Lapkas hipertensi Lapkas hipertensi

download Lapkas hipertensi Lapkas hipertensi

of 22

  • date post

    18-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    64
  • download

    9

Embed Size (px)

description

Lapkas hipertensi Lapkas hipertensi Lapkas hipertensi

Transcript of Lapkas hipertensi Lapkas hipertensi

LAPORAN KASUS

LAPORAN KASUSCharlene Janice / 1305003337

1. IDENTITASNama : Ny. SUmur: 62 tahunJenis kelamin: PerempuanNo rekam medis: 17***Agama: IslamAlamat: BakungStatus Pernikahan: MenikahPekerjaan: Ibu rumah tanggaPuskesmas: BalarajaBerat badan: 55 kgTinggi badan:157 centimeter

2. ANAMNESISDilakukan secara autoanamnesis, pada hari Selasa di Puskesmas Balaraja

a. Keluhan UtamaPasien ingin kontrol tekanan darah.

b. Keluhan TambahanPasien merasa kebas di kedua kaki di bagian betis sampai telapak kaki bagian dalam.

c. Riwayat Penyakit SekarangPasien datang ingin mengontrol tekanan darah, selain itu pasien juga mengeluhkan kebas di kedua kaki bagian betis sampai ke bagian dalam telapak kaki sejak 6 bulan yang lalu dan muncul terlebih dahulu sebelum rasa yang sama di jari-jari tangan yang baru muncul 3 minggu yang lalu. Pasien mengaku telah berusaha untuk mengurangi kebas yang dirasakan dengan cara mengompres dengan air hangat dan memijat bagian yang kebas dengan minyak. Tidak ada faktor spesifik yang memperburuk kebas pasien. Pada 3 minggu yang lalu, pasien pertama kali melakukan pengecekan kolesterol yang menunjukkan nilai 315 mg/dl serta tekanan darah 150/90 mmHg.

Pasien juga mengeluhkan sakit di seluruh kepala seperti diikat sejak 1 bulan yang lalu dan tidak menyebar. Nyeri bertambah berat saat beraktivitas atau sedang dalam keadaan emosional, menghilang saat tidak sedang melakukan apa-apa, terutama saat tidur. Saat sakit kepala kambuh, ia minum panadol untuk meredakan sakit kepalanya dan memberikan efek. Tidak ada trauma kepala. Dari sakala 0-10, sakitnya ada di angka 5.

Pasien mengalami dislipidemia. Tidak ada penurunan penglihatan. Tidak ada kesusahan dari jari-jari pasien dalam membuka kancing, mengangkat gelas, maupun aktivitas lain. Tidak ada muntah dan mual. Ia menyanggah adanya kesulitan tidur di malam hari dikarenakan keinginan buang air kecil dengan frekuensi yang sering, buang air besar dan kecil pasien juga lancar. Tidak ada penurunan berat badan drastis. Tidak ada bengkak di kaki. Pasien sedang dalam pengobatan captopril 25 mg/hari dan statin 5 mg/hari.

d. Riwayat Penyakit DahuluPasien tidak memiliki riwayat penyakit diabetes melitus, operasi, trauma kepala, sakit jantung, stroke, ginjal.

e. Riwayat Penyakit Keluarga Anak pasien memiliki tekanan darah tinggi, ayah pasien meninggal karena stroke, ayah pasien memiliki riwayat penyakit jantung, keluarga pasien tidak memiliki riwayat penyakit dibetes melitus dan sakit ginjal.

f. Riwayat AlergiPasien tidak memiliki riwayat alergi.

g. Informasi LainnyaPasien sudah menopause, memiliki kebiasaan meminum kopi hitam sebanyak 1 gelas setiap pagi, tidak merokok dan minum beralkohol, pasien tidak suka berolahraga.

3. Reaksi PasienFeelings: Pasien terkadang merasa sakit kepalaInsight: Pasien menduga bahwa tekanan darahnya meningkatFunctions: Aktivitas pasien sedikit tergangguExpectations: Ingin pemeriksaan kolesterol dan tekanan darahnya dalam batas nilai normal.

a. PEMERIKSAAN FISIKb. Tanda vitalKesadaran: Compos mentisTekanan darah: 150/90 mmHgHeart rate: 87 kali/menit, simetris, isi penuh, dan kuat angkatRespiratory rate: 17 kali/menitSuhu tubuh: 36.5 oC

c. KulitNormal, berwarna sawo matang, tidak sianotik, tidak ikterik, tidak edema, elastisitas dan turgor normal.

d. Kepala dan wajah-Rambut: tersebar merata, rambut terlihat ubanan, kuat, tebal, tidak mudah rontok, sedikit kering-Kulit: kulit normal, tidak ada lesi, tidak ada kemerahan/rash, tidak ada scar, tidak ada massa, tidak ada deformitas, tidak sianotik, tidak ikterik, tidak edema-Fungsi: Pergerakan normal tanpa adanya keterbatasan range of motion

e. MataKonjungtiva tidak anemis, tidak ada ptosis, sclera tidak ikterik, tidak ada scar, tidak ada rash, mata tidak cekung, pupil bulat, isokor, diameter 3mm/3mm, refleks pupil langsung dan tidak langsung normal untuk keduanya, jarak antar kedua mata simetris, pergerakan mata normal, tidak ada keterbatasan lapang pandang, air mata normal, mata tidak cekung.

f. HidungBentuk dan ukuran normal, tidak ada deviasi, septum nasal normal dan berada di tengah, mukosa normal, tidak ada perdarahan, tidak ada pus, tidak ada deformitas. Tidak ada nyeri tekan pada sinus

g. TelingaBentuk dan ukuran normal, simetris, tidak ada pus, tidak ada perdarahan, tidak ada perbesaran kelenjar getah bening auricular, tidak ada deformitas, rongga telinga normal, terdapat serumen, tidak ada nyeri tekan

h. Gigi dan mulut-Bibir simetris, merah, dan lembab.-Gigi utuh, agak kuning, bukan gigi palsu.-Mukosa mulut normal, tidak ada ulkus, tidak ada nodul.-Lidah normal, bersih, gerakan normal, tidak ada deviasi, tidak atrofi.-Palatum normal, tidak ada celah langit-langit.-Faring normal, tidak hiperemis, uvula intak di tengah.-Tonsil normal, T1/T1

i. Leher-Leher normal, tidak ada perbesaran tiroid, trakea intak di tengah, tidak ada deviasi.-Tidak ada perbesaran kelenjar getah bening leher dan supraklavikular, tidak ada perbesaran kelenjar parotis.

j. Thorax-JantungInspeksi: Ictus cordis tidak terlihatPalpasi: Ictus cordis teraba di ICS V linea midclavicula sinistraPerkusi: Batas jantung normal-->batas atas di ICS III linea sternalis dextra, batas kiri di ICS V linea midclavicula sinistra, dan batas kanan di IVS IV linea sternalis dextraAuskultasi: S1 S2 regular, tidak ada murmur, tidak ada gallop-Paru-paruInspeksi: Gerakan nafas simetris tanpa adanya bagian tertinggal, tidak terlihat Barrel chest, tidak Pectus excavatum, tidak Pectus carinatum, tidak ada massa, tidak ada lesi, tidak ada rash, tidak ada scar, tidak terdapat retraksi interkostal, tidak ada retraksi supraklavikular, pernapasan abdominothoracalis, tidak ada penggunaan otot pernapasan abdomen.Palpasi: Tactile vocal fremitus normal, simetris di kedua lapang paru.Perkusi: Suara sonor di semua lapang paru, batas paru hati normal, peranjakan di ICS V.Auskultasi: Bunyi napas normal, tidak ada wheezing, tidak ada ronchi.k. AbdomenInspeksi: Abdomen normal, cembung, tidak ada distensi, tidak ada lesi, tidak ada striae, tidak ada massa, tidak ada caput medusae, tidak ada spider navie.Auskultasi: Bising usus normal, tidak ada bruit aorta abdominalis, tidak ada bruit arteri renalis.Perkusi: Timpani di seluruh abdomen, CVA negatif.Palpasi: Tidak ada distensi, tidak ada massa, nyeri tekan di bagian epigastric, ballotement normal, tidak ada hepatomegali, tidak splenomegali.a. EkstremitasAkral hangat, simetris, tidak ada tremor, tidak pucat, tidak sianotik, tidak ikterik, tidak ada petechiae, tidak ada deformitas, tidak ada edema, CRT di bawah 2 detik, fungsi sensoris dan motoris normal, kuku normal.

b. PEMERIKSAAN LABORATORIUMPemeriksaan kolesterol (LDL, VLDL, HDL, LpA) - dilampirkan

1. RESUME2. Pasien datang ingin mengontrol tekanan darah, selain itu pasien juga mengeluhkan kebas di kedua kaki bagian betis sampai ke bagian dalam telapak kaki sejak 6 bulan yang lalu dan muncul terlebih dahulu sebelum rasa yang sama di jari-jari tangan yang baru muncul 3 minggu yang lalu. Pasien mengaku telah berusaha untuk mengurangi kebas yang dirasakan dengan cara mengompres dengan air hangat dan memijat bagian yang kebas dengan minyak. Tidak ada faktor spesifik yang memperburuk kebas pasien. Pada 2 bulan yang lalu, pasien pertama kali melakukan pengecekan kolesterol yang menunjukkan nilai 315 mg/dl serta tekanan darah 150/90 mmHg. 3. Pasien juga mengeluhkan sakit di seluruh kepala seperti diikat sejak 1 bulan yang lalu dan tidak menyebar. Nyeri bertambah berat saat beraktivitas atau sedang dalam keadaan emosional, menghilang saat tidak sedang melakukan apa-apa, terutama saat tidur. Saat sakit kepala kambuh, ia minum panadol untuk meredakan sakit kepalanya dan memberikan efek. Tidak ada trauma kepala. Dari sakala 0-10, sakitnya ada di angka 5.4. Pasien mengalami dislipidemia. Tidak ada penurunan penglihatan. Tidak ada kesusahan dari jari-jari pasien dalam membuka kancing, mengangkat gelas, maupun aktivitas lain. Tidak ada muntah dan mual. Ia menyanggah adanya kesulitan tidur di malam hari dikarenakan keinginan buang air kecil dengan frekuensi yang sering, buang air besar dan kecil pasien juga lancar. Tidak ada penurunan berat badan drastis. Tidak ada bengkak di kaki. Pasien sedang dalam pengobatan captopril 25 mg/hari dan statin 5 mg/hari.5. Dari hasil pemeriksaan fisik, selain tekanan darah yang tinggi (150/90), sisanya didapat hasil yang normal.

6. DIAGNOSISDiagnosis : Hipertensi essentialDiagnosis Banding : Hipertensi sekunder

7. PENATALAKSANAANNon pharmacologic therapy:Modifikasi gaya hidup yaitu dengan cara mengurangi konsumsi garam, maksimal sebanyak 6 gram sehari disertai penambahan konsumsi natrium sampai 2500 mg per hari. Kebiasaan-kebiasaan seperti merokok, meminum kopi, minum minuman beralkohol juga harus dikurangi. Selain itu pasien dianjurkan untuk berolahraga dan mengurangi berat badan yaitu misalnya jalan pagi atau jogging selama kurang lebih tiga puluh menit setiap 3 kali seminggu. Diet pasien pun dijaga dengan mengurangi makanan-makanan berlemak, contohnya goreng-gorengan, minyak, dan sebagainya. Sementara itu tingkatkan konsumsi sayur-sayuran dan ikan untuk mencegah peningkatan tekanan darah lebih lanjut.

Pharmacologic therapy:Pasien diberikan obat kaptopril 25 mg 1 kali sehari satu jam sebelum makan.Pasien juga diberikan statin 5 mg per hari diminum setiap sore.

8. REVIEW HIPERTENSI1. EtiologiBerdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi 2 golongan, yaitu: hipertensi esensial atau hipertensi primer dan hipertensi sekunder atau hipertensi renal.1) Hipertensi esensial Hipertensi esensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya, disebut juga hipertensi idiopatik. Terdapat sekitar 95% kasus. Banyak faktor yang mempengaruhinya seperti genetik, lingkungan, hiperaktifitas sistem saraf simpatis, siste