata.

Pada tahun 1824, Joseph Aspdin mengajukan hak paten di Inggris untuk pembuatan semen dengan memanaskan campuran kapur dan tanah liat dan menggiling hasilnya menjadi bubuk halus. Disebutnya bubuk ini sebagai semen Portland, karena menghasilkan beton yang berwarna abu-abu yang menyerupai batuan dari Pulau Portland di Inggris.2.3 Manfaat dan Penggunaan Semen

Semen merupakan salah satu komoditi strategis karena peranannya yang sangat vital sebagai komponen penunjang dalam pembangunan fisik dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat banyak dalam hal pembangunan. Semen dapat dimanfaatkan pada sector :

-Bahan bangunan setengah jadi, berupa :a. Mortar

MU adalah mortar (adukan semen) siap pakai berkualitas tinggi yang diciptakan untuk mempermudah pekerjaan bangunan, tidak perlu ditambah pasir lagi cukup dicampur air saja.

Keunggulan mortar :

1. Hasil bangunan berkualitas tinggi, karena MU terbuat dari bahan baku berkualitas dan teknologi komputerisasi Jerman.

2. Praktis, karena tidak perlu membeli pasir dan semen secara terpisah

3. Efisiensi waktu, karena tidak perlu mengayak pasir, menakar serta mencampur semen dan pasir, serta jeda waktu antar proses (pasang bata plester aci cat) yang lebih singkat, yang berakibat juga ke efisiensi biaya.

b. Beton

Dalam konstruksi, beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland, yang terdiri dari agregat mineral (biasanya kerikil dan pasir), semen dan air. Biasanya dipercayai bahwa beton mengering setelah pencampuran dan peletakan. Sebenarnya, beton tidak menjadi padat karena air menguap, tetapi semen berhidrasi, mengelem komponen lainnya bersama dan akhirnya membentuk material seperti-batu. Beton digunakan untuk membuat perkerasan jalan, struktur bangunan, fondasi, jalan, jembatan penyeberangan, struktur parkiran, dasar untuk pagar/gerbang, dan semen dalam bata atau tembok blok. Nama lama untuk beton adalah batu cair. Dalam perkembangannya banyak ditemukan beton baru hasil modifikasi, seperti beton ringan, beton semprot (eng: shotcrete), beton fiber, beton berkekuatan tinggi, beton berkekuatan sangat tinggi, beton mampat sendiri.-Bahan bangunan, berupa :

a. Eternity

Eternit merupakan produk bahan bangunan dibuat dari campuran semen dengan tepung batu gamping atau asbes yang digunakan sebagai langit-langit rumah. Eternit dikenal juga dengan sebutan plasterboard. Eternit dapat dicetak sesuai dengan motif yang dibuat, sehingga akan tampak lebih menarik. Sebagai langit-langit rumah selain eternit/asbes, juga digunakan gipsum dan triplek. Dibandingkan dengan gipsum dan triplek, harga eternit/asbes jauh lebih murah sehingga banyak digunakan terutama untuk perumahan sederhana, sedangkan gipsum dan triplek lebih banyak digunakan pada perumahan mewah.

Proses pembuatan eternit relatif mudah untuk dilakukan dan tidak memerlukan persyaratan khusus lokasi. Tenaga kerja yang dibutuhkanpun tidak memerlukan spesifikasi/keahlian khusus. Karena itu usaha pembuatan eternit hampir merata dapat dilakukan di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sumber bahan baku batu gamping/asbes.

a. Tegel

b. Pipa beton

2.4Komposisi Bahan Baku

Sesuai dengan fungsinya bahan mentah pembuatan semen dibagi atas tiga kelompok yaitu:

1. Bahan mentah utama (Raw Material)

Semen sebagian besar tersusun dari batu gamping dan batu lempung.Kedua bahan ini memegang peranan yang sangat penting karena pada bahan ini mineral calcareous (CaCO3>75%) dan mineral argillaceaus (CaCO3 88%). Adapun komposisi batu kapur secara umum ditunjukkan pada tabel dibawah ini:

Tabel 2.1 Komposisi Batu Kapur pada Pembuatan Semen Portland% CaO%SiO2%Al2O3%Fe2O3%MgO%SO3

49 561,5 50,6 1,20,2 0,51,58 20,5

Sifat fisik batu kapur: berbentuk padat berwarna putih dengan kadar air 7-10%, bulk density1,3 ton/m3, spesifik gravity 2,49, kandungan CaO 47-56%, kuat tekan31,6 N/mm2, silika ratio2,6 dan alumina ratio2,57.b. Tanah Liat/Clay (Al2SiO7.xH2O)Semua jenis tanah liat adalah hasil pelapukan kimia yang disebabkan adanya pengaruh air dan gas CO2dari batuan adesit, granit dan treakti. Batu -batuan ini menjadi bagian yang halus, tidak larut dalam air dan mengendap berlapis-lapis, lapisan ini tertimbun tidak beraturan. Tanah liat bercampur dengan material lain antara lain Besi Oksida, Kalium Oksida, Natrium Oksida, Phosphor Oksida dan bahan Organik. Sifat dari tanah liat bila dipanaskan atau dibakar akan memampat dan menjadi keras.Adapun komposisi tanah liat yang digunakan secara umum ditunjukkan pada t