konsep wilayah

of 27 /27
Kondisi Umum Kabupaten Sukabumi Kabupaten Sukabumi merupakan Kabupaten terluas di Jawa Barat dengan luas 4.128 Km (412.799,54 Ha), mempunyai potensi wilayah lahan kering yang luas, sebagian besar merupakan wilayah perkebunan, tegalan dan hutan. mempunyai iklim tropik dengan tipe iklim B (Oldeman) dengan curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2.805 mm dan hari hujan 144 hari. Suhu udara berkisar antara 20 – 30 derjat C dengan kelembaban udara 85 – 89 persen. Curah hujan antara 3.000 – 4.000 mm/tahun terdapat di daerah utara, sedangkan curah hujan ant4ra 2.000 – 3.000 mm/tahun terdapat dibagian tengah sampai selatan Kabupaten Sukabumi. Penduduk Kabupaten Sukabumi selama empat tahun terakhir terus meningkat. Tahun 2005 sekitar 2.224.993 Jiwa, tahun 2006 sekitar 2.278.836, tahun 2007 sekitar 2.291.003, tahun 2008 sekitar 2.376.620. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2005 sebesar 1,93%, tahun 2006 sebesar 1,67%, tahun 2007 sebesar 0,53%, tahun 2008 sebesar 1,66%. Tingkat kepadatan penduduk 579,39 orang per km persegi. Penduduk miskin Tahun 2005 berjumlah 746.857 jiwa (218.211 KK) atau 34,06% dari jumlah penduduk, tahun 2006 naik menjadi 813.742 jiwa (226.401 KK) atau 38% dari jumlah penduduk. Sementara tahun 2007 terjadi penurunan penduduk miskin menjadi

Embed Size (px)

Transcript of konsep wilayah

Kondisi Umum Kabupaten Sukabumi

Kabupaten Sukabumi merupakan Kabupaten terluas di Jawa Barat dengan luas 4.128 Km (412.799,54 Ha), mempunyai potensi wilayah lahan kering yang luas, sebagian besar merupakan wilayah perkebunan, tegalan dan hutan. mempunyai iklim tropik dengan tipe iklim B (Oldeman) dengan curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2.805 mm dan hari hujan 144 hari. Suhu udara berkisar antara 20 85 89 persen. Curah hujan antara 3.000 30 derjat C dengan kelembaban udara

4.000 mm/tahun terdapat di daerah utara,

sedangkan curah hujan ant4ra 2.000 selatan Kabupaten Sukabumi.

3.000 mm/tahun terdapat dibagian tengah sampai

Penduduk Kabupaten Sukabumi selama empat tahun terakhir terus meningkat. Tahun 2005 sekitar 2.224.993 Jiwa, tahun 2006 sekitar 2.278.836, tahun 2007 sekitar 2.291.003, tahun 2008 sekitar 2.376.620. Laju pertumbuhan penduduk tahun 2005 sebesar 1,93%, tahun 2006 sebesar 1,67%, tahun 2007 sebesar 0,53%, tahun 2008 sebesar 1,66%. Tingkat kepadatan penduduk 579,39 orang per km persegi. Penduduk miskin Tahun 2005 berjumlah 746.857 jiwa (218.211 KK) atau 34,06% dari jumlah penduduk, tahun 2006 naik menjadi 813.742 jiwa (226.401 KK) atau 38% dari jumlah penduduk. Sementara tahun 2007 terjadi penurunan penduduk miskin menjadi 619.919 jiwa (181.697 KK) atau 29% dari jumlah penduduk dan tahun 2008 menjadi 606.072 jiwa (177.638 KK) atau 28% dari jumlah penduduk (sumber KUA 2009) Kabupaten Sukabumi terdiri atas 47 kecamatan, meliputi 364 desa dan 3 kelurahan. Lembaga setingkat Dinas 17, Badan 8, serta Kantor 5. Dengan jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) 14.830, Tenaga Kontrak (TKK) 1.372 (sumber: Sukabumi dalam angka 2008).

Sektor atau lapangan usaha yang memiliki kontribusi terbesar terhadap PDRB adalah pertanian, rata-rata sebesar 38,72 %, diikuti oleh sektor industri pengolahan rata-rata sebesar 17,78 %, sektor perdagangan, hotel dan restoran rata-rata sebesar 16,15 %. Pada sektor pertanian yang memiliki kontribusi terbesar pada sub sektor tanaman bahan makanan, diikuti peternakan, perkebunan, perikanan dan kehutanan. Untuk industri pengolahan di Kabupaten Sukabumi seluruhnya dihasilkan oleh sub sektor industri tanpa gas. Sementara itu sektor perdagangan, hotel dan restoran didominasi oleh perdagangan besar dan eceran, diikuti sub sektor restoran dan hotel. Produktivitas sektor yang masih akan berkembang diantaranya sektor pertambangan dan penggalian, listrik, gas dan air minum, bangunan dan konstruksi, angkutan dan komunikasi, keuangan, persewaan dan jasa perusuhaan serta jasajasa. Visi Pemda Kabupaten Sukabumi Tahun 2006 2010 adalah Terwujudnya Perubahan

Kabupaten Sukabumi menuju Masyarakat yang berakhlaq mulia, Produktif dan Sejahtera dengan 3 misi utama yaitu : Pertama; Meningkatkan Kualitas SDM yang Berakhlaq Mulia, Kedua; Memantapkan Kinerja Pemerintah Daerah, Ketiga; Menumbuhkembangkan

Perekonomian Daerah yang Bertumpu pada sektor Unggulan (Basis) dan Perekonomian Rakyat. Potret Pendidikany

Komitmen

Pemda Kabupaten Sukabumi dan DPRD memberikan perhatian yg cukup tinggi terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Komitmen tersebut dituangkan dalam dokumen RPJMD 2006 2010 dalam kebijakan kedua yaitu Peningkatan akses pendidikan yg berkualitas bagi seluruh warga Sukabumi. Anggaran pendidikan setiap tahun mengalami kenaikan, tahun 2007 berjumlah Rp. 435.860.928.846,- tahun 2008 sebesar Rp. 535.147.649.898,-, tahun 2009 sebesar Rp. 608.664.543.000,-. Khusus untuk tahun 2008, dialokasikan dana sebesar Rp. 2 Miliar untuk kegiatan Beasiswa melanjutkan siswa lulusan SD/MI untuk keluarga miskin. Selain itu juga ada Beasiswa bagi siswa SMP/MTs, rawan DO dari keluarga miskin sebesar Rp. 4,8 Miliar, serta Rp. 240 juta untuk Beasiswa bagi siswa SMA/SMK DO dari keluarga miskin. Alokasi anggaran untuk Beasiswa bagi siswa Putera daerah berprestasi ke Perguruan Tinggi sebesar Rp. 30 juta.

Untuk peningkatan kesejahteraan guru PNS SD dan guru bantu SD/MI, Pemkab Sukabumi mengalokasikan sebesar Rp. 2.135.750.000 pada tahun 2008 dan 460.450.000,tahun 2009. Untuk biaya operasional sekolah (BOS), Pemkab Sukabumi meluncurkan BOS Kabupaten sebesar 10.972.740.000,y

Kualitas Pemenuhan

Pendidikan untuk semua lapisan masyarakat (educations for all), sdh menjadi komitmen nasional, termasuk Kabupaten Sukabumi. Dengan menitikberatkan kepada pembangunan manusia yg berakhlaqulkarimah, maka porsi untuk pendidikan yg berbasis keagamaan mendapat porsi yg lumayan, dengan dibuatkan kebijakan bahwa setiap siswa yg akan melanjutkan pendidikan ke SMP harus sudah menempuh Sekolah Agama (Madrasah Diniyah) Pendidikan Usia Dini (PAUD) sebagai suatu tahapan pendidikan sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar (SD/MI) mendapatkan porsi perhatian yg cukup besar, ditandai dengan program dan alokasi dana yg lumayan besar. Animo masyarakat cukup tinggi, ditandai semakin banyaknya masyarakat yg terlibat dalam kegiatan PAUD ini, yaitu dengan bertambahnya jumlah penyelenggara pendidikan usia dini baik TamanKanak-Kanak/Raudatul Athfal maupun kelas kelompok bermain. Jumlah minat anak/sisw menunjukkan adanya peningkatan setiaptahunnya. Dari aspek pemerataan, terdapat beberapa kecamatan yg belum memiliki PAUD, seperti Kecamatan Bojonggenteng, Waluran, Cidolog, dan Kabandungan. Di beberapa kecamatan perkotaan, jumlah PAUD lebih daru satu lembaga dan ini mengindikasikan dan berkorelasi dengan tingkat kemampuan dan daya beli masyarakat. Pada tingkat mutu, lebih diarahkan untuk menyiapkan mental, spiritual, intelektual siswa untuk memasuki jenjang pendidikan dasar. Harapan kedepan bahwa setiap Desa mempunyai satu lembaga pendidikan yg menyelenggarakan PAUD, agar pemertaan pendidikan jenjang PAUD lebih merata. Keberhasilan pemerataan pendidikan dapat diukur dengan capaian Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka partisipasi Murni (APM). Untuk meningkatkan APK dan APM perlu ditunjang dengan ketersediaan ruang kelas, ketersediaan tenaga pengajar/guru yang memenuhi kualifikasi yg ditentukan di semua jenjang pendidikan.

Pada Tahun 2008 jumlah penduduk usia 7

12 tahun di Kabupaten Sukabumi sekitar

290.079 orang, sementara jumlah Siswa SD/MI plus Paket A sekitar 265.233 orang dan jumlah siswa usia 7 12 tahun sekitar 235.025 orang. Dengan data tersebut, maka APK SD/MI; sebesar 91,43%, dan APM SD/MI sebesar 81,02%. Sementara target APM sebesar 85%, jadi masih ada selisih 3,98% yg harus dicapai oleh Kabupaten Sukabumi dalam kurun waktu satu tahun kedepan. Dilihat dari sarana, jumlah Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 1.468 sekolah, terdiri dari 1.178 SD dan 290 MI. Kualitas sarana fisik (gedung sekolah) menunjukkan bahwa ruang kelas SD/MI berjumlah 8.569, dengan status kondisi baik 3.159 ruang kelas, rusak ringan 2.512 ruang kelas, rusak berat 2.898 ruang kelas. Jumlah rombongan belajar 10.675, sementara ruang hanya 8.569, maka ratio ruang kelas/rombel adalah 0,80. Ini menunjukkan bahwa terdapat ruang kelas yg digunakan lebih dari satu rombel. Dengan perhitungan ideal rasio ruang kelas per kelas/rombel 1,0, maka terdapat kekurangan 2.106 ruang kelas, dengan rincian 1.814 RK untuk SD dan 292 RK untuk MI. Jumlah guru untuk setingkat SD sebanyak 7.928 orang guru, yg mengajar di SD 7.656 orang dan mengajar di MI 272 orang guru. Ratio kelas per guru sebesar 0,74 , menunjukkan bahwa ada guru yg merangkap kelas dalam memberikan pelajaran. Ratio ideal seharusnya 1,0 , dengan demikian masih ada kekurangan guru sebanyak 2.747 orang guru di SD dan guru di MI. Dari sisi pemerataan penempatan guru, masih memprihatinkan terutama di daerahdaerah terpencil, yang menunjukkan kekurangan guru secara signifikan. Masih ada SD/MI yg hanya memiliki 3 orang guru. Dilihat dari sisi kualifikasi, guru SD yg layak mengajar sekitar 77,69%, semi layak 11,56%, tidak layak 10,75%. Untuk Guru MI, yg layak 79,78%, semi layak 9,56% dan tidak layak 10,66%. Pada tahun 2008 diperoleh data penduduk usia 13 15 di Kabupaten Sukabumi sekitar

128.854 jiwa. Jumlah seluruh siswa SMP/MTs plus Paket B adalah 97.019 orang , sedangkan jumlah siswa usia 13 15 Tahun sebanyak 93.089 orang. Dengan demikian pencapaian APK

SMP sebesar 75,29% dan APM SMP sebesar 72,24%. Target APK adalah 88,19%, jadi masih ada selisih 12,90%. Dengan demikian tingkat partisipasi masyarakat terhadap pendidikan khususnya penuntasan wajib belajar Sembilan tahun masih relative rendah.

Untuk pendidikan setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Tsanawiyah (MTs), jumlah sekolah ada 304 sekolah yang terdiri dari; SMP sebanyak 144 dan MTs sebanyak 160. Jumlah Ruang Kelas 1.986 yg terdiri dari SMP sebanyak 1.187 Ruang Kelas, dan MTs sebanyak 799 ruang kelas, dengan kondisi baik sebanyak 1.327, kondisi rusak ringan 456, dan 203 rusak berat. Sementara jumlah rombongan belajar (Rombel) sebanyak 3.545 rombel, terdiri dari 2.753 rombel di SMP dan 792 rombel di MTs. Ratio ruang kelas dan rombel yaitu 2,32 untuk SMP dan 0,99 untuk MTs, artinya terdapat ruang kelas yg digunakan oleh lebih dari satu rombel, berarti ada kekurangan 566 ruang kelas untuk SMP dan kelebihan 7 ruang kelas untuk MTs. Jumlah tenaga pengajar (Guru) di SMP sebanyak 3.022 orang dan di MTs sebanyak 2.665 orang, jumlah seluruh guru di SMP dan MTs sebanyak 5.687 orang. Berdasarkan perhitungan kebutuhan guru dengan jumlah Rombel, ada kelebihan guru sejumlah 1.053 orang. Dilihat dari kualifikasi guru untuk SMP 72,07% layak mengajar, 14,06 semi layak, 13,86% tidak layak. Untuk Guru MTs 57,26% layak mengajar, 16,89% semi layak dan 25,85% tidak layak mengajar. Berdasarkan hasil wawancara, hambatan untuk mengakses pendidikan lebih banyak disebabkan oleh kesadaran orang tua terutama di kalangan keluarga miskin, terutama untuk melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTS. Hambatan yg paling utama adalah alasan ekonomi, dimana keluarga miskin lebih mementingkan anaknya untuk segera membantu orang tua dalam meringankan beban ekonomi keluarga. Fenomena itu, merata baik di perkotaan maupun perdesaan. Masih ada juga sekolah (SMP) yg masih melakukan pungutan pada saat tahun ajaran baru pendidikan. Ada juga hambatan geografis, dimana jarak ke SMP masih relative sulit dijangkau karena lokasi SMP rata-rata di Ibukota Kecamatan, seperti di Kabandungan Cikidang.y

Dampak

Salah satu indicator sector pendidikan yang berperan dalam Indeks pembangunan Manusia (IPM) adalah Angka Melek Hurup dan Rata-rata lama Sekolah (RLS). Hasil dari kebijakan dalam pendidikan dasar di Kabupaten Sukabumi bisa dilihat dari data-data

meningkatnya rata-rata lama sekolah (RLS). Rata-rata lama sekolah (RLS) Tahun 2005 adalah 6,45 tahun, 2006 sekitar 6,61 tahun, 2007 sekitar 6,67 tahun, 2008 sekitar 7,25 tahun. Angka Melek Hurup (AMH); 96,23% tahun 2005, 96,77 tahun 2006, 96,96 tahun 2007 dan 97,43% tahun 2008. Hasil Suseda Tahun 2008 Penduduk berumur 10 tahun keatas yang melek hurup menurut jenis kelamin adalah 97,92% laki-laki dan 93,34% perempuan. Proporsi penduduk yang tidak atau belum pernah sekolah jumlahnya masih relative banyak 29,02% dan bila dilihat berdasarkan jenis kelamin maka tingkat pendidikan perempuan masih tertinggal dengan laki-laki. Hampir sebagian besar jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi tingkat pendidikannya baru mampu menamatkan sekolah dasar yaitu 45,52% Potret Kesehatany

Komitmen

Komitmen Pemda Sukabumi dalam peningkatan derajat kesehatan warga ditrumuskan dalam kebijakan keempat di RPJMD 2006 2010 yaitu peningkatan derajat kesehatan

masyarakat dan pelayanan Sosial. Kebijakan tersebut diturunkan dalam bentuk program dan kegiatan di Dinas Kesehatan dan Pelayanan yang disediakan di sarana kesehatan (Rumah Saki dan Puskesmas). Untuk mengukur komitmen Pemda, bisa dilihat dari besaran alokasi anggaran sector kesehatan yg dituangkan dalam APBD. Dalam tiga tahun terakhir alokasi anggaran untuk sector kesehatan trend-nya meningkat. Pada tahun 2007 sebesar Rp. 107.792.860.486,- tahun 2008 Rp 128.056.622.798,- dan tahun 2009 sebesar Rp. 142.887.450.000,-. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi Dinas Kesehatan dan tiga RSUD yang ada di Kabupaten Sukabumi. Anggaran kesehatan perkapita pada tahun 2008 dengan jumlah penduduk 2.376.620 jiwa, anggaran perkapitanya sebesar Rp. 20.282,- ini masih belum sesuai dengan standar WHO yaitu sebesar Rp. 42.000,- perkapita pertahun. Dinas Kesehatan berupaya untuk mencari peluang untuk mendanai kebutuhan pelayanan kesehatan yg tidak terbiayai oleh APBD Kabupaten dengan mendorong partisipasi masyarakat. Dalam rangka mempermudah akses masyarakat miskin yg tidak tercakup oleh Jamkesmas, Pemda Sukabumi tahun 2009 menyediakan dana di setiap RSUD untuk bisa digunakan oleh warga miskin, agar bisa berobat. Adapun besarannya sebagai berikut; RSUD

Sekarwangi sebesar Rp. 500 juta, RSUD Palabuhanratu Rp. 350 juta, RSUD Jampangkulon Rp. 150 juta. Untuk tingkat komunitas, diberikan stimulant bagi Kader Posyandu untuk bantuan operasiona sebesar Rp. 180 juta. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang secara langsung ke setiap kader Posyandu yg besarannya Rp. 25 ribu per orang. Ada program perbaikan gizi masyarakat yg sasarannya adalah anak sekolah dan Balita dengan tujuan untuk pencegahan dan penanggulangan gizi buruk. Kegiatannya berupa penangulangan gizi masyarakat sebesar Rp. 900 juta, gerakan minum susu bersama di sekolah dan posyandu sebesar Rp. 225 juta, pemberian makanan tambahan pemulihan untuk Balita gizi buruk bagi warga miskin sebesar Rp. 127.140.000,y

Kemampuan Pemenuhan

Kondisi kesehatan dilihat dari indicator utama yaitu Umur Harapan Hidup waktu lahir, yg dipengaruhi oleh angka kematian bayi dan angka kematian ibu, indicator itu mempengaruhi terhadap Angka Harapan Hidup (AHH). AHH dalam kurun waktu empat tahun adalah 2005 sekitar 65,70 tahun, 2006 sekitar 65,87, 2007 sekitar 65,94 tahun dan 2008 sekitar 66,56 tahun. Angka Harapan Hidup (AHH) meningkat manakala menurunnya angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI). AKB selama kurun waktu lima tahun (2003 menunjukkan penurunan yaitu ; 46.05, 45.87, 44.50, 44.47, 44.33. Kasus kematian bayi tahun 2007 sebanyak 109 kasus, bayi lahir mati 7 kasus. Tahun 2008 kematian bayi 226 kasus dan lahir mati 152 kasus. Terjadi peningkatan yg tajam dan ini menunjukkan bahwa kurangnya perawatan bayi, kurangnya asupan gizi janin selama di kandungan ibu atau ibu mengalami anemia. Status balita dengan gizi buruk menunjukkan peningkatan yaitu 1,51% tahun 2005; 1,6% tahun 2006; 1,76% tahun 2007 dan tahun 2008 sebesar 1,68% dari 191.896 anak yg ditimbang. Prevalensi gizi buruk menurut wilayah kerja Puskesma cukup bervariasi, kisarannya dibawah 1% sampai diatas 1%. Tidak ada kecamatan yg diatas 5%, sehingga tidak ada kecamatan yg disebut dengan rawan gizi. 2007)

Tuntutan terhadap peningkatan layanan kesehatan masyarakat semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan. Ketersediaan dan keterjangkauan (akses) ke sarana kesehatan menjadi hal yg penting. Jumlah puskesmas sebanyak 57 buah, terdiri 5 pukesmas dengan perawatan dan 52 buah Puskesmas tanpa perawatan, ditambah Puskesmas pembantu ada 111 buah. Rasio puskesma terhadap jumlah penduduk pada tahun 2008 adalah 1 : 42.206, artinya 1 Puskesmas melayani 42.206 penduduk. Kondisi bangunan puskesmas 40,4% baik, 26,3% rusak ringan, 26,3% rusak sedang dan 5,2% rusak berat. Kondisi puskesmas pembantu 68,1% baik, 16,8% rusak ringan, 8,8% rusak sedang dan 7,1% rusak berat. Jumlah Rumah Sakit ada 5 buah, 3 milik Pemda dan 2 milik Swasta. Sarana tempat tidur di RS milik Pemda ada 371 Tempat Tidur (TT). Ratio TT dibandingkan dengan jumlah penduduk 1 : 6.484. Sarana kesehatan milik swasta terdiri Rumah Bersalin ada 12 buah, Balai Pengobatan 51 buah, Toko Obat 22 buah, Apotik 33 buah. Praktek dokter swasta 261, laboratorium klinik 7 buah, praktek bidan swasta 213 buah. Sarana kesehatan yg dibangun oleh warga (komunitas) seperti Posyandu ad 3.061 buah dengan kategori pratama 1.049 buah, purnama 894 dan mandiri 236 buah (sumber : Profil Kesehatan Kabupaten Sukabumi tahun 2008) Jumlah tenaga kesehatan yg bertugas di Puskesmas adalah; tenaga medis 77 org, tenaga keperawatan 667 orang, tenaga kefarmasian 9 orang, tenaga kesehatan masyarakat 96 orang, tenaga gizi 13 orang, jumlah tenaga kesehatan di puskesmas sebanyak 862 orang. Rasio dokter umum terhadap penduduk 1 : 40.609, dokter gigi 1 : 108.292, tenaga keperawatan 1 : 7.951, tenaga kebidanan 1 : 5.968. Sebaran dokter umum yg bekerja di puskesmas adalah 1,01, artinya setiap puskesmas mempunyai dokter umum, akan tetapi penyebarannya belum merata. Ratio dokter gigi dengan puskesmas sebesar 0,21, artinya belum semua puskesmas mempunyai dokter gigi. Setiap puskesmas rata-rata mempunyai 5,01 orang perawat, 6,68 orang bidan. Ratio penyebaran

bidan di desa adalah 0,48, idealnya setiap desa mempunyai 1 bidan di desa. Ada 367 desa, yg ada bidannya baru 314 desa, sedangkan di Puskesmas ada 56 bidan. Tenaga kesehatan di Rumah Sakit umum daerah sebanyak 997 orang yg terdiri dari 130 orang tenaga medis, 437 orang tenaga keperawatan, 26 orang tenaga kefarmasian, 27 orang tenaga kesehatan masyarakat, 11 orang tenaga gizi, 22 orang tenaga keterapian fisik, 37 orang tenaga keteknisan medis. Semenatar tenaga non medisnya 307 orang serta paramedic pembantu ada 307 orang. Kualitas pelayanan kepada Ibu dan anak baru lahir dan balita berpengaruh langsung kepada tingkat kematian Ibu dan Bayi baru lahir. Cakupan ibu hamil yg memeriksakan kehamilannya minimal 4 kali (k4) selama kehamilannya pada tahun 2008 sebanyak 50.154 (78,67%), standarnya sekitar 85%, jadi bidan harus meningkatkan pelayanan pada Ibu hamil dengan melakukan kunjungan ke rumah atau meningkatkan penyuluhan dan memberikan informasi kepada masyarakat agar mau untuk memeriksakan kehamilannya kepad tenaga kesehatan. Cakupan Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan (Linakes) pada tahun 2008 sebesar 65,59%, tahun 2007 sebesasr 58,46%, tahun 2006 sebesar 61,41%, terdapat kenaikan setiap tahun, namun masih dari kondisi ideal, karena ada kesenjangan sebesar 13,08% bila dilihat dari K4-nya. Target cakupan Linakes yg ditentukan adalah 75%, jadi masih cukup rendah. Belum tercapainya Linakes disebabkan belum semua desa mempunyai tenaga bidan, bidan tidak selamanya berada ditempat, mahalnya biaya persalinan oleh tenaga kesehatan. Cakupan kunjungan pasca melahirkan (neonatal) pada tahun 2008 adalah 80,04%, sementara jumlah sasaran neonatal sebanyak 47.178 jiwa. Cakupan Desa yg sudah mendapatkan imunisasi bagi bayi (UCI) baru mencapai 170 Desa, dari jumlah desa di Kabupaten Sukabumi 367 Desa. standar cakupan UCI adalah 90%, dimanalebih dari 90% bayi di desa tersebut sudah mendapat imunisasi. Pelayanan Keluarga Berencana masih relative stagnan, ditandai dengan rendahnya penggunaan alat kontrasepsi pada kelompok usia produktif di kalangan perempuan. Pada tahun 2007 yg menggunakan alat kontarsepsi mencapai 82,97% dan yg masih menggunakan menjadi 60,25%, terjadi drop out yg cukup besar. Namun bila dilihat dari pengguna KB baru dan KB aktif

mengalami peningkatan jumlah peserta, ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar bahwa keluarga berencana adalah suatu kebutuhan. Jumlah kunjungan rawat jalan ke tiga Rumah Sakit yg ada di Kabupaten Sukabumi pada tahun 2008 adalah 83.545 kunjungan. Penderita penyakit yg paling banyak adalah Inspeksi Saluran pernapasan (ISPA) 2410, Tb. Paru 1429, dll Masih ada warga yg sulit mengakses sarana kesehatan, dikarenakan factor geografis dan ekonomi serta kultur. Seperti di Kampung Gentong Desa Sukasari Cisaat, yang menolak

imunisasi karena anti terhadap teknologi dengan alas an keagamaan. Di masyarakat pajampangan masih kuatnya kepercayaan terhadap paraji pada waktu melahirkan, paraji masih cukup membantu dan memberikan rasa aman pada saat proses melahirkan karena dibantu dengan do a-do a. Pengaruh kebiasaan yg turun temurun dalam keluarga pada saat prosesi kelahiran dengan ditolong oleh Paraji, juga sangat berperan kuat dalam sebagian masyarakat di pajampangan. Belum semua desa ada Bidan yg tinggal di Desa, masih ada sekitar 4 desa yg belum mempunyai bidan, seperti di Desa Bambayang Kecamatan Tegalbuled, paraji dan dukun menjadi pilihan bagi masyarakat pada saat melahirkan dan mengobati penyakit. Dalam hal pelayanan di RSUD, masih dirasakan ada perbedaan perlakuan antara pasien dari warga miskin dengan menggunakan askeskin dengan pasien yg umum. Mengakibatkan paien gakin merasa kurang nyaman dan sekaligus agak sungkan ke RSUD. masih ada gizi buruk yg belum ditangani secara optimal oleh pemerintah daerah, seperti di Desa Sukamantri ada sekitar 4 orang yg mengalami gizi buruk, tapi belum mendapatkan pelayanan yg memadai dan sering tidak tuntas. Untuk warga miskin, mendapatkan jaminan melalui jamkesmas, dan bagi warga miskin yg tdk tercakup jamkesmas, pemda Sukabumi meluncukan kebijakan jamkesda.

Dampak Dengan alokasi anggaran yg meningkat setiap tahun, dan didukung dengan penambahan tenaga kesehatan dan sarana kesehatan yg semakin merata dan kualitas meningkat,berhasil meningkatkan deraja kesehatan dengan indicator makro seperti berikut ini :y

Komitmen 2010 adalah

Kebijakan Pembangunan Daerah Kabupaten Sukabumi Tahun 2006

Penanggulangan kemiskinan berbasis wilayah yg bertujuan untuk mengurangi jumlah penduduk miskin di setiap kecamatan serta kesenjangan antar wilayah. Sasarannya adalah berkurangnya penduduk miskin dari 29,50% tahun 2004 menjadi 23,50% pada tahun 2010, percepatan pembangunan di daerah tertinggal dan terwujudnya sistem penanggulangan kemiskinan di daerah. Kebijakan yg sudah dibuat adalah pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah dengan Surat Keputsan Bupati Nomor 147/Kep.312-BPMPD/2009, dengan tugas utama untuk merumuskan kebijakanserta menyelenggarakan program dan kegiatan dalam penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sukabumi. Paling tidak ada beberapa SKPD yg berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan. SKPD-SKPD yg menangani urusan seperti Tenaga Kerja, Pertanian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Pertanian, Perindustrian, merupakan berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan dan pengembangan ekonomi masyarakat yg akan berdampak terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Alokasi anggaran di APBD untuk urusan yg berkaitan dengan penurunan kemiskinan dan pengembangan ekonomi masyarakat seperti berikut dibawah ini : Urusan Tenaga Kerja Koperasi&UKM Pertanian Perdagangan Perindustrian Perumahan Ketahanan Pangan Dilihat dari Tahun 2009 4.572.943.000 10.087.932.150 17.515.445.000 7.994.774.000 130.000.000 13.522.806.000 10.708.994.000 alokasi anggaran, sector pertanian mendapatkan porsi yg paling besar dan Tahun 2007 5.882.659.832 5.136.841.361 33.367.542.933 6.161.922.740 3.689.135.792 13.876.411.985 Tahun 2008 8.194.601.324 6.808.537.916 30.354430.386 7.763.325.085 493.048.776 9.464.604.932

ini berkorelasi dengan jumlah penduduk yg berkegiatan di sector pertanian cukup besar.

sementara yg paling kecil di sector perindustrian, karena Pemda hanya bersifat fasilitasi dalam bentuk regulasi perijinan. Sementara untuk industry olahan yg bersifat rumahan banyak ditangani oleh Koperasi dan UKM dengan alokasi anggarannya relative besar (ketiga).

y

Kemampuan Pemenuhan

Untuk melihat cakupan akses terhadap pemenuhan hak penghidupan yg layak, bisa melihat ke beberapa sector jenis pekerjaan yg ditekuni oleh warga. Ada semiblan jenis sector usaha yg dibagi menjadi tiga kelompok yaitu Primer ; Pertanian, pertambangan dan galian, Sekunder ; industry pengolahan, listrik, gas dan air bersih, bangunan, Tersier ; perdagangan, hotel dan restoran, pengangangkutan&komunikasi, keuangan, persewaan&jasa perhubungan, jasa-jasa. Dengan mengelompokan sembilan sektor ekonomi menjadi 3 sektor yaitu : sektor primer, sekunder, dan tersier, tampak bahwa kelompok sektor primer masih mendominasi dalam penciptaan nilai tambah di Kabupaten Sukabumi. Total nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku yang tercipta dari kelompok primer di tahun 2007 mencapai 5.660,14 milyar atau 39,58 persen dari total PDRB Kabupaten Sukabumi. Adapun kelompok sektor tersier dan sekunder masing-masing menghasilkan nilai tambah sebesar Rp. 3.110,25 milyar dan Rp. 5.695,69 milyar atau masing-masing 21,07 persen dan 39,83 persen dari total PDRB. Kendati demikian peningkatan-peningkatan tersebut belumlah menunjukkan kinerja aktual dari kelompok sektor bersangkutan, karena pada nilai tambah atas dasar harga berlaku masih terkandung inflasi. Berdasarkan kesembilan sektor diatas terdapat sektor yang memiliki cukup pengaruh terhadap perekonomian Kabupaten Sukabumi diantaranya sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 34,58 % terhadap PDRB. Kemudian diikuti selanjutnya oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan kontribusi sebesar 18,60 % dan sektor industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 17,35 %. Sektor berpengaruh tersebut menggambarkan basis potensi yang dimiliki Kabupaten Sukabumi. Sektor pertanian merupakan core bussines yang memiliki dampak ikutan pada sektor

lainnya seperti perdagangan dan industri pengolahan. Pada sektor pertanian terdapat sub sektor tanaman bahan makanan, perkebunan, peternakan dan hasil-hasilnya, kehutanan dan perikanan. Dalam rangka menciptakan nilai tambah guna mendorong perekonomian Kabupaten Sukabumi maka sektor pertanian dapat dijadikan sebagai sektor yang dapat diandalkan untuk dapat dikembangkan. Namun sektor pertanian yang perlu menjadi perhatian untuk dikembangkan pada komoditas-komoditas yang memiliki prospek dan memberikan nilai ekonomis yang cukup tinggi Kebijakan yg dilakukan oleh Pemda Kabupaten Sukabumi tahun 2009 dalam mendorong sector pertanian adalah penguatan kelembagaan kelompok tani, diseminasi informasi teknologi pertanian, pengembangan usaha agribisnis pedesaan, pembinaan kewirausahaan yg masuk dalam program pengembangan agribsinis dengan anggaran sebesar Rp. 1.094.500.000,-. Untuk peningkatan kualitas ternak dan produksi hasil peternakan dialokasikan dana Rp. 474.280.000,dan yg cukuo besar ialah dana alokasi khusus non reboisasi (DAK Non DR) untuk pertanian sebesar Rp. 6.879.875.000,- diperuntukkan bagi pengembangan sarana prasarana produksi tanaman pangan dan holtikultura. Disektor industry tidak ada kebijakan khusus, yg ada adalah bagaimana melakukan pengendalian terhadap usaha eksplorasi dibidang galian pertambangan, air bersih. Sementara untuk jasa perhotelan, perdagangan dan jasa lainnya, pmeda hanya melakukan proses pengawasan dan penegakkan aturan dalam hal retribusi dan perpajakan.y

Dampak

Untuk menggambarkan secara makro tingkat kesejahteraan Kabupaten Sukabumi, bisa merujuk dokumen Sukabumi dalam anggka tahun 2008. PDRB perkapita atas dasar harga berlaku tahun 2002 sebesar Rp. 3.558.950,- dan meningkat pada tahun 2007 menjadi sebesar Rp. 6.113.995,- kenaikan secara rata-rata mencapai diatas 11,35% per tahunnya. Kenaikan PDRB diatas belum menggambarkan secara riil kenaikan daya beli masyarakat secara umum. Karena PDRB perkapita atas dasar harga berlaku masih belum dihitung dengan tingkat inflasi yg sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Selain itu, PDRB perkapita atas dasar harga berlaku juga mencerminkan kenaikan daya beli dan tingkat pendapatan

masyarakat secara agregat, yakni daya beli dan pendapatan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai golongan pendapatan. Dengan memperhatikan struktur perekonomian Kabupaten Sukabumi, diperkirakan bahwa kenaikan daya beli dan pendapatan golongan masyarakat menengah dan atas meningkat lebih tajam dibandingkan dengan peningkatan daya beli dan pendapatan masyarakat golongan bawah. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada tahun 2007 sebesar Rp 14.300.000.000.000, meningkat dibandingkan dengan tahun 2006 sebesar Rp 12.914.077.000.000, (10,73 %). Pada tahun 2008, PDRB diperkirakan dapat meningkat melebihi angka tahun 2007. Hal ini disebabkan terjadinya peningkatan pada beberapa sektor/lapangan usaha, diantaranya Bangunan dan Konstruksi, Listrik Gas dan air Minum serta Industri Pengolahan.Kabupaten Sukabumi terletak antara 10649 samapi 107 Bujur Timur 6057 7025 Lintang selatan dgn batas wilayah administrasi sebagai berikut : sebelah Utara dengan Kab. Bogor, sebelah Selatan dgn samudera Indonesia, sebelah Barat dgn Kab. Lebak, disebelah timur dgn Kab. Cianjur.Kabupaten Sukabumi terletak antara 106 derajat 49 sampai 107 derajat Bujur Timur dan 60 derajat 57 sampai 70 derajat 25 Lintang Selatan dengan batas wilayah administratif sebagai berikut : disebelah Utara dengan Kabupaten Bogor, disebelah Selatan dengan Samudera Indonesia, disebelah Barat dengan Kabupaten Lebak, disebelah Timur dengan Kabupaten Cianjur. Batas wilayah tersebut 40 % berbatasan dengan lautan dan 60% merupakan daratan.Wilayah Kabupaten Sukabumi memiliki areal yang cukup luas yaitu 419.970 ha. Pada Tahun 1993 Tata Guna Tanah di wilayah ini, adalah sebagai berikut : Pekarangan/perkampungan 18.814 Ha (4,48 %), sawah 62.083 Ha (14,78 %), Tegalan 103.443 Ha (24,63 %), perkebunan 95.378 Ha (22, 71%) , Danau/Kolam 1. 486 Ha (0, 35 %) , Hutan 135. 004 Ha (32,15 %), dan penggunaan lainnya 3.762 Ha (0,90 %).Kondisi wilayah Kabupaten Sukabumi mempunyai potensi wilayah lahan kering yang luas, saat ini sebagaian besar merupakan wilayah perkebunan, tegalan dan hutan. Kabupaten Sukabumi mempunyai iklim tropik dengan tipe iklim B (Oldeman) dengan curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2.805 mm dan hari hujan 144 hari. Suhu udara berkisar antara 20 - 30 derjat C dengan kelembaban udara 85 - 89 persen. Curah hujan antara 3.000 - 4.000 mm/tahun terdapat di daerah utara, sedangkan curah hujan ant4ra 2.000 - 3.000 mm/tahun terdapat dibagian tengah sampai

selatan Kabupaten Sukabumi.Wilayah Kabupaten Sukabumi mempunyai bentuk lahan yang bervariasi dari datar sampai gunung adalah : datar (lereng 0-2%) sekitar 9,4 %; berombak sampai bergelombang (lereng 2-15%) sekitar 22% ; bergelombang sampai berbukit (lereng 15 40%) sekitar 42,7%; dan berbukit sampai bergunung (lereng > 40 %) sekitar 25,9 %. Ketinggian dari permukaan laut Wilayah Kabupaten Sukabumi bervariasi antara 0 - 2.958 m. Daerah datar umumnya terdapat pada daerah pantai dan daerah kaki gunung yang sebagian besar merupakan daerah pesawahan. Sedangkan daerah bagian selatan merupakan daerah berbukitbukit dengan ketinggian berkisar antara 300 - 1.000 m dari permukaan laut. Jenis tanah yang tersebar di Kabupaten Sukabumi sebagian besar didominasi oleh tanah Latosal dan Podsolik yang terutama tersebar pada wilayah bagian selatan dengan tingkat kesuburan yang rendah. Sedangkan jenis tanah Andosol dan Regosol umumnya terdapat di daerah pegunungan terutama daerah Gunung Salak dan Gununggede, dan pada daerah pantai dan tanah Aluvial umumnya terdapat di daerah lembah dan daerah sungai. Kabupaten Sukabumi pada tahun 2007 2.391.736 jiwa yang teridiri dari 1.192.038 orang laki-laki dan 1.199.698 orang perempuan. dengan laju pertumbuhan penduduk 2,37 % dan kepadatan penduduk 579,39 orang per km persegi. Kepadatan penduduk menurut kecamatan cukup berpariasi. Kepadatana penduduk terendah terdapat di Kecamatan Ciemas (183 jiwa per km2) dan tertinggi di Kecamatan Sukabumi (2.447 jiwa per km). Pemukiman padat penduduk umumnya terdapat di pusat-pusat kecamatan yang berkarakteristik perkotaan dan disepanjang jalan raya. Suatu kondisi penting yang sedang terjadi sehubungan dengan ketenagakerjaan adalah pergeseran tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor non pertanian. Penduduk yang bekerja di sektor pertanian telah menuru. Etos kerja dan budaya kemandirian tampak sedang terus berkembang. Masyarakat Kabupaten Sukabumi juga kaya dengan budaya seni. Hal lain yang penting adalah tumbuh berkembangnya kelembagaan modern baik dalam arti lembaga maupun "normanorma" semakin memungkinkan penduduk Kabupaten Sukabumi berintegrasi dengan masyarakat nasional.Kerukunan hidup penduduk Kabupaten Sukabumi, dinamika yang dimilikinya, kekayaan budaya dan budaya kemandirian yang berkembang serta kemajuan sosial kelembagaan yang telah dicapai merupakan potensi besar untuk pelaksanaan pembangunan

selanjutnya.Dilihat dari administrasi pemerintahan, Kabupaten Sukabumi terdiri atas 47 kecamatan, meliputi 364 desa dan 3 kelurahan.

Data Penduduk Kabupaten Sukabumi Data Penduduk Kabupaten Sukabumi hasil Sensus Penduduk Tahun 1990 Kecamatan CIEMAS CIRACAP WALURAN SURADE CIBITUNG JAMPANG KULON KALI BUNDER TEGALBULED CIDOLOG SAGARANTEN CIDADAP CURUG KEMBAR PABUARAN LENGKONG PELABUHAN RATU SIMPENAN WARUNG KIARA BANTARGADUNG JAMPANG TENGAH PURABAYA CIKEMBAR NYALINDUNG GEGER BITUNG SUKARAJA SUKALARANG CIREUNGHAS KEBONPEDES SUKABUMI KADUDAMPIT CISAAT Jml Rmh Tangga 10,365 10,263 5,065 15,098 5,544 12,574 6,332 8,249 5,843 12,688 5,742 8,217 8,448 5,671 15,087 9,746 10,212 6,462 14,692 9,644 14,908 10,390 7,956 14,325 6,977 6,367 5,667 7,730 9,311 18,868 Jml Penduduk 40,396 37,143 19,524 56,800 19,915 51,170 24,258 27,402 16,659 42,060 17,285 26,814 31,748 21,612 67,902 39,423 43,699 27,572 49,944 33,409 55,415 36,866 30,463 58,273 28,492 23,948 21,172 33,212 37,496 84,899

010 020 021 030 031 040 050 060 070 080 081 082 090 100 110 111 120 121 130 131 140 150 160 170 171 172 173 180 190 200

201 210 211 212 220 230 240 250 260 261 270 280 290 291 300

GUNUNG GURUH CIBADAK CICANTAYAN CARINGIN NAGRAK CICURUG CIDAHU PARAKAN SALAK PARUNG KUDA BOJONGGENTENG KALAPA NUNGGAL CIKIDANG CISOLOK CIKAKAK KABANDUNGAN Jumlah

9,023 16,031 9,890 8,635 19,856 15,998 8,487 6,266 8,404 4,845 7,760 9,434 10,122 7,436 6,027 436,655

34,201 73,988 38,887 33,153 81,498 74,134 37,930 26,628 38,884 21,947 32,836 41,277 47,477 28,156 25,456 1,741,423

Data terbanyak di Kecamatan Cisaat Data terendah di Kecamatan Cidalog

: 84.899 : 16.659

84.899 16.659 Range = 3 = 22.746

Terendah = 16.659 39.405 Terendah = 39.406 62.152 Tertinggi = 62.153 84.899

PENETAPAN WILAYAH KABUPATEN SUKABUMI MENURUT KONSEP HOMOGENITAS

DI SUSUN OLEH : DHIESKA RIANIE RESA PRAMUDITA 150303080048 150303080000

NINING NURJANAH 150303080024 ILHAM TAUFIK 150303080044

DIII AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN2010